Meski Sempat Merenggut Korban Jiwa, Keindahan Pantai Cidora Rancabuaya Bagi Wisatawan Tetap Menarik

GARUT, (GE).- Pascakejadian musibah belasan santri asal kota Depok digulung ombak beberapa hari yang lalu, suasana pantai Cidora tetap ramai pengunjung. Dari pantauan “GE” sepanjang pesisir pantai Cidora Rancabuaya di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, saat liburan akhir pekan ini tampak ramai pengunjung, Minggu (21/5/17).

Selain pantai Cidora Rancabuaya, kawasan pantai selatan Garut lainnya semisal Pantai Cicalobak di Kecamatan Mekarmukti, Puncak Guha di Kecamatan Bungbulang terpantau masih ramai pengunjung di saat musim liburan.

Salah seorang wisatawan asal Bandung, Wawan (38) mengaku tak terpengarug dengan beberapa kali kecelakaan di pantai selatan Garut tersebut. Diakuinya, keindahan dan eksotisme pantai selatan Garut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Beberapa kali kecelakaan yang terjadi di pantai selatan Garut, itu mah sudah takdir. Kita tinggal berhati-hati saja saat berwisata. Lagian keindahan pantai selatan Garut ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ungkapnya. (Deni Permana/GE)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Pantai Selatan Garut Kembali Renggut Korban, Belasan Santri Digulung Ombak Pantai Cidora Rancabuaya

GARUT, (GE).- Sedikitnya 13 orang santri MTs Hidayatullah, Kota Depok digulung ombak Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Selasa (16/5/17). Dari 13 santri tersebut, 8 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang lainnya hingga berita ini diurunkan masih belum ditemukan.

Kasi Pelayanan Penyelamatan non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, menyebutkan, 23 orang rombongan santri dan satu pengasuh itu diketahui sedang berlibur di  Pantau Rancabuaya, Garut. Rombongan tiba di kawasan Pantai Rancabuaya pada Senin (15/5/2017) malam.

“Ya, sekitar pukul 16.00, mereka berenang di kawasan pantai. Tiba-tiba ada ombak besar dan para santri itu terseret arus,” kata Tubagus, kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Dijelaskannya, saat ini dua orang korban masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Dua korban tersebut bernama Abiyu (16) dan Suktan (16). Hingga malam ini kelima santri kelas 9 tersebut masih belum ditemukan.

Kelima korban yang masih dalam pencarian yakni Syaefullah Abdul Aziz dari Bandung, Kholid Abdul Hasan dari Depok, Wisnu Dwi dari Depok, Rijal Amrullah dari Tangerang, dan Faisal Ramadhan dari Depok.

“Kami akan terus berupaya agar kelima korban bisa segera ditemukan. Tim dari damkar akan berangkat untuk mencari korban. Satpol airud dan SAR juga sudah dihubungi untuk membantu pencarian.,” tandasya. (Deni/ER)***

Editor: Kang Cep.