ABH Penghuni Bapas Garut Mendapat Pelatihan Keterampilan Budidaya Lele

MESKI sedang menjalani masa hukuman, para Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) mendapatkan perlakuan secara manusiawi dari petugas. Tidak hanya dibina secara mental dan spiritual, mereka pun mendapatkan pelatihan keterampilan budidaya ikan lele. Hal tersebut dilakukan agar selepas menjalani masa pembinaan mereka bisa diterima masyarakat sekitar dan memiliki keahlian sebagai bekal hidup mereka saat menghirup udara bebas.

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Djoko Setiyono, mengatakan penjara menjadi pilihan terakhir untuk melakukan pembinaan kepada anak berhadapan dengan hukum (ABH). Pemberian keterampilan menjadi pilihan untuk melakukan pembinaan.

“Pidana penjara harus dihindarkan. Penjara itu banyak negatifnya. Mereka (ABH) diberi pidana alternatif yang lebih manusiawi dan positif,” ujar Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Djoko Setiyono usai menghadiri kube budidaya lele di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II B Garut, Senin (15/5).

Sejumlah ABH yang kini dibina Bapas Garut, tutur Djoko, diberi sejumlah pelatihan. Mulai dari bercocok tani hidroponik, ternak lele, hingga keterampilan las.

“Sejak adanya UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, penjara itu hanya pilihan terakhir. Jadi anak diberi keterampilan dulu,” katanya.

Sanksi hukum, lanjut dia, tetap diberikan namun lebih mendidik. Menurutnya, sejumlah pelanggaran dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya keimanan, lingkungan, dan ekonomi.

“Pembinaan yang dilakukan Bapas ini salah satunya untuk mengatasi faktor ekonomi. Bagaimana mereka kelak dapat penghidupan yang baik secara ekonomi serta tak melanggar hukum,” ucapnya.

Selain melakukan pembinaan kepada ABH, tutur dia, Bapas juga membina warga binaan dewasa. Tugas Bapas untuk mengetahui penyeban warga binaan melakukan pelanggaran hukum.

“Sebelum dilepas kembali ke masyarakat, warga binaan ini harus diberi keterampilan. Kami harap juga ada dukungan dari semua pihak agar tujuannya tercapai,” katanya. (Farhan SN)***

Berbuat Keji Terhadap Korbannya, Ancaman Hukuman Bagi Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Akper Terlalu Ringan

GARUT, (GE).- Perbuatan sadis dan keji telah dilakukan RF (20). Selain mencuri benda milik korban, pelaku juga tega menghabisi nyawa dan merudapaksa korbannya.

Polisi mengungkapkan, sebelum kejadian pelaku sudah mabuk. Lalu pelaku masuk ke rumah melalui jendela belakang setelah naik ke genting. Saat mengambil barang di rumah, korban terbangun dan berteriak,” ucap Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Sugeng Heryadi, Senin (5/12/2016).

Menurut Sugeng, pengakuan RF yang melakukan aksinya bersama satu orang lain hanya sebagai akal-akalan saja. Hal itu dilakukan agar seolah-olah RF tak menjadi pelaku utama.

“Sudah kami pastikan jika pelakunya hanya satu orang. RF kami kenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” katanya.

Menanggapi ancaman hukuman yang diberikan kepada tersangka, Kepala Bidang Advokasi Pendampingan dan Pemulihan P2TP2A Kabupaten Garut, Nitta K Widjaya, menilai hukuman yang diterapkan aparat kepolisian terhadap pelaku, “RF” (20), tidaklah cukup.

“Hukuman yang diterapkan aparat kepolisian terhadap pelaku, yakni Pasal 365 tentang pencurian dan pemberatan itu kami nilai masih kurang. Memang pelaku mulanya melakukan pencurian, tetapi dia membunuh dan memperkosa korban,” kata Nitta, Kamis (8/12/2016).

Diungkapkannya,  pelaku, warga Kampung Lebaksari RT03/23, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut ini tergolong sangat sadis, yaitu memperkosa setelah korban tewas.

