Terdampak Gempa, Longsoran Tebing di Kawasan Pamulihan Menimbun Rumah Warga

GARUT, (GE).- Gempa bumi berkekuatan 5,4 SR yang berpusat di Kabupaten Tasikmalaya getarannya terasa hingga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahkan, gempa yang berlangsung dalam hitungan detik tersebut berdampak pada longsornya tebing setinggi 20 meter di Kampung Tangsi, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Senin (24/4/17).

Menurut Kepala Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Rina Achlan, akibat longsoran terbing ini saluran air sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro  (PLTMH) tertimbun material longsor.

“Ya, akibat gempa malam tadi malam mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor. Akibat longsor ini saluran air PLTHMP tertimbun,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini saluran air itu tengah disurvey tim dari Kementrian Energi dan Dumberdaya Mineral (ESDM) dibantu penduduk dan perangkat  desa setempat.

“Timbunan longsor juga mengenai pemukiman warga di Kampung Kombonga, jaraknya beberapa kilo meter dari Desa Pakenjeng ke arah Curug Sanghiang Taraje. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Rina.

Selain longsor, kata Rina, akibat dampak gempa ini,  rumah salah seorang warganya roboh. Satu unit rumah panggung milik janda renta bernama Mak Idar ini dinding dan atapnya ambruk.

“Satu unit rumah yang roboh milik Mak Idar terdampak gempa. Ia merupakan  janda tua yang sedang mengalami sakit stroke. Beruntung tidak mengakibatkan korban jiwa. Pagi tadi masyarakat sudah kerja bakti membereskan rumah Mak Idar dan tebing yang longsor,” katanya.

Rina menyebutkan, Mak Idar merupakan warga tak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan untuk membangun kembali rumahnya. (TAF Senopati/GE) ***

Editor: SMS

Tangan Dingin Asep Harsono Siap Poles Potensi Cihurip

NAMA Asep Harsono HS, S.Sos.,M.Si., bagi sebagian warga Garut Selatan sagatlah familiar, terlebih saat dirinya memimpin Kecamatan Pamulihan. Ketika memimpin Kecamatan Pamulihan, Camat Asep yang aktif surfing di media sosial ini kerap diidentikan dengan destinasi wisata Curug Sanghiyang Taraje yang eksotis. Disamping itu, Kinerja Asep Harsono dalam membangun Pamulihan tak diragukan lagi. Terbukti, dengan polesan tangan dinginnya sejumlah infrastruktur di salah satu kawasan selatan Garut ini berhasil ditatanya dengan rapi dan sukses.

Namun, kinerja Asep Harsono yang mumpuni tersebut ternyata tidak serta merta membuat Rudy Gunawan, Bupati Garut memberikannya “ganjaran” yang setimpal. Bahkan, di awal tahun 2017 Asep mendapatkan “kado istimewa” dari Bupati Garut, yakni dipindahtugaskan ke salah satu Kecamatan di ujung selatan Garut, yakni Kecamatan Cihurip. Cihurip boleh dibilang sebuah wilayah “Pasisian” yang oleh sebagian orang dinilai minim potensi.

Namun demikian, bagi Asep, sebagai abdi negara yang baik itu harus siap dimana pun ditempatkan. Termasuk di kawasan “Pasisian.” Asep bertekad akan membangun Cihurip dan mengeksplorasi segala pontensi yang ada di Cihurip.

“Alhamdulillah, jabatan ini amanah yang harus dijaga sebaik mungkin. Dimanapun ditugaskan, sebagai abdi negara yang baik saya harus siap. Termasuk di Pasisian.” Tandasnya.

Beberapa hari usai sertijab Camat Pamulihan, Asep langsung memimpin rapat koordinasi (Rakor) Pimpinan Tingkat Kecamatan. Rakor ini dilaksanakan dalam rangka penajaman visi, misi dan arah kebijakan pembangunan untuk akselerasi pencapaian tujuan organisasi. Dalam Rakor tersebut dihadiri Forkopimcam/ Muspika, 15 kepala UPT dan para kades.

