Eskul Unik Siswa SMP IT Al Muawanah Cigedug. Memanah, Menaati Perintah Rasulullah

MEMANAH tidak sekadar berlatih olahraga. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan tersebut. Melatih Disiplin, konsentrasi, akurasi. Dan yang tak kalah penting, uji mental. Menguji kesabaran.

Sepertinya mudah, tinggal melapas anak panah dari busurnya.

“Tetapi, kalau kita tidak pandai menghitung arah dan kecepatan angin, anak  panah bukannya mengenai sasaran, melainkan melenceng ke mana-mana,” papar Kepala SMP Islam Terpadu Al Muawanah Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Budi Sobur Sudrajat, kepada “GE”, Jumat (31/3/17).

Karena itu, kata Budi, SMP IT Al Muawanah Cigedug sengaja memilih ekstrakurikuler memanah untuk para siswanya. Diharapkan, melalui latihan memanah, para siswa bisa mengimplementasikan sikap disiplin, fokus, dan kesabaran dalam kehidupannya.

Namun begitu, lanjut Budi, pihak sekolah mempersilakan para siswa mempelajari cabang olahraga lainnya. Di waktu senggang, para siswa juga kerap memanfaatkan halaman sekolah bermain futsal, bola voli, atau mini basket.

“Yang penting, kegiatan ekstrakurikuler itu harus menumbuhkan kreativitas para siswa,” terang Budi.

Hanya saja, kata Budi, dari latihan memanah itu pihaknya belum mencoba mengarahkan anak didiknya ke jenjang profesional. Menjadi atlet, misalnya. Masalahnya, eskul yang boleh jadi tidak ada di sekolah menengah lainnya di Kabupaten Garut, baru dirintis sejak awal semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Setiap hari Sabtu, usai melaksanakan kegiatan kuliah kitab kuning,  para siswa langsung mengikuti kegiatan “Islam Terpadu”-nya SMP IT Al Muawanah, latihan memanah.  Seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut. Ada alasan kuat bagi Budi mewajibkan anak-anak didiknya berlatih memanah. Sebab, terang Budi, permainan yang disukai Rasulullah SAW adalah memanah.

Budi pun menukil sebuah hadist : “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD –16699).

Untuk memperlancar latihan para siswa, pihak sekolah menyediakan sejumlah busur dan anak panahnya. Jadi, para siswa tidak terbebani harus membekal peralatan memanah dari rumahnya. Apalagi, siswa yang menuntut ilmu di sekolah bernafas keagamaan itu, banyak yang menetap di asrama milik yayasan. Selain mengikuti pendidikan umum, mereka juga menimba ilmu keagamaan di Pondok Pesantren Al Muawanah yang bersebelahan dengan sekolah.

Hanya saja, karena jumlah busur panah yang dimiliki sekolah belum banyak, para siswa terpaksa berlatih gergiliran.

Budi berharap, ke depan ada bantuan dari para pelatih profesional untuk membimbing latihan para siswanya. Selama ini, kata Budi, dirinya yang terjun langsung melatih para siswa memanah.

“Tentu, kami sangat gembira kalau ada pelatih profesional yang mau membantu membimbing para siswa di sekolah kami,” pungkas Budi. (Sony MS/GE)***

Bola Voli Olahraga Favorit Warga Mekarmukti

SEJAK dulu cabang olahraga bola voli begitu digemari masyarakat Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tidaklah heran, setiap ada turnamen bola voli selalu disambut antusias oleh para atlet lokal Bungbulang. Bahkan, penonton yang menyaksikan pun selalu membludak. Foto di atas saat Ivo Mukti Jaya berhadapan dengan Ivo Arkell pada sebuah kejuaraan bola voli yang diprakarsai Disperindag dan SDM Kabupaten Garut bersana Karang Taruna Desa Karang Wangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut,  Senin (27/3/17). Pada pertandingan tersebut, Ivo Mukti Jaya berhasil mengkandaskan ambisi Ivo Arkell dengan skor telak, 3-1. (Lina Bbl)***

Editor : SMS

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Seorang Guru Olahraga Meninggal Dunia di Atas Hamparan Sajadah. Bagaimana Ceritanya…

DUNIA olahraga Kabupaten Garut, Jawa Barat, berduka. Salah seorang kader terbaiknya dipanggil ke haribaan Allah SWT. Adalah Drs. Tantan Lusdinar (53). Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di atas hamparan sajadah, Rabu (22/3/17) subuh. Guru olahraga SMP Negeri 2 Garut yang juga Sekum Pengcab PRSI Garut ini meningal dunia usai melaksanakan salat subuh di rumah orang tuanya di Perumahan Amerta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler.

Awalnya almarhum dikira sedang tertidur di atas hamparan sajadah. Ketika itu, salah seorang keponakan almarhum, Dika, mencoba membangunkannya. Namun, almarhum sudah tidak merespon. Merasa curiga, Dika pun memberi tahu sanak keluarganya. Banar saja, nyawa alumnus FPOK IKIP Bandung  jurusan Kepelatihan angkatan ’85 ini sudah tiada.

