“Maung Sancang” Siap Berlaga di 16 Besar Super Liga Jalapa

GARUT,(GE).- Pada babak 16 besar Super Liga Jago Bola Pasundan  (Jalapa) Liga 3 PSSI zona Jawa barat 2107. Dalam bakak 16 besar ini Persigar Kabupaten Garut akan bertanding di Stadion Kuningan, Kabupaten Kuningan mulai Sabtu (16/9) melawan PSGJ Kabupaten Cirebon.

Persigar Kabupaten Garut yang kini dijuluki tim Maung Sancang Garut  masuk dalam grup K bersama Persikab Kabupaten Bandung, Maung Anon Bandung FC (Persib U 21), dan PSGJ Kabupaten Cirebon.

Ketua Persigar Dadang Johar Arifin mengatakan, kendati timnya kehilangan 4 pemain pilar, karena menerima dua akumulasi kartu kuning dan dua cedera. Namun, Maung Sancang siap tampil penuh motivasi untuk merebut tiket ke babak selanjutnya.

“Kami tak gentar dengan nama Bandung. Kami juga pernah tahan imbang Bintang-bintang Persib di Garut. Bola itu bundar, kami siap meladeni nama Persikab dan Maung Anom, apalagi main ditempat netral,” kata Dadang, Rabu (13/9/2017).

Dadang menambahkan, dengan segala keterbatasan anak anak siap mengharumkan, dan membela nama Kabupaten Garut untuk bertarung di babak perdelapan final nanti.

Sementara itu, pelatih Persigar asal Karawang, Ega Raka Galih, mengatakan, anak buahnya siap tempur  habis-habisan untuk maraih tiket ke babak knock out (KO) delapan besar. Ia mengaku, sudah mempersiapkan taktik dan strategi guna menghadapi tim superior asal Kota Bandung, yakni Maung Anom FC.

“Kita beberapa kali melakukan simulasi latihan taktik. Karena kita kehilangan 4 pemain. Tentunya ada perubahan komposisi dan susunan pemain,” kata mantan pelatih fisik Persija Jakarta itu.

Ega mengaku sempat memburu pemain pemain Persikotas. Namun, setelah ditanyakan ke Asprov PSSI Jawa Barat ternyata pemain tersebut tidak boleh bertanding, karena sebelum bermain di Persikotas, pemain nomor punggung 25 itu sempat bermain pula di Liga 3 membela Cilacap.

“Makanya kita mamfaatkan pemain yang ada, syukur-syukur besok atau lusa ada pemain tambahan. Kita masih menunggu mantan pemain Persitas Kabupaten Tasik yang main pada tahun 2014. Dan juga menunggu kabar lainnya dari Jakarta.” katanya.

Menurut Ega, anak-anak sekarang ini tambah motivasi saat diketahui satu grup dengan pemain Bandung. “Kami akan mamfaatkan tempat bertanding di area netral. Dan kami mengharapkan kolektivitas dan motivasi anak anak serta keberuntungan tempat bermain,” ujarnya.

Kabar terakhir yang diterima dari pengurus Persigar, sudah bergabung pemain asal Kabupaten Karawang, Deni, yang berposisi sebagai gelandang serang. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

“Maung Sancang” Terancam Bubar, Bupati Siap Ambil Alih Persigar

GARUT,(GE).- Baru-baru ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan dengan tegas bersedia mengambil alih kepengurusan Persigar, club kebanggaan masyarakat Garut berjuluk “Maung Sancang.” Hal ini akan dilakukan Bupati jika kepengurusan Persigar yang dipimpin Dadang Johar benar-benar mengungdurkan diri.

“Ya, saya bertanggung jawab terhadap Persigar. Kalau misalnya kepengurusan sekarang mengundurkan diri atau tidak bisa melakukan penggalangan dana. Saya, sebagai pemerintah daerah akan mengambil alih,” katanya, Kamis (17/8/2017).

Rudy menegaskan, di setiap organisasi harus ada manajemen penggalangan dana. Ia mengaku telah melakukan penggalangan dana untuk membantu Persigar. Namun ternyata para pengusaha termasuk bank memberikannya kecil.

