PPP-Golkar “Mesra,” Agus-Ade Siap Diusung di Pilkada 2018

GARUT, (GE).- Melalui Ketuanya, Agus Hamdani DPC PPP Kabupaten Garut mengkalim telah menentukan pasangan untuk maju dalam Pilkada 2018. Bahkan, pilihannya telah mengerucut pada satu nama.

“Pasangannya sudah mengerucut ke satu nama. Memang belum resmi, tapi minta doanya saja biar jadi,” ujar Agus, saat ditemui sejumlah wartawan di kawasan Cipanas, Garut, Kamis (5/10/17).

Agus menyebut jika satu nama yang akan bersanding dengannya yakni Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar. Terlebih Ade sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Golkar.

“Saya sudah komunikasi juga dengan pengurus Golkar Garut. DPP Golkar juga sudah meminta pengurusnya di Garut untuk sosialisasi dengan PPP,” katanya.

Diharapkannya, pasangan Agus-Ade segera dideklarasikan. Usungan pasangan calon itu memang belum resmi. Namun untuk mengarah ke deklarasi hampir bisa dipastikan.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana sampai deklarasi. Saya juga berharap secepatnya bisa diadakan deklarasi,” ucapnya.

Ditambahkannya, deklarasi pasangan Agus-Ade  bisa terealisasi antara satu sampai dua minggu ke depan. Pihaknya pun tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk memperkuat koalisi.

“Saya juga sudah dapat dukungan dari Habib Luthfi bin Yahya untuk maju di Pilkada Garut. Sebagai kader NU tentunya saya harus meminta restu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar tampaknya masih “malu-malu kucing” saat ditanya terkait calon pasangan yang akan maju bersamanya di Pilkada 2018.

“Belum (tentukan pasangan). Masih komunikasi dengan semua partai juga,” kata Ade saat dihubungi. (Tim GE)***

Tahapan Pilkada Makin Dekat, Helmi Mengaku Belum Dapat SK untuk Nyalon

GARUT, (GE).- Tahapan Pilkada Garut sudah semakin dekat, yakni Januari 2018. Namun, sejauh ini belum ada satu pun partai politik yang menetapkan masing-masing jagoannya untuk maju di Pilkada Garut Juni 2018 mendatang. Begitupun dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pada Pilkada 2013 lalu mengusung dr. Helmi Budiman sebagai wakil Bupati Garut, yang berpasangan dengan Rudy Gunawan.

” Sampai saat ini saya belum mendapat SK dari PKS, tapi saya melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.  Saya juga sebagai Wakil Bupati diperintahkan DPP (PKS) untuk  tetap konsen membantu tugas Pak Bupati sampai selesai nanti,” katanya.

Ditanya soal kemungkinan berpasangan kembali dengan Rudy Gunawan pada Pilkada Juni Tahun 2018 mendatang, Helmi tidak menampik kemungkinan tersebut. Bahkan bapak dari 5 anak itu mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan orang yang kini masih jadi nomor satu di Garut tersebut.

” Kalau dengan Pak Rudy, saya gak ada masalah, dan kami sudah bersama-sama bekerja paling tidak dalam tiga tahun ini. Dan saya sudah berbicara dengan Pak Bupati, mengenai kemungkinan itu. Untuk partainya In sya Alloh dengan Gerindra, tapi kan partai pengusungnya harus punya 10 kursi. PKS dengan Gerindra itu masih kurang, mudah-mudahan mau bersama kita bergabung,” ungkapnya, usai menghadiri acara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, di Hotel Redante, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Kamis (28/09/17).

Kemungkinan Partai Amanat Nasional (PAN) berkoalisi dengan PKS dan Gerindra kelihatannya cukup besar. Apalagi kabarnya, belum lama ini Rudy Gunawan telah mengambil formulir pendaftaran tahap kedua yang dibuka oleh DPD PAN Kabupaten Garut. (Jay Wijaya)***

Editor: Kang Cep.

 

Jelang Pilkada Garut Menghangat, Kini Muncul Balon Muda Mendaftar ke PAN

GARUT, (GE).- Konstelasi politik jelang Pilkada Garut 2018 terus menghangat. Selain tokoh dan “pemain lama” tak sedikit kini nama-nama baru bakal calon (balon) Bupati Garut bermunculan yang menyatakan siap untuk bersaing memperbutkan tahta Garut 1.

