Bupati Garut : PKL Pasar Tumpah Akan Ditempatkan di Lantai Dua Pasar Wanaraja

WANARAJA, (GE).- Proyek pembangunan pasar Wanaraja yang digarap PT. Tri Mukti Pratama Putra ditargetkan rampung awal 2017. Sejumlah permasalahan klasik, seperti kemacetan arus lalu lintas serta tumpahnya PKL hingga ke bahu jalan, diyakininya akan teratasi melalui proses penataan pedagang pada gedung baru berlantai 2 tersebut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebutkan dua faktor penyebab timbulnya kemacetan di sepanjang pusat kota Kecamatan Wanaraja, yakni penataan PKL yang semrawut serta keberadaan alat transportasi tradisional (Delman).

Menurutnya, Pemkab Garut melalui pihak pihak terkait akan serius melakukan pemetaan lokasi pasar serta penempatan para pedagang terutama PKL. Rencananya bupati akan menempatkan seluruh PKL di lantai 2 gedung pasar.

” Ya, kita sudah siapkan alokasi tambahan senilai Rp 13 Miliar, agar nantinya kondisi pasar betul betul nyaman digunakan transaksi. Kita akan buat di sekitarnya akses jalan yang luas melalui pelebaran lahan agar suasana lalulintas menjadi cukup luas. Disekelilingnya nanti kita buatkan sumber penerangan bernuansa perkotaan . Soal penempatan pedagang, saya tidak ingin lagi nanti ada PKL menempati zona terlarang. Akan kita tempatkan nantinya para pedagang yang biasanya tumpah itu, nanti dilantai 2. Progres pembangunan yang dijalankan PT. Tri Mukti ini sudah sangat bagus, sepertinya akan usai tidak lama lagi. Kita tingal siap ke tahap selanjutnya, ujar Rudi. Kamis (10/11/2016).

Rencana bupati untuk menempatkan PKL di lantai 2, ditanggapi pasrah oleh sebagian pedagang. Mak Ai, salah seorang PKL penjual sayuran, mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan para pengelola pasar nantinya. Ai berjanji akan tertib mengikuti arahan, termasuk penempatan di lantai 2.

” Emak mah setuju setuju aja, nu penting umum jeung batur. Kalau dilantai 2 semuanya, ya gak apa-apa. Mudah-mudahan rejeki di sana lebih baik nanti,” tukasnya. (Doni. M Surya)***

Editor: Kang Cep.

Didanai APBD Rp 30 Miliar, Pembangunan Pasar Wanaraja Dijadwalkan Rampung Akhir Tahun

WANARAJA,(GE).- Pengerjaan pembangunan Pasar Wanaraja saat ini masih dalam tahap penyelesesaian. Didampingi Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman serta Kadisperindag Garut, Wawan Nurdin, Bupati Garut, Rudy Gunawan, meninjau proses pembangunan Pasar Wanaraja yang berlokasi di pusat ibu kota Wanaraja ini. Kamis (10/11/2016).

Bupati mengaku cukup puas atas progres pembangunan pasar yang lokasinya tak jauh dari kediamannya di Wanaraja ini. Dijelaskannya, pembangunan pasar ini masih dalam tahap penyelesaian. Proses pembangunan pasar Wanaraja kini sudah 87 %, dan dijadwalkan rampung pada akhir tahun ini (2016).

“Ya, Pasar Wanaraja ini merupakan satu satunya pasar yang didanai dari APBD yang diberikan kepada masyarakat tanpa konvensasi. Masyarakat hanya perlu sedikit menaikan retribusi saja,” tuturnya.

Rudy menyebutkan, pasar Wanaraja ini dibangun dengan menggunakan dana sebesar Rp 30 miliar dan dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2016 mendatang. (Hakim AG)***

Editor: Kang Cep.

Ditanya Soal Pasar Wanaraja, Kadisperindagpas Garut Malah Musam-mesem

PEMKAB, (GE).- Proses pembangunan Pasar Wanaraja masih menuai protes dari sejumlah warga yang mempersoalkan status kepemilikan tanah. Bahkan belakangan ini komisi A, B dan C merekomendasikan agar pembangunan Pasar Wanaraja ditutup sementara.

