Menunggu Kadisdik Definitif, Bupati Lantik Djatjat Darajat sebagai Plt Kadisdik Garut

GARUT, (GE).-  Posisi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut definitif dipastikan baru akan ada setelah usai pilkada Garut 2018. Untuk mengisi kekosongan kursi Kadisdik, akhirnya Bupati Garut, Rudy Gunawan mengukuhkan dan melantik Djatjat Darajat sebagai pejabat pelaksana tugas (Plt)  Kadisdik Garut menggantikan Dede Sutisna yang masuk masa pensiun. Prosesi pelantikan Plt Kadisdik Garut berlangsung di Gedung Pendopo, Kabupaten Garut, Rabu (01/11/17).

Dalam sambutannya,Rudy Gunawan mengatakan, pengukuhan Plt. Kadisdik tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, khususnya sektor pendidikan.

“Hari ini pejabat yang ditetapkan sesuai dengan berita acara serah terima jabatan (sertijab/red.) yang dibuat oleh pejabat Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kabupaten Garut, pak Dede Sutisna. Berita acara tersebut memuat penyerahan jabatan kepada Pak Djatjat Darajat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan Yudha Iman Primadi sebagai Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Rudy menambahkan, adanya 35 kepala sekolah yang masih kosong akan segera dibereskan pada bulan Desember 2017. Menurutnya, saat ini Pemkab Garut fokus mendata sekolah-sekolah yang rusak di tingkat desa.

“Untuk meningkatakan kualitas pendidikan masyarakat dan perangkat Desa, tahun ini pemerintah akan mendirikan sekolah-sekolah PKM di desa desa,” katanya. (Fauziani)***

Editor: Kang Cep.

 

Para Pengusaha Hotel-Restoran Tak Sadar Bayar Pajak, Bupati: “Itu Penggelapan Pajak”

GARUT, (GE).- Potensi pajak hotel dan restoran di Kabupaten Garut hingga saat ini masih tetap rendah. Kontribusi pajak kepada Pemkab Garut dinilai sudah tidak logis lagi, dengan besaran yang hanya Rp 200 ribu per hari. Demikian diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, beberapa hari yang lalu.

“Kalau cuma Rp 200 ribu kan bangkrut namanya. Kabupaten Garut memiliki destinasi wisata terkenal di Jabar, serta memiliki banyak restoran dan hotel untuk melayani wisatawan. Namun, para pengusahanya belum sadar untuk tertib membayar pajak,” ungkapnya.

Dikatakannya, para pengusaha restoran banyak yang bayar hanya Rp 6 juta per bulan. Upaya pemerintah untuk mendongkrak potensi pajak itu telah dilakukan dengan menerapakn sistem tapping box untuk mengukur pajak yang diterapkan pemerintah.

“Namun, banyak pengusaha tidak mau menerapkan sistem tapping box itu dengan alasan sistemnya tidak sesuai. Kita gak permasalahkan, asalkan bayar pajaknya sesuai dengan pendapatan,” tukasnya.

Ia menambahkan, rendahnya pajak dari sektor restoran dan hotel itu berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Garut. Pihaknya menargetkan, PAD Garut sebesar Rp 50 miliar per tahun, sementara baru tercapai Rp12 miliar. “Target kita itu Rp50 miliar per tahun, sekarang cuman Rp12 miliar,” katanya.

Bupati mengimbau, pengelola hotel dan restoran agar jujur dalam membayar pajak, jika tetap melanggar akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

” Kita akan proses hukum jika membandel, itukan penggelapan pajak,” tandasnya. (Tim GE)***

Lelang Jabatan Akhirnya Batal, Bupati Garut: “Nanti Saja Setelah Pilkada”

GARUT, (GE).- Lelang jabatan yang sudah direncanakan Pemkab Garut, dan sudah menunjuk panitia seleksi, karena adanya beberapa jabatan yang kosong, baik untuk posisi kepala dinas, sekretaris dinas dan yang lainnya. Namun rencana Pemkab Garut itu terganjal Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2015.

“Begini, lelang jabatan itu tidak dimungkinkan oleh Undang-Undang Nomrr 10 Tahun 2015, tentang pemilihan umum. Kami sudah komunikasi dengan Kemendagri, kalau ada yang pensiun itu dijabat oleh Plt. Jadi lelang jabatan itu batal, nanti saja setelah Pilkada,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (14/10/17).

