Belasan Tersangka Diciduk Polisi dari Empat Kecamatan, Sejumlah Barang Bukti Narkoba Diamankan

GARUT,(GE).- Sedikitnya lima belas tersangka diciduk jajaran Kepolisian Resort Garut dari beberapa kecamatan di Kabupaten Garut. Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti narkoba, mulai dari jenis ganja dan obat-obatan terlarang.

“Dalam rentang waktu dua bulan ini (Juli-Agustus 2017) kami berhasil menangkap 15 tersangka penyalahgunaan narkoba,” ujar Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga, di Mapolres Garut, Rabu (16/7/17).

Dijelaskannya, para tersangka tersebut merupakan pelaku dari beberapa kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Garut yang meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Garut Kota, Cisurupan, Cigedug, Karangpawitan, dan Cibiuk.

“Mereka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat dan hasil penyelidikan kepolisian hingga akhirnya terungkap kasus penyalahgunaan narkoba berikut barang buktinya. Kita melakukan penyitaan barang bukti yang terindikasi melakukan peredaran gelap dan atau penyalahgunaan narkotika psikotropika dan kefarmasian,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya lima paket daun ganja seberat 1,5 kg, sabu-sabu seberat 1,5 gram, 10 strip obat jenis Mersi Riklona, 12 bungkus pil Dextro serta 25 strip pil Cornophen.

“Seluruh barang bukti dan tersangkanya, masih dalam pemeriksaan Polres Garut untuk mengungkap tuntas peredaran narkoba di Garut. Kita masih juga masik menylidiki lebih lanjut terkait kasus narkoba dan pelanggaran farmasi di Garut ini,” katanya.

Akibat perbuatannya tersebut, para tersangka terancam dijerat Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman variatif. Hukumannya antara lima sampai 20 tahun penjara. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Tujuh Tersangka Pengedar Narkoba Diciduk, Dua Diantaranya Wanita yang Bawa Sabu di Alat Vital

GARUT, (GE).- Tim Satuan Narkoba Polres Garut, berhasil mengungkap upaya peredaran narkoba di wilayah Garut. Dalam pengungkapan ini sedikitnya tujuh orang tersangka pengedar narkoba berhasil diciduk. Dari tujuh orang tersebut dua diantaranya wanita.

Menurut Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Asep Darajat, tertangkapnya para tersangka ini berawal dari laporan warga.

“Penangkapan kita lakukan dua hari sebelum Lebaran. Tujuh tersangka pengedar kita amankan berikut sejumlah barang bukti berupa ganja dan sabu-sabu,” ungkap Asep, Jumat (7/7/2017).

Dijelaskannya, sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, diantaranya tiga paket daun ganja kering 7,3 gram serta 17 paket sabu dengan total berat 8,2 gram.

“Para tersangka pengedar ini kita tangkap dari empat daerah berbeda. Ada yang ditangkap di wilayah Kecamatan Garut Kota, Banyuresmi, Karangpawitan, dan Cibatu,” tandasnya.

AKP Asep menyebutkan, tujuh tersangka yang berhasil diamankan diantaranya berinisial WH, AN, SN, SS, PEN, AW, AN, dan SM. Dari tujuh tersangka ini, dua di antaranya wanitan berinisial AN dan SM.

“Untuk mengelabui petugas, dua perempuan tersangka pengedar narkoba ini menyembunyikan sabu-sabu di dalam alat vitalnya. Namun kami yang sejak awal sudah melakukan penyelidikan tak mau terkecoh sehingga sejumlah polwan melakukan penggeledahan dan ternyata ditemukan dua paket sabu kecil di dalam alat vital keduanya,” katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kini ketujuh tersangka diamankan di sel tahanan Mapolres Garut. Para tersangka terancam dijerat pasal 111, 112, 114, 127 hurup A serta pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS : Tiga Napi Tertangkap Basah saat Pesta Narkoba di Sel Tahanan Lapas

GARUT, (GE).- Sebanyak tiga orang narapidana akhirnya dicokok petugas karena tertangkap basah saat berpesta narkoba di dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Garut, Jawa Barat, Rabu (7/6/17). Pengungkapan peredaran narkoba di dalam Lapas itu diketahui dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Garut, Ramdani Boy, menyebutkan, sebelumnya petugas mendapatkan informasi ada sejumlah napi tengah berpesta narkoba di dalam sel. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan operasi tangkap tangan yang dilakukan sejumlah petugas.

