PC GP Ansor Garut Adakan PKD Angkatan XV di Dua Pesantren

GARUT, (GE).- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Garut kembali melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor angkatan XV dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan XI yang dilaksanakan di dua tempat kawasan Karangpawitan, Kabupaten Garut,(19/5/17).

Dua pesantren yang menjadi tempat pelatihan kaum santri ini diantaranya Pondok Pesantren Al Muhajirin,Kampung Ciparay Jeruk, Desa Tanjungsari, dan Pondok Pesantren Al-Hikmatul Mubarokah yang berlokasi di Kampung Rawa Kulon, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Dalam pembukaan PKD dan Diklatsar dimeriahkan marching band serta konvoi. Upacara pembukaan dilaksanakan di area pesantren Al Muhajirin yang diikuti oleh 150 lebih peserta.

Menurut wakil ketua bidang kaderisasi PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Garut, H. Muhammad Romli, kaderisasi adalah suatun keharusan.

“Kaderisasi itu keharusan, karena Ansor sekarang adalah NU kedepannya. Selama 2-3 hari peserta dibekali materi tentang Ahlussunnah Waljamaah Al Nahdliyah, Ke-NU-an, Ke Ansoran/kebanseran, bela negara serta wawasan nusantara. Kaderisasi itu sebagai wahana untuk membentengi ummat dari pengaruh dan propaganda yang merusak aqidah dan pemikiran negatif,” ucapnya.

Dijelaskannya,kaderisasi ini merupakan langkah awal (PC GP Ansor Garut), program ini adalah program rutin yang dilakukan PC. GP Ansor Garut dari masa kepengurusan sebelumnya.

“Di masa kepengurusan baru ini kaderisasi lebih ditingkatkan lagi. Sudah tercatat ribuan peserta yang mengikuti dan resmi menjadi kader kami (Ansor).

Diharapkannya, pengkaderan ini sukses, sukses dalam arti selalu menjalankan tugasnya. Tugas sebagai Ansornya dan tugas sebagai Bansernya yang konsisten dan konsistensi nya pada NU di wilayah masing-masing.

“Kami (PC.GP Ansor Garut) akan terus melaksanakan kaderisasi. Alhamdulillah kader kami berkualitas.Selalu konsisten menjalankan tugasnya. Kami juga akan terus berjuang demi Agama, ulama dan bangsa, maka dari itu kami akan terus melaksanakan kaderisasi,” kata Romli.

Sementara itu, Dr.R.Abdullah Badar M.Si selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Garut, mengatakan menjadi kader Ansor itu tugasnya untuk membela agama dan bangsa, sekaligus berperan aktif, baik keagamaan maupun kenegaraan.

Sebagaimana telah diajarkan para ulama, membela negara itu adalah bagian dari perintah agama.

“Ukhuwah islamiah, Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah wathaniyah itu harus diaplikasikan secara berbarengan. Kalau ada yang tanya mana yang harus di dahulukan, maka jawabannya sama-sama harus beriringan. Jangan sampai Ukhuwah Islamiah merusak ukhuwah wathaniyah, dan sebaliknya jangan sampai ukhuwah wathaniyah merusak ukhuwah Islamiah,” ungkapnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh kader Ansor Kabupaten Garut serta segenap calon kader Ansor itu harus melek dan peka, terhadap permasalahan aqidah serta tidak mudah terpengaruh dengan isu negatif dan propaganda pihak yang hendak menjatuhkan dan menjauhkan dari ulama serta amaliyahnya.

“Bagi kita tetap rujukannya organisasi ulama yang kredibel, yakni NU (Nahdlatul Ulama). Kata NU A, maka kita harus A juga,” tandasnya.

Dikatakannya, menjadi Ansor atau Banser itu harus siap segalanya. Jangan sampai punya pemahaman masuk Banser itu karena untuk kepentingan pribadi baik itu materi, popularitas, dan kegagahan semata.

“Jika punya paham seperti itu, maka carilah wadah yang lain. Banser bukanlah wadah seperti itu. Banser itu tugasnya menjaga agama, ulama dan bangsa,” tutur Asep Lukman, Satkorcab Banser Kabupaten Garut, saat pemaparan materi di Pesantren Al-Hikmatul Mubarokah. (Doni Melody Surya)***

Editor: Kang Cep.