“Mungkin Cihurip butuh tangan dingin saya. Insya Alloh, semoga Cihurip segera tercerahkan. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua” tegas Asep, melalui broadcast nya, belum lama ini.

Belum genap sebulan memimpin Kecamatan Cihurip, sudah menunujukan kinerja apiknya yang cepat dan tepat. Sediktinya ia mulai membenai dua infrastruktur sekaligus, yakni penghotmikan jalan dan pembangunan Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Cisangkal.

“Semoga dalam tempo 2 minggu penghotmixan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Cihurip-Singajaya ( Lokasi Amlong, Cihurip) bisa selesai segera. Sehingga jadi multipolar effect yang mendorong kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (ER)***

Lintasi Jalur Tengkorak, Elf “Power Full” Terperosok ke Dalam Jurang

PAMULIHAN, (GE).- Jalan Raya Blok Tagog di Kecamatan Pamulihan dikenal sebagai jalur tengkorak di wilayah Garut Selatan. Dini hari tadi, Sabtu (22/10/2016) kendaraan angkutan umum jenis elf “Power Full” terperosok masuk ke dalam jurang sedalam 50 meter lebih.

Akibat peristiwa tersebut tiga orang mengalami luka berat. Sementara, unit kendaraan sampai berita ini diturunkan belum bisa dievakuasi dari dalam jurang yang curam.

Kapolsek Pamulihan, Dudu Gunawan, mengatakan satu unit kendaraan angkutan umum jenis Elf ber nopol Z 7963 DB dan kendaraan roda 2 terperosok masuk kejurang berkedalaman 50 – 80 M. Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di blok Tagog Kecamatan Pamulihan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat.

Dalam peristiwa tersebut 3 orang mengalami luka berat masing masing Hendrik (19) sopir elf power ful yang merupakan warga Bungbulang Garut dan satu orang penumpang atas nama Lit Sukarsa (71) warga Sangkur Pakenjeng dan Bayu (18) pengendara sepeda motor.

“Peristiwa terperosoknya mobil elf dan satu unit kendaraan R2 tersebut terjadi pada pukul 5 WIB, tadi pagi, Sabtu (22/10/2016). Saat kendaraan tersebut menglami mogok hingga mundur dan tidak terkendali akhirnya terperosok ke jurang sedalam 50 Meter,” ungkapkan Kapolsek Pamulihan, Dudu Gunawan, Sabtu (22/10/2016).

Sementara kendaraan R2 yang dikendarai Bayu hendak menolong penumpang yang ada di kendaraan Elf tersebut tetapi ikut terjatuh dan masuk kedalam sungai.

“Kini korban yang mengalani luka berat dan ringan itu sudah di evakuasi dan mendapat perawatan  sementara di Puskesmas Cisandaan Pamulihan Garut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa terporosoknya kendaraan umum elef itu,” kata Dudu.

Dudu mengaku, di lokasi kejadia tepatnya di jalur Pamulihan hingga Pakenjeng tersebut merupakan daerah rawan kecelakaan karena kondisi medan menanjaj dan tikungan tajam. Bahkan di bawahnya ada jurang yamg cukup curam ditambah lagi medan jalan yang sempit.

“Sepanjang tahun 2016 ini hingga Oktober sudah terjadi sedikitnya lima kejadian terperosoknya kendaraan angkutan umum dan  barang yang masuk kedalam jurang,” ujarnya.