Saat ditanya terkait kelanjutan Pasar Wanaraja, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Wawan Nurdin, tidak bisa memberikan keterangan gamblang. Bahkan sambil senyum ia berlalu dari berondongan pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

“Belum-belum tenang saja. Semuanya akan saya jelaskan,” ucapnya sambil berlalu.

Sikap pria berkumis yang akrab disapa Wanur ini mengundang berbagai asumsi. Apakah pembangunan Pasar Wanaraja akan dihentikan atau dilanjutkan. Bahkan sejumlah wartawan mempertanyakan strategi apa yang akan dijalankan oleh Wanur dalam menyelesaikan kisruh Pasar Wanaraja.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan Komisi A, B, dan C melalui Sekretaris Komisi A, Dadang Sudrajat merekomendasikan agar pelaksanaan pembangunan Pasar Wanaraja dihentikan sebelum proses perizinan serta legal status kepemilikan tanahnya diselesaikan.

Komisi A, B dan C mendorong upaya penegakan hukum terhadap kelalaian yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia dalm revitalisasi Pasar Wanaraja. Selain itu, mereka juga mengusulkan pimpinan DPRD agar membuat nota pimpinan kepada Bupati untuk penghentian sementara. Farhan SN***

Pernyataan Bupati Terkait Pembangunan Pasar Wanaraja, Poin 4 dan 7 Paling Mengejutkan

Saya baru sempat baca pernyataan Saudara Yudi Kamsut di beberapa Medsos tentang Pembangunan atau Revitalisasi Pasar Wanaraja. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan :

1. Pasar wanaraja ada sejak tahun 1890 yang didirikan oleh Dalem Wiratanudatar VIII atau Dalem Bintang.

2. KH. Yusuf Tauziri (alm) pindah dari Cipari ke Wanaraja tahun 1950, lalu mendirikan Pesantren Darussalam. Kami semua sangat menghormati beliau, jika Sdr Yudi Kamsut selaku cucunya mengklaim tanah tersebut semula milik KH Yusuf Tauziri silahkan buktikan saja. Apa bukti kepemilikannya? Yang pernah terjadi adalah awal tahun 1990’an pasar itu di rehab oleh Pemda kerjasama dengan Pihak Ketiga dan subkontraktornya adalah Pihak Darusallam.

3. Pemda punyak bukti sejarah yang diketahui Warga Wanaraja dan faktual dikuasai Pemda ratusan tahun. Sekarang Pasar wanaraja sedang dalam proses pensertifikatan. Saya prihatin dengan klaim ini karena khawatir meruntuhkan kewibawaan KH Yusuf Tauziri sebagai salah satu kiai kharismatik yang dimiliki Garut.

4. Perihal penghinaan kepada pribadi saya, saya anggap itu wajar, meski saya kenal dengan Sdr Yudi Kamsut. Dulu dia berseberangan politik dengan Saya, apalagi dulu jaman kampanye dia menghina kami “Rudy-Helmi” dibatas kewajaran.

5. Pembangunan Pasar Wanaraja harus jalan terus kecuali ada putusan hukum dari Pengadilan yang menghentikan pembangunan Pasar Wanaraja.

6. Tanah Pasar Wanaraja adalah milik Negara. Masyarakat Wanaraja yakin Tanah Pasar Wanaraja adalah tanah negara, makanya hasutan Yudi Kamsut untuk tidak pindah tidak dihiraukan Warga Pasar Wanaraja.

7. Soal mau demontrasi, silahkan saja dan saya siap menghadapi setelah tanggal 29 Juli. Ayo kita berdialog terbuka dan saya tidak perlu menanggapi aksi dukungan masa dari Yudi Kamsut karena Bupati dilindungi Undang-Undang. Kami sebagai Pemenang Pilkada tentu punya pendukung yang jauh lebih banyak.

