Askab Garut Kirim Pemain Muda ke Haornas PSSI U-15

GARUT, (GE).- Sedikitnya 23 pemain muda dari tim Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Garut ikuti Haornas U-15 Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pelepasan kontingen yang terdiri dari 23 pemain, 5 official dan 3 pelatih itu dilakukan oleh Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, H. Deden Rohim didampingi Sekertaris Umum KONI Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, Minggu (9/7/17) di Kantor KONI Garut.

“Kita punya talenta pemain yang sangat mumpuni sehingga pantas ikut kejuaraan Haornas U-15. Dengan adanya program yang digulirkan PSSI pusat ini diharapkan menjadi momentum peningkatan potensi dan mental anak-anak. Sehingga diharapkan nantinya bisa lebih profesional,” ujar Deden.

Untuk mendapat hasil maksimal pihaknya sudah menyiapkan skuat muda Garut sejak 4 bulan lalu. Kendati tidak menargetkan juara, namun diharapkan Garut bisa mendapat hasil bagus. “16 besar juga sudah bersyukur, namun alangkah lebih baik jika lebih dari itu,” katanya.

Kejuaran Haornas tingkat Jawa Barat ini akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Juli 2017, di Lapang Sepak Bola Armed Kota Cimahi.
Sementara, Sekertaris Umum KONI Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan, suatu kebanggaan Askab PSSI U-15 Kabupaten Garut mengikuti kompetisi tahunan ini.

“Semoga ini jadi bagian dari kebangkitan olahraga Garut, sepakbola khususnya. Saya optimis (mendapat hasil bagus/red.) karena Garut memiliki banyak potensi. Kedepan akan lebih baik, jika dikembangkan lebih bagus lagi dengan terarah, terukur, hingga tidak menutup kemungkinan bisa menjadi atlet, tidak hanya di Garut, tapi bisa nasional, bahkan bisa juga ke Internasional,” pungkas Syakur.

Oleh karenanya, Rektor Uniga ini berharap Pemkab Garut bisa memnangun sarana dan prassrana olahraga, khususnya lapang sepakbola yang lebih baik. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Kongres PSSI 2017 di Bandung Berakhir, Berikut Poin Pentingnya

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sukses laksanakan agenda tahunannya yaitu Kongres PSSI 2017, yang dilaksanakan di Bandung, Ahad (8/01/2017).

Kongres tersebut menghasilkan lima poin keputusan penting diantaranya, pengesahan 55 calon anggota dari tujuh provinsi, persetujuan terhadap permohonan klub, pengampunan terhadap sanksi perorangan, penyelesaian asosiasi pemain sepak bola dan pengesahan personalia organ yudisial.

Terkait nasib tujuh klub yang sebelumnya dihukum oleh PSSI yaitu, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, dan Persipasi Bekasi. Ketujuh klub tersebut diampuni dan kembali menjadi anggota PSSI.

Dalam putusan itu Persebaya diputuskan kembali bermain di Devisi Utama, sementara enam klub lainnya harus memulai dari kasta terendah sepak bola Indonesia yaitu Liga Indonesia dan Liga Nusantara. Termasuk Arema Indonesia yang harus bermain di Liga Nusantara.

Diampuninya perorangan yang terhukum, yaitu Djohar Arifin Husin, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Widodo Santoso, Farid Rahman, dan Tuty.

Ditetapkannya penyelenggaraan ISL yang akan dilaksanakan tanggal 26 Maret mendatang, sementara untuk Devisi Utama akan dilaksakan satu minggu setelah ISL digelar.

Penyelesaian asosiasi pemain sepak bola dan pengesahan personalia organ yudisial antara lain, Ketua APSI Irawadi Hanafi mundur. APSI dan APPI jadi mitra PSSI dan keluar dari keanggotan.

Penetapan personel Komite Etika: Dodik Wijanarko (Ketua), Zarof Ricar (Wakil), David Sulaksmono, Anton Sanjoyo, Hadianto Ismangoen, Wetmen Sinaga, Suryantono.

Penetapan personel Komite Disiplin: Asep Edwin (Ketua), Husin Umar (Wakil), Yusuf Bachtiar, Dwi Irianto, Eko Hendro Prasetyo.

Penetapan personel Komite Banding: Todung Mulya Lubis (Ketua), Ade Prima Syarif (Wakil), Aji Ridwan Mas, M. Koswara, Yakub Kristanto.

Usulan perubahan struktur Exco PSSI untuk dibahas di kongres berikutnya dan Pengumuman susunan pengurus PSSI. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.