Mendapat Dukungan dari “Akar Rumput”, DHB Semakin Mantap Menatap G1

GARUT, (GE). – Politisi muda Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dedi Hasan Bahtiar yang akrab disapa DHB semakin mantap untuk mengikuti pesta demokrasi di ajang Pilkada 2018. Siang tadi, Rabu (2/8/17) ratusan warga Garut yang merupakan simpatisan dirinya menyatakan dukungan agar DHB memantapkan diri menjadi orang nomer satu di Garut.

Salah seorang warga yang hadir, Asep Budi (34), mengaku tertarik untuk mendukung DHB setelah mengetahui program yang diusungnya. Menurutnya, DHB sangat cocok untuk memimpin Garut karena memiliki kecerdasan dan jiwa kepemimpinan yang mantap.

“Saya tahu DHB orangnya jujur, cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang mantap. Jadi dia sangat pantas untuk memimpin Garut ke depan, ” ujar Asep.

Warga lainnya, Dadan Hamdani (18), mengaku sangat simpati terhadap DHB setelah mendengarkan secara langsung terhadap program lapangan pekerjaan yang akan diusung olehnya. Dadan mengaku sebagai generasi muda, ia sangat membutuhkan lapangam pekerjaan. Tentunya agar ada perubahan tarap ekonomi yang lebih baik untuk keluarganya.

“Dari awal saya simak pemaparan DHB, program penambahan lapangan pekerjaan membuat perlu didukung oleh semua pihak. Apalagi saya sebagai pemilih pemula. Lapangan pekerjaan tentunya lebih penting ketimbang program lainnya, ” kata Dadan.

Sementara itu, usai melakukan pertemuan Dedi Hasan Bahtiar, mengaku melakukan pertemuan dengan akar rumpun untuk menyamakan persepsi terkait tekadnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Garut. Menurutnya acara seperti akan rutin dilakukan agar para simpatisan tetap solid untuk mendukunh dirinya. Bahkan ia berharap, tingkat popularitas dan elektabilitas dirinya akan semakin meningkat dengan melakukan pembinaan seperti itu.

“Dukungan dari akar rumput sangatlah penting dalam berpolitik. Acara seperti ini akan terus dilakukan sampai nanti waktu pemilihan, ” kata DHB.

Usai kegiatan DHB menyempatkan diri mengunjungi korban banjir bandang yang masih menempati kompleks gedung dakwah di Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota. Pada kesempatan itu, DHB berjanji akan membantu para korban banjir bandang sampai mendapatkan penghidupan yang layak. (Farhan SN) ***

PDI P Garut Tetapkan Dedi Hasan Maju di Pilkada 2018

GARUT, (GE).- Dedi Hasan Bahtiar didukung penuh oleh 42 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Garut untuk manggung pada Pilkada 2018 yang akan datang. Para kader beranggapan, sosok Dedi Hasan dianggap tepat untuk memimpin Garut selama lima tahun ke depan.

Sekretaris Jendral DPC PDIP Kabupaten Garut, Juju Hartati, mengatakan sosok Dedi Hasan merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PDIP Kabupaten Garut, sekarang ini. Terlebih saat ini Dedi Hasan memiliki pengalaman dengan menjabat dua kali Anggota DPRD Garut dan sekarang tengah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Jelas mereka PAC sudah menudukung secara bulat untuk mendukung Dedi Hasan Bahtiar, untuk maju dalam Pilkada mendatang,” ujar Juju, Rabu (17/5/2017).

Sementara Ketua PAC PDIP Kecamatan Kersamanah, Didit, menilai, sangat tepat jika Dedi Hasan Bahtiar diusung PDIP untuk maju sebagai Calon Bupati Garut. Lantaran, selama ini sosok Dedi Hasan Bahtiar, sudah di kenal dikalangan masyarakat, baik tingkat bawah sampai lingkungan eksekutif.

“Dedi Hasan Bahtiar, merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PDIP Kabupaten Garut, kiprahnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jabar, sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Garut,”

Dikatakannya, Dedi Hasan Bahtiar, memiliki konsep yang sangat jelas, untuk memajukan Kabupaten Garut, untuk membawa Garut bermartabat. “Kami bersama 42 PAC se Kabupaten Garut, mendukung dan siap untuk memenangkan Dedi Hasan Bahtiar dalam Pilkada Kabupaten Garut,”

Dikatakannya, dirinya bersama dengan PAC lainnya, akan terus mendorong Dedi Hasan Bahtiar, untuk daftar dalam penjaringan Calon Bupati Garut, yang akan dibuka oleh DPC PDIP Garut. Dirinya juga meyakini, kalau nantinya rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPP akan jatuh pada Dedi Hasan Bahtiar.

Ditempat terpisah, Sekretaris Jendral DPD PDIP Jawa Barat, Abdy Yuhana, mengatakan, DPD PDIP Jabar, dalam mengusung nama untuk maju dalam Pilkada serentak, akan memprioritaskan kader internal partai yang memiliki kualitas bagus.

“Kami akan memprioritaskan kader internal terlebih dahulu, termasuk nama Dedi Hasan Bahtriar salah satu nama yang dipersiapkan PDIP untuk maju dalam Pilkada Garut. Ya, kami memang akan membuka pendaftaran untuk menjaring Calon Bupati yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2018, termasuk membuka pendaftaran untuk Calon Gubernur Jabar,” ucapnya.

