Jelang Lebaran Sejumlah Jalur Mudik Dibenahi, Wabup: “Kita Siapkan Anggaran Rp 16 Miliar”

GARUT, (GE).- Menyambut musim mudik Idul Fitri 1438 H atau lebaran tahun ini (2017) pemerintah terus menggenjot pembangunan beberapa ruas jalan utama. Pemerintah daerah (Pemda) Garut sendiri melalu Dinas Binamarga terus membenahi dan membangun infrastruktur jalan, khususnya di kawasan selatan Garut.

Untuk membangun sejumlah jalur provinsi dan jalur nasional, Pemda Garut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 16 miliar. Dengan anggaran belasan miliar tersebut, pemerintah menargetkan pembanguan sejumlah jalur alternatif bisa diselesaikan H -7 ldul Fitri.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, pembanguan dan pembenahan sejumlah ruas jalan ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di sejumlah titk. Perbaikan beberapa ruas jalan ini variatif, mulai dari penambalan jalan berlubang hingga peninggian jalan untuk mengantisipasi genangan banjir.

“Kita targetkan sebelum lebaran supaya bisa dipakai, Jadi kita terus genjot bagaimana supaya bisa selesai, karena memang jalan di kita ini bukan hanya untuk dipakai warga Garut. Namun jalur lintasan menuju Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa Tengah, termasuk jalur alternatif. Insya Alloh, kita yakin yang kita perbaiki harus bisa dipakai untuk mudik tahun ini. Anggarannya untuk perbaikan secara rutin tahunan kita siapkan 16 milIar rupiah,” ungkapnya, Senin (12/6/17). (Andriawan)***

Editor: Kang Cep.

 

Kemacetan Akibat Perbaikan Jalan Wanaraja Diprediksi hingga Lebaran

GARUT, (GE).- Sudah memasuki sebulan lebih, terhitung sejak awal Mei 2017, pengendara yang melintas ruas jalan raya Wanaraja, Kabupaten Garut mengeluhkan kondisi jalanan yang selalu macet. Salahsatu penyebab kemacetan ini diantaranya tengah berlangsung perbaikan jalan utama. Pemkab Garut sendiri menargetkan rehabitasi jalan di akwasan Wanaraja ini bisa selesai sebelum hari lebaran.

Hal ini disampaikan Camat Wanaraja, Drs Nurodin. Menurutnya, perbaikan ruas jalan Wanaraja itu diharapkan dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas yang selama ini dikeluhkan warga. Nurodin menyebutkan, proses pengerjaan ditargetkan selesai sebelum hari raya lebaran.

“Untuk itu kepada seluruh pengguna jalan, agar menjadi maklum dan harap bersabar. Separuh ruas jalan sudah selesai dikerjakan, tinggal separuhnya lagi. Tentu saja terus kita kawal prosesnya agar pengerjaan berjalan maksimal dan selesai dalam waktu dekat. Mari kita sama-sama apresiasi bagian dari program amazing Garut ini,” katanya, saat dihubungi melalui smartphone nya, Rabu (17/5/2017).

Seperti diketahui, selama ini permaslahan kemacetan pada ruas jalan Wanaraja kerap terjadi, terutama dekat area pasar. Kemacetan paling parah terjadi pada jam kerja pagi hari sampai menjelang sore.

Saat ini kondisinya diperparah dengan sedang berjalanya proses renovasi. Sistem buka tutup terpaksa diberlakukan oleh pihak keamanan dibantu tenaga sukarelawan dari masyarakat. (Doni Melodi Surya)***

Editor: Kang Cep.

Pembangunan Jalan Selaawi-Limbangan Segera Terealisasikan

GARUT, (GE).- Rusaknya jalan Limbangan – Selaawi sudah lama menjadi keluhan warga sekitar, khususnya pengguna jalan. Terkait rusaknya infrastruktur jalan di kawasan utara Garut inim akhirnya mendapat tanggapan positif dari pemerintah. Pemerintahan berjanji akan segera merehabilitasi jalan vital tersebut.

Rencananya, perbaikan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Garut dengan Sumedang itu, akan dilaksanakan pada akhir bulan April tahun 2017. Menurut Camat Selaawi, Ridwan Effendi, S.STP, pengerjaan perbaikan jalan tersebut dijadwalkan setelah selesai proses lelang proyek yang sudah ditentukan.