Terima kasih
Rudy Gunawan (Bupati Gurut)

Belum Memiliki Izin Pembangunan, Pasar Wanaraja Dipersoalkan

TARKI, (GE).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dinilai sembrono dalam masalah pembangunan Pasar Wanaraja. Hal ini dikarenakan izin yang hingga saat ini belum dikantongi pihak pelaksana pembangunan pasar akan tetapi proses pembangunan sudah mulai dilaksanakan.

Menyikapi hal itu, sejumlah massa yang tergabung dalam Suara Putra Wanaraja, Selasa (19/7/2016) mendatangi Komisi A DPRD Garut untuk melakukan audiensi. Mereka mempertanayakan ketegasan sikap DPRD Garut yang dinilai melakukan pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Wanaraja.

“Kami melihat banyak pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Wanaraja. Selain izin yang belum ada, status tanahnya juga belum ada kejelasan hingga saat ini. Di sisi lain DPRD Garut juga terkesan melakukan pembiaran terhadap hal ini,” ujar koordinator Suara Putra Wanaraja, Yudi Aulia.

Maksud kedatangan mereka ke Komisi A DPRD, tambah Yudi, juga untuk mempertanyakan janji Komisi A yang akan menghentikan pembangunan Pasar wanaraja apabila benar izinnya belum ada. Hal itu diungkapkan langsung Ketua Komisi A saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.

Selain masalah izin, Yudi mengungkapkan, pihak Komisi A saat itu juga berjanji akan menghentikan pelaksanaan pembangunan Pasar Wanaraja jika belum ada kejelasan terklait ststus kepemilikannya. Namun ternyata hingga sejauh ini, tidak ada tindakan yang dilakukan Komisi A meskipun sudah jelas-jelas izinnya belum ada begitu juga status kepemilikan tanahnya yang belum jelas.

Desakan agar pemerintah menghentikan pembangunan Pasar Limbangan, tutur Yudi, juga karena adanya indikasi kelalaian yang dilakukan pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan Pasar Wanaraja. Hal ini telah menimbulkan dua orang warga setempat menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan pasar yang dibongkar.

“Kelalaian yang dilakukan pihak ketiga sangat fatal akibatnya sehingga menyebabkan satu orang warga meninggal dan satu lagi mengalami luka,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A DPRD Garut, Alit Suherman, mengaku belum bisa mengambil langkah-langkah terkait tuntutan agar pembangunan Pasar Wanaraja segera dihentikan. Hal ini dikarenakan pihaknya belum mengetahui apakah izinnya sudah ada atau belum?

“Kami belum tahu apakah izin pembangunan Pasar Wanaraja ini sudah ada atau belum? Kami belum melakukan pengecekan lagi. tapi untuk masalah status kepemilikan lahan, kami sudah mendapat penjelasan dari Bidang Aset DPPKA kalau lahan itu merupakan milik Pemkab Garut,” kata Alit.

Terkait dugaan kelalaian yang dilakukan pihak ketiga sehingga menimbulkan korban jiwa, Alit mengakui hal itu. Menurutnya, seharusnya pihak ketiga melakukan sterilisasi sehingga tidak membahayakan keselamatan orang lain.

Izin Belum Ada Pembangunan Sudah Berjalan

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Garut, Zatzat Munajat, mengaku pihaknya belum mengeluarkan izin terkait pembangunan Pasar Wanaraja. Padahal menurut Zatzat, idealnya pembangunan dilakukan setelah mengantongi perizinan.

“Sekarang katanya sedang diproses oleh Disperindag. Saya sudah minta untuk segera dilengkapi akan tetapi hingga hari ini belum juga dilaksanakan. Jika mengacu ke Perbup idealnya sudah ada izin untuk pembangunan,” kata Zatzat.

Menurut Zatzat pihak Disperindag sempat melakukan ekspos dengan pihaknya terkait masalah izin. Hanya saja saat itu Disperindah belum membawa dokumen yang harus dilengkapi tapi baru sebatas melalui lisan.Menurut Zatzat, mengacu dari kasus pembangunan Pasar Limbangan, seharusnya semua persyaratan bisa segera dilengkapi sehingga tidak akan menimbulkan masalah ke depannya.   Terpisah, Kabid Pasar Disperindagpas Kabupaten Garut, Dani Ramdani, mengatakan pembangunan Pasar Wanaraja telah dimulai sejak bulan ini. Pembangunan akan dilakukan hingg 20 Desember 2016.

