BREAKING NEWS: Ustadz Asal Malangbong Ini Ditemukan Meninggal di Waduk Jatigede

GARUT, (GE).- Saat berwisata di kawasan waduk Jatigede Kabupaten Sumedang, Ustadz Ade Hamdani (45) warga Kampung Ciomas, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, meninggal secara mendadak tatkala tertidur seusai mancing di waduk Jati Gede, Jum’at malam, (15/07/2017).

Menurut Kepala Desa Mekarasih, H. Dadan Wildan, sebelumnya Ustadz Ade (alm) bersama rekannya Hendi, warga Kampung Cikadawung tengah sejak sore hari berwisata di kawasan waduk sambil memancing. Namun, ketika hari memasuki malam korban tertidur di lokasi kejadian sekitar waduk Jati gede.

Pagi harinya, almarhum saat dibangunkan sudah tidak bernyawa lagi. Mengetahui kejadian beberapa rekan Ustadz Maman, langsung mengevakuasinya. Menurut H. Dadan, saat itu kondisi cuaca di sekitar waduk sangat dingin disertai hembusan angin kencang.

“Saat itu di sekitar waduk anginnya sangat kencang dan menusuk tulang,“ ujar H.Dadan.

H. Dadan menjelaskan, semasa hidupnya Almarhum dikenal sebagai sosok ustadz yang aktif bergaul dengan masyarakat. Selain sebagai anggota Majelis Ulama di Malangbong, almarhum juga beliau juga aktif di karang taruna  Desa Mekarasih.

“Kemungkinan meninggalnya almarhum disebabkan sakit akibat angin duduk.  Kami dan seluruh warga Mekarasih mengucapkan bela sungkawa yang teramat dalam kepada keluarga Almarhum. Semoga Arwahnya, Amalannnya, diterima oleh Alah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkannya semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” tuturnya. (TAF Senopati/GE)***

Editor : Kang Cep.

 

Breaking News: Warga Kabupaten Purwakarta Jadi Korban Keganasan Pantai Garut Selatan, Dalam Sepekan Tiga Orang Meninggal Dunia

GARUT, (GE).– Hati-hati jika Anda hendak berwisata ke Pantai Garut Selatan! Pasalnya, dalam sepekan ini ombak Pantai Garut Selatan telah menelan tiga orang korban jiwa. Kali ini dua orang pengunjung Pantai Karangpapak, Desa/Kecamatan Cikelet terseret arus. Sebelumnya seorang pengunjung bernasib sama meninggal dunia akibat keganasan ombak Pantai Garut Selatan.

Camat Cikelet, Iwan Trisnadiwan, mengatakan, dua orang ditemukan nelayan dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Karangpapak. Kedua korban yang meninggal bernama Tanu Hidayat (29) warga Kampung Cijolang RT 3/1, Kecamatan Langensari Darangdan, Kabupaten Purwarkata, serta Bajang Hidayat (20), warga Kampung Sukasirna RT 2/3, Desa/Kecamatan Cikelet, Garut.

Sebelumnya, pada Kamis (11/5/17), seorang pegawai bank juga terseret arus di Pantai Bobos. Jasad korban bernama Budi Aliman (27), ditemukan pada Sabtu (13/5/17) di Pantai Karangpapak atau dua kilometer dari lokasi kejadian. Budi terseret arus bersama motornya saat tengah berselfie. Namun ombak besar tiba-tiba datang dan menggulung Budi ke tengah laut.

Iwan mengatakan, sebelum kejadian, Tanu bersama rekannya Alfina (18), warga Kadungora, tengah bermain air di pantai. Tiba-tiba datang ombak dan menghantam keduanya.

“Keduanya lalu terbawa arus balik ombak. Bajang yang melihat keduanya terbawa arus berusaha menyelamatkan. Namun Bajang malah ikut terbawa arus hingga ke tengah laut,” ucap Iwan, Minggu (14/5/17).

Alfina yang sempat terbawa arus dengan Tanu, lanjut dia, berhasil diselematkan. Sementara Tanu dan Bajang terus terbawa arus laut.

“Ombaknya tiba-tiba pasang secara mendadak. Kejadiannya sekira pukul 09.00 WIB,” katanya.

Nelayan setempat yang melihat berusaha menolong kedua korban. Namun keduanya tak bisa diselamatkan, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia dan selamat dibawa ke Puskesmas Cikelet. Untuk korban Bajang sudah dikebumikan. Sementara Tanu masih berada di Puskesmas,” ujarnya.

Alfina masih menjalani perawatan medis karena masih mengalami trauma. Peristiwa terseret arus, menurut Iwan sudah kerap terjadi. Sejumlah papan larangan untuk bermain di kawasan pantai pun sudah terpasang. (Farhan SN)***

Penggali Pasir Meninggal, Pengelola : Itu di Luar Tanggung Jawab Kami

GARUT, (GE).- Peristiwa meninggalnya seorang penggali pasir di kawasan Cilopang mulai terkuak. Informasi yang dihimpun, penggali pasir nahas tersebut bernama Hendar (45), warga Kampung Bojong, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban tewas setelah tertimpa pohon pinus saat melakukan aktivitas penggalian pasir pada Rabu (25/1/2017) petang.

Saat dimintai tanggapannya, pemilik lahan kawasan Cilopang, Usep Jaenal Aripin, tak membantah adanya peristiwa tersebut. Hanya saja menurutnya hal itu di luar tanggung jawab pihaknya dengan alasan pengelolaan galian pasir dan batu di kawasan itu sudah diserahkan kepada pihak Desa Rancabango.