Warga khususnya pengguna kendaraan yang belum memahami medan jalan tersebut dihimbau waspada. Apalagi sekarang musim penghujan, jalanan licin dan rawan longsor. (Farhan SN)***

Pembangunan Infrastruktur di Pamulihan Tak Terganggu Krisis DAU

PAMULIHAN, (GE).- Aktivitas pembangunan di wilayah Pamulihan seolah tiada hentinya. Waktu terus bergulir, geliat pembangunan berbagai sektor terus digelorakan di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang kini dipimpin oleh camat muda potensial, Asep Harsono,HS, S.Sos., M.Si.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pamulihan terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai penopang mobilitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat sekitar. Belum lama ini pembangunan ruas jalan kabupaten di Kecamatan Pamulihan terus digarap.

Asep menyebutkan, pengaspalan/ penhotmixan jalan yang terakhir dilaksanakan diantaranya ruas jalan tottal sepanjang 12 Km yang meliputi 4 Desa, yaitu Pananjung, Pakenjeng, Garumukti dan Linggarjati.

“Ya, seiring dengan visi dan misi Bupati & Wabup terpilih 2014, Rencana kerja Dinas Binamarga Kabupaten Garut serta capaian target kinerja Camat Pamulihan Tahun 2014 baru bisa dilaksanakan 3 km (Desa Pananjung -Desa Pakenjeng). Tahun 2015 ditunda dan baru tahun 2016 dilanjutkan dengan penghotmixan 720 m jalan dari Kampung Pasir Luhur – Kampung Sodong Karacak (Desa Pakenjeng) yang sudah seleaai dilaksanakan tempo hari,” bebernya, Rabu (7/9/2016).

Dikatakannya, pelaksanaan pembangunan jalan terus dilanjutkan dari Desa Pakenjeng – Desa Garumukti sepanjang 4 km. Adapun target penghotmixan terakhir/ketiga yang akan menghubungkan dua desa, Desa Garumukti dan Desa Linggarjati sepanjang 4 km akan segera dilaksanakan pada tahun 2017, hal ini sesuai dengan rencana kerja Dinas Binamarga 2016.

Dijelaskannya, penghotmixan jalan Desa Pakenjeng sepanjang 720.m ini bersumber dari dana DAU 2015 yang ter-pending karena sudah ada kegiatan terdahulu di awal tahun 2016 dengan sistem full finance sharing/ modal sepenuhnya dari rekanan. Dengan demikian pembanguan jalan sepanjang 720m x 3 m lebar, dengan ketebalan 15 cm tetap bisa dilaksanakan, sama sekali tidak terganggu “krisis DAU.”

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama berbagai pihak dan masyarakat tentunya. Saya bersama muspika, pemerintahan Desa Pakenjeng sangat berterima kasih kepada bapak Bupati Garut dan stake holder Binamarga, serta anggota legislatif dari fraksi Partai Demokrat bapak H. Asep Lesmana Achlan. Kebetulan beliau asli putra daerah Pamulihan yang men-support program visi misi bupati terpilih. Berkat Ridho Allah. SWT dan keinginan warga kecamatan Pamulihan yang kuat semua itu bisa terlaksana. Semoga tahun 2017 ruas jalan kabupaten, sisa 4 Km penghubung Desa Linggarjati- Kecamatan Pakenjeng /Jalan Nangkaruka bisa terealisasikan dengan baik.” Ungkapkannya. (ER)***

Tengkorak Manusia yang Ditemukan di Gunung Papandayan Ternyata Pemilik KTA PT. Nurtanio

PAMULIHAN, (GE).- Penemuan tengkorak manusia di kawasan wisata gunung Papandayan empat hari yang lalu, sempat membuat geger warga sekitar. Sabtu (20/8/2016).

Pascapenemuan tengkorak tersebut, Asep Harsono, HS, S.Sos., yang merupakan Camat Pamulihan meninjau ke TKP untuk memastikan bahwa lokasi penemuan tersebut masuk ke wilayah administraif Kecamatan Pamulihan yang dipimpinnya.