Dikatakannya, khusus untuk dinas pendidikan, yang Plt nya dijabat oleh Dede Sutisna selaku sekretaris Disdik, yang akan memasuki masa pensiun mulai Nopember 2017 ini, Plt Kepala Disdik akan dijabat oleh eselon dua, sedangkan Plt sekretarisnya akan diberikan kepada pejabat eselon tiga yang yang ada di Disdik.

Sementara itu, disinggung soal anggaran Rp 7 miliar untuk revitalisasi sekolah dasar (SD) Regol 5, Regol 6 sampai dengan SD Regol 12 yang tidak direalisasikan. Rudy menegaskan, rehab itu batal, karena defisit anggaran.” Karena kita defisit anggaran, maka yang Rp 7 miliar itu dibatalkan, tidak dialihkan,” tukasnya.

Ditambahkannya, pihaknya mengiginkan pendirian boarding school, seperti Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah yang ada di Jalan Ciledug, yang rencananya akan dikunjungi Presiden Jokowi Selasa, 17 Oktober mendatang.

“Pak Presiden akan ke Garut pada hari Selasa, sudah ada konfirmasi. Beliau tertarik karena di Garut ada pembangunan pasar-pasar modern, dan ada boarding school Darul Arqom. Nah, Pemda juga tertarik untuk mendirikannya. Kalau di Darul Arqom menginap, untuk kita tidak menginap,” katanya. (Jay).***

Editor: Kang Cep.

Indikasi Gerindra Usung Rudy Gunawan Menguat

GARUT (GE).- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Mendatangi kantor KPUD Garut Guna mendaftarkan diri sebagai Partai Peserta Pemilu 2019. Dipimpin langsung Ketua DPC Gerindra Kabupaten Garut Enan dan jajaran pengurus serta anggota Dewan Fraksi Gerindra. Namun anehnya, pada proses pendaftaran partai ini, Bupati Garut, Rudi Gunawan turut hadir mendampingi kader lainnya.

Usai menyerahkan berkas ke KPUD, Ketua DPC Gerindra Garut, Enan mengatakan DPC Gerindra Garut sengaja datang ke KPUD untuk menyerahkan berkas kepartaian yang merupakan syarat untuk mengikuti Pemilu Tahun 2019. Menurutnya, semua berkas kepartaian telah selesai dan diberikan kepada KPU Garut.

“Kami bersyukur hasil kerja dua minggu, akhirnya berkas ini sudah bisa di serahkan ke KPUD” ujar Enan, Sabtu (14/10/17).

Saat disinggung kehadiran Rudy Gunawan dalam penyerahan berkas kepartaian tersebut, Enan menjawab, kehadirannya hanya sebatas kader partai. Pasalnya, kata Enan, saat ini Rudy Gunawan tercatat sebagai Dewan Pembina Pusat (DPP) Gerindra.

“Sampai saat ini belum ada rekom dari Partai Gerindra terkait pencalonan Bupati pada Pilkada 2018. Kehadiran Bupati karena ia merupakan kader partai. Makanya ia ikut daftar ke KPU,” ungkapnya.

Sementara itu, Rudy Gunawan mengaku kehadirannya dalam penyerahan berkas kepartaian untuk mengapresiasi soliditas Partai Gerindra di Garut. Menurutnya, Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Enan berjalan dengan baik.

“Saya ke KPU bersama pengurus Partai Gerindra hanya sebatas dukungan saja. Belum tentu saya yang diusung Gerindra. Saya kan pengurus Partai Gerindra juga,” katanya.

Penyerahan berkas dari Partai Gerindra diterima langsung Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi. Sampai berita ini diturunkan, data yang diterima dari KPU Garut telah tujuh partai yang telah menyerahkan berkas kepartaian. (Fauziani)***

Tiga Jabatan Segera Dilelang, Bupati: “Jadi Kadisdik Jangan Hanya Duduk Menunggu Laporan”

GARUT,(GE).- Hingga saat ini tiga jabatan setingkat kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih kosong. Salah satu jabatan kadis yang dinilai strategis, yakni kepala dinas pendidikan, posisinya sampai saat ini masih dijabat pejabat pelaksana tugas (Plt), Dede Sutisna yang merangkap sebagai sekretaris dinas.

Menanggapi belum dilantikannya kadisdik yang baru, paska dimutasinya H. Mahmud menjadi staf ahli bidang SDM, Bupati Garut, Rudy Gunawan berharap agar Kadisdik yang baru nantinya ‘orang lapangan.’ Maksud bupati, kadisdik jangan hanya bisa duduk di belakang meja menunggu laopran dari bawah.