“Bahkan banyak pengusaha yang menolak memberikan bantuan, katanya Persigar itu pengelolaannya ekslusif. Itu bukan kata saya tapi kata pengusaha. Katanya pengelolaan Persigar itu eksklusip. Jadi para pengusaha juga tidak mau membantu padahal saya sudah kumpulkan para pengusaha itu,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam dunia sepak bola ketua umum itu memang harus berkorban, sementara pengelolaan Persigar tidak bisa dianggarkan dari APBD.

“Kalau pun diusahakan ada bantuan tetapi mekanismenya harus melalui Koni. Dan itu pun nilainya tidak besar karena harus disesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Aturan larangan itu dari BPK,” tukasnya.

Sementara itu, terkait rencana Persigar akan mundur di putaran ke dua liga III, Ia menegaskan Persigar akan diambil alih.

“Kalau memang Pak Dadang mau mundur, Ya diambil saja sama kita. Persigar itu akan terus berjalan. Kalau memang mundur, Ok lah. Sekarang ini Persigar Garut tidak akan bubar. Ganti saja kepengurusannya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Persigar Garut, Dadang Johar Arifin menyatakan tidak akan ikut serta pada putaran dua liga III yang akan digelar secara serentak pada 23 Agustus mendatang. Dadang menilai, selama ini tidak ada itikad yang serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut perihal pendanaan untuk membantu Persigar. Mulai dari persiapan hingga berahirnya putaran pertama liga III ini seluruh kebutuhan Persigar dikeluarkan dari dana pribadi.

“Selama ini Bupati hanya memberikan janji-janji palsu saja. Sementara kita sudah melakukan bukti terhadap Persigar,” tandasnya.

Dadang menegaskan, akan menarik diri jika Pemda tidak mau membantu. “Saya akan menarik diri jika kondisinya seperti ini terus, jujur saya tidak sanggup lagi membawa Persigar kalau pemerintah tidak campur tangan dalam melakukan pendanaan perihal Persigar,” ungkapnya.(Alle)****

Anak Sang Legenda asal Makasar Ini Perkuat Persigar di Liga 3

GARUT. (GE).- Bagi penggila sepakbola di tanah air, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Andi Lala, pemain sayap Timnas Indonesia era Tahun ’70-80 -an. Di masa mudanya, pemain yang satu ini dikenal dengan kecepatan lari dan kemampuan men-dribling bola. Dengan kemampuannya inilah, pemain asal Makasar menjadi salah satu legenda sepakbola nasional.

Kemampuan Andi Lala dalam mengolah si kulit bundar kini menurun pada anaknya, Andi Usman Nahari (22). Kini anak sang legenda asal Makasar itu meniti karirnya Persigar Garut. Andi Usman yang berposisi sebagai gelandang, sebelum bergabung dengan Tim “Maung Sancang” (julukan Persigar), Andi Usman pernah memperkuat Persija di Tropeo Bhayangkara dan Persila, Lahat Palembang.

Pemain yang akrab dengan panggilan Usman itu mengungkapkan, bergabung bersama Persigar, karena diajak pelatih Persigar, Ega Raka Galih.”Saya gabung ke Persigar diajak pelatih. Saya memperkuat Persigar ini tidak hanya cari duit. Tapi tujuan saya juga ingin membawa tim yang saya bela ini, bisa masuk ke Liga Dua,” ujarnya, mantap.

Usman yang sudah masuk sekolah sepak bola sejak kelas dua SDa itu mengaku betah tinggal di Garut. “Kebetulan saya suka dengan udara sejuk seperti Garut ini. Dan teman-teman di Persigar sendiri baik, saling support dan punya misi yang sama untuk membawa Garut lolos ke Liga Dua, jadi saya betah di sini,” katanya, di sela acara launching Garman, Sabtu (05/08/2017).