“Kami berupaya agar pelaku ini dihukum seumur hidup. Kami dorong aparat kepolisian menerapkan penambahan hukuman pemberatan dengan memperhatikan fakta-fakta yang terjadi,” tandasnya. (Farhan SN)***

Dekatkan TNI dengan Warga, Korem 062 Tarumanagara Santap Nasi “Liwet” Bersama Warga Priangan

GARUT, (GE).- Bertempat di Lapangan Merdeka Kherkof, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan personil TNI dari kesatuan Korem 062 Tarumanagara, gelar peringatan Hari Juang Kartika (HJK) tahun 2016. Selain unsur TNI yang berada di Kabupaten Garut, tutur hadir pula Kodim yang berada diseluruh priangan timur berbaur bersama menikmati hidangan nasi liwet ala TNI.

Berbagai rangkaian kegiatan mewarnai Hari Juang Kartika. Namun yang lebih menarik seluruh unsur TNI berbaur dengan masyarkat menyantap nasi liwet yang beralaskan daun pisang. Sedikitnya 2000 peserta mengikuti santap nasi liwet terbanyak di Indonesia.

Danrem 062 Tarumanagara, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, mengatakan, kegiatan makan liwet bersama rakyat merupakan salah satu pilosofi kuat TNI, apabila berbaur dengan masyarakat.

“Ini bukti nyata kalau TNI bersinergi dengan rakyat, dengan cara makan nasi liwet tidak ada perbedaan sama sekali,” ungkapnya, Kamis (15/12/2016) pada wartawan usai menyantap nasi liwet.

Dikatakannya, makan nasi liwet yang dibuat oleh TNI sendiri sudah dipersiapkan satu hari sebelum pelaksanaan. Yang mana TNI juga menunjukan kalau kemampuannya bukan saja memegang senjata tetapi keahlian memasak juga dimiliki oleh TNI.

Sementara salah satu warga, Imas (37) warga asal Kecamatan Tarogong Kidul, mengatakan, kegiatan santap nasi liwet terbanyak ini baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Garut. Bahkan tidak ada sekat sama sekali antara aparat dengan rakyat.

“Kami baru bisa berbaur dengan aparat TNI, selama ini banyak masyarakat yang enggan untuk bisa dekat dengan TNI, karena ada perbedaan dari seragam,” katanya.

Dirinya juga berharap, kalau momen Hari Juang Kartika ini merupakan momen bersatunya TNI dengan rakyat. ” Ternyata TNI juga memiliki perasaan sama dengan rakyat, hanya saja yang membedakan seragamnya saja,” singkatnya. (Memphis)***

Hati-hati Longsor di Nagreg, Arus Kendaraan di Lingkar Nagreg Diberlakukan Dua Arah

GARUT, (GE).- Kendaraan dari Garut menuju Bandung harap berhati-hati. Pasalnya, Kendaraan dari arah Bandung ke Garut dibelokkan ke arah Lingkar Nagreg. Akibatnya arus lalu lintas di Lingkar Nagreg jadi dua arah.

Pengalihan arah tersebut dilakukan petugas Kepolisian untuk menghindari longsor setinggi 15 meter yang terjadi di Jalan Raya Tanjakan Bohong, Kampung Warung Bir, Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Longsor terjadi sekitar pukul 17.05 WIB sore tadi Jumat (9/12/2016). Material longsoran sempat menutup ruas jalan Bandung-Garut. Bahkan satu unit mobil Avanza sempat tertimbun longsoran.

KBO Polres Garut, IPTU. Jaenuri mengatakan saat ini arus lalu lintas dari Garuy sudah mulai terurai. Meski sebelumnya sempat ada hambatan.

Namun menurutnya pengguna jalan harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya kondisi jalan saat ini licin.

Apa lagi, lanjut Jaenuri, bagi warga Garut yang akan berangkat ke Bandung, saat ini jalur di Lingkar Nagreg diberlakukan dua arah. Jadi kewaspadaan harus ditingkatkan karena akan berpapasan dengan kendaraan lain yang berlawanan arah.

