Pesona Keindahan Alam Situ Bagendit Garut

Situ Bagendit terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit merupakan objek wisata alam berupa danau dengan batas administrasi disebelah utara berbatasan dengan Desa Banyuresmi, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Cipicung, disebelah timur berbatasan dengan Desa Binakarya, dan disebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamukti.

Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Situ Bagendit ini antara lain menikmati pemandangan, mengelilingi danau dengan menggunakan perahu atau rakit. Para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati pemandangan serta kegiatan bersepeda air.

  1. NAMA OBYEK :    Situ Bagendit
  2. JENIS OBYEK :    Wisata Alam
  3. LOKASI :
  • Alamat :    Jalan Raya Banyuresmi
  • Desa/Kecamatan :    Bagendit
  • Kecamatan :    Banyuresmi
  • Kabupaten :    Garut
  • Jarak dari ibu kota :    6 Km
  1. KONDISI OBYEK
  • Luas Lokasi :    124 Ha
  • Aksesibilitas :    Sudah dilayani oleh angkutan kota
  • Prasarana :    Jalan menuju lokasi sudah beraspal
  • Sarana yang ada :    kolam renang hiburan dan kolam renang prestasi, kereta api mini (mini train), 60 buah rakit, 11 buah sepeda air bangku taman dan 6 buah shelter pos tiket, taman bermain dengan vegetasi peneduh dengan kondisi yang cukup terawat, 1 buah Mesjid 1 buah musholla dan 10 buah tempat sampah dan tempat parkir dengan luas 1.400 m² dengan daya tampung 30 bus, 60 kendaraan pribadi dan 180 kendaraan bermotor.

Apabila pengunjung ingin bermalam dapat menggunakan fasilitas akomodasi yang berada di Kecamatan Garut Kota dan Kecamatan Tarogong Kaler Kawasan Cipanan dengan menempuh jarak ± 4 km. Sedangkan fasilitas makan minum yang berada di sekitar objek ini adalah Rumah  Makan Ayam Goreng yang terletak di Jalan Otista.

  • Operasional :    Operasional
  1. PROFIL DAN POTENSI OBYEK

Objek wisata Situ Bagendit merupakan objek wisata alam berupa danau dengan batas administrasi sebagai berikut:

Utara              : Kecamatan Leuwigoong

Selatan           : Kecamatan Garut Kota

Timur             : Kecamatan Wanaraja

Barat              : Kecamatan Tarogong Kaler

Aktivitas Wisata yang  dapat  dilakukan di Situ Bagendit ini antara lain : menikmati pemandangan, mengelilingi danau dengan menggunakan perahu atau rakit dan Sosoangan. Para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati pemandangan dan kegiatan bersepeda air.

Objek wisata ini berstatus kepemilikan berada di tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut (SDAP) kewenangandi Sektor Parawisata dilimpahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan pihak swasta.  Berdasarkan Perda No.14 Tahun 2005 harga tiket masuk ke kawasan ini Rp.2.000 per orang untuk dewasa dan Rp. 1.000 per orang untuk anak-anak. Objek dan daya tarik wisata alam Situ Bagendit memiliki kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang alam dalam kondisi yang baik. Bangunan-bangunan yang terdapat di kawasan ini, baik yang permanen maupun semi permanen, dalam kondisi terawat baik. Di kawasan ini terdapat pencemaran sampah dan vandalisme berupa coretan di bangunan dan pohon. Aksesibilitas di kawasan ini sedikit terhalang, tingkat kebisingan yang sedang dan terdapat rambu –rambu iklan. (Dokumentasai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut)***

  1. Peta/Akses Jalan Menuju Lokasi

Rektor Uniga, Abdusy Syakur Amin : Saatnya Sektor Pariwisata Menjadi Prioritas Utama Kabupaten Garut

GARUT, (GE).- Rektor Universitas Garut (Uniga), Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, menilai, Kabupaten Garut lebih dekat dengan pariwisata dibandingkan dengan industri. Pariwisata, kata Syakur, akan terlihat lebih elegan dan tepat bagi Kabupaten Garut sesuai dengan potensi alam yang dimiliknya dengan limpahan potensi yang eksotis dan berniai jual tinggi.

“Berbicara pariwisata, seharusnya menjadi salah satu prioritas untuk Kabupaten Garut. Sebab, bila berkaca pada sejumlah negara maju, baik Amerika, Jepang dan negara-negara lainnya, mereka tetap tidak melepaskan pariwisata dalam pebangunan negaranya,” kata Syakur saat ditemui di Kantornya  Kompleks Uniga, Kamis (6/4/17).

Sektor pariwisata, ibuh Syakur, memberikan multi player efek yang sangat besar bagi pergerakan roda ekonomi masyarakat jika dikelola dengan benar sesuai target dan perencanaan yang matang.

“Pariwisata ini sama seperti sektor pendidikan. Memberikan banyak manfaat dalam menggulirkan roda perekonimian warga masyarakatnya. Dalam pariwisata, orang mengeluarkan uangnya belanja akomodasi selama berwisata dan terus berskesinambungan. Demikian halnya dengan pendidikan, berapa tahun pelajar atau mahasiswa berada dalam lingkup pendidikan ini, juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitarnya,” ungkapnya.

