Dua Pelajar dan Seorang Pengangguran Gasak Counter HP di Wanaraja

GARUT, (GE).- Dalam rentang dua pekan, Satreskrim Polres Garut berhasil mengungkap tiga kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah perkotaan Garut. Polisi berhasil menciduk tujuh orang pelaku, empat orang diantaranya masih dibawah umur.

Menurut Wakapolres Garut, Kompol Gotam Hidayat, kasus curat tersebut berhasil yang diungkap adalah kasus pembobolan counter HP di kawasan Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Dalam aksinya tersebut pelaku yang terdiri dari tiga orang berhasil menggondol 38 unit HP yang harganya mencapai Rp 21,6 juta lebih.

“Selain 38 unit HP, para pelaku juga menggasak barang lainnya yang ada di dalam counter seperti kartu perdana, voucer, kuota, serta aksesories dengan nilai mencapai Rp 7,85 juta lebih. Jumlah kerugian yang dialami korban totalnya mencapai Rp 29,5 juta lebih,” ujar Gotam, di Mapolres Garut, Kamis (12/10/2017).

Dijelaskannya, ketiga pelaku pencurian melakukan pembongakatan counter ternyata masih di bawah umur. Bahkan dua di antaranya masih berstatus pelajar di sebuah SMP. Ketiga pelaku yakni NP (15), AR (13), dan AP (15).

” Ketiga anak di bawah umur ini melakukan aksinya pada 1 Oktober lalu. Mereka membongkar counter HP di Kampung Cimalaka, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja sekitar pukul 02.00 dinihari,” ungkapnya.

Gotam menjelaskan, saat melakukan aksinya membongkar jendela dengan menggunakan golok. Akibat akasinya ini, kerugian mencapai Rp 29,5 juta. “Aksi mereka terbongkar setelah keesokan harinya salah satu pelaku menjual HP hasil curian ke salah satu counter,” katanya.

Sementara itu, dua kasus curat lainnya yang berhasil diungkap adalah kasus pembobolan minimarket di kawasan Jalan Bratayuda, Kecamatan Garut Kota dan pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.

Diungkapkannya, pelaku pembobolan minimarket yang terdiri dari tiga orang juga sudah berhasil ditangkap. Satu di antaranya juga masih di bawah umur yaitu BA (16). Dua pelaku lainnya masing-masing DT (21) dan Dyt (25).

Menurut Gotam, kasus ini terungkap menyusul adanya laporan bahwa telah terjadi pembobolan minimarket Jumat (6/10/17) malam. Petugas kemudian datang ke lokasi dan mengecek CCTV yang ada di minimarket tersebut.

“Dari rekaman CCTV memang betul ada aksi pembobolan yang dilakukan tiga orang. Setelah diselidiki tertangkaplah satu pelaku berinisial BA,” ungkapnya. (Tim GE)***

Rumah WNA Asal Italia Dibobol Maling

GARUT, (GE).- Salah seorang tenaga kerja asing di PT. Indonesia Power Kamojang Bandung bernasib sial. Andrea Bozzo (32) merupakan warga negara asing (WNA) asal Italia yang tinggal di Kompleks Green Hill, Kampung Cirengit, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Sejak ia bekerja sebagai Mechanic And Electrical Enginering di PT Indonesia Power, Andrea mengontrak rumah di kompleks Green Hill, Blok B21. Saat bangun pagi, sekira pukul 06.00 WIB, Andrea kaget, mendapati kaca jendela bagian belakang rumahnya telah terbuka dan rusak, Kamis (12/10/17).

Dalam press relese nya, Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon mengatakan, Menurut Andrea (korban) kejadian pertama kali diketahui sekira pukul 06.00 WIB sesaat setelah bangun tidur.

“Menurut korban, saat bangun tidur kaca jendela kamar belakang sdah dalam kondisi terbuka dan ada bekas congkelan. Kejadian ini kemudian langsung dilaporkan kejadian kepada security kompleks bernama Ajo,” kata Ridwan dalam press relese nya.

Dijelaskannya, kejadian ini kemudian langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Tarogong Kidul dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Garut. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oelh tim Sat Reskrim Polsek Tarogong Kidul dan Unit Identifikasi, sejumlah barang milik korban dinyatakan raib dibawa pencuri.

“Ya, sejumlah barang milik korban telah raib, diantaranya Tas Rangsel hitam, Laptop, Hp Samsung J 5, Camera Fuji X 30, uang tunai Rp 400.000,-, Hp Sony Expreria Z3. Akibat aksi pencurian ini kerugian korban ditaksir mencapai Rp 20 Juta,” jelasnya.

Sementara itu, menurut H. Ateng, salah seorang warga sekitar, setelah mendapati rumahnya dibobol maling, Andrea sempat marah marah kepada petugas keamanan kompleks yang dinilainya tak becus menjaga kompleks perumahan tersebut.

“Ya, tadi saat olah TKP terlihat WNA itu ngamuk marah-mahar kepada keamanan kompleks. Spertinya ia kesal dengan satpam yang tak bisa menjada kemanan kompleks dengan baik,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Gerobak Dagangan Ditinggal Jumatan, Uang Modal Kakek Ini Ludes Digondol Maling

GARUT, (GE).- Para pelaku tindak kejahatan sepertinya tak pandang bulu dalam memilih calon korbannya. Seperti yang terjadi pada Jumat (21/72017), Oto (65) terpaksa harus merelakan seluruh uang hasil jualanya yang disimpan di dalam laci ludes digondol maling.

Tak hanya itu, satu kantong plastik berisi rokok senilai Rp 500 ribu juga raib. Peristiwa ini terjadi saat gerobak jualan yang mangkal di Jalan Pataruman, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut  ditinggalkannya guna menunaikan shalat Jumat.

