Menunggu Pejabat Disdik Garut, Serah Terima Paket Soal UN SMA/SMK Terlambat 45 Menit

GARUT, (GE).- Beberapa hari menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/Sederajat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mulai mendistribusikan secara serentak soal ke seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, paket soal dan lembar jawaban UN tiba pada Kamis (30/3/17) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Di Kabupaten Garut, didistribusikan sebanyak 8.483paket soal dan lembar jawaban UN yang akan digelar pada tanggal 3 sampai 13 April 2017. Terdiri dari 7.816 eksemplar soal dan lembar jawaban utama, dan 667 eksemplar soal dan lembar jawaban cadangan. Paket soal tersebut untuk pelaskanaan UN SMA, SMK, MA, SLB, dan Kejar Paket C.

Beberapa saat setelah tiba di lokasi, soal dan lembar jawaban langsung diserahkan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK dan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, untuk diamankan di Sekretariat MKKS SMK Kabupaten Garut, di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Tarogong Kidul.

“Kita distribusikan soal dan lembar jawaban Unas ini ke Garut, Kota Tasik dan Kabupaten Tasikmalaya. Jumlahnya ada 8.483 eksemplar,” ungkap Kepala Balai Pendidikan Wilayah 6, Ainur Hasan, Kamis (30/3/17) malam.

Pelaksanaan serah terima soal sendiri sempat tertunda karena tak satupun pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut datang ke lokasi penyerahan di SMKN 1 Garut. Setelah menunggu hampir 45 menit, pihak Disdik Garut datang diwakili salah seorang kepala seksi.

Menurut keterangan Ketua MKKS SMK Kabupaten Garut, Dadang Johar Arifin, di Kabupaten Garut kegiatan UN tahun 2017 akan diikuti para siswa dari 106 SMK dan 30 SMA. Sebanyak 91 SMK dan 7 SMA di antaranya mulai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Belum mau Bicara Pencalonan. Rudy Gunawan Menunggu Hasil Kinerja Pemerintahannya

GARUT, (GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku belum bisa menentukan untuk mencalonkan diri lagi atau tidak pada Pilkada 2018 mendatang. Ia masih menunggu rapot kinerja pemerintahannya.  Meski, Partai Gerindra yang mengusungnya pada Pilkada tahun 2014 lalu, sudah mendeklarasikan dukungannya terhadap Rudy untuk kembali maju pada Pilkada Garut mendatang.

“Itu kan baru usulan dari PAC dan DPC (Partai Gerindra/red), prosesnya masih panjang. Saya sendiri belum siap karena saya belum punya rapot untuk dilaporkan ke Pak Prabowo (Ketua Umum DPP Gerindra/red),” katanya, usai pertemuan dengan mantan Bupati Garut, H. Agus Hamdani, yang kini menjabat Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Garut, Senin (27/3/17) di Kantornya.

Rudy juga mengaku, saat ini tengah fokus pada pekerjaan. Karena itu, ia tidak mau menanggapi secara emosional apa yang sedang berkembang di kancah politik Kabupaten Garut saat ini.

“Sekarang saya lebih fokus pada pekerjaan, supaya rapot saya baik. Saya sendiri belum bisa menyatakan siap, karena belum melakukan survei,” tegasnya.

Agar nilai kinerjanya dianggap bagus, Rudy mentargetkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan derahnya tahun 2017. Karena itu, Rudy mengingatkan jajarannya untuk bekerja penuh tanggung jawab. Para pengguna anggaran (PA), kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK), diharapkan memiliki argumentasi dan kecerdasan  demi pelaksanaan pembangunan yang terangkum dalam APBD tahun 2017.

Ketika disinggung tentang pertemuannya dengan Agus Hamdani, ia mengatakan hanya bersilaturahmi dengan mantan Bupati Garut tersebut. Tidak ada muatan politik. Namun kemudian Rudy mengatakan, “Dengan Pak Agus tadi hanya pertemuan biasa, dan tadi saya ajak Pak Agus untuk mencalonkan lagi,” pungkasnya. (Jay/GE)***

Editor : SMS