Organda Mengeluh, Dishub Kesulitan Awasi Transportasi Umum Online

GARUT, (GE).- Organisasi angkutan darat (Organda) Kabupaten Garut menduga, saat ini sudah ada aktivitas transportasi berbasis daring (dalam jaringan/ online) di Garut tanpa menggunakan atribut sebagai identitas diri perusahaan.

Menyikapi hal tersebut, Organda mendesak pemerintah daerah tidak hanya menyatakan larangan, tetapi dapat turun langsung kemudian menindak tegas orang yang menjalankan usaha transporasi berbasis daring itu.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishgub) Garut sendiri mengaku kesulitan mengawasi keberadaan transportasi umum berbasis online yang berada dibawah perusahaan Gojek. Gojek sendiri ditenggarai telah beroperasi menjalankan usahanya di wilayah Garut.

“Kami kesulitan melakukan pengawasan dan tindakan,” kata Kepala Dishub Garut, Suherman, Kamis (10/8/17).

Diungkapkannya, transportasi umum berbasis online di Garut sendiri telah dinyatakan dilarang beroperasi oleh Bupati Garut.

“Telah disampaikan Pak Bupati, dan itu tidak bisa diizinkan. Jika ada masyarakat yang melakukan usaha tranportasi daring itu, sulit untuk dilakukan penindakan karena tidak ada identitas diri yang menjadi alat bukti,” ujarnya.

Sementara kabar yang berkembang di masyarakat, mereka menjalankan usahanya tanpa menggunakan atribut atau identitas diri perusahaan, bahkan pemesanannya secara daring.

“Sekarang memakai alat tekonologi pemesanannya, saat beroperasi mereka tidak pakai atribut, saat akan ditindak, bisa saja bukan orangnya,” tukasnya. (Tim GE)***

BREAKING NEWS : Mungkin ini Motor Milik Anda? Satreskrim Polres Garut Mengamankan 33 Unit Motor Bodong Diduga Hasil Curian

GARUT, (GE).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut, Jawa Barat, berhasil membongkar jaringan jual beli kendaraan bermotor roda dua bodong yang diduga hasil curian. Modus jual beli dilakukan secara on line melalui akun facebook (FB) dengan nama “Forum Jual Beli Motor Garut” yang dikelola admin FB berinisail “KM”.

Menurut Kasubag Humas Polres Garut, Ajun Komisaris Ridwan Tampubolon, dari pengungkapan kasus jual beli kendaraan roda dua bodong atau tak dilengkapi dokumen yang sah ini, pihaknya berhasil mengamankan 33 unit kendaraan roda dua berbagai jenis dan merk. Ke-33 unit kendaraan roda dua itu didapatkan dari berbagai daerah di Garut.

Kasus ini terungkap, terang Ridwan, setelah petugas Reskrim menyamar menjadi calon pembeli. Setelah terjadi kesepakatan harga, penjual menyetujui kalau pesanan kendaraan roda dua akan diantar ke tempat yang telah disepakati untuk bertransaksi.

“Pengungkapan dilakukan setelah adanya kesepakatan harga dan tempat transaksi melalui sistem COD (cash order delivery). Petugas langsung mengamankan orang yang mengantarkan sepeda motor tersebut untuk keperluan pengembangan penyelidikan,” ujar Ridwan, Jumat (21/4/17).

Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut Ridwan, diduga si pengantar sepeda motor itu  merupakan penadah, bukan pelaku utama. Selain orang tersebut, petugas pun kemudian berhasil mengamankan 14 orang lainnya yang juga diduga sebagai penadah. Sedangkan pelaku utamanya, hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

“Selain 15 terduga penadah, kita juga berhasil mengamankan 33 unit sepeda motor yang tak dilengkapi dokumen sah atau bodong. Terduga pelaku utama dalam kasus ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Lebih jauh Ridwan mengungkapkan, polisi juga mengalami kesulitan untuk mengetahui pemilik kendaraan selaku korban. Masalahnya, setelah dilakukan pengecekan nomor kendraan, tidak ada TKP Kabupaten Garut. Karena itu, pihak Polres Garut pun menjalin koordinasi dengan para kapolres dan Polda Jabar.

