Andika Korban Penculikan Selama 5 Bulan, Kini Kondisi Kejiwaanya Berubah

GARUT, (GE).- Andika (5), bocah berusia 5 tahun korban penculikan, yang Senin (12/12/2016) lalu berhasil ditemukan oleh pamannya, setelah hampir 5 bulan diculik oleh dua orang tersangka yang merupakan pasangan suami istri berinisial DS dan OL. Wajahnya menjadi gelap, tubuhnya kurus kering disertai bekas luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

Setelah tragedi penculikan tersebut, kini kondisi kejiwaan anak ini berubah, termasuk perilakunya. Resi, yang merupakan ibu korban mengatakan, banyak sekali perilaku anaknya yang berubah semenjak diculik 5 bulan lalu.

“Duh, banyak sekali yang berubah dari anak saya, mulai dari badannya yang menjadi kurus dan hitam, terus dari tingkahnya juga berubah, dia jadi lebih agresif dan kasar,” tutur Resi, kepada tim “GE” Jum’at (16/12/2016)

Masih menurutnya, bahkan ketika pertama kali dibawa pulang kerumahnya di wilayah Kampung Sudika Indah, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, sang anak sama sekali tidak mengenal tempat tersebut, dan memanggil ibunya dengan sebutan bibi.

“Ya, pas pertama ke sini (rumah/ red.) dia bingung, trus bilang ‘ini dimana ?’ katanya. Ke saya juga gak manggil mamah kaya biasa, tapi manggilnya bibi,” ungkapnya.

Sementara itu nenek Andika, Beti mengatakan belasan juta rupiah sudah ia habiskan hanya untuk mencari keberadaan Andika selama 5 bulan terakhir. Bahkan dirinya harus menjual beberapa perabotan dan barang berharga miliknya.

“Saya sudah habiskan hampir 15 jutaan, untuk cari dia (Andika,red) ke Bandung, ke Tasik, sampai ke Pantura juga sudah saya capai,” ungkapnya

Kini pihak keluarga hanya bisa pasrah menerima nasib tersebut sembari menunggu bantuan dari Pemerintah agar anaknya bisa normal seperti semula. Keluarga juga berharap, agar kedua orang pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“saya mohon kepada pak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, jangan sampai ada Andika yang selanjutnya, saya minta pelaku dihukum dengan hukuman yang paling berat, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

Setelah Empat Bulan Lamanya, Aksi Penculikan yang Dilakukan Pasutri Ini Akhirnya Terbongkar

GARUT, (GE).-  Dengan dalih ingin memiliki anak, “DS” dan “OL” pasangan suami istri (pasutri) ini melakukan persekongkolan untuk menculik anak oran lain. Pasutri yang belakangan diketahui warga Kecamatan Cilawu Garut ini melakukan aksinya di wilayah Cimacan, Haur Panggung. “DS” dan “OL” dengan modus memberikan jajan pada anak, berhasil menculik seorang anak berusia 5 tahun yang tengah bermain.

Namun aksi kriminal pasutri ini akhirnya terbongkar polisi, setelah hampir empat bulan lamanya menyimpan anak hasil penculikannya. Menurut Kanit PPA Polres Garut, Aiptu Julius, terbongkarnya kasus ini bermula saat pelaku membawa anak ini jalan jalan. Saat membawa anak keluar itula, pelaku menemui sial, secera kebetulan bertemu petugas.

“Ya, kita (Polisi/red.) berhasil menagkap pelaku saat membawa korban (anak hasilcpenculikan) berjalan-jalan. Sebelumnya kita telah mendapatkan laporan dari oran tua anak ini yang mengaku telah kehilangan anaknya selma empat bulan. Dan kita berhasi menangkapnya,” Ungkap Aiptu Julius, Senin (12/12/2016).

Dijelaskannya, saat diperiksa, pelaku mengaku kerap menganiaya anak ini jika tidak mau disuruh mengerjakan sesuatu. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bekas penganiyaan di tubuh korban, misalnya ada luka lebam dan bekas luka bakar sundutan rokok.

“Pelaku berdalih, motif menculik anak berusia lima tahun ini karena ingin memiliki anak, Karena katanya sudah lama tidak memiliki anak,” kata Kanit PPA Polres Garut.

Sementara itu, korban saat ini dalah kondisi shock sehingga harus mendapatkan pemulihan mental melalu therapy trauma healing di salah satu lembaga perlindungan anak.

Akibat perbuatannya ini pelaku “DS” dan “OL” terancam pasal penculikan, dengan ganjaran hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Aden)***

Editor: Kang Cep.