“Saya menginginkan kadisdik itu orang lapangan, jangan hanya bisa duduk di belakang meja. Maksudnya yang mau turun ke sekolah sekolah, melihat, mengecek secara langsung kondisi sekolah. Apakah sekolah itu sudah ada WC, apakah kondisi bangunannya. Pokonya kadisdik itu jangan ‘ngamenak,’ katanya, Jumat (15/9/17).

Terkait belum kunjung diisinya beberapa jabatan setingkat kadis, bupati berjanji akan segera melelang sejumlah jabatan tersebut dalam waktu dekat. Seperti diketahui, saat ini selain kepala dinas pendidikan, tiga jabatan setingkat kepala dinas yang masih kosong diantaranya kadis pertanian, sekwan serta kasatpol PP. (Alle)***

Editor: Kang Cep.

 

Rudy Gunawan Tidak Konsisten, Golkar Siapkan Calon Pengganti

GARUT, (GE).- Sikap petahana yang banyak melakukan manuver politik membuat gerah petinggi Partai Golkar yang beberapa waktu sempat mengumumkan mengusung Rudy Gunawan. Tapi sekarang, Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, seolah menarik pernyataannya jika dirinya telah merekomendasikan Rudy Gunawan sebagai calon Bupati Garut yang akan diusung oleh partai beringin itu.

Kekesalan Dedi memang cukup beralasan, pasalnya selain ke Partai Golkar, Rudy pun sempat mengikuti penjaringan di Partai Gerindra. Partai yang mengusung dirinya hingga bisa menjabat menjadi Bupati.

Bahkan ia sempat berucap juga akan mendaftar ke Partai Hanura dan PKB. Namun hingga penutupan pendaftaran di Partai Hanura, tak tercantum nama Rudy.

Sedangkan PKB tak membuka pendaftaran calon. Rudy pun beberapa kali menyebut tetap konsisten untuk maju menggunakan kendaraan Partai Gerindra. Walau belum ada keputusan terkait nama dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Seakan menganulir perkataannya, Dedi Mulyadi mengatakan, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar yang sebelumnya tak akan maju dalam Pilkada, kini sudah bersemangat kembali untuk mencalonkan diri. Menurutnya, calon dari internal partai tentunya jadi lebih baik. Pasalnya karakter dan sepak terjangnya sudah diketahui.

“Sampai sekarang belum ada rekomendasi. Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujar Dedi Mulyadi usai acara Halaqah Kebangsaan di Pesantren As-Sa’adah, Kecamatan Balubur Limbangan, Minggu (17/9/17).

Mengenai pernyataannya beberapa waktu lalu yang akan memberi rekomendasi kepada Rudy, menurut Dedi hal itu karena hasil survei Bupati Garut itu paling tinggi. Ditambah saat rapat pimpinan di Karawang, nama Rudy dan Ade muncul sebagai calon dari Golkar.

“Setelah rapat pimpinan di Karawang, pak Rudy berkunjung ke saya waktu ada pembahasan soal Pilkada di Bekasi. Lalu lihat survei paling tinggi. Makanya kita rekomendasi,” katanya.

Jika memang Rudy ingin diusung oleh Golkar, Dedi balik bertanya tentang konsistensi calon petahana itu. Jika Rudy konsisten, maka ia pun akan konsisten untuk memberikan dukungan.

“Kalau tidak konsisten, masa saya harus konsisten pada yang tidak konsisten. Jadi belum mutlak rekomendasinya,” ucapnya.

Dedi menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa nama calon untuk maju di Pilkada Kabupaten Garut. Namun keputusan untuk penentuan nama calon masih cukup lama waktunya.

“Pendaftaran kan Januari (2018). Mungkin pembahasan (nama calon bupati dan wakil bupati) pada akhirnya bisa diputuskan bulan Desember,” katanya. (Farhan SN)***

Hujan Tak Kunjung Turun, Sejumlah Wilayah Mulai Terdampak Kemarau

GARUT,(GE).- Hingga akkhir bulan Agustus 2017 hujan tak kunjung turun, sehingga berdampak pada mengeringnya beberapa sumber air. Menanggap hal ini, Bupati Garut , Rudy Gunawan, menyebut di sejumlah kecamatan Kabupaten Garut, mulai dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Dampaknya, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

” Ya, saat ini di Garut sudah mengalami kesulitan, sumber air semakin berkurang,” kata Bupati, Senin (28/8/2017).