“Hasil operasi tangkap tangan yang kita lakukan, ternyata benar ada tiga napi yang menghuni Kamar D1 Blok Papandayan yang tengah berpesta narkoba. Kita langsung amankan ketiganya untuk selanjutnya akan kita serahkan ke Polres Garut untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Boy, di Lapas Kelas IIB Garut, Jalan Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Kamis (8/7/17).

Ketiga napi yang diduga tengah berpesta narkoba itu masing-masing berinisial RB, IS, dan ON. Selain ketiga tersangka, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 11 linting narkoba yang diduga jenis gorila, sejumlah uang, dan HP milik ketiga napi.

Ketiganya merupakan napi kasus kriminal umum yang tinggal dalam satu sel. Mereka belum lama menghuni Lapas bahkan ada di antaranya yang masih status titipan.

“Berdasarkan pengakuan, mereka mendapatkan barang tersebut melalui pesanan secara daring (online). Barang tersebut dipesan melalui HP milik salah seorang napi yang telah kita amankan juga beserta sejumlah barang bukti lainnya,” kata Boy.

Dilihat dari jumlah lintingan narkoba yang cukup banyak, tuturnya, tak menutup kemungkinan narkoba itu bukan hanya untuyk mereka konsumsi sendiri. Bisa jadi mereka juga merencanakan untuk mengedarkannya di dalam Lapas.

Terkait keberadaan HP yang dimiliki napi di dalam Lapas, diakui Boy berdasarkan aturan, napi tak diperbolehkan memegang HP. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penelusuran terkait keberadaan HP yang dimiliki napi.

Menurut Boy, narkoba tersebut bisa masuk dengan berbagai cara ke dalam Lapas. Biasa saja dimasukan ke dalam makanan yang dibawa pengunjung dan melewati pintu gerbang yang selama ini dijaga ketat atau bisa juga dengan cara dilempar dari luar.

“Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Untuk lebih pastinya kita tunggu hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang akan dilakukan Satuan Narkoba Polres Garut,” ucap Boy.

Boy menandaskan akan lebih memperketat penjagaan dan pemeriksaan di Lapas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Pihaknya, tambah Boy, tidak ingin kecolongan lagi dengan masuknya narkoba ke dalam Lapas.

Salah seorang napi yang diamankan, RB, mengaku jika narkoba yang dipesannya merupakan jenis gorila. Ia memesan barang tersebut secara daring menggunakan telepon genggam miliknya.

Ia memesan 11 paket kecil tembakau gorila sebesar Rp 1 juta. Uang pembelian didapat dari sejumlah napi lain yang akan membeli narkoba tersebut.

“Belum sempat diedarkan barangnya. Sempat dihisap dulu sama temen satu sel akan tetapi keburu ketahuan petugas,” katanya.

Diterangkan RB, dirinya baru pertama kali memesan barang haram tersebut. Rencananya tembakau gorila itu akan ia edarkan di dalam Lapas. Satu paket kecil bisa direcah menjadi dua atau  tiga linting. Satu lintingnya bisa dipake untuk tiga orang. Sedangkan harga  satu paketnya rencananya akan dijual dengan harga Rp 100 ribu. (Farhan SN)***

Editor : SMS

BNNK Garut Ajak Warga Melaksanakan Nilai-nilai Pancasila

GARUT, (GE).- BNNK Garut dengan penuh rasa nasionalisme, menyelenggarakan upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun 2017, Kamis (01/6/2017) bertempat di halaman kantor BNNK Garut Jl. Patriot No. 3 A Garut. Bertindak selaku pembina upacara, Kepala BNNK Garut, Drs. Anas Saepudin, M.Si. Dalam sambutannya ia menyampaikan sambutan Presiden Republik Indonesia dalan rangka peringatan hari lahir Pancasila.

Ia berharap peringatan hari lahir Pancasila, semoga mampu melaksanakan nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Selain itu, Anas berpesan, agar semua warga Indonesia khususnya Garut bisa menjauhi Narkoba.