Seperti sang ayah yang kini telah tiada, Usman juga bercita-cita menjadi pemain Timas Indonesia. Untuk mengejar mimpinya itu, Andi terus menekuni karier sepakbolanya dengan sungguh-sungguh, tak peduli dengan lapangan yang tidak memadai seperti di Garut ini. Ia pun mengaku tak takut dengan kondisi lapangan Kherkhof yang kurang baik.

“Kalau lagi main cedra, yaitu resiko pemain bola. Kalau dibilang lapangan di Garut ini jelek, ya jelek. Tapi mau apa lagi, kita harus tetap siap, apapun kondisinya,” tandasnya. (Jay)***

Wakil Bupati Cup 2017, Menjaring Talenta Berbakat untuk Tim Persigar Masa Depan

GARUT, (GE).- Dalam sepekan terakhir telah digelar Kompetisi sepak bola U-9. Kompetisi para pesepakbola cilik ini bertajuk Wakil Bupati Cup 2017, sedikitnya 29 Tim dari beberapa SSB (Sekolah Sepak Bola) se Kabupaten Garut menjadi peserta dalam gelaran untuk memperebutkan thropy Wakil Bupati 2017.

Kompetisi sepak bola anak usia 9 tahun ini secara resmi  telah ditutup oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, pada hari Senin (24/4/2017) di stadion Jayaraga, Jalan Cimanuk Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut, dr.Helmi Budiman mengatakan, Wakil Bupati Cup 2017  ini merupakan ajang penjaringan talenta talenta muda berbakat untuk memperkuat Tim Persigar masa depan.

“Dari sini kita akan saring pemain untuk masuk tim Persigar junior dan akan kita bina kemudian. Mudah-mudahan bisa masuk tim Persigar senior, dan menjadi pemain andalan Tim Persigar di masa depanm,” katanya. (ER/ Zezen)***

Editor: Kang Cep.

Persigar tak Mendapat Dana dari APBD, Pengurus dan Pemain “Ontrog” Kantor Bupati

GARUT, (GE).- Kabut kelam menyelimuti dunia persepakbolaan Kabupaten Garut. Puluhan pemain dan pengurus Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) beramai-ramai mendatangi Kantor Bupati Garut, Jumat sore (10/3/17).

Kedatangan para pemain dan pengurus Persigar tersebut untuk menanyakan kejelasan anggaran dari Pemkab Garut. Persigar sendiri kini tengah dalam persiapan mengahadapi Liga PSSI yang rencananya digelar mulai April 2017 mendatang.

Kedatangan mereka diterima langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan, di ruang rapat Setda Garut. Dalam pertemuan tersebut Rudy menjelaskan, di dalam APBD Garut Tahun 2017 tidak ada alokasi anggaran untuk Persigar. Namun pihaknya akan melakukan pencarian dana dari beberapa perusahaan yang peduli kepada kemajuan sepak bola Garut, dalam hal ini Persigar.

“Untuk Persigar, kita akan lakukan fundrising (penggalangan dana/red), sudah ada komitmen dengan beberapa perusahaan, kita akan buktikan, pokoknya Persigar harus maju,” tukasnya.

Bupati berjanji segera memberikan gaji kepada para pemain Persigar, jika fundrising berhasil.

“Yang penting pemainnya harus tenang dulu. Kalau pemainnya tenang, semua akan tenang,” katanya.

Ketua Persigar, H. Dadang Johar Arifin, menjelaskan, kehadirannya bersama pengurus dan pemain Persigar tersebut untuk mempertanyakan anggaran Persigar. Sebab, pada periode sebelumnya selalu ada anggaran dari APBD.

“Kata Pak Bupati ada temuan BPK, jadi sekarang tidak ada anggaran di APBD untuk Persigar. Tapi Pak Bupati akan lakukan fundrising, atau apalah untuk mendanai Persigar,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, lanjut Dadang, Bupati akan mengundang beberapa perusahaan besar di Garut untuk dipertemukan dengan pengurus Persigar.

“Pak Bupati akan mempertemukan kita dengan beberapa perusahaan, membahas anggaran yang kita perlukan untuk mengikuti kompetisi PSSI yang rencananya digelar bulan Apriln (2017),” jelasnya.