“Informasi yang diterima, material longsoran sudah dibersihkan. Namun untuk arus lalu lintas masih dialihkan ke jalur Lingkar Nagreg. Jadi harap hati-hati saat melintas di Nagreg,” ujarnya kepada “GE” Jumat (9/12/2016).

Jaenuri menyarankan agar warga Garut tidak menggualnakan jalur alternatif Cijapati. Pasalnya jalur tersebut rawan kecelakaan apa lagi malam hari. (Awis)***

Lelang Lima Jabatan Kadis di Pemkab Garut, Dua Kursi Sepi Peminat

GARUT, (GE).- Lima posisi jabatan eselon II setingkat kepala dinas, dilelang Pemerintah Kabupaten (Pem-kab) Garut. Kelima posisi tersebut yaitu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah jabatan sudah mulai diperebutkan. Jabatan Kepala Dinas Pendidikan menjadi primadona. Sementara jabatan Direktur RSU dr. Slamet Garut dan Distarkim masih sepi peminat. Sehingga BKD Garut memperpanjang masa pendaftaran kedua calon instansi tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Iman Alirahman mengatakan, lelang jabatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari ketentuan yang harus dilaksanakan Pemkab Garut sebagaimana diatur Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditindaklanjuti dengan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB). Ketentuan tersebut dalam rangka pengisian jabatan setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2016 yang diluangkan di daerah dalam Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Menurut Iman, penyegaran jabatan di lima lembaga tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari panitia seleksi (pansel). Kendatimikian, tidak menutup kemungkinan jika pejabat yang sekarang menduduki posisi tersebut akan kembali menempati jabatan itu jika pansel menyatakan hasil ujiannya, baik tes tertulis, wawancara, maupun psikotes dinilai baik.

“Pengisian jabatan itu direncanakan paling lambat 29 Desember, karena Januari 2017 harus sudah dengan SOTK baru dengan pejabat-pejabat yang sudah dikukuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut, Asep Sulaeman Faruq, mengaku masa pendaftaran jabatan Kadistarkim dan calon direktur RSU dr. Slamet Garut diperpanjang hingga 12 Desember 2016 mendatang. Alasannya, jumlah pelamar untuk kedua dinas ini baru dua orang. Namun jika batas tambahan waktu yang telah ditentukan masih belum ada peminatnya tim Pansel akan menyerahkan nama pendaftar tersebut.

“Memang ada dua instansi yang masih kurang peminatnya, jadi pendaftarannya diperpanjang,” ujar Asep Faruq, Jumat (09/12/2016).

Masih menurut Asep, untuk dinas lainnya, saat ini proses lelang jabatan sudah mencapai tahap wawancara dan penyampaian karya tulis. Direncanakan tim Pansel akan menyerahkan hasilnya kepada bupati pada tanggal 21 Desember 2016. Sehingga di akhir bulan ini semua jabatan sudah terisi dan segera dilakukan pelantikan.

“Berdasarkan jadwal, pelantikan akan dilakukan pada tanggal 28,29 dan 30 Desember 2016. Sehingga awal Tahun 2017 semua jabatan SOTK baru sudah terisi,” harap Asep.

Asep menandaskan, pelantikan pejabat terpilah akan dilakukan secara bertahap. Tak kurang dari 1800 pejabat yang nanti akan dilantik terdiri dari eselon II, III dan IV. (Farhan SN)***

Mahasiswa Uniga Galang Bantuan Dana untuk Korban Gempa di Aceh

GARUT, (GE).– Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) menunjukkan rasa empatinya terhadap korban bencana di Aceh. Untuk membantu korban gempa di Aceh, mahasiswa menggalang bantuan dari sesama mahasiswa di Uniga.

Aksi penggalangan dan oleh para mahasiswa tersebut dimulai dari Kampus Uniga dengan melakukan penggalan disejumlah ruang kuliah meminta para mahasiswa menyumbangkan sesuai kemampuan merak masing-masing. Para mahasiswa juga menyisir seluruh sudut-sudut kampus tempat para mahasiswa berkumpul untuk meminta uluran tangan mereka. Satu persatu mereka mengeluarkan uang pecahan ribuan kemudian dimasukan kedalam kotak yang disodorkan rekannya.

