Kerugian Terbakarnya Pasar Limbangan Ditaksir Miliaran Rupiah

LIMBANGAN, (GE).- Pasar Sementara Limbangan Rabu dini hari (18/5/2016) ludes dilalap si jago merah. Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang pedagang pakaian, Jiji (52) mengaku seluruh dagangannya ludes dilalap si jago merah. Api dengan cepat membakar seluruh barang dagangannya yang belum sempat dievakuasi.

Jiji mengaku rumahnya jauh dari lokasi pasar. Saat dirinya datang ke pasar api sudah membesar sedangkan lapak kiosnya berada di tengah-tengah bangunan pasar sementara.

“Saya hanya bisa menyaksikan api yang besar mengahabiskan semua barang dagangan. Entah harus bagaimana saya berjualan lagi,” lirihnya sambil meneteskan air mata.

Jiji mengaku dirinya sudah berjualan di Pasar Limbangan sejak tiga puluh tahun yang lalu. Ia mengaku bingung untuk melanjutkan usahanya. Pasalnya kios baru yang fisediakan pengembang harganya sudah tak masuk akal.

“Mangkaning sakedap deui puasa. Bade ti mana bapa nganafkahan kulawarga,” ucap Jiji, yang memiliki keterbatasan fisik itu, Rabu (18/5/2016).

Jiji berharap pemerintah dapat bertindak bijak dalam menyelesaikan permasalahan ini. Ia hanya memiliki keinginan bisa berjualan kembali sehingga dapur keluarganya bisa terus mengepul.

Semenyara itu, Ketua P3L, Basar mengatakan lapak yang terbakal semuanya ada 986 kios. Kisaran kerugian bisa menyentuh angka miliaran rupiah.

Basar menuding, peristiwa terbakarnya pasar sementara ini ada motif propokasi dari pihak pengembang. Pasalnya beberapa hari yang lalu pengembang terus memaksa agar pedagang segera menempati pasar yang baru selesai dibangun. Farhan SN***

Bupati Garut Rudy Gunawan, Pasang Badan Hadapi P3L

PEMKAB, (GE).- Aksi Unjuk Rasa (Unras) Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) mendapat tanggapan serius Bupati Garut H. Rudy Gunawan. Bahkan untuk menghadapi permasalahan ini, Bupati siap pasang badan. Tujuannya tiada lain agar permasalahan ini tidak larut-larut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan meminta permasalahan Pasar Limbangan yang dituntut Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L), harus dilihar secara utuh. Rudy pun mempertanyakan solusi yang diinginkan para pedagang.

“Jika mempertanyakan belum ada kesepakatan dengan warga saat akan membangun itu tidak benar. Waktu dibongkar tahun 2013, pedagang kan dipindahkan ke Pasopati. Itu artinya kan ada kesepakatan,” ujar Rudy di Kantor Bupati Garut, Rabu (19/01/2016).

Pemindahan sementara para pedagang, lanjut Rudy, telah ditanda tangan pihak Iwapa dan P3L. Jika tidak ada kesepakatan, maka pedagang tidak akan pindah.

“Saat saya menjabat Bupati, para pedagang itu kan sudah pindah ke Pasopati selama sembilan bulan. Jadi kenapa mereka jadi mempermasalahkannya,” ucapnya.

Terkait putusan PTUN tentang pencabutan IMB, diakui Rudy telah dilaksanakan pihaknya. Setelah ada perbaikan IMB baru dan Amdal, maka pembangunan bisa kembali dilanjutkan.

“Versi BPMPT itu kenapa tidak ada Amdalnya karena lahannya kurang dari 10 ribu meter. Jika lebih harus ada Amdal,” ujarnya.

Rudy berjanji akan datang ke Limbangan pada tanggal 27 Januari seperti keinginan para pedagang. Pihaknya siap mempertanggungjawabkan masalah pembangunan Pasar Limbangan.

“Kalau mau ada yang melaporkan ke KPK atau kepolisian saya mempersilakan. Akan saya hadapi,” ucapnya.

Kepala BPMPT Kabupaten Garut, Jatjat Munajat, menuturkan pihaknya sudah menjalankan putusan PTUN, dengan upaya membatalkan IMB yang dimiliki oleh PT Elva Primandiri. Jatjat menegaskan bahwa sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan IMB untuk pengembangan Pasar Limbangan.

“Sekarang jika ingin mengeluarkan terkendala dengan persyaratan yang masih belum dilengkapi. Kendalanya dari Amdal lalin yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh pemohon,” kata Jatjat. Farhan SN***