Diungkapkannya, saat ini musim kemarau sudah melanda Kabupaten Garut, menyebabkan sejumlah daerah kesulitan air untuk kebutuhan pertanian maupun rumah tangga. Menyikapi hal ini, Pemerintah daerah (Pemda) Garut mengumpulkan para camat untuk melakukan langkah antisipatif di kecamatannya masing-masing.

“Kami (Pemda/red.) sudah mengumpulkan para camat untuk meneliti masalah kekeringan,” katanya.

Bupati menyebutkan, kekeringan yang cukup parah terjadi di daerah tadah hujan seperti di wilayah utara Garut. Sementara Sungai Cimanuk yang menjadi salah satu sumber untuk mengaliri areal pertanian, ditenggarai mulai menyusut.

Dijelaskannya, sejumlah daerah yang mulai dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini (2017) yakni meliputi Kecamatan Cibatu, Leuwigoong, Limbangan, Selaawi, Malangbong, dan Cibiuk.

“Pemerintah daerah melakukan upaya mengatasi kekeringan tersebut dengan mencari sumber mata air baru, pompanisasi dan bak penampung air,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Ade Ginanjar Mundur dari Pencalonan, Dedi Mulyadi Rekomendasi Rudy untuk Maju di Pilkada Garut 2018

GARUT,(GE).- Gonjang ganjing siapa bakal calon Bupati Garut dari partai “beringin” terus mengemuka. Baru-baru ini Bupati Garut, Rudy Gunawan kembali disebut-sebut menjadi bakal calon kuat yang akan diusung partai Golkar. Bahkan Rudy diketahui mendapat rekomendasi langsung dari petinggi Partai Golkar Jawa Barat untuk maju menjadi bakal calon bupati dari  pada Pilkada 2018.

Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat saat ini mengatakan, jajarannya sudah mencapai komitmen dengan Rudy untuk bersama-sama bertarung dalam Pilkada. Pihaknya pun memerintahkan agar Golkar Garut menindaklanjuti komitmen tersebut.

Namun belakangan sejumlah kader Partai Golkar menyatakan enggan jika Rudy maju dari partai Golkar. Bahkan para kader Golkar mengancam tak akan mendukung Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar jika tetap mengusung Rudy.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Golkar Garut. Mereka mengetahui dan menyetujui soal Rudy, tinggal Ketua DPD harus jelaskan ke pengurusnya,” ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (25/8/2017).

Dedi menyebut, rekomendasi yang diberikan kepada Rudy karena Ade Ginanjar selaku Ketua DPD Golkar Garut mundur dari pencalonan. Namun Ade tidak menjelaskan pada internalnya tentang permasalahan tersebut.

“Lagian di Golkar selain pak Ade yang surveinya bagus pak Rudy. Tapi karena pak Ade mundur, jadi weh pak Rudy (rekomendasi calon bupati),” kata bakal calon Gubernur Jabar itu.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar mengakui bahwa pencalonan Rudy sebagai calon Bupati Garut dari Partai Golkar atas sepengetahuan dirinya. Bahkan Pria yang menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Garut ini menambahkan, sejak Rapimda lalu dirinya sudah dipasangkan dengan calon petahana tersebut.

“Dinamika saja kan tidak apa-apa. Mungkin belum tersosialisasikan di internal saja dan pencalonan pak Rudy itu pun hasil koordinasi saya,” ujar Ade ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Terkait kabar bahwa dirinya mundur dari pencalonan, Ade menuturkan bahwa hal tersebut tidak benar. Bahkan sebagai ketua partai yang diamanatkan, dirinya tetap mematuhi hasil Rapimda Golkar yang digelar di Karawang.

“Ya saya patuh pada hasil Rapimda serta tugas dan amanat yang diembankan pada saya,” katanya.

Terlebih Partai Golkar Garut sendiri menurutnya harus mencalonkan dari internal. Selain itu pencalonan Rudy pun diketahui olehnya.

“Kami kan kaji secara internal dan eksternal dan dicalonkan pak Rudy. Itu kan hasil sepengatahuan saya. Mungkin memang belum tersampaikan pada pengurus,” ujarnya. (Tim GE)***

“Maung Sancang” Terancam Bubar, Bupati Siap Ambil Alih Persigar

GARUT,(GE).- Baru-baru ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan dengan tegas bersedia mengambil alih kepengurusan Persigar, club kebanggaan masyarakat Garut berjuluk “Maung Sancang.” Hal ini akan dilakukan Bupati jika kepengurusan Persigar yang dipimpin Dadang Johar benar-benar mengungdurkan diri.