“Ini panggilan kemanusiaan, kita harus egera berbuat demi membantu saudara-saudara kita di Aceh,” Kata Asri Rayna slah seorang mahasiswa penggalang dana tersebut, Kamis (8/12/2016).

Ia menyebutkan gempa dengan kekuatan 6,5 SR benar-benar telah mengguncang bumi serambi mekah hingga mengundang perhatian banyak pihak keran besarnya kerusakn serta banyaknya koban jiwa meninggal.

“Mendengar dan melihat sejumlah informasi tentang kerusakan dan banyaknya korban meninggal membuat kami sangat tersentuh dan segera harus melakukan upaya penggalangan dana ini,” Ungkapnya.

Para mahasiswa berharap kegiatan pengalangan dana yang digelar mulai hari ini akan dapat sedikit meringankan beban para korban gempa tersebut. Dana yang terkumpul selanjutnya akan ditransferkan ke sejumlah rekening penyalur dana bantuan dengan harapan dapat sampai kepada pihak-pihak yang membutuhkan terutama para korban gempa tersebut. (Tim GE)***

Keluarga Korban : Pelaku Pembunuhan Bukan Pacar Korban

GARUT, (GE).- Keluarga korban pembunuhan dan pemerkosaan menegaskan pelaku pembunuhan bukan pacar korban. Selama ini beredar isue jika pelaku merupakan pacar almarhum Fahmi Nisa Nurbayani.

“Sama sekali tidak benar jika ada isue pelaku merupakan pacar adik saya. Pelaku itu murni orang tak dikenal yang akan merampok di rumah keluarga saya,” ujar kaka korban, Rahmi (28).

Menurut Rahmi, aksi yang dilakukan tersangka sudah direncanakan karena beberapa hari sebelum kejadian, sempat ada yang bertanya kepada ibu korban perihal rumah yang ditinggali Korban di Perumahan Banyu Herang, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat. Kepada wartawan ia mengatakan adiknya tinggal di perumahan kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, adiknya tidak selalu tinggal sendiri di rumah yang jaraknya tidak jauh dari rumah orang tuanya itu.

“Ayah dan ibu pun kadang selalu menemani Nisa. Pelaku yang sudah ditangkap Polisi saya ketahui sebagai pendatang baru, adik saya tidak mengenal pelaku, begitu pun keluarga, tidak mengenal sama sekali,”Kata Rahmi, Senin (5/12/2016).

Menurutnya pihak keluarga memastikan jika korban tidak mempunya pacar sebagaimana sempat ada kabar yang menyebutkan adiknya pacaran.

“Kami keluarga merasa tidak enak jika ada gosip yang menyebutkan pelaku adalah pacar adik saya, padahal buka sama sekali, pelaku hanya orang asing yang tidak mempunyai hati dan iman,” ungkapnya.

Rahmi menuturkan almarhumah adiknya saat kecil sekolah di TK Tadika, SD Cipicung, MTs Baiturrahman, MA at Tajdid Singaparna, dan kulian di Akper Pemda Garut. Ia memastikan adiknya orang yang ramah, baik, shalehah, dan pergaulannya pun luas.

“Adik saya aktif di organisasi Ismakes (Ikatan Mahasiswa Kesehatan), dan kemarin adik saya terpilih menjadi ketua Ismakes Kabupaten Garut. Teman-temannya kemarin hadir untuk mendoakan adik saya ke rumah, baik teman waktu adik saya SD, SMP, SMA, hingga kuliah dan di organisasi pun semuanya hadir. Adik saya memang orang yang shalehah,” imbuhnya. (Tim)***

Wakil Bupati Garut : Hukum Pelaku Pembunuhan Mahasiswa dengan Seberat-beratnya

GARUT, (GE).- Sebagai pejabat daerah, Wabup Garut dr. H. Helmi Budiman menaruh perhatiannya pada peristiwa pembunuhan mahasiswi Akper Pemda. Peristiwa pembunuhan gadis berusia 19 tahun ini memang menggemparkan dan membuat merinding orang yang mendengarnya. Pasalnya selain dibunuh secara kejam, pelaku sempat rudapaksa korban yang sedang sekarat.

dr. Helmi budiman mengaku, prihatin dan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu mahasiswi berprestasi Akper Pemda yang meninggal dengan tidak wajar. Wabup tak habis pikir dengan ulah pelaku yang tega dengan sadis mencuri, memperkosa, hingga membunuh korban yang tidak berdaya.