Adalah Pradana Aditya Wicaksana, nama baru yang siap meramaikan perhelatan hajat pilkada 2018. Pria yang baru berusia 30 tahun itu tampak meyakinkan mendaftar sebagai bakal calon Bupati Garut ke Partai Amanat Nasional (PAN). Ia yakin, dirinya akan diperhitungkan PAN untuk menjadi balon Bupati atau setidaknya Wakil Bupati.

“PAN itu dinamis dan hangat. Politik di Garut itu sangat unik. Saya optimis sekarang (PAN) mulai mengerucut ke arah saya,” tandas Adit, optimis, Rabu (27/9/17).

Dikatakannya, dengan adanya penjaringan balon Bupati tahap dua di DPD PAN, ia tak mempermasalahkannya. Lebih banyak yang mendaftar, nantinya akan bisa dinilai kredibilitas calon yang akan diusung.

“Saya tak dirugikan dengan pembukaan penjaringa. Justeru saya tetap optimis bisa maju di Pilkada 2018,” tadasnya.

Ditanya terkait calon potensial petahana, Rudy Gunawan yang ikut mengambil formulir ke PAN, Adit menilai PAN menjadi partai yang diperhitungkan. Adanya petahana pun semakin meramaikan bursa calon di PAN.

“Penjaringan yang dilakukan pun harus sesuai mekanisme partai. Jangan ada yang sifatnya pragmatis atau transaksional,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

KPU Garut Mulai Verifikasi Calon Independen, Untuk Bisa Lolos Ini Persyaratannya

GARUT,(GE).- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut hari ini menggelar rapat pleno untuk menjaring calon bupati dan wakil bupati dari perseorangan (independen) yang akan maju dalam Pilkada Kabupaten Garut pada 2018. Dalam pleno yang digelar di aula kantor KPUD Garut terungkap bahwa calon dari independen harus mendapat dukungan minimal dari 22 kecamatan.

Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi, menyebutkan, bagi calon perseorangan harus mendapatkan dukungan sedikitnya 117.346. Jumlah itu dihitung berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) saat Pilpres 2014 sebanyak 1.805.313 dikali 6,5 persen.

” Untuk penyerahan syarat dukungan dilakukan pada 25 sampai 29 November 2017. Dibuktikan dengan surat dukungan dan dilampiri fotokopi KTP elektronik,” ujar Hilwan, Minggu (10/9/17).

Dijelaskannya, pelaksanaan Pilkada pada 27 Juni 2018, masih terbuka bagi calon independen. Pihaknya akan memverifikasi dukungan yang diberikan ke KPU secara administrasi dan faktual.

” Nantinya ada verifikasi lanjutan setelah penyerahan berkas calon. Panwaslu juga akan dilibatkan untuk untuk pengawasannya. Setelah dinyatakan lolos, pendaftarannya akan sama-sama dengan calon dari Parpol di bulan Januari,” tandasnya.

Sementara itu, KPU juga telah menetapkan syarat dukungan bagi calon dari partai politik. Dukungan 10 kursi di DPRD Garut untuk calon dari parpol merupakan syarat minimal. Jika dihitung dari suara sah saat Pilpres 2014 sebanyak 1.256.347 dikalikan 25 persen, maka dukungan suara yang diperlukan sebanyak 314.087.

Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri, menegaskan, pihaknya juga akan mengawasi proses verifikasi kepada calon perseorangan. “Kami akan pastikan verifikasi nanti sesuai aturan dan fakta yang ada,” katanya. (Tim GE)***

Jelang Pilkada Garut, Helmi Budiman: “Hingga Saat Ini Saya Belum Memutuskan”

GARUT, (GE).- Seolah tak mau terpancing dengan bermunculannya sejumlah nama yang secara resmi sudah mendeklarsaikan untuk mencalonkan diri pada ajang Pilkada Garut 2018. Helmi Budiman, salah satu politisi Partai Keadailan Sejahtera (PKS) yang kini masih menjabat sebagai wakil bupati Garut, tampaknya masih terlihat “santai.”

“Saya dengar memang banyak nama yang bermunculan menjelang Pilkada di Garut ini. Biarain saja itu hak mereka. Kalau saya sendiri terus terang hingga saat ini belum bisa memutuskan apakah akan nyalon menjadi wakil bupati atau menjadi bupati,” tukasnya, Kamis (31/8/2017).

Helmi mengakui, saat ini dirinya masih menunggu intruksi dari DPP PKS terkait pencalonan dirinya di Pilkada 2018. Keputusan apakah PKS akan mengusung dirinya kembali atau tidak, itu pun sepenuhnya kewenangan DPP.