Dadang menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan keuangan dari mana pun. Padahal pihaknya sudah melakukan pembinaan berbulan-bulan dari mulai seleksi calon pemain Persigar, melakukan pertandingan persahabatan dengan Persib, pertandingan internasional dengan T Team dari Malaysia, mengikuti kompetisi dan lain-lain.” Ya kita sudah mengeluarkan biaya Rp X, tapi belum pernah mendapatkan bantuan dari manapun,” ujarnya.

Diharapkannya, pertemuan dengan beberapa perusahaan yang difasilitasi oleh Bupati pada Senin (13/3/17) akan membuahkan hasil, sehingga Persigar bisa mengikuti kompetisi  Liga PSSI I (sebelumnya bernama Liga Nusantara).

“Persigar sendiri akan masuk di kompetisi Liga PSSI I tingkat nasional. Sangat disayangkan jika tim kebanggaan urang Garut ini sampai tak ikut kompetisi resmi PSSI tersebut. Terlebih kami menargetkan lolos ke Divisi Utama,” umbarnya.  (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Jelang Liga Nusantara 2017, Puluhan Pemain Lokal Ikut Seleksi Persigar

GARUT, (GE).- Jelang kompetisi Liga Nusantara yang rencananya akan digulirkan Maret (2017) mendatang, Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) sudah melakukan seleksi pemain tahap pertama dari tiga tahap yang akan dilaksanakan. Dalam tahap pertama ini, seleksi yang dilaksanakan selama dua hari diikuti 90 pemain lokal Garut, dengan usia pemain dibawah 23 tahun.

Dari seluruh pemain yang ikut seleksi tersebut, menurut pelatih Persigar, Adnan Mahing, 30 pemain dinyatakan lolos untuk tahap selanjutnya.” Dari tahap awal ini kita ambil 30 pemain untuk mengikuti test selanjutnya. Dan kita pun akan melakukan seleksi terhadap pemain dari luar Garut,” tutur mantan asisten pelatih Rahmad Darmawan itu.

Menurut mantan pemain Persija Jakarta ini, banyak pemain luar Garut, baik dari Bandung, bahkan dari Jawa yang minat bergabung dengan Persigar. Namun dirinya akan memprioritaskan pemain asli Garut, jika kemampuan pemain dari luar Garut itu tidak lebih baik dari pemain lokal.

” Pemain dari luar Garut tetap hasrus mengikuti seleksi, kita tidak akan asal rekrut dan jika kemampuan mereka tidak lebih dari pemain asal Garut, kita akan prioritaskan yang dari Garut,” ujarnya.

Pelatih kelahiran Kupang, Nusatenggara Timur, yang pernah bermain untuk tim-tim yang berlaga di Indonesia Super Legue (ISL) itu, menilai kualitas para pemain lokal Garut ini cukup baik. Hanya saja kata Dia, jarangnya kompetisi di Kota Dodol ini, kemampuan pemain jadi kurang teruji.” Dari cara bermain dan ketahanan pisik pemain cukup bagus, tapi karena jarang ada kompetisi, jadi kemampuannya kurang terasah,” katanya.

Pelatih yang sudah memiliki lisensi C dari Asian Football Confederation (AFC) itu dibantu pelatih pisik yang pernah menangani Tim Semen Padang, Hisyam, yang asli Garut. Menurut Adnan yang beristrikan orang Garut itu, belum mau menyebutkan nama-nama pemain luar Garut yang akan mengikuti seleksi.” Namanya tidak bisa saya sebutkan, karena komunikasinya jugan bukan dengan pemain, tapi dengan pelatihnya,” tandasnya.

Pelatih yang kini sudah jadi warga Garut itu, berjanji tidak akan mengakomodir pemain titipan dari siapapun.” Insya Alloh kita tidak akan terima titipan, kecuali kualitasnya luar biasa dan sesuai dengan persyaratan. Ini sudah jadi komitmen manjemen Persigar,’ tegasnya.

