Upaya Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir, Bupati Ajukan Anggaran Rp 260 Miliar

GARUT,(GE).- Pemkab Garut terus berupaya melakukan pembenahan di beberapa lokasi pascabanjir Cimanuk, beberapa waktu yang lalu. Proses rekontruksi dan rehabilitasi hingga saar ini terus dilakukan. Pemkab sendiuri mengakui sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk membangun sejumlah infrastruktur dan tempat tinggal bagi para pengungsi.

Seperti diketahui, sampai sekarang ada sejumlah pengungsi selama sudah bertahan di pengungsian selama tiga bulan. Sementara sebagian pengungsi sudah ditempatkan di Rusunawa Cilawu. Sementara sisanya ditempatkan di gedung-gedung milik pemerintah.

Untuk perbaikan sejumlah infrastruktur, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan anggaran dengan sebesar Rp 260. Sementara untuk rekontruksi dan rehabilitasi, Pemkab mengajukan anggaran sebesar Rp 42 miliar.

“Saat ini masih masa rekontruksi dan rehabilitasi. Kita sudah bertemu dengan BNPB untuk membicarakan anggaran 2017-2018. Saya berharap ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” jelasnya, Senin (29/1/2017).

Menurutnya, dana sebesar Rp 42 miliar yang berasal dari APBN tersebut akan disalurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisanggarung-Cimanuk. Dana tersebut akan digunakan untuk penahan bantaran sungai sepanjang 30 km.

“Pemasangan penahan bantaran sungai itu sebagai antisipasi jika kembali terjadi banjir bandang. Apalagi saat banjir bandang kemarin terdapat sejumlah penahan yang rusak,” katanya.

Selain rehabilitasi sejumlah infrastruktur, Bupati juga memerintahkan jajarannya untuk merekontruksi lingkungan.

“Alih fungsi di lahan milik perhutani juga harus mendapat perhatian. Jangan digunakan sebagai lahan sayuran oleh masyarakat,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Pemulihan Pascabamjir, Kemenag Pusat Bantu Rehab Masjid Al-Barokah Cikarokrok

PEMULIHAN beberapa wilayah di bantaran sungai Cimanuk yang terkena dampak banjir bandang beberapa waktu, terus dilakukan. Sejumlah bantuan pun masih berdatangan, seiring proses rekontsruksi pemukiman untuk korban.

Kampung Cikarokrok, Desa Sukasenang, Kabupaten Garut adalah salah satu wilayah yang terdampak banjir Cimanuk. Di wilayah ini, ada sebuah sarana ibadah, yakni Masjid Al-Barokah yang tak luput terjangan banjir sehingga diperlukan perbaikan.

Warga Cikarokrok dan sekitarnya saat ini tengah bersyukur. Pasalnya, belum lama ini mendapatkan bantuan dari Kementrian Agama (Kemenag) pusat. Bantuan ini dikhususkan untuk proses perbaikan Masjid Al-Barokah.

Demikian dikatakan Iwan Ridwan yang merupakan Kepala Desa Sukasenang, usai prosesi simbolik peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Barokah bersama Bupati Garut, Rudy Gunawan, di Kampung Cikarokrok, Desa Sekasenang, Kecamatan Banyuresmi, Garut. Minggu (6/11/2016).

“Alhamdulillah, kami dapat bantuan dari Kemenag pusat untuk pembangunan Masjid Al-Barokah. Saya juga sampaikan terima kasih kepada beliau (Bupati Garut/ red.) yang telah bersedia hadir dan melakukan proses simbolis peletakan batu pertama. Meskipun acara ini digelar mendadak, dan pak bupati pun kita undang secara mendadak, namun beliau (Bupati. Red.) ternyata bersedia untuk hadir. Ini benar-benar membukrikan bahwa pak bupati merakyat.” Ungkapnya.

Sementara itu, Pokja Penyuluh pada kantor Kemenag Garut, H. Asep Iwan Kurniawan, berharap jika nanti setelah selesai dibangun fasilitas ibadah (Masjid Al-Barokah) di Kampung Cikarokrok ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Ya, saya mewakili Pak Kepala Kemenag Garut. Harapannya, setelah selesai dibangun nanti sarana ibadah ini dapat digunakan sebaik mungkin. Dengan direhabnya masjid Al-Barokah ini semoga warga lebih bersemangat untuk memakmurkan masjid,” tutur H.Asep. (ER)***

Editor: Kang Cep.