Jelang Pilkada 2018, Partai yang Didirikan Mantan Danjen Kopasus Ini Buka Pendaftaran Balon Bupati Garut

GARUT, (GE).- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang Partai Gerindra mulai membuka pendaftaran untuk bakal calon (balon)  Bupati Garut. Pedndaftaran mulai dibuka hari ini, Senin (17/7/17), untuk selanjutnya dilakukan proses seleksi hingga akhirnya ditetapkan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut 2018.

Demikian dikatakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Enan, terkait pendaftaran calon Bupati Garut. Menurutnya, pendaftaran dibuka mulai 17 hingga 24 Juli 2017.

“Kita buka tanggal 17 Juli dan sampai 24 Juli. Siapapun nanti yang direkomendasikan ketua umum,” katanya.

Menurutnya, partai yang didirikan manjan Danjen Kopasus itu akan menerapkan penjaringan calon sesuai mekanisme yang telah ditentukan partai.  Terkait persyaratannya, termasuk aturan yang membuka pendaftaran untuk mengikuti seleksi bagi para kader di luar Partai Gerindra cukup banyak.

“Saya tida bisa sebutkan satu persatu (persyaratan/red.), kader partai lain pun bisa, yang jelas nanti ujungnya satu orang,” tukasnya.

Enan menyebut, Partai Gerindra merupakan milik semua kalangan, jadi siapapun diperbolehkan untuk daftar mengikuti penjaringan. Termasuk petahana.

“Kita membuka jaringan kembali bagi siapa saja, termasuk saya, termasuk Rudy Gunawan pun mungkin sekarang daftar lagi ikut proses pendaftaran,” tandasnya. Ditegaskannya, Partai Gerindra menargetkan pada Pilkada Garut adalah posisi jabatan Bupati Garut.
“Kita tetap posisi satu targetnya untuk bupati,” tandasnya. (Tim GE)***

Suryaman Mendapat Dukungan dari Petinggi Gerindra, Rudy Gunawan Terancam Kehilangan Kendaraan

GARUT, (GE).- Rudy Gunawan terancam kehilangan kendaraan politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Pasalnya, partai politik pengusungnya dulu di Pilkada tahun 2013 memberikan signyal kuat untuk mendukung seorang anggota TNI aktif yaitu, Kolonel Suryaman.

Bahkan Anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Asril Tanjung secara lugas menyatakan dukungannya untuk Suryaman. Namun pada akhirnya nanti, semua keputusan calon dari Gerindra akan menunggu jawaban dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Asril, nama Suryaman sudah banyak dibicarakan di DPP Gerindra untuk maju dalam gelaran Pilkada di Garut.

“Keputusan tetap di Ketum. Sekarang sudah ada tiga sampai empat nama salah satunya pak Suryaman. Nanti diranking berdasarkan survei,” kata Asril, Minggu (16/7/17).

Terkait kemungkinan Gerindra untuk kembali mengusung petahana yakni Rudy Gunawan, semuanya masih belum jelas. Asril menyebut setia calon yang nantinya diusung harus memiliki program yang masuk akal.

“Nanti dilihat saja. Sekarang kan mulai penjaringan,” ucapnya.

Asril menyebut jika Pilkada di Garut akan menjadi salah satu wilayah yang dipantau saat Pilkada serentak 2018. Garut merupakan daerah yang diperhitungkan di Jabar.

Terkait koalisi yang akan dibangun, Asril mengaku partai yang bisa diandalkan yakni PKS. Pihaknya pun kini sedang mengincar PAN dan Partai Demokrat untuk berkoalisi.

Menanggapi pernyataan Anggota Dewan Pembina Gerindra, Suryaman mengaku akan ikut mendaftar ke Gerindra untuk menjadi calon Bupati. Ia akan mengikuti ketentuan partai dan institusinya untuk terjun ke ranah politik.