“Ya, setelah menerima informasi dari petugas BKSDA TWG Papandayan terkait penemuan tengkorak dan kerangka manusia, 4 hari yang lalu. Saya mengutus Babinkamtibmas, Babinsa dan Kaur Trantib Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan untuk mengecek ke lokasi di Blok Lutung Gunung Papandayan. Dan benar ternyata, tengkorak tergeletak begitu saja dan diperkirakan sudah 1 tahun. “ Jelas Asep Harsono, melalui broadcast-nya, Selasa (23/08/2016).

Dijelaskannya, selain ditemukan KTP atas nama Komarudin, kelahiran Bandung 11 Juli 1959, warga Jalan Sukaraja II RT02/06, Desa Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, juga ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) PT. Nurtanio Bandung.

“Lokasi penemuannya kira-kira 2 Km dari Pondok Saladah/Camping Ground, Kawah Papandayan. Secara administratif lokasi tersebut masuk ke wilayah Kecamatan Pamulihan. Jadi bukan Kecamatan Cisurupan. Tolong kepada BKSDA Papandayan bila mengurus izin wisata dan lain-lain, sebelumnya koordinasikan dengan pihak Muspika Kecamatan,” ungkapnya. (ER)***

Ruas Jalan Penghubung Dua Desa Kini Mulus Dihotmix, Camat Pamulihan: Kami Menunggu “Action” Binamarga Selanjutnya

PAMULIHAN,(GE).- Pembangunan infrstruktur di kawasan Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut terus digenjot. Setelah sukses meerealisasikan beberapa ruas jalan di pedesaan dan menata beberapa kawasan wisata potensial, baru-baru ini Kecamatan Pamulihan yang dipimpin Camat muda berkarakter, yakni Asep Harsono, HS, S.Sos, M.Si., kembali merealisasikan pengaspalan ruas jalan kabupaten penghubung dua desa.

“Alhamdulillah berkat do’a yangg telah bersama kita panjatkan, serta kerjasama masyarat bersama pemerintah, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Linggarjati, Kecamatan Pamulihan 600m dengan Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng 400m, tepat Rabu Malam (10/8/2016) kemarin, Pukul 21.00 wib selesai dihotmix. Langkah kecil awal lompatan besar. Kami menunggu “Action” pihak Binamarga selanjutnya,” tutur Asep, dalam kiriman broadcast nya. Jumat (12/8/2016)

Diungkapkannya, agenda pembangunan pengaspalan jalan dengan sistem hotimix ini akan terus dilakukkan. Rencanannya, ruas jalan dari Desa Pakenjeng-Pasir limus, Desa Garumukti sepanjang 5 Km diperkirakan akan terselesaikan pada akhir Agustus 2016.

“Do’a dari masyarakat, serta sinergitasnya adalah ruh kami dalam menjalankan pembangunan ini. Do’a dari semua pihak selalu kami harapkan, tentunya. Semoga Visi Misi Kabupaten Garut di Pamulihan tahun 2017 bisa terealisasikan dengan optimal.” Harap Asep, seraya menebar senyum ramahnya. (ER)***

Kemarin Warga Bayongbong Keracunan Makanan di Acara Hajatan, Kini Warga Pamulihan Keracunan Jajanan Ketupat

PAMULIHAN, (GE).- Peristiwa keracunan massal kembali dialami warga di Kabupaten Garut. Kali ini, gejala keracunan massal menimpa puluhan warga di Kecamatan Pamulihan.

Camat Pamulihan Asep Harsono, HS, S.Sos, mengatakan, puluhan warga itu mengalami keracunan usai menyantap jajanan tradisional berupa ketupat tahu, di Pasar Kemis (pasar rakyat) Kampung Cilinggar, Desa Linggar, Kecamatan Pamulihan. Dari informasi yang ia terima, jumlah warga yang mengalami keracunan ini berkisar antara 50-60 orang.

