Bupati Resmi Buka O2SN-FLS2N 2017 Tingkat SMP di Gedung Pendopo

GARUT, (GE).- Ratusan pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Garut turut serta menjadi wakil sekolahnya masih-masing untuk  mengikuti acara pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingat kabupaten.

Selain gelaran O2SN dalam waktu yang bersamaan juga digelar Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten. Prosesi pembukaan kegiatan tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, di kompleks gedung Pendopo, Garut Kota, Rabu (12/04/2017).

Suasana meriah sudah tampak sejak pagi di sekitar kompleks gedung Pendopo. Ratusan peserta dari berbagai wilayah kabupaten begitu antusias untuk mengikuti acara opening ceremony ini.  Usai dibuka secara resmi oleh bupati, beberapa kelompok pelajar menampilkan berbagai kreasinya, mulai ketangkasan baris-berbaris, drum band, bernyanyi hingga pentas karawitan.

Setelah menunjukan kreasinya di hadapan bupati dan beberapa pejabat dinas terkait, ratusan peserta yang didampingi oleh guru dari masing-masing sekolah, secara berurutan memasuki halaman gedung pendopo.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi siswa siswi di Kabupaten Garut. Khususnya yang sudah mengharumkan nama Garut baik  di tingkat provinsi maupun nasional.

“Atas semua prestasi yang telah ditorehkan para pelajar ini, tentunya membuat bangga kami. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” katanya.

Usai menyampaikan kata sambutannya, Rudy secara simbolis memberikan penghargaan bagi para siswa yang menjadi juara di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang  Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Garut, H. Totong, S.Pd, M.Si., mengatakan, semua siswa yang berprestasi ini nantinya akan terus dibina untuk persiapan lomba tingkat Provinsi. Pada tahun 2017 ini, gelaran O2SN – FLS2N serta PAI dibuka secara bersamaan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, bisa lebih meningkatkan prestasi para pelajar yang ada di Kabupaten Garut. Kita berharap  semua siswa yang menjadi juara bisa menang di tingkat Provinsi dan Nasional,” kata Totong, kepada sejumlah wartawan yang mengerubutinya, usai prosesi pembukaan di gedung pendopo. (Useu G Ramdani).***

 Editor : Kang Cep.

 

Jawara di Ajang O2SN, Akbar Bertekad Jadi Karateka Dunia

MENOREHKAN prestasi terbaiknya di  Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Malangbong, karateka cilik ini memendam cita-cita untuk bisa menggapai pentas dunia. Adalah Akbar Husain Dinneja siswa kelas 5 di SDN Sukaratu 02, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa barat.

Dalam ajang O2SN tahun ini (2017) Akbar menjadi juara pertama dengan menyisihkan sejumlah atlit karate lainnya. Menurut Kepala  Kepala SD Negeri Sukaratu 02 Malangbong Cecep Ulum Bahtiar, sebelumnya sudah dprediksi akan meraih prestasi terbaiknya.

“Pada cabang olah raga (Cabor/red.) Karate  tahun ini  bagi Akbar Husain Dinneja memang sudah diprediksi oleh sesamai pesaingnya. Karena memang anak ini (Akbar) sudah teruji dalam beberapa kali perlombaan sebelumnya, ” katanya, Senin, (27/03/2017).

Diungkapkannya, Akbar sebelumnya pernah ikut serta dalam ajang  Kapolres Cup  2016 kategori usia 9 tahun, dan menjadi juara. Namun ia mengaku bukan berarti lawan-lawannya tidak seimbang.

“Sebagai atlit yang terbiasa mengikuti kejuaraan kalah dan menang sudah biasa. Ia sendiri tidak menganggap remeh setiap event . Mental juara tampaknya sudah tertanam pada diri Akbar,” tandasnya.

Diejlaskannya, pengalaman bertanding yang cukup membuat anak ini lebih bisa diandalkan, karena telah tertanam mental juara. Sementara itu, saat ditemui di rumahnya, di kawasan Kampung Kaum Kaler Lewo, Kecamatan Malangbong, Akbar tampak bangga memperlihatkan sederet piala dan medali yang pernah diraihnya.

