Polres Garut Belakukan One Way, Mulai Hari Ini Delman Dilarang Beroprasi

GARUT, (GE).- Menginjak H- 3 Idul Fitri 1438 H, Polres Garut mulai memberlakukan sistem one way (satu arah). Pemberlakuan sistem ini salah satunya di jalur selatan sepanjang Jalan Limbangan sejak Rabu (21/6/2017), mulai dari Cikaledong, Nagreg hingga ke Limbangan.

Kapolsek Limbangan, Kompol Asep Suherli, menyebut pemberlakuakn satu arah ini untuk mengurai kemacetan selama waktu mudik dan arus balik. Dalam musim mudik ini kepadatan kendaraan di jalur selatan cukup tinggi.

“Ya, kami berlakukan one way selama satu jam untuk mengurai kepadatan kendaraan,” katanya.

Dijelaslannya, titik kepadatan di jalur selatan, salah satunya akibat adanya pasar tumpah di kawasan Pasar Limbangan, Lewo, dan Malangbong.

“Ditambah keluar masuk kendaraan di Pertigaan Leuwigoong dekat Pasar Limbangan. Belum sejumlah persimpangan lainnya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tersendatnya kendaraan akibar aktivitas masyarakat, Polres Garut telah membuat kanalisasi.

Semnentara itu, terkait aktivitas delman yang masih beroperasi dan menjadi kendala arus lalu lintas, mulai hari ini Kamis (22/6/2017), Polres sudah melarang delman beroperasi. (Tim GE)***

Pasar Tumpah di Jalur Malangbong Kerap jadi Penyebab Kemacetan Saat Musim Mudik, Kapolres: Kita Berlakukan Kanalisasi

GARUT, (GE).-  Salah satu penyebab terjadinya kemacetan di beberapa titik jalur mudik adalah pasar tumpah. Pasar tumpah Lewo di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut akan menjadi salah satu titik kemacetan di jalur utara Garut.

Disamping dampak pasar tumpah, kemacetan di kawasan tersebut juga diperparah dengan kondisi jalan dari arah Limbangan yang menanjak dan banyak tikungan tajam. Menjelang hari H Lebaran, pasar tumpah diprediksi akan buka selama enam hari, mulai Senin (19-24/6/17)

Ubed (40)  salah seorang pedagang di kawasan Lewo menyebutkan, pasar tumpah akan semakin ramai menjelang lebaran. “Ya, pasti semakin rame kalau jelang lebaran. Kalau hari biasa kan Cuma buka hari Rabu saja,” katanya, Jumat (16/6/17).

Menanggapi pasar tumpah yang kerap membuat kemacetan, Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga, mengatakan untuk penanganan pasar tumpah pihaknya akan melakukan kanalisasi di kiri dan kanan jalan. Nantinya batas jalan akan ditutup menggunakan papan besi. “Ini salah satu cara agar pedagangnya tak sampai tumpah ke jalan,” kata Novri.

Dikatakannya, untuk meminimalisir dampak pasar tumpah, pihaknya juga hanya akan membuka satu tempat penyebrangan. “Kami kumpulkan di satu titik setelah ada banyak yang mau nyebrang nanti sama petugas akan disebrangkan,” ucapnya. (ER)***