Namun khusus untuk Pilkada Garut, partai PDIP masih belum bisa mengusung satu pasangan calon. Yang mana saat ini PDIP Garut di DPRD memiliki 6 kursi, sehingga untuk memenuhi kursi sesuai aturan, pihaknya tetap harus melakukan koalisi dengan partai lain. “Kami sudah intruksikan pada pengurus DPC Garut, untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain,”

Diakuinya, pihaknya juga tetap akan melihat hasil survai untuk memposisikan apakah akan di Calon Bupati atau Wakil Bupati dalam menempatkan kadernya. PDIP sebenarnya ingin menempatkan kadernya di Calon Bupati Garut, tetapi jika nantinya hasil survai berada di bawah yang lain. Maka PDIP juga bisa menempatkan kadernya di posisi Wakil Bupati Garut.

“PDIP realistis dan fleksibel bisa menempatkan di Garut satu atau di Garut 2” ujarnya. (Adriawan)***

Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Doni Maryadi Bersilaturrahmi dengan PAC PDIP

SUKARESMI,(GE).– Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat, Doni Maryadi Oekon, Anggota Komisi VII DPR RI. DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kunjungi pengurus PAC PDIP dan masyarakat di sekitar Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Disamping bersilaturrahi, Doni bersama rombongan juga menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan juga Bhineka Tunggal Ika. Sebagai anggota DPR, selain menjalankan fungsi yang diatur oleh undang-undang, yakni fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan dituntut juga untuk peka terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

“Dengan kegiatan seperti ini kita bisa mengetahui apa yang menjadi permasalahan di masyarakat secara langsung. Juga menyerap aspirasi dari masyarakat karena kita berdialog langsung melalui tanya jawab,” ujngkapya, Sabtu (3/9/2016).

Dijelaskannya, Pancasila juga sebagai paradigma pembangunan yang diartikan pembangunan diperioritaskan pada penciptaan taraf minimum keadilan sosial. Mengutamakan mereka yang paling lemah untuk menghapuskan kemiskinan struktural. Kemiskinan struktural, adalah kemiskinan yang timbul bukan akibat malasnya individu atau warga Negara, melainkan diakibatkan dengan adanya struktur-struktur sosial yang tidak adil.

“Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal IKA, UUD 45 diharapkan bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Sosialisasi 4 pilar ini merupakan rangkaian kegiatan anggota DPR RI selama tiga hari (1-3/9/2016). Dalam kegiatan ini, selain para pengurus PAC se Dapil II, hadir juga tokoh pemuda dan masyarakat serta simpatisan PDI-Perjuangan Kabupaten Garut. (Tim GE)***

Dedi Hasan Nyatakan Siap Bertarung di Pilkada Garut 2018

TARKAL, (GE).-  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDIP, Dedi Hasan Bahtiar menyatakan siap untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut 2018 mendatang jika memang direkomendasikan oleh partainya. Demikian, Dedi Hasan, menanggapi wacana yang dilontarkan salah satu kader senior PDIP Garut sebagaimana dilansir beberapa media beberapa hari terakhir, yang akan membidik dirinya untuk dijagokan dalam Pilkada mendatang.

“Sebagai kader partai, jika memang direkomendasikan oleh partai untuk maju ke pilkada, Insya Alloh saya siap. Jika itu nantinya terjadi, artinya itu merupakan tugas partai yang harus kami laksanakan  dan kami sukseskan. Ini wajib,” ujar Hasan kepada wartawan, di salah satu rumah makan di bilangan Tarogong Kaler, Minggu, (1/5).

Menurut Hasan, sebagai partai, tujuannya adalah untuk memenangkan kekuasaan melalui jalur konstitusional. Jadi, kata Hasan, wajar jika PDIP berusaha untuk menang dalam kontestasi politik, dan memperjuangkan kadernya agar bisa duduk di legislatif, eksekutif maupun lembaga lainnya.

“Namanya juga partai politik, salah satu tujuan utamanya adalah untuk bisa merebut kekuasaan dengan cara konstitusional, untuk selanjutnya didistribusikan kekuasaan tersebut bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sesuai platform partai. Demikian juga PDIP, juga harus seperti itu. Jadi buat saya, ya harus siap, untuk memperjuangkan amanat partai, apapun bentuknya,” imbuh mantan anggota DPRD Garut dua periode, 2004-2014 ini.

Hasan mengakui, Pilkada Garut memang relatif masih cukup lama, namun bukan berarti pernyataan ini terlalu dini. Hal itu, kata dia, karena justru dengan wacana yang dibangun cukup lama nantinya akan lebih leluasa melakukan langkah langkah untuk soliditas di internal partai. “Saya kira tak ada istilah terlalu dini, pembinaan justru harus dilakukan jauh jauh hari,” ungkapnya.

Ditanya apa yang akan dilakukan dengan dimunculkan namanya dalam wacana bursa calon dalam Pilkada mendatang, Hasan menyatakan akan terus melakukan komunikasi dengan semua elemen, baik di internal maupun kekuatan kekuatan di luar partai. Dan itu bukan semata mata untuk kepentingan pemilu atau pilkada saja, tapi memang merupakan kewajiban untuk membesarkan partai.

“Saya akan terus berkomunikasi dan konsolidasi dengan pihak pihak strategis, baik internal maupun eksternal partai. Dan yang tak kalah penting, walaupun secara individu para fungsionaris partai telah menyebut nyebut nama saya dianggap layak direkomendasi oleh partai, saya berterima kasih. Tapi proses untuk itu masih sangat panjang,” katanya.

Sebelumnya, sempat diberitaka n, pernyataan Bendahara DPC PDIP Garut, Dikdik Darmika dan Sekretaris yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Garut, yang menyebutkan Dedi Hasan adalah figur yang kelak layak diusung oleh partai dalam Pilkada Garut 2018 mendatang. “Dilihat dari track rekor politiknya, Dedi Hasan, saya kira layak untuk direkomendasikan,” kata Dikdik. (Slamet Timur).***