Jempol ! Evaluasi Kinerja, Tenaga Ahli Pacu Semangat Pendamping Desa

GARUT,(GE).- Tenaga Ahi Kabupaten Garut menggelar evaluasi kinerja seluruh Pendamping Desa yang bertugas di 42 kecamatan di Aula DPMD, Sabtu (26/8/2017). Evaluasi terhadap tenaga pendamping profesional tersebut dimaksudkan untuk lebih menggali berbagai potensi desa sekaligus lebih jauh memahami tufoksi pendamping desa.

Leni menekankan kepada seluruh pendamping desa untuk serius mengisi laporan form 1 sampai 13 karena masih banyak form yang kosong atau belum terisi.

“Tugas Pendamping Desa tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan administrasi. Kita mestinya mengetahui apa yang sudah menjadi hak dan kewajiban, tak perlu terus menerus dingatkan. Saya benar-benar tak faham, selama satu tahun ini apa yang menjadi alasan kekosongan pengisian dalam form tersebut,” tandas TA Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa ini.

Sementara itu, Teten selaku TA Bidang Infrastruktur Desa dalam pemaparannya mengingatkan, banyak laporan dari desa yang masuk ke TA.

“Masih ada Pendamping Desa yang jarang datang ke kecamatan ataupun ke desa. Keberadaan Pendamping Desa benar-benar dipertanyakan. Dan yang mengejutkan, laporan dan keluhan tersebut disampaikan langsung oleh pihak desa dan kecamatan yang bersangkutan,” bebernya.

Selain masalah krusial tersebut lanjut Teten, tata cara pengisian kolom data dasar pembangunan prasarana desa masih ditemukan banyak yang salah. “Misalnya penulisan ‘brodong’ tak perlu ada penambahan kata ataupun hurup. Begitu juga seperti ‘jalan poros desa’, jalan lingkungan di tambah kata menjadi jalan rabat beton, jalan provinsi, jalan hotmix dan lainnya. Penambahan kata tersebut menyebabkan tertolaknya laporan administrasi oleh apikasi,” imbuhnya.

Kritik tajam serupa disampaikan Farham selaku TA Bidang Pelayanan Sosia Dasar, penilaian kinerja pendamping desa benar atau tidaknya bukan diihat dari seberapa ia sering upload dan selfie foto di WA ketika beraktifitas di desa.

“Hal itu kurang perlu dilakukan namun yang penting sejauhmana terselesaikannya form 1 sampai 13. Sebab itu pendamping desa mesti iqro, iqro! Baca, baca. Tingkatkan selalu pengetahuan diri dan jangan gumunan (baper) terkait perubahan undang-undang,” tandasnya.

Sementara itu memasuki sesi tanya jawab RPJMdes yang dipandu oleh H.Dadang selaku TA Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa tak kalah hangat. Sesi terakhir pembacaan do’a oleh Ceng Emu M. Azmi selaku Koordinator TA. Ia juga sekaligus memberikan pesan singkat, untuk penyampaian laporan individu dan laporan bulanan pendamping desa bulan ini mesti diteliti secara seksama.

“Jangan sampai ada kesalahan lagi hingga TA dan operator yang dibuat repot,” pungkasnya. (Sy)***

Gelar Halal Bihalal, TA Azmi Ingatkan Pendamping Desa untuk Lebih Pro Aktif

GARUT, (GE).- Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Garut, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP/PDTI) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) tampak ceria memasuki RM Astro Cimaragas, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut untuk bersilaturahmi dan halal bihalal, Kamis (6/7/17).

Suasana keakraban dan penuh sumringah terlihat ketika enam Tenaga Ahli, 81 Pendamping Desa, 8 Pendamping Lokal Desa serta Sekretaris DPMD Garut berkumpul. Semangat kerja terpancar kuat di wajah TA, PDP/PDTI dan PLD.

Koordinator TA Kabupaten Garut, Emu M. Azmi, M.Pd dalam sambutannya mengingatkan, Pendamping Desa Pemberdayaan khususnya dituntut segera untuk menyelesaikan form Realisasi Dana Desa.

“Saya harap anggaran Dana Desa sebesar 214 milyar pada tahun 2017 ini dapat dituangkan dalam form pengisian secara baik. Jika pendamping masih ada yang belum faham dalam tata cara pengisian jangan diam saja tapi silahkan untuk bertanya melalui jaringan pribadi (japri) wa,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Azmi, pendamping desa pun harus selalu berkoordinasi melalui WA, sesuai arahan dari Dirjen Kemendelas RI.

“Saya tahu pendamping yang suka ngacung ataupun yang tidak. Tak perlu takut, jika menemukan persoalan di lapangan tanyakan lewat japri bukan melalui WA secara open karena akan menambah pabaliut dan sulit konsentrasi. Tanpa komunikasi yang baik apalah kita ini. Kalau sama mertua mungkin boleh takut,” tandas Megister Pendidikan Teknologi ini.

Sementara itu, ada momen menarik saat sambutan disampaikan oleh Sekretaris DPMD Garut, Asep Jaelani. Senyuman para pendamping terselip di sela sambutan tersebut. Sembari guyon, Asep jaelani mengungkapkan rahasia kedatangannya.

“Pihaknya datang ke acara halal bihalal ini bareng Ketua Parade Desa Nusantara dan Kasi Keuangan DPMD. Ketika diajak untuk datang kesini ternyata beliau ini semangat sekali. Ternyata dia itu mengharap sesuatu yang bening-bening disini. Ya udah, nanti kita antar ke Kec. Selaawi. Kan gak jauh,” sindirnya tanpa lebih jauh menjelaskan maksud dan tujuan mengantar ke Kec. Selaawi tersebut.

Kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi TA dengan PD ini adalah yang pertama kalinya digelar setelah proses seleksi ketat rekrutmen dan kelulusan TA dan PD pada tahun 2015 yang lalu. (Sy)***

Editor: Kang Encep.

Bahas Teknologi Tepat Guna, Tenaga Ahli Kunjungi Cisompet

GARUT, (GE).- Tenaga Ahli Bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Garut, Ghinan Wibawa, baru-baru ini melakukan monitoring kegiatan pendampingan desa sekaligus membahas kegiatan di bidang Tekhnologi Tepat Guna (TTG).

Kunjungan monitoring dilaksanakan di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut beberapa waktu lalu. Kedatangan TA TTG yang didampingi tiga orang staff tersebut diterima langsung oleh Kasi PMD Kecamtan Cisompet, Hj. Ayi dan tiga orang pendamping desa, Asep Ridwan, Alamsyah Ridwan dan Syamsul Ridwan.

Selama kunjungan, Ghinan mendiskusikan kinerja pendamping desa dalam proses perencanaan pembangunan desa serta memantau kegiatan program bidang Tekhnologi Tepat Guna (TTG) di Cisompet yang dinilai masih minim.

Ghinan menjelaskan, sebenarnya untuk mengembangkan tekhnologi tepat guna di daerah seperti di Kecamatan Cisompet sangat mudah. “Hanya yang menjadi persoalan kesadaran masyarakat setempat yang masih minim,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, sampah-sampah pun bisa menghasilkan keuntungan dan memiliki potensi ekonomi yang bagus jika dapat dikelola dengan baik.

“Kementerian pusat beberapa waktu yang lalu memberikan bantuan modal ke warga di Kec. Kersamanah karena disana program TTG telah berjalan dengan baik. Sebab itu, kita mesti rajin sosialisasikan ke masyarakat terkait pentingnya TTG dan sebuah kesadaran terhadap lingkungan,” tandasnya disela-sela diskusi di ruangan Kantor Kecamatan Cisompet.

Master hukum ini menjelaskan, pendamping desa diharapkan dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi sederhana yang ada disekitar masyarakat.

Diungkapkannya, di sini (Garut) kinerja pendamping desa masih cukup mudah dan terjangkau, berbeda dengan di Papua atau Kalimantan. “Kunjungan dari satu desa ke desa lainnya bisa menelan biaya transfortasi Rp 10 juta dan untuk sewa perahu saja bisa mencapai 4 juta,” imbuhnya. (Sy)***

Editor: Kang Cep.

 

Dana Desa Cair, TA dan PD Gelar Rakor Terbuka Bersama Pemkab

GARUT, (GE).- Tenaga Ahli (TA) Tingkat Kabupaten dan Pendamping Desa (PD) menggelar rapat koordinasi (rakor) terbuka bersama Pemkab Garut di Aula Bapeda Garut, Jumat, (19/5/17).

Hadir dalam rapat tersebut, Koordinator TA Garut, Emu M. Azmi serta H. Dadang, Ghinan, Farham, Teten dan Leni selaku 5 anggota TA Kabupaten Garut. Hadir pula Sekda Garut, H. Iman Ali Rahman, para Kepala Dinas, para Camat dari 42 kecamatan dan Pendamping Desa se Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten Garut, Ceng Emu M. Azmi menyampaikan,  pihaknya selama ini di lapangan berjibaku dan secara intens terus mengawal dana desa mulai dari administrasi perencanaan, pelaksaaan hingga laporan pertanggunjawaban.

“Saat ini, Dana Desa (DD) sebesar Rp 214 miliar sudah masuk ke rekening masing-masing desa. Penyaluran dana desa sendiri dilakukan melalui aplikasi KPPN. Tidak ada pihak ketiga karena dana desa menggunakan sistem swakelola,” tuturnya.

Pemerintahan desa saat ini, lanjut Ceng Emu, sudah banyak mengalami kemajuan. “Baligo APBDes sudah terpasang dimana-mana. Alhamdulilah, semua transfaransi itu tak lepas dari peran para pendamping desa.  Terlebih setiap kecamatan sudah memiliki pendamping desa. Kecamatan Cigedug, Talegong dan Cikelet pun sudah terisi,” ucapnya.

Ceng Emu juga menyinggung sekaligus meminta kepada Sekda Garut untuk turut memfasilitasi kantor sekretariat TA yang baru serta seragam untuk pendamping desa.

“Sebagaimana pendamping desa di kabupaten lainnya, mereka mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah daerahnya. Kita baru punya seragam warna putih saja, sebagai simbol kinerja pendamping desa benar-benar lurus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, H. Iman Ali Rahman langsung mengamini dan meminta kepada DPMD  untuk segera menyiapkan fasilitas kantor baru untuk TA. Menurutnya, rapat koordinasi perlu dilakukan secara rutin dan tak perlu menunggu persoalan itu terjadi terlebih dahulu.

“Besaran anggaran dana desa (DD, ADD dan IP) yang diturunkan ke desa tahun ini sebesar Rp 621 miliar atau hampir Rp 1 triliun. Anggaran yang begitu besar harus berbanding lurus dengan pengelolaan dan perencanaan keuangan desa secara benar dan baik. Saya harap Pengelolaan keuangan Desa di Kab. Garut bisa menjadi pecontohan di Jawa Barat maupun Nasional,” paparnya. (SY)***

Editor: Kang Cep.