Keberadaan Anak Punk Mulai Meresahkan Warga Karangmulya

GARUT, (GE).- Kehadiran sekelompok anak anak muda dengan dandanan aneh (Anak Punk) di beberapa wilayah Kabupaten Garut dirasakan warga mulai meresahkan. Selain berpakaian aneh dan kumuh, kelompok yang rata-rata berusia belasan ini kerap mengganggu ketertiban umum.

Selain di kawasan perkotaan Garut, Anak-anak Punk ini mulai menyebar ke beberapa wilaya pinggiran kota. Misalnya di wilayah Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diharapkan, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kadungora mulai melakukan upaya penertiban terhadap keberadaan Anak Funk ini.

Desa Karangmulya adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Kadungora, dalam sepekan terakhir menjadi fokus penertiban terkait keberadaan Anak Funk.

Bhabinkamtibmas Polsek Kadungora, Bripka Rosdiansyah Sonjaya SH, mengatakan penertiban di wilayah kerjanya ini merupakan langkah antisipasi kenakalan remaja. Bahkan, saat ini kelompok anak Punk ini kerap melakukan akasi pemalakan terhadap para sopir angkutan.

“Mereka (Anak Punk/red.) sering melakukan pemalakan terhadap para sopir angkutan. Pemalakan dilakukan dengan modus ngamen akan tetapi saat minta uang, mereka memaksa,” ujar Rosdiansyah, Senin (12/12/2016).

Diakuinya, pihak Polsek Kadungora telah banyak menerima laporan baik dari warga, terkait aksi sejumlah Anak Punk. Atas banyaknya laporan warga inilah Kapolsek Kadungora, Kompol. Apri Rahman, memerintahkan anggotanya melakukan penertiban.

“Kebetulan anak-anak punk ini kerap melakukan aksi yang meresahkannya di kawasan Desa Karang Mulya yang selama ini menjadi wilayah binaan saya. Karena itulah saya terjun langsung untuk menertibkan,” ungkapnya.

Dari hasil penertiban, hari Senin (12/12/2016) sedikitnya delapan orang anak punk diamankan dan dibawa ke Mapolres Kadungora.Mereka diamankan karena diduga telah melakukan aksi meresahkan.

Setelah Polisi melakukan pendataan, ternyata ke delapan anak punk yang diamankan tersebut bukan warga Kadungora, bahkan mereka berasal dari luar Garut.

“Selain meresahkan, keberadaan anak-anak punk juga dikhawatirkan bisa mebawa pengaruh buruk pada anak muda di Kadungora. Apalagi perilaku menyimpang yang dilakukan anak-anak punk ini juga telah mengarah kepada kenakalan remaja bahkan kriminalitas,” ucap Rosdiansyah. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Kerap Memakan Korban, Aksi Kriminal Berandalan Bermotor di Garut Benar-benar Meresahkan

KOTA, (GE).- Masyarakat Garut, khususnya di daerah perkotaan sudah benar-benar dibuat resah dengan aksi kriminal kelompok berandalan bermotor. Sejumlah orang sudah menjadi korban luka maupun jiwa dengan aksi sadis mereka.

Baru-baru ini salah seorang warga sekitar Tarogong Kidul yang enggan disebut namanya, mengaku menjadi salah satu korban kebrutalan berandalan bermotor di kawasan perkotaan Garut. Diakuinya, dua jari tangan kanannya kini tidak berfungsi akibat sabetan senjata tajam milik berandalan yang kerap disebut genk motor ini.

“Kejadiannya sebelum Ramadan, saat saya melewati jalan di perkotaan tiba-tiba saya diikuti oleh 9 orang yang menggunakan empat motor. Saya di pepet dan disuruh berhenti dan tiba-tiba tiga orang diantaranya menyerang saya. Saya yang booncengan dengan teman melawan mereka, dan mereka menyabetkan samurai. Saya tangkis, akibatnya tangan kanan saya kena dan mendapat luka parah,” tuturnya, Kamis (4/8/ 2016).

Dikatakannya, kasus yang ia alami ini bukan terakhir. Dua minggu kemudian temannya pun menjadi korban gerombolan bermotor di lokasi yang sama.

“Kalau teman saya kejadiannya malam minggu dua minggu kemudian. Apa yang saya alami dan teman saya alami sudah saya laporkan kepada pihak yang berwajib. Tapi memang pelakunya masih berkeliaran dan belum tertangkap.” Ungkapnya.

Pada malam Minggu (31/7/ 2016), berdasarkan informasi yang dihimpun seorang warga Kecamatan Bungbulang menjadi korban gerombolan bermotor di kawasan Pataruman. Diduga mereka tidak menerima saat kendaraan yang tengah mereka gunakan bersenggolan dengan motor yang dikendarai Sendi Romantika (22).

Akibat kejadian tersebut, Sendi mendapatkan luka akibat bacokan benda tajam di bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Slamet Garut. Kasus sebelumnya terjadi di kawasan Jalan Patriot, dimana sekelompok gerombolan bermotor merampas motor milik seorang pemuda.

“Kejadian ini terus berulang dan tentu menjadikan kami sebagai warga biasa merasa was-was dan takut jika melakukan aktifitsa malam hari. Aparat harus menyikapi serius dalam menyikapi permasalahan berandalan bermotor ini, karena mereka telah menjadi hantu yang nyata buat masyarakat, bias dikatakan menjadi hantu yang menakuti warga,” ujar Yohanida (35) warga Tarogong Kidul.

Selama ini, Yohanida memandang jika apparat memang sudah banyak melakukan kegiatan dalam menyikapi berandalan bermotor yang meresahkan itu. Namun apa yang dilakukan ia pandang tidak konsisten sehingga mereka para berandalan bermotor bisa melakukan aktifitas dan melakukan terror kepada warga saat mereka merasa aman.

Sementara itu, Kepolisian Resort Garut melalui Kasubag Bin Ops, AKP Asep Suherli mengatakan, dalam menyikapi berandalan bermotor pihaknya selalu melaksanakan patroli harian dan di intensifkan di Sabtu malam Minggu

“Bagaimanapun kita tidak setuju dengan keberadaan berandalan bermotor yang saat ini lebih mengarah pada aksi kriminalitas. Dan sebagai langkah antisipasinya, kita melaksanakan patroli setiap malam dan ditingkatkan pada amalam Minggu karena biasanya mereka banyak melakukan aktivitas di malam minggu,” ujarnya.

Dengan aksi kriminalitas yang dilakukan berandalan bermotor itu, Asep mengatakan bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas dan terukur. Selain itu mereka pun akan diberi hukuman yang sesuai dengan aksi kriminalitas yang dilakukan mereka tanpa ampun dan toleransi sedikitpun.

“Untuk kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi di Garut ini, saat ini tengah dilakukan penyidikan oleh satreskrim berdasarkan laporan yang diterima. Jadi kalau memang merasa jadi korban, laporkan kepada kami dan akan langsung kami sikapi, jangan tidak melapor lalu mencari sendiri dan main hakim sendiri, itu malam menambah masalah, bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya. (Tim GE)***