Pilkada 2018, Panwaskab Garut Soroti Ujaran Kebencian dan Isu Sara di Medsos

GARUT, (GE).- Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) Garut, terus memantau perkembangan media sosial saat memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Ujaran kebencian dan lontaran isu sara menjadi perhatian khusus karena dianggap pelanggaran yang masif dan sistematis.

“Tugas Panwas sekarang sangat berat, pasalnya penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Bupati dilaksanakan secara langsung. Apalagi sekarang media sosial kerap dijadikan alat untuk berkampanye dan menyerang calon lainnya,” ujar Komisioner Panwas Kabupaten Garut, Asep Burhan, saat ditemui usai melantik Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Hotel Sampireun, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (29/10/17).

Asep melanjutkan, pemantauan media sosial terutama terkait ujaran kebencian dan isu sara akan menjadi prioritas. Pasalnya kedua isu ini kerap dilontarkan para pendukung pasangan calon untuk menjatuhkan calon lainnya.

Oleh sebab itu, kata Asep, para komisioner Panwascam yang telah dilantik akan dibekali dengan bimbingan teknis. Tujuannya, agar saat melakukan pengawasan pada pelaksanaan tahapan Pilkada Panwascam tidak kikuk lagi dalam menangani setiap permasalahan.

“Panwascam yang dilantik hari ini jumlahnya 126 orang. Sejak hari ini mereka akan dibekali dengan bimbingan teknis terkait kepemiluan,” kata Asep.

Dalam Bimtek Panwascam kali ini penanggulangan pelanggaran yang dilakukan netizen di media sosial menjadi sorotan baru. Nantinya Panwascam akan memilah bentuk pelanggaran apa yang dilakukan oleh netizen di dunia maya.

“Nanti kita akan klasifikasikan bentuk pelanggarannya. Kalau melanggar hukum pidana tentunya akan ditindak secara hukum pidana juga,” akunya.

Asep menandaskan, di Panwas tingkat kabupaten nantinya akan ada penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu). Jadi Panwas memiliki kewenangan untuk memutuskan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Sementara itu, komisioner Panwaskab Garut lainnya, Heri Hasan Bahtiar, mengaku semua anggota Panwascam yang telah dilantik diharapkan dapat bekerja optimal. Pasalnya penyelenggaraan Pilkada kali ini dianggap paling berat jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“Setelah dilantik sekarang dan langsung diberikan bimbingan teknis diharapkan semua anggota Panwascam bisa bekerja secara optimal. Pasalnya sederet pekerjaan telah siap menanti. Jangan leha-leha, kerja! kerja! Kerja!,” imbaunya.

Heri menandaskan para komisioner Panwascam terpilih merupakan putra dan putri terbaik dari yang baik di kecamatannya masing-masing. Oleh sebab itu, jangan leha-leha, kerja! kerja! Kerja!,” pungkasnya. (Farhan SN)***