Nasdem Lamar Tiga Balon untuk Pilkada 2018, Ketua Bappilu Nasdem Garut Jamin Tak Ada “Mahar” untuk Partai

GARUT, (GE).- Menjelang gelaran Pilkada Garut 2018, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem baru-baru ini sedikitnya melamar tiga orang untuk diusung sebagai bakal calon (balon) bupati atau calon wakil bupati.

Ketiga orang yang siap diusung Partai Nasdem tersebut diantaranya Yusef Mulyana dan Usep Setiawan. Yusep dan Usep yang disusung Nasdem ini merupakan kader Partai Nasdem. Keduanya kini duduk sebagai anggota DPRD Garut. Sementara itu seorang lagi, Raden Marlan, merupakan kandidat dari kalangan eksternal partai.

Ketua Bappilu DPD NasDem Kabupaten Garut Usep Ebit Mulyana mengungkapkan, berbeda dengan partai lainnya, NasDem melamar calon kepala daerah yang akan diusung.

“Calon yang dilamar bisa menolak lamaran, nama mereka muncul dari kajian tim yang dibentuk DPD NasDem untuk Pilkada,” jelas Usep usai acara buka bersama yang digelar di kantor DPD NasDem Garut di Jalan Suherman, Tarogong, Kabupaten Garut.

Menurut Ebit, kedua kader tersebut layak dicalonkan karena loyalitasnya di partai. Sementara Marlan dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni untuk menjadi Bupati Garut.

“Kita akan bantu calon untuk biaya saksi sebesar Rp 700 juta lebih dan operasional kampanye Rp 300 juta, totalnya Rp 1 miliar lebih,” kata Ebit.

Selain melamar, menurut Ebit partainya juga akan membuka pendaftaran bagi warga Garut yang ingin maju dalam Pilkada Garut. Namun, mereka yang mendaftar tidak akan mendapat dukungan biaya dari partai jika kelak direkomendasikan maju dalam Pilkada Garut.

Ebit menjamin tidak ada mahar yang harus diberikan calon kepada partai. Bahkan biaya yang harus dikeluarkan calon pun akan ditanggung partai. “Pendaftaran baru akan dibuka mulai tanggal 10 hingga 22 Juli mendatang,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Bagus Gantikan Fajar Pimpin Nasdem Garut, DPW Nasdem Jabar : Ini Regenerasi Partai

GARUT, (GE).- Struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Garut berganti. Tubagus Hamzah, atau yang akrab dipanggil Bagus, menduduki kursi Ketua menyusul mundurnya Ketua DPD Nasdem Garut, Fajar Kunaefi.

Mundurnya Fajar sebagai Ketua ditenggarai alasan yang tak sejalan dengan keputusan DPP Nasdem yang mendukung Basuki Cahaya Purnama, atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta.

Pihak DPD Nasdem Garut dan DPW Nasdem Jawa Barat, menampik kalau pergantian pengurus Nasdem Garut itu, disebabkan hal tersebut. Sekertaris DPW Nasdem Jawa Barat, Rahmat, menjelaskan, pergantian pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Garut, sebagai langkah regenerasi. Sebab kinerja pengurus sebelumnya dinilai kurang maksimal.

“Makanya kita dari DPW Nasdem Jawa Barat melakukan regenerasi, dengan mengganti pengurus lama dengan yang baru, termasuk ketua DPD yang saat ini diisi oleh saudara Tubagus Hamzah. Pergantian ini sebetulnya sudah diputuskan sebelum adanya ramai berita pengunduran diri, yakni pada tanggal 15 februari 2017. Karena pergantian ini dikarenakan kurangnya kegiatan (partai) di Garut. Berhubung ada kesibukan dari yang bersangkutan, jadi baru sekarang dilakukan pergantian, sekaligus peng SK an,” ungkapnya di Kantor DPD Nasdem, jalan Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul, Jum’at (3/3/2017).

Karenanya, lanjut Rahmat, setelah melalui proses panjang, Tepat pada Hari Jum’at (3/3), Bagus dan sejumlah wajah baru secara resmi memperoleh legalitas dengan Surat Keputusan (SK) dari DPW Nasdem Jawa Barat.

“Hari ini kepengurusan partai Nasdem Garut utuh, dari sekertaris, bendahara, ketua, tidak ada persoalan. Tinggal mengejar program-program yang tertinggal,” ujar Rahmat.

Diakui Rahmat dan pengurus DPW Nasdem lainnya yang hadir pada acara pemberian SK untuk pengurus baru DPD Nasdem Garut, pihaknya belum secara resmi menerima surat pengunduran diri dari yang bersangkutan.