Ditambahkannya, meski kondisi lapangan Jayaraga yang dijadkan tempat selesi ini jelek, namun Ia dan pelatih fisiknya bisa melihat kemampuan setiap pemain. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Jelang Kompetisi Divisi Utama 2017, Anggaran untuk Tim Persigar Tak Jelas

GARUT, (GE).- Kabar tak sedap datang dari tim sepak bola kebanggan warga Garut Persigar, yang kini bersiap menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI yang rencananya mulai bergulir Maret tahun ini. Namun hingga kini manajemen Persigar belum mendapat kepastian anggaran dari Pemkab Garut. Karenanya Ketua Persigar, H. Dadang Jaohar Arifin terpaksa menawarkan mobil pribadinya untuk dijual.

Menurut Dadang, selama kepemimpinannya yang sudah hampir setahun, Persigar belum pernah mendapatkan kucuran dana dari APBD Garut. Padahal, katanya, tim yang masih dibawah level Divisi Utama maupun Liga Nusantara menurut aturan, masih dibolehkan mendapatkan kucuran dana dari APBD.

“Sampai saat ini kita belum pernah mendapatkan kucuran anggaran dari APBD untuk keberlangsungan tim Persigar, padahal sebelumnya selalu didanai APBD yang cukup besar dan itu secara aturan dibolehkan,” katanya, Ahad (08/01/ 2017).

Menurutnya, untuk mengarungi musim liga yang tinggal sekitar tiga bulan lagi. Pihaknya masih kesulitan mencari sponsor, padahal di Garut cukup banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan asing yang memiliki dana CSR.

” Sampai pusing saya, apakah Pemda akan mengalokasikan anggaran untuk Persigar, atau bagaimana? Saya juga sudah menawarkan mobil saya untuk Persigar ini,” tukasnya.

Sementara itu, isue yang santer akan dilakukannya perbaikan lapangan Jayaraga oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan anggaran Rp 3 miliar. Menanggapi hal tersebut, Dadang berharap dana tersebut sebaiknya dialokasikan untuk dana pembinaan Persigar. Sebab sejak dirinya memegang mandat sebagai Ketua Persigar, sudah langsung melakukan pembinaan dengan menyelenggarakan kompetisi dan merekrut pemain untuk skuat Persigar.

” Saya sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk pembinaan pemain. Bagimana saya itu balanja bola, kostim, melakukan latih tanding. Sampai terakhir kita lakukan latih tanding dengan T-Team dari malaysia,” ucapnya.

Sedangkan untuk renovasi Stadion Jayaraga, yang jadi base camp Persigar, pihaknya sudah mengajukan proposal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan kata Dadang, belum lama ini staf Kemenpora sudah melihat langsung kondisi lapangan yang dulu pernah jadi kebanggaan masyarakat Garut itu.” Dari Kemenpora sudah datang ke sini (Garut-red.), Insya Alloh tidak lama lagi lelang, Maret, atau April sudah mulai dilaksanakan perbaikan,” ungkapnya.

Meski dirinya yakin Jayaraga akan segera direnovasi, namun Ia tak mau mengungkapkan besarnya anggaran dari Kemenpora tersebut. Dadang hanya menyebutkan kalau dananya jauh lebih besar dari yang tersedia di Dispora.” Pokonya belasan kali lipat dari yang ada di Dispora. Makanya yang di Dispora lebih baik untuk pembinaan pemain Persigar saja, kasihan para pemain,” tandasnya.