Menurutnya, persoalan Narkoba menjadi salah satu persoalan krusial yang harus dilawan oleh seluruh warga Indonesia. “Dengan semangat hari lahir Pancasila mari kita perangi Narkoba. Jangan sampai generasi anak bangsa terjerumus ke dalam lembah nista Narkoba,” pungkasnya. (ADV/BNNK)***

BNN Kabupaten Garut Mengklaim Tingkat Peredaran Narkoba di Garut Menurun

GARUT, (GE).-  Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Garut, Anas Saeffudin, menyatakan peredaran narkoba berbagai jenis psikotrofika di Garut dinilai masih tinggi.

“Kami terus mewaspadai upaya upaya yang dikembangkan oleh kelompok jaringan narkoba yang mencoba mengedarkan narkoba di wilayah hukum Garut,” ungkapnya, Kamis (23/3/17).

Berdasarkan data privalensi yang merupakan hasil penelitian BNN dengan Universitas Indonesia (UI) yang menggunakan metode penelitian tertentu, pada tahun 2015 menurut data privalensi menunjukan peredaran narkoba di Garut sebesar 2,24 persen. Sementara berdasarkan penelitian pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 0,03 persen.

Artinya, kata Anas, dengan terjadinya penurunan pengguna maupun pengedar narkoba di Garut, menunjukan upaya pencegahan dengan memberdayakan masyarakat, merehabilitasi pecandu hingga mempersempit ruang gerak bandar narkoba, dinilai berhasil, meskipun belum signifikan.

“Kami terus memperkuat upaya-upaya dengan melakukan koordinasi dan menjalin sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat. Termasuk dengan aparat penegak hukum, kepolisian, dan juga melibatkan institusi terkait lainnya yang memliki tanggungjawab melakukan upaya pencegahan, pemberdayaan, dan rehabilitasi,” pungkasnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Tembakau Gorila Menggila, Ratusan Pecandu Direhabilitasi BNN

GARUT, (GE).- “Tembakau gorila” adalah salah satu jenis narkoba yang akhir-akhir ini menjadi salah satu kegemaran baru bagi para pecandu narkotika. Untuk mengantisipasi peredaran yang lebih luas, BNNK Garut terus meningkatkan pengawasan. Tercatat, pada tahun 2016 lalu, BNNK Garut sudah mengamankan sedikitnya tiga pengedar tembakau gorila.

Kepala BNNK Garut, Anas Saepudin, mengakui, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait peredaran tembakau gorila di Garut.

“Peredarannya juga melalui media sosial. Sudah ada tiga orang yang ditangkap,” ujar Anas, Kamis (2/2/ 2016). Dijelaskannya, meski belum masuk pada lampiran Undang-undang narkotika, BNN Garuttetap melakukan upaya pencegahan.

“Setiap ada penangkapan kami kembangkan dan mengambil tindakan. Biar ambil pencegahan juga peredarannya. Jangan sampai bebas dijual,” ucapnya.

Setiap orang yang terlibat dalam peredaran tembakau gorila, Anas menyebut sudah didata pihaknya. Jika ada yang menjadi pemakai, bisa saja mendapat rehabilitasi.

Menurut Anas, warga Garut yang ingin direhabilitasi bisa memiliki sejumlah tempat pilihan. Di antaranya di Inaba Tasik, Inaba Garut, dan Yayasan Bunga Bangsaku.

“Yang terbaru nanti akan ada di gedung PCNU Garut untuk rehabilitasi pecandunya. Akan ada penanganan khusus yang dilakukan,” katanya.

Diungkapkannya, pendekatan secara agama, menjadi salah satu cara pengobatan pecandu narkotika. Pihaknya pun juga meminta kepada lembaga dakwah tersebut untuk menyosialisasikan pencegahan narkoba dalam setiap kegiatan.