Karenanya, Wabup meminta aparat penegak hukum untuk segera mengadili dan memberikan hukuman seberat-beratnya. Apa lagi sekarang Kapolres baru, saya titipkan kasus ini agar pelakunya diberikan hukuman yang berat.

“Saya titip kepada pa. Kapolres agar terus mengawal kasus ini. Tujuannya agar tidak terulang dikemudian hari,” katanya.

Dikatakan Wabup, dirinya bahkan ditelepon Gubernur Jawa Barat untuk memberikan penjelasan mengenai kasus pembunuhan tersebut. Sabtu pagi pun Wabup menjenguk keluarga korban yang berduka di Banyuresmi.

Untuk mengobati kesedihan sesama rekan mahasiswa dan dosen, Wabup pun memimpin apel pagi dan doa bersama di lapang upacara Akper Pemda.

“Semoga Ananda Fahmi Nisa Nurbayani diterima iman islamnya dan digolongkan menjadi ahli surga, amiin.” Kata Wabup. (Farhan SN)***

Perusak Hulu Cimanuk Segera Ditetapkan Tersangka, Pengelola Wisata Darajat dan Direksi BUMD Jadi Objekan

GARUT, (GE).- Dilansir dari halaman galamedianews.com Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Barat temukan adanya pelanggaran dan mengarah ke tersangka terkait kasus dugaan pengerusakan lingkungan di area hulu Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Hal itu juga yang diduga menjadi penyebab banjir bandang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur Reskrimsus‎ Polda Jawa Barat, AKBP Diki Budiman kepada wartawan di Mapolda Jabar, Rabu (7/12/2016). Tersangka yang terlibat diperkirakan dari pengelola wisata dan pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kawasan Dajarat Pas.

“Tersangka belum ada tapi menuju ke situ sudah ada. Namun ada sedikit hambatan. Mau periksa saksi ahli tidak pas waktunya. Lainnya tidak ada kendala, secepatnya nanti kita umumkan,” jelasnya.

Diki menuturkan, empat objek terkait pengerusakan lingkungan telah dilakukan penyelidikan. Di antaranya mengenai tempat wisata yang tidak memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Kita jadikan empat objek penyelidikan di Garut. Dua sudah jadikan objekan terhadap kerusakan di hulu diduga dilakukan tempat wisata yang tidak memiliki izin Amdal. Yang kedua, pengelolaan di hulu Das, yang dilakukan salah satu BUMD. Dan dua lagi, terkait tindak pidana korupsi, tapi belum naik ke penyidikan‎,” tutur dia.

“Sekarang tingal menunggu keteguhan kita untuk menetapkan tersangka setelah keterangan para saksi ahli. Saksinya dari aksi ahli lingkungan hidup, saksi hukum pidana, dan dari civitas akademi yang punya disiplin ilmu soal lingkungan,” jelas dia menambahkan.

Diki mengungkapkan, dari dua objek yang telah dilakukan penyelidikan, pengelola kawasan wisata di Darajat Pas dan direksi BUMD. “Mungkin tersangka bisa satu atau dua orang. Itu bisa termasuk pengola wisata dan pengelola (direksi) BUMD,” terang Diki. (Net)***

Jabatan Kapolres Garut Diserahterimakan, Berikut Program Kapolres Baru

GARUT, (GE).- AKBP Arif Budiman SIK M.Si yang selama ini menjadi Kepala Kepolisian Resort Garut akan menjalani tugas baru sebagai Kapolres Cianjur. Kapolres Garut kini dijabat oleh mantan Kapolres Banjar AKBP. Novri Turangga E.SH., SIK, M.H, M.Si.