Mengenai masalah perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan yang lainnya, lanjut Dani, masih dalam proses pembuatan. Meski begitu pembangunan pasar yang dilakukan oleh pihak ketiga tetap bisa berjalan.

“Sudah tak ada masalah untuk izin-izin. Sedang diproses jadi tetap bisa berjalan,” ucap Dani sambil menyebut proyek pembangunan pasar sebesar Rp 23 miliar.

Adanya tudingan jika lahan pasar bukan milik Pemkan Garut, dibantah Dani. Dari hasi penelusuran bidang aset DPPKA, lahan tersebut sudah jelas merupakan milik Pemkan karena telah memiliki SK Bupati tahun 1997.

“Pihak desa setempat juga tidak punya letter C. Jadi bisa dipastikan kalau itu tanah negara,” ucapnya.

Dani juga mengancam oknum-oknum yang memanfaatkan pemindahan pedagang ke pasar sementara. Jika ditemukan ada oknum yang melakukan jual beli kios pihaknya akan memproses secara hukum. (Farhan SN)***

Aneh! Bukannya Memberi Santunan, Bupati Garut Malah Membantah Ada Korban Jiwa di Pasar Wanaraja

PEMKAB, (GE). –  Bupati Garut Rudy Gunawan secara tegas membantah terjadinya peristiwa kecelakaan yang menimpa dua orang warga di Pasar Wanaraja, hingga satu orang meninggal dunia dan seorang lagi menderita luka luka.

“Itu berita bohong, jangan percaya dengan berita itu, depan Pasar Wanaraja itu rumah keluarga saya,” kata Bupati dengan nada tinggi kepada sejumlah wartawan, usai melantik pejabat eselon III dan IV, Rabu petang (13/7/2016) di Aula Setda Garut.

Bantahan Bupati tersebut sangat aneh, karena peristiwa tersebut telah terjadi dua hari lalu, Senin (11/7/16).

Diberitakan dua orang tertimpa reruntuhan bangunan saat mencari kayu bakar di lokasi Pasar Wanaraja yang sebagian sudah dirobohkan. Mereka adalah Ny. Dede Mimin dan Ny.Asih, keduanya merupakan warga Kp. Rancabatu, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja.

Akibat musibah tersebut, Ny. Dede Mimin meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Wanaraja, sedangkan Ny. Asih mengalami luka cukup serius.

Bantahan Bupati dengan nada agak marah itu menjadi aneh, karena kejadian tersebut juga dibenarkan oleh Camat Wanaraja, Nurodin. Bahkan, Nurodin mengaku telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Bupati melalui Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, lengkap dengan kronologi kejadiannya.

“Benar ada kejadian itu, hari Senin kemarin. Saat itu kebetulan tidak ada yang bekerja di proyek tersebut. Satu orang meninggal di Puskesmas, dan satu orang lagi menderita luka luka. Dan saya sudah lapor ke Pak Bupati melalui Asisten Bidang Pemerintahan sebagai atasan langsung saya,” kata Nurodin saat dihubungi melalui selulernya, Rabu petang, (13/7/16).

Bukan itu saja, peristiwa ini pun diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Dinas Perindustrian Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas)  Kabupaten Garut, Ahmad Ramdani. Bahkan,  dia juga mengaku telah melayat keluarga korban yang meninggal dunia.

“Sebagai bentuk kemanusiaan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, kami kemarin melayat Korban jiwa tertimpa reruntuhan Pasar Wanaraja.  Kalau soal laporan ke Pak Bupati, itu memang seharusnya Pak Camat yang membuat laporan, karena ada warganya yang kena musibah hingga meninggal dunia” kata Dani, saat dihubungi wartawan via selularnya. (Slamet Timur) ***