Hujatan dan Teriakan Warga Warnai Proses Rekonstruksi Kasus Suami Gilas Istrinya

GARUT, (GE).- Ketika proses rekonstruksi berlangsung, Dede, ibu korban dari Dewi Supartini (almarhumah) korban pembuhunan tampak syok. Ibu paruh baya ini tampak histeris saat menyaksikan adegan reka ulang yang dilakukan Iwan (tersangka). Rekonstruksi ini berlangsung di Kampung Cilincing, Kecamatan Karangpawitam, Kabupatem Garut, Rabu (24/5/17).

“Sepertinya Ia (ibu korban) syok dan marah menyaksikan anaknya dilakukan seperti itu,” ujar Suherman, paman korban yang juga menyaksikan jalannya rekontruksi.

Saat petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Garut menggelendang tersangka Iwan, sekira pukul 10.00 WIB, sontak saja teriakan dan hujatan terdengar riuh rendah.

“Boa edan, tega-teganya membunuh istri sendiri !” ujar salah seorang warga, seraya meneriaki tersangka.

Tersangka sendiri tampak mengenakan seragam khas tahanan, serta mendapatkan pengawalan ketat petugas sepanjang perjalanan menuju lokasi pertama yang dilakukan di rumah tersangka.

Sementara itu, Dede, ibu korban terlihat berteriak dan nangis histeris, saat pertama kali tersangka dipersilahkan masuk oleh petugas polisi pendamping rekontruksi.

Mungkin tak tahan melihat beberapa adegan reka ulang,  akhirnya ia tersungkur  seraya meratapi almarhum anaknya.  “ Dewi… Dewi… Dewiiii !” teriaknya. (Andriawan)****

Editor: Kang Cep.

 

Proses Rekonstruksi Kasus Suami Gilas Istri dengan Truk di Karangpawitan Disaksikan Ratusan Warga

GARUT, (GE).- Rekontruksi kasus pembunuhan seorang suami yang menggilas istrinya di jalan raya Karangpawitan, Kabupaten Garut digelar hari ini, Rabu (24/5/17). Dalam rekonstruksi sedikitnya 57 adegan diperagakan tersangka.

“Ya ada 57 adegan dari dua TKP berbeda yaitu dari rumah sampai TKP kedua di pinggir jalan raya Karangpawitan kemudian sampai dilindas,” ujar Edward, yang merupakan Kepala Seksi Pidana Umum, Kejaksaan Negeri Garut, Rabu (24/5/17).

Proses rekonstruksi pembunuhan Iwan Setiawan (35) terhadap Dewi Supartini, istrinya sendiri berlangsung menegangkan. Dalam reka ulang ini, tampak ratusan warga sekitar turut serta menyaksikan sejumlah adegan yang dilakukan tersangka.

“Dimulai pertama dari rumah kemudian ke pangkalan ojek yang merupakan TKP saat tersangka menggilas korban,”ucap Edward.

Dijelaskannya, sebelum terjadinya pembunuham, diketahui kedua suami istri tersebut mengalami pertengkaran yang dipicu rasa cemburu pelaku kepada korban. “Ia (korban/red.) dilindas mulai dari ban kiri depan sama ban belakang,” tukasnya.

Antusiasme warga untuk melihat adegan rekontruksi cukup tinggi, akibatnya arus lalu lintas di jalan raya Karangpawitan mengalami kemacetan. Proses rekontruksi akhirnya diakhiri dengan adegan terakhir di mana posisi korban Dewi ditinggalkan begitu saja oleh tersangka. (Andriawan)***

Editor: Kang Cep.

 

Upaya Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir, Bupati Ajukan Anggaran Rp 260 Miliar

GARUT,(GE).- Pemkab Garut terus berupaya melakukan pembenahan di beberapa lokasi pascabanjir Cimanuk, beberapa waktu yang lalu. Proses rekontruksi dan rehabilitasi hingga saar ini terus dilakukan. Pemkab sendiuri mengakui sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk membangun sejumlah infrastruktur dan tempat tinggal bagi para pengungsi.

Seperti diketahui, sampai sekarang ada sejumlah pengungsi selama sudah bertahan di pengungsian selama tiga bulan. Sementara sebagian pengungsi sudah ditempatkan di Rusunawa Cilawu. Sementara sisanya ditempatkan di gedung-gedung milik pemerintah.

Untuk perbaikan sejumlah infrastruktur, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan anggaran dengan sebesar Rp 260. Sementara untuk rekontruksi dan rehabilitasi, Pemkab mengajukan anggaran sebesar Rp 42 miliar.

“Saat ini masih masa rekontruksi dan rehabilitasi. Kita sudah bertemu dengan BNPB untuk membicarakan anggaran 2017-2018. Saya berharap ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” jelasnya, Senin (29/1/2017).

Menurutnya, dana sebesar Rp 42 miliar yang berasal dari APBN tersebut akan disalurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisanggarung-Cimanuk. Dana tersebut akan digunakan untuk penahan bantaran sungai sepanjang 30 km.

“Pemasangan penahan bantaran sungai itu sebagai antisipasi jika kembali terjadi banjir bandang. Apalagi saat banjir bandang kemarin terdapat sejumlah penahan yang rusak,” katanya.

Selain rehabilitasi sejumlah infrastruktur, Bupati juga memerintahkan jajarannya untuk merekontruksi lingkungan.

“Alih fungsi di lahan milik perhutani juga harus mendapat perhatian. Jangan digunakan sebagai lahan sayuran oleh masyarakat,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Ricuh ! Saat Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Akper

GARUT, (GE).- Penanganan kasus pembunuhan mahasiswi Akper Pemda Garut, Fahmi Nisa (almh) hari ini, memasuki proses rekonstruksi. Dalam prosesi rekonstruksi yang diperagakan langsung oleh tersangka “RF,” ditandai kericuhan, teman korban tak kuasa menahan emosinya saat menyaksikan tersangka langsung bereaksi, Senin (19/12/2016).

Kepolisian Resort Garut, dengan penjagaan ketat menggelar rekonstruksi atau reka adegan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Perum Banyu Herang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (19/12/2016) pagi. Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, mengatakan 24 reka ulang adegan pembunuhan, pemerkosaan, serta pencurian dilakukan di tempat ini.

” Hari ini kita lakukan rekonstruksi di TKP aslinya, di Perum Banyu Herang, ada 24 adegan yang dilakukan disini. Ini dilakukan untuk melengkapi berkas, untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Dalam rekonstruksi ini ratusan warga ikut hadir dan menyaksikan adegan, kericuhan sempat terjadi, kala tersangka memeragakan adegan demi adegan. Salah seorang teman korban Adi Syahrul bereaksi hendak memukul tersangka, seraya melontarkan kata-kata kasar terhadap tersangka. (Aden)***

Editor: Kang Cep.