“Upaya yang masih bisa dilakukan melalui media dakwah di majlis taklim dan pengajian-pengajian. Kami harap upaya tersebut bisa menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Hingga tahun 2016, tutur Anas, sudah ada ratusan pecandu yang mendapat rehabilitasi. Baik rawat jalan maupun rawat inap. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Nekat Berbisnis Daun Ganja, Dua Orang Tukang Ojeg Ini Harus Berurusan dengan Polisi

MAPOLRES, (GE).- Nasib naas dialami dua tukang ojeg, AS (36), warga Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi dan DK (34), warga Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan. Alih alih mendapatkan untung dari bisnis haram, kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Garut. Dua tukang ojeg ini diamankan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Garut karena kedapatan membawa daun ganja kering.

“Ya, anggota kita (Satnarkoba Polres Garut/red.) telah mengamankan AS (36), warga Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi dan DK (34), warga Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan. Kedua orang yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojeg ini diamankan karena kedapatan membawa narkoba jenis ganja,” ujar Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, Jumat (18/11/2016).

Dijelaskannya, penangkapan dua tukang ojeg tersebut berawal dari laporan warga. Gerak-gerik keduanya dinilai warga sangat mencurigakan. Apalagi sebelumnya, warga juga telah mendapatkan informasi kalau kedua tukang ojeg ini kerapkali menjual barang haram jenis ganja.

“Keduanya ditangkap polisi di kawasan Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi pada Rabu (16/11/2016) siang. Mereka tak dapat mengelak karena polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa ganja kering siap pakai,” ungkap Ridwan.

Diterangkannya, barang bukti berupa dua paket kecil ganja siap pakai itu ditemukan petugas dari masing-masing tersangka. Untuk mengelabui petugas, mereka menyembunyikan paket ganja itu di bungkus rokok yang mereka simpan di saku celana dan saku jaket.

“Kepada petugas, DK mengaku kalau paket ganja yang ada padanya dia dapatkan dari AS. Sedangkan AS mengaku barang haram tersebut diperolehnya dari seorang warga Bandung berinisial M.” Ungkapnya.

Ditambahkannya, kedua tukang ojeg tersebut terancam dijerat Pasal 111 ayat 1 subsider Pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat kurungan penjara selama empat tahun.

Sementara itu “M, “ yang teridentifikasi sebagai warga Bandung dan disebut-sebut tersangka AS telah memasok ganja padanya, kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

“Bermain” Psikotropika, Tiga Orang Ini Digelandang Polisi di Tiga Tempat Berbeda

MAPOLRES,(GE).- Pengguna dan pengedar narkoba, termasuk jenis jenis psikotropika seolah tak pernah jera, terus “bergentayangan” di tenga-tengah masyarakat. Yang terbaru, anggota Polres Garut berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan psikotropika. Sedikitnya 3 orang diamankan dalam kasus ini.

Kasubag Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari ditangkapnya IN (26) warga asal Kampung Cikantong, Desa Sukamukti, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Dari tangan IN, polisis menyita satu strip tablet jenis alfrazolam yang berisi 10 tablet.

“Ya, bermula dari laporan warga, bahwa di Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, sering terjadi transaksi obat-obatan psikotropika. IN pertama kali ditangkap petugas, yakni pada Jumat (07/09/2016) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Raya Wanaraja, Kecamatan Wanaraja,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari IN petugas mendapat barang bukti 10 tablet alfrazolam. Dari hasil pengembangan penangkapan IN, petugas kemudian memburu warga lain berinisial B, 48, asal Kampung Kudang RT02/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja.

“Masih di hari yang sama, B kemudian diamankan di Jalan Raya Cibatu, Desa Cibeureum, Kecamatan Pangatikan, pada pukul 13.00 WIB. Dari B, petugas menyita enam tablet psikotropika jenis riklona clonazepam,” jelasnya.

Polisi pun kembali mendapat keterangan baru mengenai adanya seorang warga lainnya, yaitu seorang pria berinisial EC, 41, warga Kampung Kalangsari RT03/04, Desa Cibereum, Kecamatan Pangatikan. EC diamankan di Kampung Kalangsari pada sore hari pukul 16.30 WIB.

“Dari penggeledahan terhadap EC, petugas mendapai tiga lembar (strip) tablet psikotropika jenis riklona clonazepam, yang masing-masingnya terdapat 10 tablet,” ucapnya.

Ketiganya kemudian digiring ke Mapolres Garut untuk kepentingan proses selanjutnya. Mereka pun menjalani tes urine.