Universitas Garut sendiri saat ini telah bersiap diri bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STP) membuka Program Studi Baru bidang Pariwisata.

“Kita lagi menunggu izin pendirian Program Studi Pariwisata terbit. Mungkin tahun depan, diharapkan izin itu sudah ada sehingga kita bisa mulai berbenah untuk memperkuat Pariwisata Kabupaten Garut di bidang SDM,” ungkap syakur.

Mengembangkan sektor pariwisata bagi Kabupaten Garut, lanjut Syakur, sudah sangat tepat. Namun begitu, pola pikirnya harus berbasis pada pengembangan, bukan sekadar mengejar pendapatan asli daerah.

“Pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran dengan sendirinya akan terus meningkat ketika seluruh asfek yang mendorong perkembangan pariwiasata terus digerakan. Pembangunan infrastruktur wisatanya, termasuk regulasi-regulasi lainya yang akan mendorong orang terus datang berwisata ke Garut,” turutnya.

Syakur mencontohkan, geliat sektor pariwisata yang ada selama ini telah cukup menggerakan sektor lainnya seperti tumbuhnya sektor UMKM makanan dan minuman dengan deretan gerai dan toko oleh-oleh yang juga tumbuh sejalan dengan itu.

“Ini tinggal bagaimana dioptimalkan sedemikian rupa agar terus meningkat dan memberi manfaat yang luas,” tandasnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Eksotisnya Pantai Karangparanje Belum Terseksplorasi

(GE).- Pantai Karang Paranje di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat boleh jadi kalah tenar dengan Pantai Santolo ataupun Pantai Rancabuaya. Namun, bukan berarti pantai ini tidak memiliki daya tarik. Pantai Karang Paranje tetap memiliki keindahan panorama pantai khas pantai selatan seperti kedua pantai itu.

Hamparan pasir putih dengan deburan ombak yang seakan tertahan gundukan karang di tepi pantai, membuat Pantai Karang Paranje tetap memikat penikmat wisata pantai.
Sayangnya, keindahan Pantai Karang Paranje belum didukung dengan fasilitas yang memadai. Padahal, setiap harinya, ke pantai ini selalu ada saja pengunjung yang ingin menikmati kemolekan objek wisata tersebut.

Pengunjung yang datang tidak hanya warga sekitar, tetapi warga luar Garut pun banyak yang penasaran dan datang langsung ke Pantai Karang Paranje. Anggun (18), pengunjung asal Kota Bogor, misalnya. Ia rela menempuh jarak ratusan kilometer untuk menginjakan kakinya di Pantai Karang Paranje. Ditemani seorang temannya bernama Agnia, Anggun mengaku senang bisa mengunjungi tempat seindah Pantai Karang Paranje. Tetapi,

Anggun menyayangkan dengan kondisi Pantai Karang Paranje yang seakan-akan dibiarkan tanpa ditata dan dikelola dengan baik. Salah satu buktinya, antara lain dibiarkannya kendaraan masuk ke area pantai sehingga mengurangi ketenangan pengunjung.
Walaupun bukan orang Garut, Anggun berharap agar potensi objek wisata Pantai Karang Paranje segera ditata. Ia yakin, jika dikelola dengan baik, tempat indah ini bisa menjadi lokasi wisata favorit di Kabupaten Garut.

Multiefek Ekonomi Pariwisata

Pengembangan sektor pariwisata berbasis pantai memang meniscayakan penataan. Dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya disesuaikan dengan daya dukung kawasan pantai.

Dilansir situs resmi Pemkab Garut, www.garutkab.go.id, kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Pantai Karang Paranje adalah menikmati pemandangan pantai (sightseeing), memancing, fotografi, bermain di pantai, berjalan-jalan, dan melihat matahari tenggelam (sunset). Aktivitas yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain berperahu, berjemur, spooning nook, dan olah raga air.

Potensi-potensi kegiatan wisata di Pantai Karang Paranje itu hingga kini belum mampu diwujudkan. Andai bisa diwujudkan, tentu akan berdampak terhadap perekonomian warga.
Pegiat pariwisata Garut, Dedi Satriandhi, menjelaskan, keberadaan objek wisata seperti pantai dapat mendatangkan multiefek bagi perekonomian. Tidak hanya di sekitar pantai, namun juga di jalur yang dilalui pengunjung.

“Para pengunjung tentu akan mengeluarkan uang untuk keperluan berwisatanya. Setidak-tidaknya mampir ke warung untuk membeli makanan. Kalau jumlahnya ratusan apalagi ribuan kan nilainya jadi berlipat. Ini hanya contoh kecil saja. Belum lagi pendapatan untuk pengelola penginapan ataupun hotel,” katanya.
Ditegaskannya, tinggal kemauan Pemkab Garut saja untuk mendorong nilai jual objek wisata pantai.

(Useu G. Ramdani/Firman)***