“Jumlahnya sekitar 50-60 orang. Semua warga yang mengalami keracunan sudah dievakuasi ke Puskesdes (Pusat Kesehatan Desa) Desa Linggar untuk mendapat pertolongan. Informasi dari warga, mereka merasakan gejala keracunan usai jajan ketupat tahu atau tahu petis,” kata Asep saat dihubungi, kemarin.

Menurut Asep, gejala yang ditunjukan warga mirip keracunan massal pada umumnya, yakni mengalami mual, pusing, hingga muntah. Peristiwa tersebut setidaknya terjadi pada pagi hari, yakni ketika pasar rakyat yang bernama Pasar Kemis berlangsung.

“Kejadiannya pagi hari, kurang lebih pukul 09.00 WIB. Setiap Kamis memang ada yang namanya Pasar Kemis. Nah di pasar rakyat itu, semua masyarakat berkumpul untuk menimkati jajanan murah. Mungkin setelah makan ketupat tahu, gejala keracunan dirasakan warga yang memakannya,” ungkapnya.

Dari keterangan para korban, kata Asep, gejala keracunan yang dialami berbeda-beda, yaitu ada yang merasakan gejala ringan dan berat. “Yang makannya sedikit, hanya pusing biasa, sementara yang makannya banyak, itu repot kondisinya sampai muntah-muntah,” katanya.

Belum diketahui pasti asal domisili para korban tersebut. Sebab, warga yang datang ke pasar rakyat ini berasal dari berbagai kampung.

“Mungkin ada juga yang dari desa dan kecamatan tetangga, seperti dari Desa Wangunjaya dan Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng. Selain berbatasan dengan desa tetangga, lokasi Pasar Kemis merupakan pusat kegiatan masyarakat berbagai kampung di Desa Linggarjati. Jadi bisa dari mana saja korbannya,” paparnya.

Sample makanan kupat tahu, kata Asep, telah diambil untuk dijadikan pemeriksaan laboratorium. Dugaan sementara, ketupat menjadi penyebab keracunan ini.

“Ketupatnya mengandung pemadat berupa apu (tawas). Mungkin ini yang menyebabkan warga keracunan. Tapi untuk memastikannya, harus dicek laboratorium,” ungkapnya.

Sebagian warga, tambah dia, sudah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya pulih. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Jena Markus, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau peristiwa keracunan massal tersebut.

“Tim sudah berangkat ke lokasi sejak pagi. Hingga siang masih dalam perjalanan, karena lokasinya berada di wilayah Garut selatan. Kami belum bisa memberi keterangan terlebih dahulu. Harus ada kepastian mengenai apa yang terjadi, dan berapa jumlah pasti korbannya,” kata Jena.

Di tempat terpisah, warga yang menjadi korban keracunan setelah menyantap hidangan pesta pernikahan di Kampung Ciranyang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, akibat mengonsumsi hidangan pesta pernikahan, telah kembali ke rumahnya karena dinyatakan pulih. Total keseluruhan korban keracunan di Kecamatan Bayongbong itu mencapai 134 orang.

“Dari tadi malam sampai siang pukul 11.00 WIB tidak ada penambahan lagi masyarakat Ciranyang yang keracunan. (Jumlahnya) masih sama, sebanyak 134 orang,” kata Agus Salim, Kepala Puskesmas Cilimus Kecamatan Bayongbong.

Dari ratusan orang korban keracunan, tinggal enam orang yang masih menjalani perawatan intensif di Kampung Ciranyang. Sebelumnya, korban keracunan yang mesti dirawat intensif sebanyak 12 orang.

“Perawatan intensif ini masih diberikan kepada warga langsung di Kampung Ciranyang. Mereka masih diberi cairan infus karena kemarin tingkat dehidrasinya cukup parah. Sementara enam orang lainnya sudah diperbolehkan pulang pada pukul 10.00 WIB tadi,” ucapnya.

Agus menjelaskan, meski sebagian besar warga sudah pulih dan pulang ke rumah masing-masing, pihaknya masih memberlakukan status siaga keracunan di Kampung Ciranyang. Status tersebut akan berlaku hingga dua hari ke depan.

