Danyonif 303/Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Sejumlah Reporter

GARUT, (GE).- Sejumlah reporter (wartawan) dari beberapa media baik cetak maupun elektronik mendapatkan penghargaan dari Batalyon Infanteri (Yonif 303) Kostrad. Penyerahan penghargaan kepada para juru warta yang bertugas di wilayah Garut ini diserahkan oleh eks Komandan Batalyon (Danyon) 303/ Kostrad, Letkol Inf. Fransisco, S.E.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung saat acara serah terima jabatan (sertijab) Danyonif/SSM Raider, di kawasan Cibuluh, Kecamatan Cikajang, Garut, Selasa (27/12/2017) pagi.

Menurut Danyonif 303, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada sejumlah wartawan yang secara intensif mereportase berbagai kegiatan di Yonif 303.

Sedikitnya ada 7 orang reporter/wartawan yang diberi penghargaan, baik cetak, elektronik dan website. Dari ke 7 orang reporter tersebut, Hakim Abdul Ghani yang merupakan reporter Garut Express, menjadi salah satunya yang mendapatkan penghargaan.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, para wartawan dan seluruh jajaran pemerintahan Garut. Beberapa tahun kami telah menjalin kerjasama dalam upaya mewujudkan Garut yang aman dan tentram,”tutur Letkol Inf.Fransisco, yang kini dialihtugaskan sebagai Dandim 0621/ Kabupaten Bogor.

Sementara itu Komandan Yonif 303/SSM yang baru, Mayor Inf. Benny Wahyudi mengaku bangga bisa memimpin pasukan Batalyon ini. Ditegaskannya, dirinya akan melanjutkan beberapa program Danyon sebelumnya.

“Alhamdulillah, luar biasa, saya bisa berada disini, saya mengharap kerja sama dari semua pihak untuk membuat Garut ini lebih tentram lagi. Saya juga akan melanjutkan beberapa program Danyonif sebelumnya yang saya rasa sangat bagus.” Tegasnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

Usai Liputan Malam, Seorang Reporter Media Harian Dibegal

GARUT, (GE).- Salah seorang wartawan yang hendak pulang usai liputan malam bernasib naas. Robi Taufik Akbar yang merupakan reporter koran harian Galamedia, pada malam Senin (21/11/2016) hendak pulang ke rumahnya di wilayah Cibatu dengan menggunakan sepeda motor, namun saat melintas di Jalan KH. Hasan Arif di bilangan Kecamatan Banyuresmi, ia dipepet dua sepeda motor.

“Pas di sekitar SPBE Banyuresmi, saya dipepet dua sepeda motor. Saya ditodong oleh 3 orang dari arah samping dan belakang. Dua orang lagi berdiri di depan saya,” kata Robi.

Dikatakannya, setelah ditodong sejumlah orang yang diduga berandalan bermotor ini memaksa meminta sejumlah barang dan uang.

“Untungnya, mereka hanya minta uang, yang katanya untuk minum. Awaknya saya kasih Rp 100 ribu, namun akhirnya memaksa semua uang yang ada di dompet saya,” kisahnya.

Masih menurut Robi, selain dirinya, di malam itu juga, namun di tempat berbeda ada seorang wanita yang juga jadi korban pembegalan.

“Ada juga seorang cewe jadi korban begal, namun itu tempatnya di Jalan KH. Anwar Musadad,” katanya. (KIM)***

Editor: Kang Cep.