Sekembalinya dari Masjid, Kakek penjual lontong sayur tersebut hanya bisa termenung menyaksikan kaca gerobaknya sudah hancur. Saat diperiksa, ternyata semua uang dalam laci gerobak berserta beberapa bungkus rokok dagangnnya sudah raib.

Ya Alloh, ieu cobian kango sim abdi. Uang hasil yang didapat dari hasil jualan hari ini semuanya habis, berikut uang recehanya tak tersisa. Rokok oge bapak nembe balanja disimpen dina laci seep sadayana,” tuturnya, lirih.

Diungkapkannya, uang yang tersimpan di dalam laci jumlahnya memang tidak seberapa. Namun, uang digondol pencuri tersebut merupakan modal untuk dagangnya.

Menurut penuturannya, Ia sudah berjualan lontong sayur di tempat tersebut sejak setahun yang lalu. Setiap harinya, dirinya mengaku  mendapat keuntungan yang tidak menentu. Jika sedang baik, uang senilai Rp 80 ribu bisa diperolehnya sebagai keuntungan dalam sehari. Namun, tak jarang juga Ia harus pulang membawa uang alakadarnya untuk kebutuhan hidup sehari- harinya.

” Mugi mugi we cep rejeki bapak sing lancar kapayuna. Biar bapak bisa nyicil uang modal yang bapak pinjam kemaren dari teman bapak. Biasanya memang bapak kumpulin setiap hari uang Rp 10 ribu didalam laci untuk membayar pinjaman tersebut. Bapak juga tidak menyangka ditingal shalat Jumat hari ini, ada kejadian begini. Biasanya setiap ditingal ke masjid Dzuhur atau Ashar, tidak pernah terjadi apa apa. Ya sudahlah, Insyaloh Bapak ikhlas,” ungkapnya, seraya memunguti sisa pecahan kaca gerobak miliknya. (Doni Melody Surya)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Diduga Mencuri Kerbau, Adul Nyaris Tewas Diamuk Massa

GARUT, (GE).- Peristiwa amuk massa kembali terjadi di kawasan Garut Selatan (Garsel), Jawa Barat. Amukan warga ini dipicu hilangnya seekor kerbau milik Dadang, warga Kampung Sukanagara, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Pencurian diduga dilakukan pada malam hari.

“Saya kaget saat memeriksa kandang, kerbau saya telah hilang. Saat itu saya langsung memberitahukan kepada tetangga dan warga lainnya,” kata Dadang, Sabtu (8/4/17).

Pagi itu, Dadang bersama warga pun langsung beramai-ramai melakukan pencarian. Karena masih ada jejak kaki kerbau, sangat mudah bagi warga menelusuri ke mana arah larinya si pencuri. Akhirnya, sekira pukul 14.00 WIB, di hari yang sama, warga mendapati kerbau yang diduga milik Dadang tengah dituntun seseorang. Tak menunggu aba-aba sebelumnya, orang yang menuntun kerbau tersebut langsung dikeroyok puluhan warga hingga babak belur.

“Ya, sekitar jam dua siang kami menemukan kerbau milik Kang Dadang sedang dituntun seseorang. Dan warga pun menghajarnya habis-habisan hingga babak belur, hampir tewas,” ungkap warga lainnya.

Menurut Holid, Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, beberapa saat usai dihajar massa orang yang diduga mencuri kerbau milik Dadang ini mengaku bernama Adul (30), warga Kampung Cibaregbeg, Desa Indralayang, Kecamatan Caringin.

“Orang ini (pelaku/red) mengaku warga Kampung Ciberegbeg. Ia mengaku bernama Adul. Untuk menyembuhkan luka-luka akibat amuk massa, kita langsung  membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Cisewu, AKP Yayat Hardiat, mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat.

“Hingga saat ini (Sabtu/8/4/17-red) Saya belum mendapat laporan dari warga terkait aksi massa ini. Kita akan cross chek dulu,” tukasnya. (Deni-Siti/GE)***

Editor: Kang Cep.

Pencurian di Siang Bolong, Ratusan Juta Rupiah Digondol dari SMKN 7 Garut

MALANGBONG,(GE).- Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, menyampaikan, telah terjadi aksi pencurian di SMKN 1 Garut yang berlokasi di Kampung Sawah Legok, Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Akasi pencurian yang dilakukan di siang bolong ini terjadi pada Jumat (21/10/2016).

Dikatakannya, dalam kejadian ini si pencuri menggondol uang sebesar Rp 300 Juta, serta beberapa peralatan elektronik yang tersimpan di ruang bendahara SMKN 7. Beruntung, tersangka pencuri bisa diciduk, sehari pascakejadian.

“Ya, kita berhasil menagkap pelaku sehari kemudian. Tersangka pelaku ini berinisial DS usianya sekira 32 tahun. Ia teridentifikasi warga Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tersangka melakukan aksinya di siang bolong , saat semua warga sekolah tengah salat Jumat.” Ungkap AKP Ridwan, Senin (24/10/2016)

Dijelaskannya, uang yang dicuri itu merupakan honor guru dan karyawan, serta uang biaya UTS . Akibat kejadian ini, total kerugian mencapai Rp 310 juta. Menurut Ridwan, dari ciri-ciri yang diberikan saksi pihaknya lalu mendapat foto tersangka. Setelah mengetahui identitas pelaku, pihaknya lalu bergerak dan mencari keberadaan pelaku tak lama setelah mendapat laporan pencurian.

“Saat digeledah, kita berhasil menemukan beberapa barang bukti, diantaranya uang sisa sebensar Rp 220 juta dari Rp 300 juta yang digondol pelaku. Selain itu, satu unit telepon genggam, dua laptop, dan tiga buku rekening juga bisa diamankan.” Jelasnya. (Tim GE)***