“Status siaga masih berlaku, tinggal untuk dua hari ke depan,” ujarnya.

Dalam status tersebut, Agus mengaku telah menyiagakan Puskesmas Pembantu Desa Mekarjaya. Bila ada warga yang mengalami gejala serupa, diminta untuk datang ke puskesmas pembantu tersebut.

“Seluruh pembiayaan gratis, ini tanggung jawab pemerintah. Makanya bila ada warga yang merasakan gejala serupa, silakan datang ke Pustu (Puksemsas Pembantu) Desa Mekarjaya yang dekat dengan rumah warga. Semua obat-obatan, alat kesehatan, dan petugas dari Puskesmas Cilimus sudah stand by,” katanya.

Humas RSUD dr Slamet Garut Muhammad Lingga Saputra mengatakan, seluruh korban keracunan yang menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah telah dinyatakan pulang. Menurut Lingga, sebelumnya terdapat empat warga yang dinyatakan dehidrasi.

“Tadinya di sini ada empat warga yang dehidrasinya parah. Mereka terdiri dari seorang perempuan dewasa, dan tiga anak-anak usia antara 4 dan 5 tahun. Tapi sudah dinyatakan pulih dan pulang pada pagi hari,” katanya.

Sebelumnya, ratusan korban keracunan massal di Kampung Ciranyang dirawat di sejumlah tempat berbeda. Hal itu terjadi karena jauhnya jarak dan keterbatasan tempat menjadi penyebabnya.

Ratusan warga ini setidaknya menjalani perawatan di rumah warga Kampung Cilimus, Puskesmas Kersamenak Kecamatan Bayongbong, RSUD dr Slamet Garut, RS Guntur, dan RS Nurhayati. (Farhan SN)***

Camat Pamulihan Genjot Pembangunan Infrastruktur, 5 Km Jalan Segera Dihotmix

PAMULIHAN, (GE).- Untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju di berbagai sektor perlu didukung infrastruktur yang layak. Akses jalan adalah salah satu infrastruktur pendukung yang sangat vital untuk menggenjot pembangunan ini.

Kecamatan Pamulihan adalah sebuah kecamatan di wilayah selatan Garut dengan segala potensi alamnya yang luar biasa. Berbagai potensi alam di Pamulihan ini tentunya memerlukan pengelolaan yang optimal. Wilayah kecamatan Pamulihan boleh dibilang beruntung. Pasalnya, kecamatan dengan keeksotisan Curug Sanghiyang Taraje nya ini, kini dipimpin seorang Camat muda potensial, yakni Asep Harsono, HS, S.Sos, M.Si.

Seiring perkembangan zaman, Kecamatan Pamulihan yang kini dipimpin alumuni STPDN tahun 1994 ini terus berbenah untuk mewujudkan daerah lebih maju yang diharapkan akan berdampak pada kesejahteran masyarakatnya.

Salah satu pembangunan yang terus digenjot di Pamulihan diantaranya pembenahan infrastruktur jalan. Setelah melewati musim libur Lebaran tahun 2016, Pembenahan infrastruktur kembali direalisasikan. Kali ini, yang sedang dilaksanakan diantaranya pembangunan jalan desa dengan sistem rabat beton.

Demikian diungkapkan Asep Harsnono disela-sela monitoring betonisasi jalan di Kampung Bojong Boled, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. (22/07/2016). Sebagai wujud kedekatannya dengan masyarakat, bahkan Asep tak sungkan turun langsung seraya mengangkat cangkul berbaur dengan para pekerja dan masyarakatnya.

“Alhamdulillah, Pembangunan rabat beton jalan ke Kampung Bojong Boled, Desa Garumukti bisa kita laksanakan. Sungguh nikmat rasanya dekat dengan rakyat di kalangan bawah, ikut nyangkul, tertawa dan bercanda tanpa kepura-puraan.” Tutur Camat Asep, sumringah.