Sementara itu, menanggapi isyu bahwa Bupati Garut Rudy Gunawan yang dianggap telah mencuri start dengan mendaftarakan diri ke Partai Gerindra. Helmi mengaku tak mau ambil pusing. Begitu pun dengan isu yang mengatakan bahwa Partai Golkar Jabar telah resmi merekomendasikan Rudy Gunawan sebagai cabup Garut.

“Kalau masalah rekomandasi Golkar untuk Pak Rudy, itu kan sikap Golkar. Untuk lebih jelasnya silahkan langsung ditanyakan kepada Golkar,” tandasnya.

Helmi mengungkapkan, sampai saat ini antara dirinya dan Rudy Gunawan tidak ada permasalahan yang serius. “Sampai saat ini komunikasi kita baik. Pak Rudy juga menempatkan dan memposisikan saya sebagaimana layaknya wakil bupati, dan saya juga sangat menghormatinya,” katanya.

“Bagi saya, ini juga bagian dari sebuah dinamika apakah betul Pak Rudy diusung Partai Golkar? Kita juga kan tahu kalau selama ini Pak Rudy itu diusung Partai Gerindra,” ujarnya.

Helmi menilai, apa yang berkembang selama ini hanyalah dinamika partai. Tidak ada kaitannya dengan masalah optimis atau pesimisnya dirinya sebagai petahana. (Tim GE)***

Panwaslu : Anggaran Rp 13 Miliar Disiapkan untuk Pilkada Garut 2018

GARUT, (GE).- Baru-baru ini Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut masih menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pencairan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri, mengatakan NPHD untuk Panwaslu sudah diajukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Pemkab Garut.

“Sudah ada titik terang untuk anggaran. Kami sudah bertemu dengan Bupati. Harus beres RAB dulu, baru NPHD,” ucap Heri di Kantor KPU Garut, Rabu (30/8/17).

Dikatakannya, besaran dana yang sudah disetujui untuk Panwaslu, sebesar Rp 13 miliar. Pencairan anggaran rencananya akan dilakukan Pemkab Garut dalam dua termen.

“Tahun ini akan dicairkan dulu Rp 5 miliar. Sisanya sebesar Rp 8 miliar pada tahun 2018,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan anggaran sangat mendesak, karensa diperlukan untuk merekrut panitia pengawas kecamatan hingga panitia pengawas di tingkat TPS. Perekrutan akan dimulai pada pertengahan September 2017.

“Untuk tingkat kecamatan ada tiga orang dan di TPS satu orang. Jadi nanti setiap TPS akan diawasi jika terjadi kecurangan,” katanya. (Tim GE)***

Menyongsong Pilkada Garut 2018, Empat Partai Siap Bangun Koalisi

GARUT,(GE). – Menjelang perhelatan Pilkada Garut 2018, ada empat partai yang menyatakan kesiapannya untuk membangun koalisi. Keempat partai tersebut adalah PPP, Nasdem, PKB, serta Hanura. Kesepakatan keempat partai tersebut diketahui dalam sebuah pertemuan di kawasan Pananjung, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (27/8/17).

Ebit Mulyana, juru bicara koalisi tersebut, mengungkapkan koalisi yang diberinama “koalisi pembaharuan” ini sudah dirancangnya berbulan-bulan. “Awalnya hanya sebatas bertemu dan ngobrol antar partai maupun personal terkait koalisi.  Akhirnya sekarang bisa terwujud koalisi empat partai ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, awal dibentuknya koalisi ini yakni dari obrolan keempat partai ini dan setiap partai memiliki visi misi yang sama dalam menghadapi Pilkada Garut 2018 mendatang. “Sebenarnya ini gayung bersambut.  Semua partai mempunyai tujuan yang sama, dan saat ini dibentuk koalisi ,” tandasnya.

Sementara itu, terkait siapa yang akan dicalonkan di koalisi ini, hingga saat ini belum ada pembahasan pasti. “Saat ini hanya membahas koalisi partai dan tujuan kedepannya,” tukasnya.

Galuh F Qurbani, salah seorang kader PKB yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, intinya pembentukan koalisi pembaharuan ini hanya ingin membawa Garut kedepannya lebih baik dari sekarang.

“Kalau dampak koalisi ini yakni ingin menciptakan figur yang bisa membangkitkan pembangunana dan mensejahterakan masyrakat Garut kedepannya,” terangnya.