Malam itu, almarhum sengaja menginap di rumah orang tuanya. Soalnya, istri almarhum – Dini, sedang menemani anak semata wayangnya – Rizky AP, yang melanjutkan kuliah di STT Telkom Bandung.

Kepala SMP Negeri 2 Garut, Dr. Budi Suhardiman, M.Pd, merasa kehilangan atas meninggalnya almarhum. Tantan termasuk salah seorang guru yang memiliki spirit dan dedikasi tinggi dalam mengajar dan mencetak prestasi siswa.

“Setiap anak-anak mau mengikuti kejuaraan, almarhum selalu memberi tahu saya. Begitu juga usai melaksanakan kegiatan, ia selalu memberikan laporan hasilnya,” kata Budi Suhardiman kepada “GE”, Selasa (22/3/17).

Menurut Budi, sejak beberapa tahun lalu, kondisi fisik almarhum memang sudah menurun. Bahkan, almarhum sempat terkena struk dan menderita penyakit jantung.

“Kemarin (Selasa, 21/3/17) almarhum masih ke sekolah. Bahkan sempat ngobrol dengan saya di pos satpam. Hanya saja, kondisinya sudah kelihatan drop,” papar Budi.

Berita duka tersebut, juga membuat jajaran pengurus dan anggota Ikatan Guru Olahraga (IGO) Kabupaten Garut berkabung. Ketua IGO Kabupaten Garut, H. Ridwan Riswanda, S,Pd, M.Pd, langsung menginstruksikan guru olahraga yang mengajar di berbagai tingkatan sekolah untuk menghantar jenazah hingga ke pemakaman.

“Jasa almarhum terhadap dunia olahraga sangat besar, tidak bisa diukur dengan materi. Karena itu, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian kepada keluarga almarhum. Ya, sebagai bukti penghargaan pemerintah kepada almarhum,” kata Ridwan.

Ungkapan senada dilontarkan jajaran pengurus KONI Kabupaten Garut. Ketua KONI Garut, H. Ato Hermanto, didampingi Wakil Sekretaris, Rizal Syam, mengatakan, jasa almarhum bagi kemajuan dunia olahraga khususnya cabor renang dan polo air di Kabupaten Garut sangat besar. Pada periode 2009-2013, almarhum masuk di jajaran kepengurusan KONI Kabupaten Garut.

“Kami sangat kehilangan. Jasa almarhum begitu besar untuk dunia olahraga khususnya cabor renang di Kabupaten Garut. Semoga almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi  Allah SWT,” ungkap H. Ato.

Salah satu orang dekat almarhum yang juga mantan anak didiknya, Jafar, mengatakan, sehari sebelumnya almarhum  sempat memeriksakan kondisi kesehatannya kepada dokter langganannya. Karena menderita hypertensi dan jantung, almarhum yang juga ketua klub renang Aqualuc FC ini harus memeriksa kesehatannya secara rutin.

“Tentu saya sangat kehilangan. Almarhum adalah guru sekaligus motivator terbaik bagi kami anak-anak asuhannya,” kata Jafar tak kuasa menahan haru.

Sejak Rabu (22/3/17) pagi, rumah duka dipenuhi para pelayat, baik dari kalangan guru, insan olahraga, dan komponen masyarakat lainnya. Siang ini, selepas dzuhur jasad almarhum dikebumikan ti pemakaman umum Cimaragas.

Selamat jalan sahabat. Semoga engkau tentram di sisi Allah SWT. Aamiin. (Sony MS/GE)***

Makan Konate Rindu Atmosfir Persib, Inikah yang Dinamakan CLBK

GARUT, (GE).- Dukungan “Bobotoh” terhadap tim kesayangannya Persib Bandung, membuat kesan tersendiri bagi tiap pemain yang pernah berlabuh di klub kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Salah satunya Makan Konate. Meski ia sudah merumput bersama tim barunya T-Team FC di Malaysia namun hatinya masih menyangkut di Bandung.

Tadi sore, garut-express.com mendapatkan kesempatan berbincang dengan Konate. Rencananya besok Senin (5/13/2016) sore T-Team FC bakal bertanding melawan klub kebanggaan Kabupaten Garut Persigar. Laga akan dihelat di Stadion Jayaraga pukul 15.00 WIB.

Pada sesi wawancara, Konate tak ragu mengungkapkan kecintaannya terhadap Persib. Bahkan menurutnya Cinta Lamanya Bersemi Kembali (CLBK) saat dirinya menginjakkan kaki di Garut untuk yang ketiga kalinya.

Pernyataan itu, sekaligus menyiratkan Konate ada peluang untuk bermain kembali bersama Persib. Hanya saja Konate masih malu-malu untuk mengungkapkan seberapa besar peluangnya untuk merumput bersama tim Maung Bandung.
“Saya kangen sama bobotoh. Kangen sama Persib juga. Insya allah musim depan bisa balik (bergabung dengan Persib),” ujar Konate usai bertemu dengan Bupati Garut di Rumah Dinas Bupati, Minggu (4/12/2016). (Farhan SN)***