“Saya sekarang masih aktif di TNI. Masih silaturahmi saja untuk perkenalkan diri. Kalau masuk kancah politik harus mengundurkan diri dulu dati ke TNI. Semua ikut prosedur di partai atau militer,” katanya.

Saat ditanya petahana yang akan ikut mencalonkan diri dari Gerindra, Suryaman menyebut semua rakyat berhak untuk ikut dalam bursa penjaringan. Hingga saat ini, ia mengaku belum melakukan komunikasi politik yang mendalam kepada semua calon.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Enan, menuturkan jika Gerindra mulai membuka penjaringan calon bupati mulai 17 sampai 24 Juli. Nantinya semua keputusan akan ditentukan oleh ketua umum.

“Siapa pun yang direkomendasikan oleh Ketum wajib untuk dukung,” ucap Enan.

Mengenai nama petahana yang muncul, menurut Enan hal itu merupakan sikap politik yang muncul saat rapat pimpinan. Meski begitu, pihaknya tetap membuka penjaringan karena Gerindra merupakan milik semua kalangan.

Saat disinggung terkait isu perpecahan kader Gerindra di tatanan bawah, Enan menyangkalnya. Namun ia mengakui sempat ada beberapa orang kader Gerindra di luar struktur kepengurusan menyatakan dukungan terhadap salah seorang calon Bupati.

“Paling penting saat ini Gerindra di Garut masih solid. Siap memenangkan Pilkada 2018. Untuk calonnya menunggu dari Ketua Umum Partai Gerindra, ” ujarnya.

Masih menurut Enan, Partai Gerindra membuka kesempatan kepada siapa pun yang iangin bertarung di Pilkada 2018. Bahkan secara trang-trangan dirinya pun akan ikut mendaftar sebagai Calon Bupati dari Partai Gerindra.

Berdasarkan pantauan GE pada kegiatan halal bil halal Partai Gerindra,  Bupati Garut,  Rudy Gunawan tak tampak hadir.  Padahal seluruh kader Partai Gerindra hadir pada kesempatan itu.

Berbeda dengan Kolonel Suryaman yang mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan. Ratusan kader Partai Gerindra pun memberikan suara dukungan kepada Kolonel Suryaman.  (Farhan SN) ***

Partai Pengusung Bupati, Berikan Tanda Pencabutan Dukungan

KOTA, (GE).- Buntut dari aksi unjuk rasa kemarin Partai Gerinda langsung menggelar rapat pengurus terbatas. Kesimpulannya mereka mengintruksika kepada seluruh Fraksi Gerindra di DPRD Garut agar menyerap aspirasi secara luas dari masyarakat terkait isue kebojongan publik yang dilakukan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Sekretaris DPC Gerindra Garut, Asep Wahyu, SE, mengaku telah menerima masukan dari pengurus dan anggota Partai Gerindra terkait beberapa kasus kebohongan yang dilakukan Bupati Garut Rudy Gunawan. Menurutnya aduan dari masyarakat ini tentunya harus cepat direspon.

“Hasil rapat kemarin Gerindra akan menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Sementara belum bisa bersikap apakah akan mencabut dukungan atau tidak pasalnya prises pencabutan dukungan ada mekanismenya,” ujar Asep, Selasa (2/8/2016).

Sebenarnya Gerindra telah mengantongi satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh bupati. Namum Gerindra masih membuka aduan lainnya dari masyarakat. Sehingga keputusan pencabutan dukungan tidak terkesan tanpa alasan.

“Yang jelas Gerindra telah memberika sinyalemen pencabutan dukungan. Tinggal menunggu beberapa bukti otentik terkait salah kaprahnya Bupati selama menjalankan kepemimpinan,” kata Asep.

Sebagaimana diketahui, Rudy Gunawan maju sebagai Calon Bupati Garut di Tahun 2014 lalu diusung melalui jalur partai. Salah satu partai pengusungnya adalah Gerindra. Farhan SN***