Ribuan Crosser Picu Adrenalin, Jajal Tanjakan “Jamibojem Leuweung Oko”

GARUT, (GE).- Tidak kurang dari seribuan crosser dari berbagai kelas menjajal jalur ekstim di kawasan utara kabupaten Garut. Salah satu kawasan yang terkenal menantang para rider ini adalah lintasan jalur Hutan Oko, warga sekitar menyebut jalur ini dengan “Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko.”

Bagi para penikmat olahraga ekstrim, Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko ini merupakan trek favorit untuk memacu tungganngan kuda besinya. Selain trek yang cukup menyulitkan untuk dilalui, kawasan ini juga dikenal dengan keasrian alamnya nan eksotis. Tak heran, Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko selalu difavoritkan para crosser.

Saal melintas tanjakan ini, dari seribuan crosser hampir semuanya kesulitan melintasi tanjakan ini. Bahkan, untuk bisa menaiki tanjakan ini, para corosser harus dibantu warga di sekitar lokasi.

Tanjakan Jamibojem adalah satu trek paling menantang  yang di ada Leuweung Oko yang dibuat khusus oleh panitia untuk jalur motocross. Walaupun baru pertama kali dibuat jalur cross, trek Leuweung Oko yang berlokasi di Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut rupanya cukup memikat para peserta.

Salah seorang crosser perempuan asal Malangbong, Iriana Intan Cahyani, mengaku sangat kagum dengan jalur cross Hutan Oko ini. Dibalik pemandangan alamnya yang indah, ternyata di tempat ini mempunyai trek cross yang cukup berat.

“ Selain alamnya yang indah, treknya juga cukup menantang. Dan ini sangat mengasyikan untuk memicu adrenalinm,” kata Intan, yang saat melintasi tanjakan inmi harus dibantu warga. Sabtu (15/07/2017).

Dengan adanya jalur menantang yang di miliki hutan oko, membuat para pecinta cross adventure ketagihan. Iriana dan peserta lainnya, berniat ingin kembali menjajal jalur ini. Merekapun berharap agar jalur cross adventure hutan oko lebih dikembangkan lagi.

Sementara itu, Nur Muhamad (27), salah seorang warga yang terlibat menjadi panitia lokal, menyebut Hutan Oko sangatlah cocok jika dibuat jalur cross country. Selain banyak tanjakan yang justru menjadi surga para crosser, Hutan Oko juga menyajikan pemandangan alam serta udara alam hutan yang segar.

Setelah melakukan istirahat pascaberjuang menaklukan Tanjakan Jamibojem, ribuan peserta kembali melakukan perjalanan adventure nya menuju titik finish di Alun-alun Limbangan Garut. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

“Agung Laksana Super Grasstrak 2017”, Ajang Pencarian Crosser Profesional

GARUT, (GE).- Sebanyak 60 crosser dari berbagai daerah di Jawa Barat, berhasil mencatatkan namanya sebagai atlet terbaik pada even akbar “Agung Laksana Super Grasstrak 2017” di sirirkuit BKM Bebedahan, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (19/3/17).

Ajang unjuk kebolehan yang diprakarsai Herman Denox Promotor kerja bareng Ikatan Motor Jawa Barat itu, diikuti hampir 300-an pembalap regional Jabar.  Mereka bersaing memperebutkan lima posisi terbaik dari sebanyak 12 kategori yang diperlombakan.

Dari  60 crosser yang sukses naik podium, 8 orang pebalap berhasil menjadi pemuncak arena dan berhak mendapat trofi  HDP 2017 dan sejumlah uang  pembinaan.

Empat penghargaan di kelas BBK MODIF 2T/4T OPEN, OMR KLX, Pemula Formula B dan BBK Standar Open, berhasil  diraih Adi Ceto. Di kelas BBK Standar Formula dan FFA Lokal, Restu Aldiana, sukses finish di urutan pertama menyingkirkan puluhan pesaing lainya. Sedangkan di kelas Adventure, FFA Pelajar 14, Matic Open, FFA Pelajar 17 dan Mini Moto, masing-masing diraih Iwan MJ, Cep Miftah, Agung, Rangga, dan Ipay. Sementara itu Syabila Azzahra, crosser putri asli Wanaraja, kembali finish di urutan pertama untuk kategori FFA Wanita .

Gelaran “Agung Laksana Open Grasstrak 2017”, selain ajang penyaluran menyalurkan hobi dan mengarahkan muda-mudi ke dalam kegiatan positif, menurut Herman Denok, juga sebagai wahana memunculkan talenta-talenta berbakat yang nantinya diharap dapat berbicara banyak di level yang lebih tinggi.

“Ya, di Grasstrack BKM  Bebedahan Wanaraja ini saya harap muncul atlet profesional. Kita bersama IMJ coba fasilitasi, agar apa yang menjadi mimpi muda-mudi pecinta balap ini dapat terbuka jalanya, ungkap pria kelahiran Sumedang 35 tahun itu.

Lebih jauh Herman mengatakan, pihaknya merencanakan menggelar ajang lomba seperti ini continyu setiap bulanya. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbang andil besar terselenggaranya event ini. Pihak pemerintahan, Keamanan dan juga masyarakat setempat yang kita berdayakan sebagai panitia lokal, semua telah bekerja sama dengan baik.

Wacana akan digelarnya event tersebut secara rutin, disambut hangat oleh sejumlah crosser baik lokal maupun yang sengaja datang dari luar daerah. Zainal, salah seorang peserta yang sengaja datang dari Purwakarta, mengaku senang dan berjanji akan kembali hadir di lomba mendatang.

“Senang sudah tentu. Menang atau kalah tidak begitu saya pikirkan, yang penting bisa selalu tampil di arena seperti ini. Bulan depan saya pasti kembali ke sini. Semoga dapat berjalan lebih gereget dibanding hari ini,” harapnya. (Donimelodisurya/GE).***

Editor : SMS