Hari Pertama Pelaksanaan UNBK di SMKN 9 Garut Terkendala Matinya Aliran Listrik

GARUT, (GE).- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMKN 9 Garut, Jawa Barat, langsung menuai masalah. Selama pelaksanan ujian, sedikitnya lima kali aliran listrik terputus. Akibatnya, konsentrasi para siswa peserta UNBK menjadi terganggu.

Menurut Ketua Komite SMKN 9  Garut, Ade Suherman, terputusnya aliran listrik ke ruang ujian terjadi pada pelaskaan sesi pertama sebanyak empat kali, dan pada sesi ketiga satu kali.

“Mati listriknya beberapa kali, tidak lama, kemudian hidup lagi. Ttapi masalah ini tentunya mengganggu konsentrasi siswa,” kata Ade.
Ade menuturkan, persoalan mati listrik pada pelaksanaan ujian nasional itu baru pertama kali terjadi. Tahun lalu, tidak terjadi gangguan padam listrik.
Pihak sekolah, kata Ade, sebelumnya sudah melakukan uji coba. Selama percobaan tidak ada persoalan. Tetapi ketika hari pelaksanaan ujian, justru aliran listrik mati.

“Saya dari komite berharap persoalan listrik ini menjadi perhatian PLN. Jangan sampai listrik padam saat ujian, karena akan mengganggu peserta ujian,” katanya.

Wakil Kepala SMKN 9 Garut Bidang Akademik, Firman Sulaeman Alamsyah, membenarkan kasus tersebut. Persoalan itu, menurut Firman, kemungkinan karena berkurangnya pasokan daya listrik di Garut, sehingga terjadi pemadaman di sekolahnya. Bahkan beberapa sekolah lainnya.

“Mungkin karena serempak menggelar ujian, jadi listrik mati,” katanya.

Ia berharap, permasalahan listrik  menjadi perhatian PLN untuk mengantisipasinya agar siswa tetap melaksakan ujian dengan tenang dan nyaman tanpa gangguan mati listrik. Seharusnya, tandas Firman, pihak PLN menyiagakan petugas berikut peralatan listriknya di setiap sekolah, termasuk SMKN 9 Garut.

“Harus ada petugas yang menangani listrik, PLN sediakan peralatan di sini agar bisa efisien,” katanya.

Firman menambahkan, SMKN 9 Garut sudah dua kali melaksanakan UNBK dengan ditopang fasilitas komputer sebanyak 140 unit. Sedangkan jumlah peserta ujian sendiri hanya sebanyak 388 siswa.

Seluruh peralatan, kata Firman, sudah memenuhi peryaratan UNBK, Bahka pihaknya memasang alat penyimpanan data otomatis. Sehingga data tetap tersimpan meskipun terjadi mati listrik.

“Beruntungnya kita sudah pasang penyimpanan data otomatis sehingga ketika mati listrik data-data yang sudah dikerjakan siswa tetap tersimpan, dan siswa kembali melanjutkan ujiannya,” terangnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Pelaksanaan UNBK Hari Pertama di SMKN 11 Garut Berjalan Lancar

GARUT, (GE).- Pelaksanaan Ujian  Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMKN 11 Garut,  Jawa Barat, berjalan lancar. Sebanyak 46 peserta ujian tampak serius menjawab soal-soal yang tertera di layar komputer. Meski untuk pertama kali mengikuti UNBK, mereka tidak canggung dalam melaksanakannya.

Wakasek SMKN 11 Garut,  Iwan Ruswandi, S.Pd, M.M.Pd, mengaku bangga dapat melaksanakan UNBK di sekolahnya.

“Kami juga merasa bangga walau sekolah berada di daerah terpencil, kami bisa melaksanakan UNBK sepeti sekolah-sekolah di perkotaan,” ungkap Iwan kepada “GE” di sela pelaskanaan UNBK, Senin (3/4/17).

Hanya saja, terang Iwan, karena jumlah fasilitas komputer terbatas, UNBK dilaksanakan bergilir dalam tiga sesi. Sesi pertama sebanyak 16 peserta, sesi kedua dan ketiga masing-masing diikuti sebanyak 15 peserta.

“Mudah-mudahan pelaksanaan UNBK  berjalan lancar sampai hari terakhir. Terutama tidak terjadi mati lampu, karena hal tersebut dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan UNBK. Jika mati lampu, ini tentunya akan berdampak pada hilangnya jaringan internet,” terang Iwan.

Iwan juga menambahkan, pelaksanaan UNBK tahun ini diikuti SMK IT Talegong dan SMK Darul Uyum. Kedua sekolah tersebut, untuk fasilitas server komputernya dipusatkan di SMKN 11 Garut. (Deni/GE)***

Editor : SMS