Warga Garut Keluhkan Baunya Tumpukan Sampah di Sejumlah Jalan Protokol

GARUT, (GE).- Sejumlah warga di Garut mengeluhkan penanganan sampah. Beberapa hari belakangan ini, sampah menumpuk di Jalan-jalan Protokol di Kota Garut.

Salah seorang warga, Irma Yunita (22), mengaku tak nyaman saat berjalan di Jalan Cikuray Kecamatan Garut Kota. Di sana, kata Irma, sampah menumpuk tak kunjung diangkut padahal sudah berhari-hari.

Menurut Irma, tumpukan sampah itu sudah mengeluarkan bau tak sedap. Ironisnya lagi, sampah itu menumpuk di area parkir kendaraan. Bahkan tak jauh dari tempat tumpukan sampah itu ada restoran juga.

“Aneh kenapa sampahnya belum diangkut juga ya. Padahal baunya sudah menyengat,” kata Irma kepada “GE”, Selasa (3/1/2017).

Warga lainnya, Dede Kodar (39), mengaku dirinya melihat sampah menumpuk di sejumlah TPS di Kota Garut. Salah satunya di Jalan Pembangunan.

Bahkan tumpukan sampah juga, kata Dede, terlihat di dekat perkantoran Pemkab Garut. Menurutnya, mungkin tumpukan sampah ini imbas dari penutupan TPA Pasirbajing yang dilakukan warga beberapa hari yang lalu.

“Waduh sampah di Kota Garut menumpuk di TPS. Kayanya imbas dari penutupan TPA Pasirbajing,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan “GE” tumpukan sampah terjadi di sejumlah TPS. Bahkan saking banyaknya sampah, bak penampung sudah tak muat. Sehingga sampah mulai meluber hingga ke bahu jalan.

Diberitakan sebelumnya warga Kp. Pasirbajing memblokade akses jalan ke TPA Pasirbajing. Mereka menuntut TPA Pasirbajing ditutup. Akibatnya sekira 200 ton sampah di Kota Garut tak bisa diangkut ke TPA. (Farhan SN)***

Tempat Pembakaran tak Berfungsi, Sampah di Pasar Bayongbong Menumpuk

BAYONGBONG, (GE).- Sejumlah warga di sekitar Pasar Bayongbong mengeluhkan bau busuk akibat tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut petugas. Padahal, tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak Bulan Ramadhan yang lalu.

“Ini kan bak pembakarannya tak berfungsi. Jadi sampahnya menumpuk dan bau. Seharusnya sampah ini diangkut dulu sebelum bak pembakarannya berfungsi,” kata Agus Muhroh, Warga sekitar Pasar Andir Bayongbong, Sabtu (6/8/2016).

Warga berharap pemerintah segera menugaskan pihak terkait untuk mengangkut sampah ke TPA. Pasalnya kalau terus dibiarkan akan menimbulkan bibit penyakit bagi warga sekitar.

Pegawai TKK UPTD Pasar Andir Bayongbong, Arif yang juga Ketua Himpunan Warga Pedagang Pasar (Hiwappa) setempat. Dia menegaskan, sejak berdiri tahun 1995 hingga kini belum pernah menerima bantuan untuk penanggulangan sampah. Padahal, target PAD Pasar Andir cukup besar yakni sebesar Rp 80 juta per tahun.

“Target itu selalu tercapai. Ironisnya, belum sekalipun menerima bantuan untuk penanggulangan sampah,” kata Arif.

Arif berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyimpan satu unit kendaraan pengangkut sampah di Pasar Andir Bayongbong. Dengan begitu, permasalahan sampah bisa ditanggulangi.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Andir Bayongbong pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindag PP) Kabupaten Garut, Sadar Suganda, mengatakan akibat dari bangunan tempat membakar sampah yang sudah tidak berfungsi menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah. Selain itu, warga yang sekitar yang membuang sampah mengalami peningkatan sejak lebaran. Jadi wajar saja, jika sampah di sana menumpuk.

“Sampah jadi tidak bisa dibakar lantaran bangunannya sudah tak berfungsi. Bagian atapnya sudah rapuh dan bocor sehingga saat hujan tergenang air,” kata Sadar. (Farhan SN)***

Tiga Hari Tidak Diangkut, Sampah di Karangpawitan Numpuk Hingga ke Bahu Jalan

KARANGPAWITAN, (GE).- Sampah di Jalan Ahmadyani Timur Kecamatan Karangpawitan tampak menumpuk hingga ke bahu jalan. Bahkan, belakangan ini bau tak sedap mulai tercium para pengguna jalan yang melintas di sana.

“Sudah tiga hari sampah ini belum diangkat. Mungkin petugasnya pada libur lebaran,” kata salah seorang warga, Robiah (43), Selasa (5/6/2016).

Robiah mengatakan, sampah yang dibiarkan menumpuk tersebut kini mulai mengeluarkan bau tak sedap. Apalagi kalau hujan turun baunya semakin menyengat.

Biasanya, kata Robiah, sampah di TPS tersebut diangkut tiap hari ileh petugad kebersihan. Namun belakangan ini petugas tak kunjung mengangkut sampah di TPS itu.

Ia berharap, pemerintah dalam hal ini petugas kebersihan segera mengangkut sampah yang sudah menumpuk berhari-hari. Kalau terus dibiarkan, kata dia, dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Asep Suharja (37),  mengaku terganggu dengan tumpukan sampah sampai menghalangi bahu jalan. Padahal, Jalan Raya Ahmadyani Timur merupakan salahsatu jalan protokol di Garut.

“Saya sampai sempat terjatuh. Ban depan motor saya melindas kantong plastik berisi sayuran busuk. Untung saya masih bisa menjaga keseimbangan,” katanya saat melintas di Jalan Ahmadyani Timur.

Asep berharap pemerintah jangan menghentikan pelayanan publik yang elementer seperti petugad kebersihan meski sedang hari raya. Mestinya ada penjadwalan bagi para petugas seperti ini. Farhan SN***