“Selain perbaikan jalan, gorong-gorong dan drainase. Sepanjang jalur itu akan diperbaiki. Rrencana pengerjaan perbaikan jalan Limbangan-Selaawi akan dimulai pada titik KM.9+400 dari Limbangan, dan berakhir di titik KM. 3+600. Sedangkan panjang penanganannya, mencapai 5.800 meter dengan lebar 5 meter.” Jelasnya.

Diungkapkannya, jalur sepanjang 5800 meter ini akan terbagi dua jenis perbaikan, rabat beton sepanjang 2.200 meter dan hotmix 3.600 meter. “Untuk target pengerjaannya mudah-mudahan bisa terselesaikan dalam jangka waktu 1.20 hari kerja,” tandasnya.

Camat muda yang baru satu tahun lebih menjabat sebagai Camat Selaawi, mengucapkan syukur. Rasa syukur ini tentunya merupakan ungkapan kebahagiaannya. Pasalnya, setelah sekian lama kondisi jalan Limbangan-Selaawi rusak, dan akan segera di perbaiki.

“Bersyukur tentunya, atas perbaiakan jalan ini. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu bersabar. Saya meminta do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Limbangan dan Selaawi.” Harapnya.Rabu (1/2/2017).

Dijelaskannya, untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan harapan masyarakat, Ridwan akan segera membentuk tim monitoring yang beranggotakan wakil dari seluruh elemen masyarakat.

“Tim ini, nantinya akan selalu memantau selama pengerjaan perbaikan jalan. Saya berharap, siapapun yang mendapatkan proyek melalui lelang nanti, bisa bekerja maksimal.Sehingga hasilnyapun akan maksimal, terlebih jalur ini sangatlah penting bagi masyarakat,” pungkasnya. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

Hati-hati ! Jalan Berlubang di Pameungpeuk Bahayakan Pengguna Jalan

PAMEUNGPEUK, (GE).- Jalur Pameungpeuk Garut, merupakan salah satu jalur wisata yang sering di gunakan. Biasanya para wisatawan menggunakan jalan ini untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata seperti Pantai Sayangheulang, Santolo maupun Pantai Rancabuaya.

Tetapi bagi warga yang akan berlibur ke tempat yang di sebutkan di atas, harus lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan. Pasalnya, selain banyak tebing curam, jalur ke lokasi wisata tersebut, terdapat banyak lubang jalan yang bisa membahayakan keselamatan pengendara.

Salah satunya lubang jalan yang terdapat di kampung Bunisari, Desa Mancagahar yang tak jauh dari kantor Kecamatan Pameungpeuk. Lubang jalan tersebut terbilang besar, ukurannya kira-kira dua meter kali dua setengah meter. Saat ini, lubang jalan yang di bawahnya terdapat saluran air tersebut, di tutupi oleh besi plat. Namun besi penutup jalan itu di rasa tidak akan kuat menahan bobot kendaraan yang melintas, apalagi kendaraan pengangkut barang berat.

Menurut salah seorang warga sekitar, Rilo (20), lubang jalan tersebut sudah ada sejak satu minggu ini. Sebagai warga yang setiap hari melintas di jalan ini, berharap agar segera di perbaiki sebelum terjadi kecelakaan.

Hal serupa di katakan Wawan Gunawan (34), yang saat itu sedang beristirahat sepulang berlibur di pantai rancabuaya Garut. Ia sangat kaget ketika melihat lubang jalan yang cukup berbahaya bagi pengendara.

Wawan yang rupanya berasal dari Muarasanding Garut Kota itu, mengakui, dirinya tidak melihat lubang jalan tersebut saat dirinya berangkat ke pantai Sayangheulang. Untung saja saat malam itu wawan yang mengendarai motor dan membonceng istrinya, tidak terperosok ke dalam lubang jalan tersebut.

“Saat itu memang dalam keadaan malam saya berangkat ke pantai Sayangheulang, jadi ga tahu jika di sini ada lubang jalan seperti ini, dan saya memang kurang hafal medan di sini,” katanya Sabtu, (23/07/2016). Useu G Ramdani***