Diharapkannya, dengan koalisi ini muncul figur-figur di setiap partainya masing-masing, kemudian akan dilakukan penggodokan kembali untuk memilih pasangan yang mampu membangun Garut dan memenangkan Pilkada Garut 2018 mendatang. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Ade Ginanjar Mundur dari Pencalonan, Dedi Mulyadi Rekomendasi Rudy untuk Maju di Pilkada Garut 2018

GARUT,(GE).- Gonjang ganjing siapa bakal calon Bupati Garut dari partai “beringin” terus mengemuka. Baru-baru ini Bupati Garut, Rudy Gunawan kembali disebut-sebut menjadi bakal calon kuat yang akan diusung partai Golkar. Bahkan Rudy diketahui mendapat rekomendasi langsung dari petinggi Partai Golkar Jawa Barat untuk maju menjadi bakal calon bupati dari  pada Pilkada 2018.

Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat saat ini mengatakan, jajarannya sudah mencapai komitmen dengan Rudy untuk bersama-sama bertarung dalam Pilkada. Pihaknya pun memerintahkan agar Golkar Garut menindaklanjuti komitmen tersebut.

Namun belakangan sejumlah kader Partai Golkar menyatakan enggan jika Rudy maju dari partai Golkar. Bahkan para kader Golkar mengancam tak akan mendukung Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar jika tetap mengusung Rudy.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Golkar Garut. Mereka mengetahui dan menyetujui soal Rudy, tinggal Ketua DPD harus jelaskan ke pengurusnya,” ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (25/8/2017).

Dedi menyebut, rekomendasi yang diberikan kepada Rudy karena Ade Ginanjar selaku Ketua DPD Golkar Garut mundur dari pencalonan. Namun Ade tidak menjelaskan pada internalnya tentang permasalahan tersebut.

“Lagian di Golkar selain pak Ade yang surveinya bagus pak Rudy. Tapi karena pak Ade mundur, jadi weh pak Rudy (rekomendasi calon bupati),” kata bakal calon Gubernur Jabar itu.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar mengakui bahwa pencalonan Rudy sebagai calon Bupati Garut dari Partai Golkar atas sepengetahuan dirinya. Bahkan Pria yang menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Garut ini menambahkan, sejak Rapimda lalu dirinya sudah dipasangkan dengan calon petahana tersebut.

“Dinamika saja kan tidak apa-apa. Mungkin belum tersosialisasikan di internal saja dan pencalonan pak Rudy itu pun hasil koordinasi saya,” ujar Ade ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Terkait kabar bahwa dirinya mundur dari pencalonan, Ade menuturkan bahwa hal tersebut tidak benar. Bahkan sebagai ketua partai yang diamanatkan, dirinya tetap mematuhi hasil Rapimda Golkar yang digelar di Karawang.

“Ya saya patuh pada hasil Rapimda serta tugas dan amanat yang diembankan pada saya,” katanya.

Terlebih Partai Golkar Garut sendiri menurutnya harus mencalonkan dari internal. Selain itu pencalonan Rudy pun diketahui olehnya.

“Kami kan kaji secara internal dan eksternal dan dicalonkan pak Rudy. Itu kan hasil sepengatahuan saya. Mungkin memang belum tersampaikan pada pengurus,” ujarnya. (Tim GE)***

Kekeluargaan Terjalin Lama, Sinyal Koalisi Golkar-PPP di Pilkada Garut 2018

GARUT, (GE).- Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang Pilkada Garut 2018  tampaknya mulai “akur”. Hali ini menandai koalisi kedua belah pihak mulai terbuka, terlebih kedua partai besar ini mulai intes melakukan pertemua.

Sebelumnya, meski sudah ada instruksi agar Golkar berkoalisi dengan PDI Perjuangan, namun DPD Partai Golkar Garut masih membuka peluang ke partai lain.

Menurut bendahara umum DPD Partai Golkar Garut, Ujang Heryanto, meski PPP telah bersilaturahmi ke kantor DPD Partai Golkar, belum bisa diartikan kedua partai sudah membentuk koalisi permanen.

“Kami juga mungkin akan silaturahmi dengan partai lain. Untuk koalisi dengan PPP, nanti akan ditentukan saat rapat pleno hari Kamis ini,”  kata Ujang usai pertemuan dengan DPC PPP Garut di Kantor DPD Partai Golkar Garut, Selasa (22/8/2017).

Terkait intruksi dari DPD Partai Golkar Jabar tentang koalisi dengan PDI Perjuangan, Ujang menyebut hal itu sah-sah saja. Namun pihak DPD Golkar Jabar juga harus melihat situasi di lapangan.