Dikatakannya, setelah proyek jalan rabat beton ini, tidak akan lama lagi ruas jalan kabupaten sepanjang 5 Km yang melintas di Pamulihan ini juga akan segera dihotmix.

“Insya Allah, ruas jalan kabupaten sepanjang 5 Km yang melewati wilayah Desa Garumukti juga akan segera dihotmix. Saya harap Desa ini akan segera terbebas dari label ketertinggalan.” Tandasnya. (ER)***

Camat Pamulihan: Warga Harus Proaktif Terhadap Tim Sensus Ekonomi

PAMULIHAN,(GE).– Pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Demikian diungkapkan Camat Pamulihan, Kabupaten Garut, Asep Harsono, HS, S.Sos., kepada ‘GE’ disela-sela menerima Tim Sensus Ekonomi 2016 di kantor Kecamatan Pamuliah, beberapa hari yang lalu.

“Ya, Setiap keputusan harus diambil berdasarkan informasi yang valid dan akurat. Termasuk Sensus Ekonomi tahun ini (2016/ red) dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.” Ungkap Asep, seraya menebar senyum ramahnya.

Dikatakannya, KSK BPS Kecamatan Pamuliha beserta seluruh petugas sensus ekonomi untuk wilayah kecamatan Pamulihan ini sendiri akan melaksanakan tugasnya di 5 desa.

“Saat orang-orang libur panjang 4 hari, petugas sensus tidak bisa menikmatinya. Asumsi saya, liburan panjang akan meringankan tugas karena banyak keluarga yang ada di rumah. Namun kenyataan berbanding terbalik. Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersikap proaktif dan akomodatif dalam memberikan data yang riil kepada petugas. Harapannya, data yang diperoleh nanti berkulaitas,” bebernya. (ER)***

Kecamatan Pamulihan Sukses Gelar Pelayanan KB Gratis

PAMULIHAN, (GE).- Kolaborasi apik antara UPTD KB dengan TP. PKK Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut , beberapa hari yang lalu sukses menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis kepada warga sekitar. Kegiatan sosial yang mendapatkan sambutan antusias warga ini berlangsung di kompleks kantor Kecamatan Pamulihan, tepatnya di Gedung Poned, Rabu (07/04/2016).

Demikian diungkapkan Camat Pamulihan, Asep Harsono, HS, S.Sos., kepada ‘GE.’

“Alhamdulillah, sambutan warga cukup antusias. Terbukti dengan antrian warga untuk mendapatkan pelayan KB gratis ini, sehingga terdengar riuh rendah. Saya kira, tujuan pelayanan KB diantaranya untuk menekan angka kelahiran penduduk yang terlalu banyak. Dimana saat ini dalam satu keluarga itu ada yang anaknya lima, bahkan ada yang enam. Nah, dengan KB ini angka kelahiran bisa ditekan, dengan harapan bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas,” papar Asep, seraya menebar senyum ramahnya.

Dikatakannya, masyarakat di sekitar Kecamatan Pamulihan yang ikut dalam pelayanan kesehatan dan KB gratis tersebut sangat antusias. Pelayanan KB gratis yang digelar antara lain,dalam rangka pelaksanaan Program Penyelenggaraan dan Peningkatan Kesehatan Keluarga serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK KB Kesehatan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten. Garut bekerjasama dengan TP. PKK Kecamatan Pamulihan. Sementara itu, jenis pelayan KB gratis ini diantaranya KB Pemasangan Baru,Implant, IUD dan yang lainnya.

“Saya harap kegiatan KB seperti ini bisa digelar secara rutin. Karena ini sangat membatu warga. Terlebih warga di sini yang memang jauh ke kota sehingga pelayan pelayanan gratis seperti ini tentunya sangat mereka idamkan,” tandasnya. (ER)***