Kabaret “Darah Bendera” Tampil di Acara Paturay Tineung

GARUT, (GE),- Kabaret atau kelompok theatrikal siswa siswi SDN Mekarasih 04 tampil memukau pada ajang pentas seni. Gelaran ini merupakan salah satu acara dalam rangka kenaikan kelas dan pelepasan siswa siswi kelas VI tahun ajaran 2016-2017, atau biasa disebut acara “Paturay Tineung” Sabtu (08/07/17).

Meski sudah lewat waktunya, namun antusiasme dan dukungan orang tua siswa cukup tinggi.Berkat dukungan semua pihak, pentas seni dapat terlaksana dengan lancar dan berlangsung meriah.

Sejumlah orang tua siswa berharap pentas seni siswa dapat berlangsung secara rutin dan berkesinambungan. Berbagai sajian pentas seni mulai dari upacara adat, tari-tarian tradisional, sampai kabaret mendapat sambutan khusus dari masyarakat.

Pementasan kabaret yang diberi judul “Darah Bendera” mengingatkan kisah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Dalam pementasan tersebut dikisahkan bagaimana jiwa dan raga dipertaruhkan demi berkibarnya sang saka merah putih.

Ketua sanggar Senopati, Totoh Abdul Fatah, yang membidangi pentas seni berharap ada makna yang dapat diambil oleh anak didiknya. Terutama pengenalan langsung bagaimana pahit ketirnya perjuangan para pahlawan terdahulu.

“Disamping itu gelaran pentas seni ini juga diharapkan menjadi penguatan pendidikan karakter kepada siswa siswi, khususnya di SDN Mekarasih 04 dan umumnya Kecamatan Malangbong,” ungkapnya. (Doni Melody)***

Editor: Kang Cep.

Prosesi “Paturay Tineung” Iringi Akhir Masa Bakti Beberepa Orang Tenaga Pendidik

DIHADIRI kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Garut kota, Komite Sekolah serta sejumlah tamu undangan, pihak sekolah satu atap (Satap) SDN Sukamentri 3,4 dan 5, Senin (10/10/2016) dengan penuh khidmat menggelar acara Paturay Tineung kepada 2 tenaga pendidik yang telah memasuki masa pensiun.

Mereka adalah Sutarsih A.Ma.Pd, Guru kelas 6 SDN Sukamentri 4 dan Surtika A.Ma.Pd, Guru kelas 4 dari sekolah yang sama. Selain terhadap 2 orang guru yang masuk masa purnabakti tersebut, acara penuh haru inipun digelar untuk melepas Weni Puji Wibawa S.Pd Guru Olahraga SDN Sukamantri 5 yang pindah tugas ke SMP 3 Tarkid.

Hj. Ating Surtika, Kepala Sekolah SDN Sukamentri 4, dalam sambutanya mengaku berat harus ditinggal figur figur terbaik, karena habis masa tugasnya. Dalam kesempatan itu pula, Ia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kinerja ketiga orang guru tersebut selama berkiprah penuh tanggung jawab di sekolahnya.

” Dengan berakhirnya masa bhakti ketiga guru hebat yang kita miliki disini, bukan berarti berakhir segalanya. Mereka tetap bagian dari keluarga besar kita di sekolah ini. Jasa jasanya begitu besar. Puluhan tahun mengabdikan diri mendidik penuh totalitas. Ini tidak akan kita lupakan. Terimakasi atas segala jasa jasanya,” tutur Hj.Ating.

Apresiasi serupapun disampaikan H. Engkur , selaku kepala UPTD Pendidikan Garut Kota. Menurutnya, dedikasi dan totalitas mereka selama mengabdi sebagai guru, layak menjadi tauladan.

“Sesuai keterangan dalam syariat Islam, kinerja mereka dalam memberikan ilmu yang manfaat, kelak akan jadi penolong di alam akhirat. Satu dari ketiga amalan yang pahalanya akan tetap mengalir sampai alam baqa, adalah ilmu yang manfaat. Insya Alloh, apa yang telah mereka berikan kelak akan menjadi penolong dan pahalanya mengalir tanpa putus,” Ucapnya, dengan diiringi ucapan Aamin hadirin.

Ekspresi berat hati, juga terlontar dari para guru yang berakhir masa tugasnya itu. Menurut mereka banyak kenangan indah tercipta mengiringi perjalananya selama puluhan tahun mengajar disekolah itu. Mereka berharap masa yang tengah dijalani dan yang akan datang, harus jauh lebih baik selepas ditinggalnya purna bakti. (Doni Melodi Surya)***