Dadang yang juga Kepala SMKN 1 Garut itu, mejelaskan, lapangan futsal yang ada di sekolahnya pun akan mendapatkan dana bantuan untuk perbaikan dan kelengkapan sarananya sekitar Rp 6 miliar. Untuk pengerjaannya sendiri, baik lapangan futsal di sekolahnya, maupun Lapang Jayaraga, akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.” Kita terima kunci saja, biar gak ribet,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Garut, Kuswendi kepada kalangan wartawan,menjelaskan di Tahun 2017 ini ada anggaran Rp 6 miliar untuk perbaikan sarana olahraga. Dana sebesar itu akan dibagi-bagi, diantaranya, Rp 3 miliar untuk Lapangan Sepak Bola Jayaraga, Rp 1 miliar untuk Lapangan Merdeka Kherkof, Rp 500 juta untuk Lapangan Sepak Bola Inrahim Aji di Kecamatan Cikajang dan yang lainnya. (Jay).***

Bermain dengan Tempo Tinggi, Persigar Imbangi Tim Liga Super Malaysia

GARUT, (GE).- Pertarungan sengit dengan tempo tinggi terjadi kala tim kebanggan masyarakat Garut, Persigar menjamu tamunya tim asal Liga Super Malaysia T-Team, di Stadion Jayaraga, Senin (5/12/2016) siang.

Dalam pertandingan yang memakai sistim 3 x 30 menit tersebut, kedua tim menunjukan kemampuan terbaiknya. Jual beli serangan tak terelakan, Persigar yang diperkuat beberapa mantan pemain nasional seperti Edi Hafid, Cucu Hidayat, Boy Jati Asmara, dan Tugi Hadi terus mencoba mendobrak pertahanan T-Team yang dikawal mantan pemain Sriwijaya FC Abdoulaye Maiga.

Sementara itu, gol baru tercipta saat memasuki babak ke-3 pertandingan. T-Team unggul terlebih dahulu melalui gol pemain seleksi asal Kamerun bernomor punggung 17. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama, 15 menit jelang pertandingan berakhir, pemain muda asal Garut yang pernah mewakili Indonesia dalam ajang pencarian bakat salah satu brand sepatu ternama dunia, Meydi Rifky berhasil mencetak gol penyeimbang dengan memanfaatkan bola rebound hasil sepakan mantan pemain Persitara, Boy Jati.

Seusai pertandingan pelatih kepala T-Team, Rahmad Darmawan mengatakan, dirinya tidak terlalu memikirkan hasil pertandingan. Ia mengatakan pertandingan ini hanya untuk ajang penampilan pemain muda timnya dan beberapa pemain asing yang sedang dalam proses seleksi.

Alhamdulillah, pertandingan lancar, saya tidak kecewa dengan hasil akhir. Yang utama kita hanya memberi jam terbang bagi para pemain U-20 yang kita promosikan ke tim senior. Ajang ini juga untuk memantau para pemain asing, yang masih dalam proses seleksi,” ujar Rahmad Darmawan. (Aden)***

Editor: Kang Cep.

Tim Liga Super Malaysia Tiba di Garut Hari Ini, Siap Hadapi Tantangan Persigar

GARUT,(GE).- Pelatih Tim Trengganu FC, atau T Team dari negeri jiran Malaysia, Rahmad Darmawan, mengatakan siap meladeni tim kebanggaan warga Garut, Persigar di stadion Jayaraga Garut, Senin (05/12/2016).

“ Kami siap menghadapi Persigar di Jayaraga dengan kondisi lapangan yang ada. Karena dulu saya pernah bawa Persikota Tangerang ke Jayaraga,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia dan Persija Jakarta itu, saat dijumpai sejumlah awak media di Rumah Makan Astro , Jalan Ciledug Garut, Sabtu (03/12/2016).

Lebih jauh Rahmad Darmawan, menjelaskan, kedatangannya ke Kota Dodol ini, dalam rangka berlibur dan ingin bersilaturahmi dengan warga Garut, karena saat ini kompetisi sepakbola tertinggi di Malaysia, yakni Malaysia Super Legue tengah rehat jelang kompetisi bergulir pada Tahun 2017 mendatang.

“ Kompetisi di Malaysia sedang berhenti jelang kompetisi yang akan bergulir Januari tahun depan. Sengaja seluruh pemain saya boyong ke sini untuk bersilaturahmi dengan warga Garut, yang baru mengalami musibah banjir. Oleh karena itu pertandingan nanti untuk menghibur warga Garut,” katanya.