“Secara administratif mereka (yang mundur) masih kader, cuman apakah mereka benar mengundurkan diri, ya itu bagian dari dinamika politik. Kita hargai, cuman secara resmi mereka belum komunikasi ke kita. Dan ini mengisi bukan karena diturunkan, tapi diistirahatkan. Adapun kata soal pengunduran, itu persepsi mereka, toh keputusan penggantian sudah ada kita dari 15 Februari lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Garut yang baru, Tubagus Hamzah, mengatakan, saat ini pihaknya mulai menatao ke depan untuk menjalankan program. Karena itu, ia enggan larut dalam polemik dinamika politik yang terjadi di tubuh partainya.

“Kedepan kita akan terus konsolidasi partai, jalankan program-program partai, terutama untuk bersiap menjelang Pilkada 2018 nanti. Kita juga akan bersilaturahmi dengan teman-teman yang mengundurkan diri, mudah-mudahan mereka mau kembali,” katanya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Untuk Tingkatkan Gairah Petani, Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra Serahkan Bantuan Traktor

TARKI, (GE).- Kehadiran Anggota Komisi 1 DPR RI, Mayjen (Purn) Sipiadin Aries Saputra Disambut gembira oleh seluruh tamu undangan yang hadir di Aula Gedung Guntur Melati, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong kidul, Garut , Sabtu (8/10/2016).

Kegembiraan hadirin ini dintandai dengan penyerahan bantuan berupa 10 unit traktor dan 6 unit mesin pompa kepada sejumlah kelompok tani. Pemberian bantuan sarana penunjang pertanian ini, menurut Mayjen (Purn) Supiadin, guna meningkatkan gairah para petani agar lebih aktif mengelola lahannya.

“Area di Kabupaten Garut ini didominasi hutan lindung mencapai 85%. Sementara sisanya adalah kawasan agraria untuk pertanian dan perkebunan.” Tutur politisi Partai Nasdem ini, menegaskan.

Dengan adanya bantuan ini, politisi yang rajin berkunjung ke tengah2 masyarakat itu berharap dapat merangsang kemandirian serta meningkatkan produktivitas para petani di Kabupaten Garut. Selain itu, diharap bisa mengantisipasi keluhan sulitnya tenaga buruh tani akibat nilai upah yang mahal.

” Sebetulnya program ini menjadi ranah komisi IV bidang pertanian. Namun demikian, sebagai bentuk tanggung jawab dan kecintaan terhadap nasib petani di Garut, melalui berbagai cara, kita kemudian akses ke Kementrian Pertanian ,” ungkapnya.

Diharapkannya, Pemda Garut dapat lebih fokus memberdayakan petani. Dengan begitu pencapaian target pengurangan angka pengangguran bisa tercapai. “Bantuan ini meski tidak seberapa, semoga bermanfaat buat para petani. Saya pesan tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Semoga secepatnya kita bisa susul dengan program kepedulian berikutnya” Katanya.

Rasa gembira serta ucapan syukur atas kepedulian wakil rakyat ini, disampaikan Deded Sumarsa, yang merupakan Ketua dari kelompok tani Mekar Perkasa, Desa Sindang Prabu, Kecamatan Wanaraja.

” Hatur nuhun pa Jendral, Saya mewakili teman teman dari kelompok tani lainya, kita sangat terbantu dan merasa lebih bersemangat untuk mengelola lahan melalui alat bantu traktor ini. Sudah tentu akan kami manfaatkan sebaik baiknya,” tuturnya. (Doni Melody)***

Ini Bukti Mundurnya Dua Tersangka Korupsi dari Partai Nasdem

DEWAN, (GE).- Dalam sepekan terakhir, Partai Nasdem, khususnya DPD Nasdem Kabupaten Garut diguncang prahara. Pasalnya, dua orang kadernya harus berurusan dengan hukum akibat terjerat kasus korupsi.

Sebelumnya, beberapa media massa mengabarkan, bahwa anggota DPRD Garut dari Partai Nasdem berinsial BS dan Ketua DPD Partai Nasdem Garut berinisial KM resmi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Garut., Jumat (27/11/2015). Ke duanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, tahun 2010 lalu.

Walaupun kasus itu terjadi saat keduanya belum masuk di Partai Nasdem, namun sedikitnya Partai Nasdem ikut terseret dalam permasalahan ini.

Terkait kasus ini, Ketua DPW Nasdem Jawa Barat, Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra, menegaskan, jika kedua tersangka ini bukan lagi kader Nasdem. “Ya, dua bulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, keduanya sudah mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Nasdem.” Tegasnya.

Dikatakannya, kini DPW tengah bersiap untuk mengganti posisi ketua DPD Nasdem yang ditinggalkan oleh KM. Disamping itu, DPW juga juga akan segera mengirimkan surat resmi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut, agar melakukan pergantian antar waktu (PAW) untuk anggota dewan dari Nasdem yang ditinggalkan BS.

“Dalam kasus ini Nasdem tidak akan memberikan bantuan hukum kepada mereka (dua mantan kader Nasdem/ red). Ini merupakan proses hukum yang harus kita hormati,” tutur purnawirawan jenderal berbintang dua ini, menegaskan. (Tim GE)***