“Bila ditemukan TKP sesuai nomor kendaraan di atas, bisa berkoordinasi untuk tindak lanjut penyidikan. Kita akan terus kembangkan kasus ini karena tak menutup kemungkinan masih banyak kendaraan bodong yang belum terungkap, termasuk juga terduga pelaku utama yang hingga kini masih dalam pengejaran,” ucap Ridwan. (Farhan SN/GE)***
Editor : SMS

Berikut ini daftar barang bukti yang disita polisi. Mungkin salah satunya motor milik Anda :
1. Honda Beat Pop Putih Hitam/2016
– Nopol : D 5714 VDE
– Noka : MH1JFSIIIGK271907
– Nosin : JFSTE1267347

2. Honda Beat putih
– tanpa plat nomor
– Noka : MH1JFM212EK337355
– Nosin : JFM2E7352875.

3. Scoopy putih Pink
– Tanpa plat nomor
– Noka : MH1JF6110BK303343
– Nosin : JF6181302264,

4. Honda Beat Warna biru langit/2009
– tanpa plat nomor
– Noka : MH1JF22109K222165
– Nosin : JF22E1224122.

5. Yamana Vixion Orange/2011
– Nopol F 2618 NJ
– Noka : MH33010018K048822
– Nosin : 3010480241

6. Kawasaki Ninja Merah 150 RR
– tanpa plat nomor
– Noka.MH4KR150K8KP13002
– Nosin. Kosong / Di Slep

7. Yamaha MioHijau
– tanpa plat nomor
– Nosin : MH35TL2068K010248
– Nosin :5TL-1012589

8. Honda beat Pink/2009 terpasang Hitam
– tanpa plat nomor
– Noka : MH1JF21129K353566
– Nosin : JF21E1350794

9. Yamaha mio putih
– tanpa plat nomor
– Noka : MH328030CAJ314580
– Nosin : 280-2814414

10. Yamaha Rx-king hitam
– tanpa plat nomor
– Noka : MH3-3KA006-TK267949
– Nosin :3KA-242197.

11. Yamaha Jupiter- MX merah tanpa plat nomor (tdk Teridentifikasi)

12. Yamaha Fino ungu/2016
– tanpa plat nomor
– Noka : MH3SE884OGJO23634
– Nosin :E3R2E0767081

13. Honda Beat merah (terpasang Hijau)/2011
– Noka : MH1JF5124BK071431
– Nosin : JF51E2067965

14. Jupiter MX hitam
– nopol terpasang D 4900 HK
– Noka : MH315700273605
– Nosin : 1S7193544

15. type Yamaha Mio hijau
– Noka : MH328D40DBJ280779
– Nosin : 280-3280664.

16. Yamaha Fino biru /2014,
no ka nosin tdk ada

17. Yamaha fino biru
– Noka : mh310b00200010405
– Nosin: 10B-010413.

18. Yamaha Mio merah
Noka :    MH328020B9J082396

19. Honda Beat, hitam orange
Nopol terpasang Z 6982 EM.

20. RX-king/1993, hitam tanpa plat nomor.
21. Honda Vario, orange tanpa plat nomor

22. Honda beat, Pink
– Nopol Z 4687 EI
– Noka : MH1JF21129K353566
– Nosin : JF21E1350794.

23. Yamaha Mio, hitam Tanpa plat nomor
24. Honda Beat, hitam-orange, tanpa plat nomor.
25. Honda Beat, putih, tanpa plat nomor

Pelaku dan Bandar Judi Diamankan Jajaran Polres Garut

GARUT, (GE).- Bandar dan pelaku judi di Garut diamankan Polisi. Mereka diamankan dari berbagai tempat judi seperti sabung ayam, togel dan judi online.

Kasatreskrim Polres Garut Ajun Komisaris Hairullah, pengamanan sejumlah bandar dan pelaku judi diakuinya sebagai upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Salah satunya dengan melakukan penggrebegan terhadap sejumlah tempat perjudian.