Pelatih dengan pangkat terakhir sebagai Mayor di TNI itu, mengungkapkan pula kalau dirinya banyak pengalaman indah dengan beberapa mantan anak buahnya asal Garut, seperti Giman Nurjaman, Nyangnyang, Zaenal Arif, Nova Zaenal dan lainnya.” Banyak pemain asal Garut yang pernah bekerja dengan saya di klub,” ucapnya.

Rahmad yang didampingi Ketua Persigar Garut, H. Dadang Johar Arifin, juga menuturkan kalau Garut ini memeiliki bayak bibit pesepakbola handal yang menjadi asset penting untuk kemajuan sepak bola Garut.

Sementara itu Ketua Persigar, H. Dadang mengaku gembira dengan sudah hadirnya rombongan Tim Trengganu FC di Garut.” Alhamdulillah seluruh pemain dan pelatih sudah datang saya gembira. Senin nanti kami akan berguru kepada pemain dan pelatih, untuk membenahi Tim Persigar, karena kami juga ingin masuk ke Divisi Utama PSSI,” tandasnya.

Rencananya Minggu pagi para pemain T Team akan berlatih di lapang Sepakbola Makorem 062 Tarumanegara. Selepas latihan mereka akan diterima oleh Bupati Garut di Pendopo untuk jamuan makan siang pada Pk. 14.00. WIB. (Jay)***

Edior: Kang Cep.

Persigar Siap Ladeni Klub Liga Super Malaysia di Stadion Jayaraga

GARUT, (GE).- Klub kebanggan warga Garut, yakni Persigar (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Garut ) siap menjamu T-Team F.C, dalam laga uji coba yang rencananya akan digelar di Stadion Jayaraga Garut,  Senin, (5/12/2016) mendatang.  Pertandingan persahabatan kontra klub asal Malaysia ini merupakan debut pertama Persigar dalam laga internasional.

Ketua Umum Persigar Garut, Dadang Djohar Arifin, menyampaikan rasa optimistismenya. Dadang menegaskan, para pemainnya dapat mengimbangi tim asuhan coach Rahmad Darmawan tersebut. Pengalaman menahan imbang  tim elite ISL Maung Bandung 3:3, beberapa waktu lalu, menjadi motivasi tersendiri  bagi para pemain Persigar.

“Ya, kami optimis bisa mengimbangi permainan Klub Malaysia nanti. Memang ini merupakan pertandingan internasional pertama. Kita akan tampilkan permainan terbaik,” tandasnya, Jumat (9/12/2016).

Dadang mengaku, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk mempersiapkan Stadion Jayaraga. Menurutnya pembenahan dilakukan karena lapangan sepak bola Jayaraga masih belum ideal untuk menggelar pertandingan kelas internasional.

” Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Garut, sejumlah instansi seperti Binamarga dan Pertacip (Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya/ red.), sedang melakukan perbaikan,” tuturnya.

Dari informasi yang diterimanya, Rahmad Darmawan akan membawa para pemain terbaik Malaysia berikut pemain asing dalam klub yang masuk Liga Super Malaysia itu.

“Mereka bukan tim sembarangan. Persiapan tim kami sendiri sudah dilakukan sejak jauh hari. Kami percaya, anak-anak bisa tampil dengan baik. Beberapa pertandingan-pertandingan sebelumnya menghasilkan hasil yang baik juga, misalnya menahan imbang Persib Bandung beberapa waktu lalu, mengalahkan tim dari Karawang 6:0, dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Persigar, Adnan, belum bisa memastikan apakah pihaknya akan memanggil pulang para pemain asal Garut yang merumput di luar daerah. “Sudah ada pembahasan dengan pengurus, namun belum pasti apakah mereka akan dimasukan ke dalam skuad di laga uji coba nanti atau tidak. ” Katanya.

Sementara itu, Adnan sendiri enggan membeberkan strategi skuad yang diarsitekinya dalam meladeni T-Team F.C. “Kita lihat saja nanti,” tukasnya. (Tim GE)***

 Editor: Kang Cep.