Kepindahan Arif Budiman yang terkenal dekat dengan bawahannya selama ia menjabat kurang lebih satu tahun dua bulan tersebut, membuat beberapa warga sedih. Pasalnya selama menjabat, ia juga dekat dengan masyarakat seperti saat terjadi musibah banjir bandang, sampai dengan terbakarnya Pasar Limbangan beberapa waktu yang lalu.

“Sayang cepat kali Bapak itu pindah. Baru kali ini serasa mempunyai kapolres sejak bapak itu menjabat,” ucap H. Deden, Bendahara Umum Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Lodaya Polres Garut, Rabu (7/12).

Ia pun berharap, penggantinya tak jauh berbeda dengan Arif Budiman. “Bagi saya selain kapolres, dia juga bapak semua warga Garut. Soalnya dia yang pertama kali turun saat terjadi beberapa kali gejolak di kabupaten Garut,” ucapnya.

Selama AKBP Arif Budiman menjadi Kapolres Garut, sebagai tanda jasanya ia juga berhasil membangun mesjid Nurul Hikam di komplek Mapolres Garut.

Sementara dalam upacara tradisi pelepasan mantan Kapolres Garut, AKBP Arif Budiman bersama istrinya, diwarnai isak tangis dan haru dari personil jajaran Polres Garut serta anggota Bhayangkari.

Kegiatan upacara tradisi lepas sambut ini diawali dengan pengalungan bunga oleh Wakapolres Garut, dilanjutkan dengan sambutan lengser dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut. Setelah itu melakukan temu ramah dengan sejumlah perwira secara intern di ruang Kabag Ops.

Sekira pukul 15.00 WIB dilakukan pelepasan mantan Kapolres Garut, dengan ditandai upacara pedang pora dan bersalaman dengan sejumlah perwira dan anggota Polres.

Saat dilakukan pelepasan tersebut terlihat sejumlah perwira, anggota maupun ibu-ibu bhayangkari tidak bisa menahan rasa haru dengan saling berpelukan untuk melepas kepergian AKBP Arif Budiman bersama istrinya.

Arif Budiman dalam sambutan perpisahannya menyampaikan permohonan maaf dan berpamitan. Ia berharap kepada seluruh mantan stafnya agar memberi dukungan penuh kepada Kapolres Garut yang baru.

“Sukses bukan karena perseorangan tapi sukses karena kebersamaan. Ada saat datang, ada saat pergi, namun semangat untuk mengabdi kepada negara tidak akan pernah berhenti,” ucapnya.

Sementara Kapolres yang baru AKBP. Novri Turangga yang juga masih orang Wanaraja Garut mengatakan akan tetap melakukan koordinasi dan akan meneruskan program Kapolres yang lama, dengan tetap mengedepankan disiplin hirarki dan loyalitas kepada pimpinan.

Selain itu, ia berjanji akan membuat Garut lebih maju dan lebih baik. Pasalnya, ia sebagai putra daerah bercita-cita untuk memajukan tanah kelahirannya.

“Saya aslu orang Garut. Ayah saya orang wanaraja. Jadi saya berkeinginan untuk memajukan daerah,” ujar Novri.

Novri mengaku, di tahun 2008 yang lalu dirinya pernah menangkap salah seorang pejabat di Garut yang terjerat kasus korupsi. Waktu itu, dirinya sedang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski begitu, dirinya berkomitmen untuk membantu Pemkab Garut dalam menciptakan suasana kondusif di Kota Dodol. Bahkan dalam program kerja terdekatnya, ia akan bergelirya menjalin silaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan unsur Muspida di Garut.

Pada malam harinya pukul 19.00 WIB, digelar lepas sambut dengan mengundang beberapa pejabat Pemda Garut. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati beserta wakil bupati Garut, Dandim 0611 Garut, Ketua Komisi A DPRD Kab. Garut, ketua Kadin, FKPM Polres Garut, LSM, Ormas, dan pemuka agama, dan tokoh masyarakat lainnya. (Awis)***

Editor: Kang Cep.