PC IPNU-IPPNU Garut Deklarasikan Diri “Perangi Hoax”

GARUT, (GE).- Belakangan istilah Hoax atau berita palsu begitu santer di berbagai media, dampaknya mengundang perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Garut yang mendeklarasikan diri memerangi Hoax pada kegiatan puncak hari lahir (Harlah) IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62 di Gedung Pendopo Garut, Ahad (05/03/2017).

Secara simbolik mereka meneguhkan Tim Jurnalistik Pelajar NU Garut, yang sepekan sebelumnya diberi pelatihan khusus oleh media-media lokal maupun nasional terkait jurnalistik dasar sebagai salahsatu upaya mengenali dan melawan Hoax.

Ketua IPNU Garut, Ridwan Pamungkas, mengatakan bahwa Pelajar NU Garut tidak bisa diam saja menyaksikan gencarnya berita hoax.  Sebagai umpan balik, mesti menebar informasi positif bagi kemaslahatan umat.  Salahsatunya dengan memahami ilmu jurnalistik secara teoritis maupun praktisnya.

“Kita bukan anti hoax saja, karena kalo ‘anti’ saja berarti kita hanya diam. Kita harus melawannya dengan menebar berita-berita positif bagi kemaslahatan umat. Kami (PC IPNU dan IPPNU) berusaha mengawal pelajar NU Garut dengan pemahaman keilmuan Jurnalistik,” ungkapnya.

Dari upaya pemahaman apa dan bagaimana ciri-ciri hoax, pada kesempatan harlah tersebut salahsatu Pembina IPNU dan IPPNU Garut, Drs. KH. Samhari mengutarakan karakter dasar hoax yang bisa dikenali dengan melihat berita-berita di “media arus utama.”

“Salahsatu cara mengenali sebuah berita hoax atau tidak. Coba kita lihat apakah media arus utama turut memberitakan berita itu atau tidak. Karena kalau berita itu benar adanya. Maka akan ada diliput berbagai media arus utama, karena media tersebut pun membutuhkan bahan berita.” Tegasnya saat memberikan pengarahan pada harlah tersebut.

Sebelumnya, IPNU dan IPPNU Garut juga mengadakan Futsal Cup bagi pimpinan anak cabang IPNU sekabupaten Garut sebagai rangkaian kegiatan yang meningkatkan ukhuwah antarunsur pelajar NU.

Acara puncak hari ini pun, dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Futsal Cup yang berhasil dimenangkan oleh PAC IPNU Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.

KH. Atjeng Abdul Wahid: NU Siap Jaga Ketentraman Umat

TARKA, (GE).- Umat Islam di tanah air kini tengah menghadapi cobaan cukup berat, mulai maraknya aksi terorisme yang cukup membuat citra buruk islam, kasus penodaan Alqur’an oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Cahaya Purnama, alias Ahok dan kasus terbaru bentrok massa Front Pembela Islam (FPI) dengan massa LSM GMBI. Hal ini tentunya menjadi perhatian semua pihak yang menginginkan situasi negara tetap kondusif.

Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisai terbesar di Indonesia juga memberikan perhatian khusus terhadap situasi yang terjadi saat ini. Khususnya NU Kabupaten Garut siap untuk menjaga ketentraman umat di Kabupaten Garut. Hal ini diungkapkan oleh KH. Atjeng Abdul Wahid selaku Rois Syuriah NU Kabupaten Garut.

“NU tetap konsisten dalam gerakannya untuk menjaga ketentraman umat atau dalam gerakan Rohmatan Lil’alamin, yang baik kita dukung yang jelek kita perbaiki dan kami punya banyak kader yang siap untuk mengayomi umat,” ujarnya usai pembukaan acara Muskercab PCNU II di Pesantren Al-Huda, Selasa (17/1/2017).

Sementara itu, Rektor Uniga, Abdusy Syakur Amin selaku Ketua Panitia Muskercab, menyampaikan, kegiatan Muskercab PCNU yang ke II merupakan rangkaian dari kegiatan Harlah NU ke 91. PCNU Kabupaten Garut, ingin menunjukan bahwa pengurus NU di seluruh Kecamatan itu kompak. Sebagai ciri dari kekompakan ini, diperlihatkan melalui kegiatan perlombaan, seperti perlombaan olahraga, cerdas cermat, lomba dakwah, Musabaqoh Qiroatul Qur’an dan lomba liwet.

