Uniga Lahirkan Kembali Dua Doktor Perempuan

GARUT, (GE).- Universitas Garut (Uniga) kembali melahirkan dua doktor perempuan yang akan mengabdikan ilmunya di tengah kehidupan masyarakat. Kedua doktor tersebut yaitu Dr. Ir. Tati Rohayati, MP dan Dr. Nenden Munawaroh, M.Pd.I.

Dr. Ir. Tati Rohayati, MP, dinyatakan lulus dalam sidang promosi doctor di Program Pasca Sarjana, Program Studi Ilmu Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung. Sedangkan Dr. Nenden Munawaroh, M.Pd.I dinyatakan lulus dalam sidang promosi doktor di Program Pasca Sarjana, Program Studi Ilmu Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kedua doktor tersebut melengkapi 15 doctor perempuan dan 18 doktor Laki-laki yang dimiliki Uniga. Dengan demikian Uniga telah memiliki 32 doktor dengan persentase hampir 50 persen terdiri dari doktor perempuan.

Rektor Universitas Garut (UNIGA) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan, Uniga menempatkan peran perempuan sejajar dengan kaum laki-laki. Tradisi tersebut telah ditanamkan oleh para pendiri Uniga sejak dulu.

“Komitmen Uniga meningkatkan kualitas dan harkat martabat masyarakat Garut. Salah satu caranya dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siapapun yang mempunyai potensi. Saya tahu yang dominan dalam peran pendidikan anak di rumah adalah perempuan. Jadi jika seorang ibu berpendidikan tinggi maka diharapkan anak anaknyapun diberikan ilmu yang baik pula,” ungkapnya.

Itu artinya, kata Syakur, perempuan bisa dijadikan partner sejati dalam membangun keluarga, bangsa dan Negara. Sehingga, peran perempuan dalam perjalanan Uniga memang tidak banyak terekspos. Padahal di balik pesatnya kemajuan Uniga, peran perempuan tak bisa terbantahkan.

Kebijakan institusi yang memberikan ruang terbuka bagi kaum perempuan untuk mengembangkan karir dosennya, ternyata membuahkan hasil. Kini rasio perempuan bergelar doktor tersebut nyaris seimbang dengan dosen laki-laki. Bahkan Uniga mampu melahirkan doktor perempuan pertama penyandang disabilitas yang meraih gelar doktor yaitu Dr. Akmala Hadita, S.Sos, M.Pd.

Keberhasilan mereka dalam meraih gelar doktor tentunya tidak lepas dari peran Uniga. Bentuk bantuan berupa perijinan serta bantuan moril dan materil sangat nyata diterima oleh para dosen peraih gelar doktor di Uniga. Pasalnya, selain mendapat beasiswa dari pemerintah, institusi Uniga pun memberikan kontribusi nyata.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dukungan Pak Dr. Syakur selaku Rektor Uniga serta Pak Dr. Tendy selaku Dekan fakultas pertanian yang secara nyata memberikan dukungan,” ujar Dr. Ir. Tati Rohayati.

Hal yang sama diungkapkan oleh Dr. Nenden Munawaroh, M.Pd.I dosen tetap di Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Uniga ini yang mengambil Judul Disertasi “ Peningkatan Mutu Pendidikan Pondok Pesantren melalui Standar Nasional Pendidikan”. Ia mengungkapkan perempuan harus mempunyai cita cita pendidikan setingi tingginya. Karena hal itu akan mempunyai manfaat yang banyak, selain membuka kesempatan bersaing dari sisi SDM juga bisa menjadi guru dan teladan terbaik bagi Keluarga. (Farhan SN)***

Perempuan yang Bakar Diri ini Ternyata Pernah Berniat Bunuh Diri Sebanyak Empat Kali

GARUT, (GE).- Sesosok jasad perempuan yang ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuhnya menderita luka bakar, Kamis (6/4/17), akhirnya terungkap. Menurut Kapolsek Bayongbong, Kabupaten Garut,  AKP Bambang Supriyono, mayat perempuan tersebut teridentifikasi sebagai warga Kampung Sukapadang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Mayat seorang perempuan yang kemarin ditemukan akhirnya teridentifikasi. Kami bisa mengungkapnya setelah ada laporan dari salah seorang yang mengaku sebagai suaminya. Laporannya baru kami terima hari ini, Jumat (7/4/2017) sekira pukul 01.30 WIB,” kata Bambang.

Dijelaskannya, seseorang yang mengaku suami almarhumah ini menyebutkan, ia mengetahui mayat tersebut sebagai istrinya setelah melihat berita di media massa.

“Pelapor membenarkan bahwa jasad perempuan yang telah terbujur kaku di ruang jenazah RSUD dr. Slamet itu benar-benar istrinya. Hal ini diyakini, setelah pelapor memeriksa barang bukti milik almarhumah, berupa dompet warna cokelat tua, sepasang sandal dan gelang,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, korban yang diduga bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya ini berinisial DM, usianya 31 tahun, Islam, dengan alamat Kampung Sukapadang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Langkah selanjutnya, dari kasus ini, pihak keluarga diharuskan membuatkan surat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi, surat izin pengambilan jenazah, dan izin penguburan jenazah,” ungkapnya.

Dikatakan lebih jauh, dari hasil keterangan suaminya perempuan yang ditemukan tewas ini ternyata sudah empat kali berusaha melakukan bunuh diri.

“Dari keterangan suaminya, istrinya tersebut sudah empat kali berusaha bunuh diri. Dan sudah pernah ditangani di Polsek Tararogong Kidul masalah percobaan bunuh diri sebanyak dua kali,” ungkapnya. (Hendra YG/GE)***

Editor : Kang Cep

Penyebab Kematian Mayat Wanita tanpa Indentitas Diduga Kuat akibat Overdosis

GARUT, (GE).- Mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan Senin (20/3/17) malam di sebuah kamar kos di Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga kuat tewas akibat overdosis. Soalnya, saat ditemukan di samping tubuh korban terdapat botol minuman air mineral dengan bau menyengat.

Kapolsek Garut Kota, Kompol A. Kustia, mengatakan, mayat tersebut saat ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan di bagian mulut mengeluarkan busa.

“Jadi malam itu dia ditemukan dengan posisi tertelungkup. Pas dibalik, mulutnya udah berwarna ungu dan berbusa. Di sekujur tubuhnya juga sangat basah,” katanya, Selasa (21/03/17) dini hari, di RSUD dr. Slamet Garut.

Namun demikian, pihak kepolisian sendiri belum berani memastikan penyebab kematian sesungguhnya, karena harus menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RSUD dr. Slamet Garut.

“Belum bisa kita pastikan, masih menunggu hasil autopsi. Dugaan kuat mengarah ke overdosis,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (20/3/17) malam, warga sekitar Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Garut Kota, dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad wanita muda yang pertama kali ditemukan oleh seorang tukang parkir.

Saat dievakuasi, mayat wanita yang diperkirakan berusia 20 tahunan itu sudah dalam keadaan membusuk. Diperkirakan korban sudah tewas sejak beberapa hari sebelumnya. (Mempis/GE)***

Editor : SMS