“Ya, saya bertanggung jawab terhadap Persigar. Kalau misalnya kepengurusan sekarang mengundurkan diri atau tidak bisa melakukan penggalangan dana. Saya, sebagai pemerintah daerah akan mengambil alih,” katanya, Kamis (17/8/2017).

Rudy menegaskan, di setiap organisasi harus ada manajemen penggalangan dana. Ia mengaku telah melakukan penggalangan dana untuk membantu Persigar. Namun ternyata para pengusaha termasuk bank memberikannya kecil.

“Bahkan banyak pengusaha yang menolak memberikan bantuan, katanya Persigar itu pengelolaannya ekslusif. Itu bukan kata saya tapi kata pengusaha. Katanya pengelolaan Persigar itu eksklusip. Jadi para pengusaha juga tidak mau membantu padahal saya sudah kumpulkan para pengusaha itu,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam dunia sepak bola ketua umum itu memang harus berkorban, sementara pengelolaan Persigar tidak bisa dianggarkan dari APBD.

“Kalau pun diusahakan ada bantuan tetapi mekanismenya harus melalui Koni. Dan itu pun nilainya tidak besar karena harus disesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Aturan larangan itu dari BPK,” tukasnya.

Sementara itu, terkait rencana Persigar akan mundur di putaran ke dua liga III, Ia menegaskan Persigar akan diambil alih.

“Kalau memang Pak Dadang mau mundur, Ya diambil saja sama kita. Persigar itu akan terus berjalan. Kalau memang mundur, Ok lah. Sekarang ini Persigar Garut tidak akan bubar. Ganti saja kepengurusannya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Persigar Garut, Dadang Johar Arifin menyatakan tidak akan ikut serta pada putaran dua liga III yang akan digelar secara serentak pada 23 Agustus mendatang. Dadang menilai, selama ini tidak ada itikad yang serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut perihal pendanaan untuk membantu Persigar. Mulai dari persiapan hingga berahirnya putaran pertama liga III ini seluruh kebutuhan Persigar dikeluarkan dari dana pribadi.

“Selama ini Bupati hanya memberikan janji-janji palsu saja. Sementara kita sudah melakukan bukti terhadap Persigar,” tandasnya.

Dadang menegaskan, akan menarik diri jika Pemda tidak mau membantu. “Saya akan menarik diri jika kondisinya seperti ini terus, jujur saya tidak sanggup lagi membawa Persigar kalau pemerintah tidak campur tangan dalam melakukan pendanaan perihal Persigar,” ungkapnya.(Alle)****

Koalisi Golkar-PDIP Sudah Clear, Ade Ginanjar: ” Pak Rudy Partainya Mana ? “

GARUT, (GE).- Hingga saat ini belum ada satu partaipun yang resmi mengumumkan siapa orangnya yang akan dicalonkan sebagai bupati dan calon wakil bupati untuk maju pada Pilkada Garut 2018 mendatang. Termasuk dua kader partai besar dari Golkar Ade Ginanjar (AGR) dan Dedi Hasan Bahtiar (DHB) yang selama ini ramai diberitakan media, keduanya masih belum ada kepastian.

“Kalau koalisi partai antara Golkar Jawa Barat dengan PDIP Jawa Barat, itu sudah clear. Bisa saja calon dari Golkar bukan saya, kalau selama ini saya dipasangkan dengan Dedi Hasan, atau dengan siapapun itu cuma isue,” tegas Ketua DPD Partai Golkar, Ade Ginanjar (AGR), di Kantor DPRD Garut, Rabu (16/08/17).

Dikatakannya, penetapan calon yang akan diusung Golkar, akan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), melalui mekanisme hasil survei.” Kemungkinan DPP akan menetapkan calon itu September, paling lambat Oktober, menunggu hasil survei,” tukasnua.

Ditanya soal keinginan Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyandingkan AGR dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan. AGR malah balik nanya kepada wartawan.” Kalau Pak Dedi menginginkan saya berpasangan dengan Pak Rudy, pak Rudy partainya yang mana? Golkar kan tidak bisa mencalonkan sendiri, karena kurang dua kursi,” kata Ketua DPRD Garut itu.

Ditambahkannya, selain dirinya, ada beberapa tokoh Garut yang dimasukan dalam survei partainya, termasuk Rudy Gunawan. Sehingga belum bisa dipastikan nama calon yang akan diusung Golkar di Pilkada nanti. ” Bisa saja Golkar tidak mencalonkan saya. Pak Rudy juga termsuk yang disurvei,” tandasnya.(Jay)***

Editor: Kang Cep.