Polisi Gerebek Penjual Miras Oplosan Berkedok Toko Aki

GARUT, (GE).- Sejumlah anggota polisi dari Polres Garut mengungkap penjual miras oplosan berkedok penjual aki. Sebelumnya polisi mensinyalir penjual batre aki ini “nyambi” berjualan minuman keras oplosan.

Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemunkan miras oplosan. Menurut Kasat Sabhara Polres Garut, AKP Dudi Tisna Irawan sejumlah botol miras tersebut diamankan anggotanya di wilayah Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Garut, Sabtu (2/9/17).

“Anggota kami sebelumnya melakukan pengintaian, setelah ditelusuri memang benar tempat tersebut menyimpan miras oplosan,” ujar Dudi di Mapolres Garut, Sabtu (2/9/17).

Diungkapkannya, setelah digeledah, dtemukan sedikitnya dua ratusan botol miras oplosan. Miras tersebut dikemas dalam botol air mineral untuk mengelabui petugas.

” Pemilik menyembunyikan barang bukti di bagian belakang toko Aki tersebut,” tegasya.

Masih dalam waktu bersamaa , dalam oprasi ini, polisi juga menggeledah sebuah rumah di wilayah Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Dari rumah yang digeledah polisi juga menyita miras oplosan dari pemilik rumah.

“Di rumah tersebut (Karangpawitan)  kami juga mengamankan puluhan botol miras. Mereka menyimpannya di dinding rumah dan di atap,” ungkapnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

Miras Oplosan Kembali Renggut Korban, Bupati : Garut Sudah Bahaya Moral

PENDOPO, (GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Kabupaten Garut sudah masuk katagori “Bahaya Moral”. Hal itu terkait kasus miras oplosan yang kembali merenggut korban empat warga Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Minggu (13/11/2016). Tiga orang diantaranya tewas, serta satu orang dinyatakan kritis dan masih dalam perawatan intensif Rumah Sakit Umum dr. Slamet Garut.

” Ini sudah bukan lagi krisis moral, tapi sudah bahaya,” ujarnya, usai melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Garut, di Gedung Pendopo, Selasa (15/11/2016).

Menurutnya, meski peredaran minuman keras (miras) sudah diperketat, namun masyarakat masih tetap mengkonsumsi. Lebih celakanya lagi kata Rudy, justru beralih ke miras oplosan. Oleh karena itu, sambung Rudy, pihaknya tengah mengatur strategi untuk melakukan gerakan bersama para camat dan tokoh masyarakat, untuk mengatasi permasalahan moral di daerahnya.

” Saya akan melakukan gerakan bersama para camat dan tokoh masyarakat, yang akan saya pimpin langsung., Para camat saya perintahkan untuk penegakan Perda,” katanya.

Menurut keterangan dari salah seorang korban selamat, Rian Hidayatuloh (26), ia dan korban lainnya menjadi korban keracunan akibat menenggak Miras oplosan. Menurutnya, ia beserta tiga teman lainnya mengoplos Miras dengan bahan baku alcohol 70 persen yang biasa digunakaan untuk membersihkan luka, dicampur dengan minuman suplemen.

Menurut Rian, dirinya menenggak miras oplosan dengan tiga temannya di tempat terpisah. Usai menenggak Miras Oplosan dirinya merasakan mual dan pusiing. Bahkan dirinya mengaku langsung tak sadarkan diri.

Selain masalah bahaya moral, sambung Rudy, kehadiran anak punk yang berkeliaran di Garut, itupun menjadi perhatiannya. Sebab kehadiran mereka dinilai meresahkan masyarakat. Oleh karena itu Pemkab Garut akan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) untuk pembinaannya..

“Sekarangkan repot juga mau nangkap anak punk, tapi mau dikemanain? Nantinya kita buat rumah singgah, di P2TP2A untuk pembinaannya,”imbuhnya.

Masih menurut Rudy, tahun depan akan dianggarkan secara khusus untuk menaggulani  permaslahan masyarakat tersebut. Pihaknya juga akan melakukan langkah – langkah prefentif dan quratif.”Prefentif ini tentu memerlukan kerjasama semua pihak terutama para ulama – ulama di daerah,” pungkasnya. (Dhief).***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Miras Oplosan Kembali Menelan Korban di Garut, Tiga Orang Tewas

KOTA, (GE).- Empat orang pemuda dibawa ke RSU. dr. Slamet Garut akibat menenggak miras oplosan. Tiga pemuda warga Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia sementara satu orang lainnya masih kritis.