” Lomba liwet ini diperlombakan, sebagai upaya melestarikan budaya masak liwet di pesantren. Nah puncak dari kegiatan Harlah NU ini, akan digelar jalan sehat dan tadi Pak Bupati, serta Ketua DPRD bersedia menambah hadiah utama sepeda motor untuk kegiatan jalan sehat nanti,” tuturnya.

Syakur menambahkan, dengan lomba cerdas cermat, menunjukan bahwa NU juga memiliki kepedulian terhadap bidang pendidikan. NU merupakan organisasi yang profesional, sehingga cabang-cabang di bawah dalam hal ini di tingkat Kecamatan turut dilibatkan.

“Makanya kita memancing mereka dengan kapasitas kelembagaan, dalam hal ini NU tingkat Kecamatan, kalau di universitas seperti menciptakan akreditasi, kita tidak menilai tapi juga untuk mengarahkan,” katanya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Awali Harlah NU, PCNU Garut Lantik Pengurus MWC dan Ranting

GARUT, (GE).- Diawali dengan kegiatan Musabaqoh Qira Atil Kitab, rangkaian kegiatan Harlah (hari lahir) NU yang dihadiri KH. Rd. Amin Muhyiddin Maulani, serta wakil ketua PCNU Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, secara resmi dibuka.

Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Majid Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dalam kegiatan ini juga digelar prosesi pelantikan pengurus Majles Wakil Cabang (MWC) NU, Kecamatan Tarogong Kidul. Rabu (11/1/2016).

Ketua PCNU Kabupaten Garut, KH. Drs. Atjeng Abdul Wahid mengungkapkan, bahwa Nahdatul Ulama sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia terus berupaya berada ditengah tengah umat untuk mengayomi semua golongan yang merupakan aset bangsa Indonesia.

“NU akan tetap berupaya sekuat tenaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan kekuatan kiyai dan para ulama NU akan terus menggerakan kaum nahdiyin atau masyarakat umunya untuk tidak terprovokasi terpancing bermain diranah konflik.” Kata Kiyai Atjeng Wahid, saat menyampaikan sambutannya.

Dijelaskannya, NU juga berupaya untuk mencegah tindakan anarkisme, berbagai fitnah dan adu domba yang selama ini begitu deras menimpa para ulama NU. Meski demikian, sedikitpun NU tidak akan pernah terpancing.

“Jika NU ikut dalam gejolak konflik dan silang pendapat mungkin dari dulu NKRI ini sudah hancur, tanpa mengecilkan peran ormas atau kelompok lain NU sudah teruji dari dulu dengan berbagai konflik yang terjadi di tanah air, NU selalu paling depat menjaga keutuhan NKRI, Nahdatul ulama adalah pengejawantahan Islam Indonesia yang berlandasan rahmatan lil alamin”. Paparnya.

Atjeng menambahkan Kegiatan Harlah NU terlebih dengan kegiatan Musabaqoh Qira Atil Kitab diharapkan semakin banyak warga NU yang memahami kitab kuning sebagai karya para ulama NU.

“Sekarang lagi musim musimnya orang sembarangan menafsirkan al-quran, berbekal pandai bahasa arab orang sembarangan menafsirkan al-quran, menafsirkan al-quran itu harus oleh ahlinya yaitu para ulama, dan kitab kuning adalah satu karya para ulama untuk mencairkan penafsiran yang sulit dipahami”, imbuhnya.

Sementara itu, Camat Tarogong Kidul Hj. Lilis Neti, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kader NU. Hj, Lilis mengatakan, NU  telah memberikan kontribusinya dengan ikut serta dalam mensosialisasikan program yang dilaksanakan olah Kecamatan Tarogong kidul.

“Kami atas nama Pemerintah kecamatan Tarogong kidul mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga NU dalam mensukseskan programnya. NU menjadi salah satu yang terdepan dalam menjaga keharmonisan yang sekarang ini terus diguncang isu isu perpecahan.” ungkapnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Tanfidziah PWNU Jabar untuk 5 Tahun ke Depan

SUKARESMI,(GE).- Prosesi pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Barat ke 17 akhirnya usai sudah digelar di kawasan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut. Dalam koferwil ini, KH. Hasan Nuri Hidayatulloh terpilih menjadi Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk masa bakti lima tahun ke depan.

KH. Hasan Nuri berhasil menduduki kursi Ketua Tanfidziyah setelah dalam voting mendapatkan dukungan dari 15 cabang.

Dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Barat ini juga, dipilih untuk posisi Rois Syuriah. Salah seorang ulama asal Garut, KH. Nuh Addawami, terpilih dan dimanahi sebagai Rois Syuriah. Selasa (11/10/ 2016).

Dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah, terdapat tiga calon yang maju. Pertama KH. Hasan Nuri Hidayatulloh dari Karawang, Kedua KH. Juhadi Muhammad yang merupakan Ketua PCNU Indramayu, dan ketiga yakni KH. Musyfik Amrulloh Ketua PCNU Subang. Dari tiga calon tersebut lalu dilakukan penjaringan untuk memilih dua calon untuk maju dan kembali dipilih oleh 27 PCNU se Jawa Barat.

KH. Hasan Nuri mengakui, tidak ada aroma persaingan dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah yang baru selesai pada pertengahan malam itu. Semuanya memiliki harapan untuk membawa NU Jawa Barat ke arah yang lebih baik. Suasana Konferwil pun berjalan biasa saja.

“Tidak ada yang alot. Semuanya berjalan lancar. Bahkan saat pemilihan hampir tidak ada interupsi,” tutur Kiai Hasan, kemarin.

Kiai Hasan mengatakan, baru akan menyusun kepengurusan PWNU pada hari Sabtu (15/10/2016). Ayah empat anak ini bertekad akan membawa NU lebih berwibawa dan bermartabat. Ia pun akan menyinergikan semua PCNU di Jawa Barat.

“Masing-masing cabang itu punya kelebihannya. Nanti ke depan akan disinergikan agar bisa lebih baik lagi,” kata pengasuh pondok pesantren Ashidiqiyah Karawang ini, menegaskan.

KH. Hasan Nuri juga berambisi mewujudkan NU Jawa Barat agar bisa memiliki rumah sakit dan universitas NU. “Tentunya, semua bisa terealisasi dengan dukungan dari semua elemen. Kaderisasi juga akan kita lakukan dengan membentuk madrasah pengkanderan. (Tim GE)***

MUI dan NU Banyuresmi Sampaikan Tanggapan Positif Pada Kiprah PT. CSI Group

BANYURESMI, (GE).- Kontribusi PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (PT.CSI Group), dalam segala bidang memang tidak di ragukan lagi. Selain sudah bisa membangkitkan perekonomian masyarakat, PT. CSI Group juga banyak berkontribusi dalam hal pembangunan di daerah. Salah satunya memberikan sumbangan ke beberapa sekolah, bahkan baru-baru ini, PT. CSI Group memberikan bantuan dana pembangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kantor Nahdlatul Ulama, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Bantuan dana dengan nilai Rp 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah) ini tentu saja sangat di rasakan manfaatnya oleh pengurus MUI dan NU setempat. Dengan dana yang di berikan PT. CSI, kini pembuatan kantor MUI Kecamatan Banyuresmi sudah memasuki 40 % tahapan pembangunan.

Wakil ketua MUI Kecamatan Banyuresmi yang sekaligus sebagai ketua NU Banyuresmi, H. Nandang Jalaludin S.Ag, sangat berterima kasih kepada jajaran Direksi PT. CSI pusat maupun pengurus yang ada di Kabupaten Garut.

“Selama ini, PT. CSI Group sudah memberikan banyak kontribusi positip dalam hal pembanguna. Saya sudah meneliti dan mencermati kiprah PT. CSI sejak beberapa tahun ini. Sampai saat ini, dengan adanya PT. CSI tersebut, belum ada hal yang membuat satu kerugian yang dialami oleh masyarakat.” Ungkapnya, saat dijumpai ‘GE’ di lokasi pembangunan kantor MUI Banyuresmi, Rabu (03/08/2016)

Dijelaskannya, Keberadaan PT CSI Group akan mampu membangkitkan semangat masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

“Menyantuni anak yatim, serta memberikan dana bantuan untuk kegiatan keagamaan, merupakan satu hal yang mulia. Jika hal tersebut dilakukan oleh seseorang ataupun satu lembaga. Maka orang dan lembaga tersebut akan mendapatkan ridho dari Alloh Subhanahu wata’ala. Dan mudah-mudahan saja, PT. CSI Group bisa semakin maju, dan bisa terus berkontribusi membantu masyarakat indonesia, pungkasnya. (Useu G Ramdani)***