“Kondisi di Garut itu berbeda. Bisa saja terjadi (koalisi Golkar- PDI). Tapi masih terbuka lebar dengan partai lain, begitupun dengan PPP,” katanya.

Ketertarikan DPC PPP Garut untuk  ‘meminang’ DPD II Partai Golkar Garut bukan tanpa alasan. Basis masa yang kuat di kedua partai membuat PPP Garut yakin untuk bersanding saat Pilkada 2018.

Sementara itu, bakal calon Bupati yang juga Ketua DPC PPP Garut, Agus Hamdani, menilai jka partai religius dan nasionalis bersatu, maka akan menjadi kekuatan besar.

“Saat pertemuan dengan pengurus di kecamatan, hampir semuanya ingin (berkoalisi) dengan Golkar. Berawal dari pendapat itu, kami mulai menjalin komunikasi,” kata Agus usai bertemu dengan pengurus Golkar di Kantor DPD II Partai Golkar Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Selasa (22/8/2017).

Agus pun sangat optimis jika pinangan partainya kepada Golkar bisa diterima. Apalagi sinyal penerimaan dari Golkar sudah terbuka saat silaturahmi dilakukan. Meski Golkar telah diintruksikan berkoalisi dengan PDI.

“Mudah-mudahan jadi langkah yang baik. Nanti kami juga akan melangkah ke Jabar dan pusat (terkait koalisi dengan Golkar),” ucapnya.

Komunikasi dengan partai lain, tambah dia, juga terus dilakukan. Jika semua partai besar berkoalisi, ia yakin hanya akan ada dua pasang calon yang bertanding dalam pesta demokrasi tahun depan.

“Maunya head to head dengan siapapun. Tak banyak calon seperti dulu (Pilkada 2014) yang sampai 10 pasang. Bikin pusing warga kalau banyak calonnya,” ujarnya.  (Tim GE)***

Mendapat Dukungan dari “Akar Rumput”, DHB Semakin Mantap Menatap G1

GARUT, (GE). – Politisi muda Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dedi Hasan Bahtiar yang akrab disapa DHB semakin mantap untuk mengikuti pesta demokrasi di ajang Pilkada 2018. Siang tadi, Rabu (2/8/17) ratusan warga Garut yang merupakan simpatisan dirinya menyatakan dukungan agar DHB memantapkan diri menjadi orang nomer satu di Garut.

Salah seorang warga yang hadir, Asep Budi (34), mengaku tertarik untuk mendukung DHB setelah mengetahui program yang diusungnya. Menurutnya, DHB sangat cocok untuk memimpin Garut karena memiliki kecerdasan dan jiwa kepemimpinan yang mantap.

“Saya tahu DHB orangnya jujur, cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang mantap. Jadi dia sangat pantas untuk memimpin Garut ke depan, ” ujar Asep.

Warga lainnya, Dadan Hamdani (18), mengaku sangat simpati terhadap DHB setelah mendengarkan secara langsung terhadap program lapangan pekerjaan yang akan diusung olehnya. Dadan mengaku sebagai generasi muda, ia sangat membutuhkan lapangam pekerjaan. Tentunya agar ada perubahan tarap ekonomi yang lebih baik untuk keluarganya.

“Dari awal saya simak pemaparan DHB, program penambahan lapangan pekerjaan membuat perlu didukung oleh semua pihak. Apalagi saya sebagai pemilih pemula. Lapangan pekerjaan tentunya lebih penting ketimbang program lainnya, ” kata Dadan.

Sementara itu, usai melakukan pertemuan Dedi Hasan Bahtiar, mengaku melakukan pertemuan dengan akar rumpun untuk menyamakan persepsi terkait tekadnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Garut. Menurutnya acara seperti akan rutin dilakukan agar para simpatisan tetap solid untuk mendukunh dirinya. Bahkan ia berharap, tingkat popularitas dan elektabilitas dirinya akan semakin meningkat dengan melakukan pembinaan seperti itu.

“Dukungan dari akar rumput sangatlah penting dalam berpolitik. Acara seperti ini akan terus dilakukan sampai nanti waktu pemilihan, ” kata DHB.

Usai kegiatan DHB menyempatkan diri mengunjungi korban banjir bandang yang masih menempati kompleks gedung dakwah di Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota. Pada kesempatan itu, DHB berjanji akan membantu para korban banjir bandang sampai mendapatkan penghidupan yang layak. (Farhan SN) ***