Menurut keterangan dari salah seorang korban selamat, Rian Hidayatuloh (26), ia dan korban lainnya menjadi korban keracunan akibat menenggak Miras oplosan. Menurutnya, ia beserta tiga teman lainnya mengoplos Miras dengan bahan baku alcohol 70 persen yang biasa digunakaan untuk membersihkan luka, dicampur dengan minuman suplemen.

Menurut Rian, dirinya menenggak Miras Oplosan dengan tiga temannya di tempat terpisah. Usai menenggak Miras Oplosan dirinya merasakan mual dan pusiing. Bahkan dirinya mengaku langsung tak sadarkan diri.

Saat ditanya, ia masih tampak linglung. Apalagi, setelah mengetahui tiga orang temannya meninggal. Raut muka Rian nampak syok dan gemetar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, ketiga korban meninggal akibat minuman oplosan telah dikebumikan oleh masing-masing keluarganya.

“Tiga orang yang meninggal dunia telah di kuburkan oleh keluarganya masing-masing pada pagi tadi pukul 08.00 WIB,” tuturnya melalui pesan singkat, Minggu (13/11/2016).

Yusri menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sejak hari Sabtu 12 November 2016 kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Empat orang pemuda warga Kampung Pesantren Sukadana, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut, yakni Sendi Setiadi (20), Eko Handika (22), Ikip Zulkipli, dan Ryan Hidayatulloh (26), berkumpul di lokasi Sira Situ sambil mengkonsumi minuman oplosan yang tidak sesuai dengan takarannya.

“Jadi mereka itu mencampur minuman oplosan berupa 70 persen alkohol, dicampur pakai Extra Joss, Hemaviton dan air mineral. Mereka minum itu di oplos jadi satu,” jelas Yusri.

Setelah minuman habis dan merasa mabuk, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Namun ternyata mereka belum puas, akhirnya keempat pemuda tersebut sepakat untuk kembali minum dengan takaran yang sama. Saat sedang asik mengkinsumsi minuman tersebut, tepat pada pukul 22.00 WIB mereka mengalami perasaan mual dan muntah.

“Tepat pada pukul 22.00 WIB di malam minggu kemarin tiga orang yakni Sendi, Eko dan Ikip setelah mengalami gejala mual dan muntah-muntah tak lama kemudian mereka meninggal dunia,” kata dia.

Sementara itu, Rian selamat dari maut dan saat ini masih mendapatkan penanganan dari tim medis.

“Untuk korban atas nama Rian masih dalam perawatan di rumah sakit,” tandasnya, seperti dilansir detiknews.com. (KIM)***

Editor : Farhan SN

Hutan Kota Kherkof Jadi Tempat Mengoplos Miras

KOTA, (GE).- Hutan kota merupakan ruang terbuka yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi warga. Namun apa yang tampak di Hutan Kherkoff Garut justeru terkesan kumuh, kurang perawatan. Bahkan tempat ini disinyalir kerap digunakan untuk pesta minuman keras oplosan oleh sejumlah kalangan anak muda.

Rimbunnya pepohonan di lokasi yang berdekatan dengan Lapangan Olahraga Merdeka ini diduga dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab. Selain dijadikan pembuangan sampah, Hutan Kota ini juga disinyalir jadi tempat mengoplos miras.

Sejumlah warga menyayangkan kondisi Hutan Kota ini yang tampak kumuh. Di dalamnya terserak berbagai sampah, diantara tumpukan sampah tersebut juga banyak ditemukan berbagai botol minuman keras dan minuman suplemen yang diduga bekas mengoplos miras.

“Ya, di hutan kota ini banyak bekas minuman suplemen yang diketahui sebagai bahan campuran membuat minuman oplosan. Bahkan, ada juga pecahan botol minuman keras di sekitarnya. Ini membahayakan warga yang ingin menikmati sejuknya hutan kota ini,” Ungkap Tatang (40) warga setempat.

Diakuinya, ia kerap melihat segerombolan anak jalanan masuk ke dalam area hutan kota, dan keluar dalam keadaan mabuk. Aktivitas para pengoplos minuman keras itu sebenarnya sudah diketahui masyarakat umum.

“Saat malam hari, hutan kota ini selalu dipenuhi oleh anak jalanan yang mabuk-mabukan. Saya harap pemerintah segera membenahi Hutan Kota ini. Bahkan kalau bisa tempatkan petugas untuk mengusir anak muda yang kerap menggunakan tempat itu untuk minum Miras Oplosan,” harapnya. (Useu G Ramdani)***