Saat ini Akbar tercatat  sebagai pemilik  sabuk coklat kyu 2  siswa di Institut  Karatedo Nasional (Inkanas). Prestasi yang diraih Akbar ini memang berkat keseriusannya berlatih di Dojo Lewo.

Selain pandai mengatur waktu, memamfaatkan waktu untuk berlatih, disiplin dan memiliki target. Karateka cilik ini juga memang mendapatkan gemblengan langsung dari ayahandanya, Muhammad Asep Saefulloh. Ayah Akbar sendiri merupakan seorang juri/ wasit Jawa barat.

“Kebetulan Akbar anak saya, dan berlatih karate pada dojo yang saya pimpin juga. Bakat Akbar  memang sudah tampak sejak masih usia TK,” katanya.

Sementara itu, Akbar sendiri, saat ditanya cita-cita nanti, dengan tersipu Akbar ingin menjadi masinis kereta api. Selain itu katanya ini menjadi juara dunia karate juga. “Saya ini jadi sopir, eh masinis kereta api. Dan ingin jadi juara dunia karate juga,” tuturnya, seraya tersipu. (TAF Senopati/ GE ) ***

Editor: Kang Cep.

 

Berkat Prestasinya di Bidang Seni Beladiri, Pelajar Ini Dapat Rewards dari Kementrian

KOTA, (GE).- Prestasinya dalam seni beladiri, khususnya Silat Seni dan Fighting telah dibuktikannya dalam ajang O2SN di Jakarta pekan lalu. Ialah Andhika Dhanireksa, kini sukses menambah koleksi gelar dan pundi pundi piala bagi sekolahnya, SMAN 6 Garut.

Dalam ajang kompetisi O2SN yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta tersebut, Andika berjaya dengan meraih kemenangan sempurna dari total pertandingan yang dijalaninya. Berkat prestasinya tersebut, Andika meraih rewards berupa beasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Direktorat Pembinaan SMA berupa uang tunai sebesar Rp 10 Juta.

Persembahan gelar juara yang diraihnya tersebut, tentunya disambut suka cita oleh seluruh pelaksana tekhnis pendidikan SMAN 6 Garut, terutama Kepala Sekolah, H. Dadang Argo Purnomo. Menurutnya, torehan prestasi siswanya tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah.

Bahkan, kata Dadang, Andika tak hanya menjadi kebanggaan pihak sekolah, Ia pun sukses mengangkat nama baik Kabupaten Garut di tingkat nasional.

” Alhamdulilah buah dari profesionalisme pendidikan di SMAN 6 ini , sekarang Andika telah mengangkat nama baik sekolah dan Kabupaten Garut. Saya berharap para pemangku kebijakan di Garut dapat dengan serius memberikan perhatian khusus. Jangan sampai kelak Ia (pelajar prestatif/red.),” ungkapnya.

Senada dengan apa yang diungkapkan Kepala SMAN 6,  guru olahraga SMA 6 Garut, Rohendi S.Pd., mengatakan jika langkah profesional pihak SMAN 6 Garut dalam mencetak siswa prestatif patut diacungi jenmpol, salah satunya dengan mendatangkan secara khusus pelatih yang berkompeten.

” Untuk setiap bidang, baik seni maupun olah raga, kita sudah siapkan pembinaan secara husus dan intensif. Untuk guru pembimbing, disamping dari internal, pihak sekolahpun sengaja mendatangkan pelatih khusus dari luar sesuai bidangnya.” Jelasnya.

Dikatakannya, untuk membina atlit berbakat cabang pencak silat, pihak sekolah mendatangkan pelatih dari luar. Dua orang pelatih khusus,Opik dan Nunu yang secara rutin melatih pada jam khusus.

“Alhamdulillah sangat positf hasilnya, setelah melalui tahapan juara di tingkat Kabupaten dan Provinsi, Andikapun meraih juara 1 juga di tingkat nasional. Kita syukuri dari management profesional seperti ini. Dalam setiap angkatannya, SMAN 6 selalu memunculkan pelajar prestatif seperti Andika.” (Dony Melody DSN)***