“Barang bukti berupa obat-obatan psikotropika dikirim ke labfor untuk ditindaklanjuti. Asal usulnya (obat-obatan) masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Ketiga orang warga tersebut dijerat polisi dengan Pasal 62 subsider Pasal 60 ayat (2), subsider Pasal 60 ayat (5), UU RI No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Adapun hukuman yang mengancam mereka adalah pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (Tim GE)***

PGRI Garut Berkomitmen Perangi Narkoba

BANYURESMI, (GE).- Sebanyak empat puluh orang pengajar yang datang dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut, mengikuti pelatihan mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Pelatihan ini, berlangsung pada Rabu, (31/08/2016) bertempat di Aula Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Banyuresmi Garut.

Peserta yang merupakan para Guru tersebut, terlihat antusias dalam mengikuti materi dari beberapa orang narasumber. Narasumber yang mengisi materi dalam pelatihan ini, diantaranya petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut, dengan resmi diundang panitia untuk memberikan materi kepada seluruh peserta pelatihan.

Menurut Ketua PGRI Cabang Kecamatan Banyuresmi, Ma’mun Gunawan S.Pdi, pelatihan ini bertujuan agar para pengajar yang ada di Kabupaten Garut, tahu dan mengerti mengenai bahaya narkoba. Selain itu, jika ada gejala peredaran narkoba yang terlihat khususnya di lingkungam sekolah, bisa di antisipasi sejak dini. Sehingga para pelajar di Indonesia, khususnya yang ada di Kabupaten Garut, tidak terbawa dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang sudah kian mengkhawatirkan.

Salah seorang peserta yang ikut dalam pelatihan ini, Endang Suherman, menuturkan, kegiatan ini sangat penting. Sebagai pengajar sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Karangtengah, berharap, jika dari saat ini ke depannya, penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah tidak boleh terjadi.

Dengan kegiatan pelatihan semacam ini, secara tidak langsung menjadi salah satu upaya memerangi narkoba. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru akan menularkan pengetahuan bahaya narkoba kepada para siswa di sekolah masing-masing dalam sela-sela kegiatan belajar mengajar. (Useu G Ramdani)***

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Narkoba, Seorang Tersangka Diamankan

KOTA,(GE).- Kepolisian Resort (Polres) Garut berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Hasilnya seorang tersangka diamankan beserta barang buktinya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes. Yusri Yunus, menyebutkan tersangka yang berhasil diamankan berinisial RH bin Engkus Kusnadi. Tersangkan teridentifikas sebagai warga Kampung Cipasir, RT 03 RW 01, Desa Jelekong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“Barang bukti yang berhasil diamankan petugas adalah lima paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening yang kemudian dibungkus lagi lakban warna coklat. Paket seberat 4,94 gram itu kemudian dimasukan ke dalam bungkus rokok,” ujar Yusri, Senin(15/8/2016).

Dijelaskannya, tersangka berhasil diciduk di Kampung Gagak Lumayung, Kecamatan Garut Kota, Minggu (14/82016) sekira pukul 20.00 WIB.

Kronologis penangkapan tersangka, pada hari Minggu (14/8/2016) sekira pukul 20.00 WIB. Anggota Sat Narkoba Polres Garut mendapat informasi dari masyarakat. Usai menerima laporan, kemudian Unit 1 Sat Narkoba melakukan penyelidikan.

“Setelah itu dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka RH. Dan ditemukan barang bukti berupa lima paket kecil narkotika diduga jenis sabu yang dibungkus plastik yang dimasukan ke dalam bungkus rokok,” jelasnya.

Menurut keterangan tersangka, narkotika jenis sabu tersebut didapatkan dari Sdr U yang saat ini masuk DPO (daftar pencarian orang).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Mapolres Garut. Petugas saat ini masih melengkapi mindik dengan melakukan BAP terhadap saksi dan tersangka.

Rencana tindak lanjut, petugas juga melakukan cek urine tersangka dan melakukan pemeriksaan barang bukti ke labfor. Selain itu, petugas juga melakukan pengembangan ke asal mula barang bukti dan jaringannya.

“Atas perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 112 ayat (1) subsider pasal 114 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” Tandasnya. (Tim GE)***