“Belum lama ini, kita melakukan penggrebegan terhadap sejumlah tempat perjudian yang telah menimbulkan keresahan masyarakat. Kita berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai bandar dan pelaku judi,” ujar Kasatreskrim Polres Garut Ajun Komisaris Hairullah, Senin (19/2/2017).

Diungkapkan Hairullah, mereka yang diamankan berasal dari sejumlah tempat perjudian mulai judi sabung ayam, togel manual, dan juga judi online. Selain bandar dan pelaku, petugas juga berhasil mengamnakan sejumlah barang bukti.

Untuk judi sabung ayam, tutur Hairullah, ada enam orang yang berhasil diamankan yaitu OS, AP, RY, RR, IK, dan YS. Mereka diamankan saat melakukan judi sabung ayam di kawasan Kampung Cogreg, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan.

“Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan dari lokasi sabung ayam tersebut antara lain jam dinding, ember plastik, tas ayam, terpal, matras, ayam adu, serta uang tunai,” katanya Hairullah.

Dari enam tersangka yang berhasil diamankan, tambahnya, satu di antaranya berperan sebagai peneyedia tempat atau kalang, yaitu OS. Dia menawarkan atau memberi kesempatan kepada khlayak umum untuk bermain judi sabung ayam di tempatnya.

Menurut Hairullah, dengan lapak yang disiapkan OS, AP saat ini bersama empat tersangka lainnya menggunakan kesempatan permainan judi sabung ayam tersebut. Mereka yang melakukan taruhan akan mendapatkan keuntungan jika ayam yang diunggulkan menang dalam pertandingan antar peserta judi itu.

Masih menurut Hairullah, selaku pemilik kalang, OS sendiri mendapatkan keuntungan Rp 30 ribu untuk setiap kali pertandingan sabung ayam. OS sendiri diketahui menyelenggarakan atau meyediakan lokasi untuk perjudian itu rata-rata sebanyak tiga kali dalam seminggu dan pelaksanaannya sekitar pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB.

“Akibat perbuatannya yang menyediakan tempat perjudian, OS terancam hukuman paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta. Hal ini sesuai yang diatur dalam pasal 303 KUHP ayat 1,” ucapnya.

Sementara itu untuk para pejudi, tambahnya, mereka diancam pasal 303 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 juta.

Hairullah juga mengatakan, selain pejudi sabung ayam, pihaknya juga berhasil mengamankan empat orang yang diyakini terlibat dalam aksi judi togel manual dan togel online. Para pelaku dan bandar judi togel ini diamankan dari beberapa tempat yang berbeda di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler. Mereka pun dijerat dengan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Farhan SN)***

Polsek Tarogong Kidul Bongkar Praktek Perdagangan Miras Online

TARKA, (GE).– Kepolisian Sektor Tarogong Kidul, Kabupaten Garut berhasil membongkar praktek perdagangan miras online. Dalam menjalankan aksinya para pebisnis barang haram ini diketahui menggunakan Blackberry Mesangger (BBM).

“Selain mengamankan barang bukti berupa 103 botol miras, kami juga berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang biasa dipergunakan untuk mengantarkan miras pesanan,” tutur Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Richard Latue, Selasa(15/11/2016).

Dikatakannya, kini para penjual miras sudah tidak berani lagi untuk menjual barang haram tersebut di lapak atau kios-kios mereka. Kebanyakan dari mereka hanya menyimpan barang tersebut di rumah pribadinya. Mereka kini lebih memilih beralih menggunakan sistem Delivery Order menggunakan SMS ataupun BBM.

“Sekarang kan sudah canggih, mereka sekarang mainnya online, kalo ada yang pesan lewat BBM atau SMS, baru mereka kirim. Biasanya mereka menggunakan kantong tas besar ataupun kecil supaya tidak terlalu mencolok,” jelasnya.

Sebelumnya Senin (14/11/2016) malam, Jajaran Sat Reskrim Polsek Tarogong Kidul berhasil menangkap basah pengedar berinisial MI yang hendak mengantarkan barang pesanan ke wilayah Terminal Guntur Garut. Sekitar 103 botol miras berbagai merek dan ukuran berhasil disita pihak aparat dari tangan pengedar. (KIM)***

Editor: Kang Cep.