Peduli Korban Amuk Cimanuk, Jokowi Titipkan Bantuan Senilai Rp 1,3 M

KOTA,(GE).- Sebagai wujud kepeduliannya pada korban amukan Sungai Cimanuk, Presiden Joko Widodo menitipkan bantuan senilai Rp1,3 miliar untuk disampaikan kepada korban banjir bandang di Garut. Bantuan berupa logisti dan keperluan penanganan bencana ini diterima secara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

“Nilai bantuan yang diberikan senilai Rp1,3 miliar itu berupa barang, bukan uang tunai,” kata Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki, di lokasi bencana, Kamis (22/9/2016).

Teten yang juga diketahui salah seorang tokoh “pituin” Garut ini menilai, koordinasi di lapangan antara Pemkab Garut, BNPB, serta Basarnas cukup baik. Pelayanan dan penanganan kesehatan bagi korban dinilai telah optimal.

“Penanganan pada korban, penduduk yang terdampak, hingga kebutuhan mendesak lain, koordinasinya juga saya lihat cukup baik,” tukasnya.

Presiden Jokowi, tambah Teten, menyatakan rasa belasungkawa terhadap para korban banjir bandang. Menurut Teten, presiden pun menekankan pengelolaan di hulu sungai agar bencana serupa tidak terulang.

“Yang paling penting dari bencana ini dalam hal pengelolaan sungai di hulunya seperti apa. Misalnya dengan kawasan hutan pada hulu sungai itu. Saya kira ini bisa disebut musibah, tapi harus kita lihat apakah musibah ini karena ada kesalahan kita dalam mengelola sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyatakan pasokan logistik untuk para korban bencana aman.

“Dapur umum yang disediakan pemerintah untuk melayani para korban banjir dalam keadaan siap. Saya sudah meminta ke pemerintah daerah, agar para korban banjir yang mengungsi di tempat pengungsian dijaga kebutuhan pangannya,” tuturnya.

Ia menyebutkan, Kementrian Sosial akan memberikan santunan bagi warga yang menjadi korban banjir sebesar Rp 900 ribu per jiwa. Jumlah warga penerima santunan sendiri masih didata oleh relawan dan petugas penanggulangan bencana.

“Sementara untuk korban meninggal, Kemensos akan mengupayakan pemberian santunan sebesar Rp15 juta. Uang santunan ini nantinya akan diberikan kepada ahli warisnya,” tandasnya.

Terkait warga yang kehilangan tempat tinggal akibat diterjang banjir, Khofifah mengatakan pemerintah akan membuat tempat hunian sementara.

“Soal mencari tempat relokasi, itu menjadi tugas dari pemerintah daerah,” tukasnya. (Tim GE)***