“Memang benar, kami telah mendengar adanya seorang penggali pasir yang tewas akibat tertimpa pohon pinus di kawasan Cilopang. Namun hal itu bukan merupakan tanggung jawab saya karena masalah pengelolaan pemanfaat pasir dan batu sudah saya serahkan ke pihak desa,” kata Usep.

Menurut Usep, dirinya saat ini hanya bertanggung jawab terhadap lahan yang digunakan sebagai tempat pengembangan kawasan wisata di tempat itu. Oleh sebab itu, Usep mengaku tak bisa memberikan komentar lebih jauh.

Wakil Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Rancabango yang juga pengelola galian pasir dan batu di kawasan Cilopang, Endang, mengungkapkan, korban tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin kencang. Namun menurutnya, saat itu korban bukan sedang menggali pasir tapi sedang mencari kayu bakar.

“Benar ada seorang penggali pasir bernama Hendar yang tewas tertimpa pohon pinus di lokasi penggalaian pasir Cilopang. Namun saat itu korban tengah mencari kayu bakar sepulangnya menggali pasir,” ucap Endang.

Terkait kabar yang beredar bahwa ada dua orang penggali pasir yang tertimpa pohon saat kejadian, Endang mengku dia hanya mendapat laporan hanya satu orang yaitu korban yang tewas bernama Hendar. Korban meninggal tak lama setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut.

Sementara itu, penanggung jawab Cilopang Adventure Camp, Wili, mengaku sempat memberikan pertolongan kepada korban. Ia menuturkan, korban sempat dibawa turun oleh para penggali yang melihat langsung korban tertimpa pohon hingga kawasan danau Cilopang.

“Saya sempat memberikan pertolongan pertama kepada korban di tempat tersebut hingga kemudian dievakuasi. Korban ini sempat dibawa dahulu ke rumahnya, untuk koordinasi akan dibawa ke rumah sakit mana, akhirnya di bawa ke Bethesda dan dirontgen. Di Bethesda itu diketahui, ada tiga tulang iga yang patah dan akhirnya dirujuk ke RSU dr Slamet,” kata Wili.

Willi memaparkan, penanganan medis terhadap korban di IGD RSU dr Slamet Garut tak lebih dari satu jam. Sekira 45 menit kemudian, korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.(Farhan SN)***

Inalillahi, TKI Asal Cisompet Meninggal di Saudi Arabia

CISOMPET, (GE).- Kabar duka kembali menyelimuti dunia ketenagakerjaan Indonesia. Dikabarkan salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Garut telah meninggal di negri raja Saud, tepatnya di Saudi Arabia. TKI yang telah berpulang ke hadiratnNya ini diketahui bernama  Ade Ruhiyat, warga Kampung Selaawi RT01/02, Desa Cisompet, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ade dikabarkan meninggal di salah satu rumah sakit kawasan kota Riyadh, King Saud Medical Complex (K.S.M.C) Sumeshi Hospital, Ahad (11/09/2016) waktu setempat.

Demikian diungkapkan Didin CH yang merupakan Pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Karawang.  Kata Didin, kabar duka ini ia terima dari Dewan Pengurus Luar Negeri SBMI di Riyadh, Arab Saudi.

“Ya, Dewan Pengurus Luar Negeri SBMI di Riyadh kesulitan mengontak keluarga almarhum, hingga akhirnya memberi kami info ini untuk disebarkan,” ucapnya, saat dihubungan wartawan melalui tefon selulernya, Rabu (14/9/2016).

Didin mengaku, almarhum meninggal karena menderita sakit infeksi pada saluran kencing dan dilarikan dengan ambulance ke K.S.M.C Hospital.

“Sempat mendapat penanganan medis, namun almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada  9 Dzulhijjah 1437 atau hari Minggu kemarin,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KBRI di Riyadh,  jenazah saat ini masih berada di kamar mayat rumah sakit. Ia berharap agar siapapun yang mengenal sosok almarhum, terutama pihak keluarga, untuk segera menghubungi SBMI Dewan Pengurus Luar Negeri di Riyadh.

“Pihak keluarga atau siapa pun yang mengenal almarhum, bisa menghubungi nomor kontak 966558689047 atas nama Agus Gia, SBMI Dewan Pengurus Luar Negeri di Riyadh Arab Saudi, atau saya sendiri, Didin CH, 085885896998, SBMI, Karawang,” jelasnya. (Tim GE)***

BREAKING NEWS: Tersengat Listrik di Hotel Sampireun, Jenazah Fauzan Alami Luka di Bagian Ketiak

TARKID, (GE).- Humas RSUD dr. Slamet Garut, Muhammad Lingga Saputra, membenarkan bila rumah sakit telah menerima jenazah korban. Jenazah diantar ke rumah sakit oleh aparat kepolisian pada pukul 20.15 WIB.

“Benar, menurut petugas medis pada pukul 20.15 WIB kami menerima jenazah atas nama Fauzan. Saat ini jenazah ada di kamar mayat,” ucap Lingga.

Berdasarkan pemeriksaan, terdapat luka bakar pada salah satu bagian tubuh jenazah. Menurut Lingga, luka itu kemungkinan diakibatkan oleh sengatan listrik.

“Ada luka bakar sedikit di bagian ketiak jenazah. Kemungkinan itu akibat sengatan listrik. Tapi itu baru pemeriksaan sementara, sebab harus diperiksa detail lagi,” katanya.

Hingga kini, pihak rumah sakit belum melakukan proses autopsi terhadap jenazah korban. Menurut Lingga, proses autopsi akan dilakukan bila ada permintaan dari aparat kepolisian.

“Sementara ini belum ada permintaan dari aparat kepolisian. Tapi kalau ada, pasti akan kami autopsi,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Garut, Janur M Bagus, mengaku belum mengetahui detail peristiwa kecelakan di salah satu hotel Kabupaten Garut tersebut. Janur mengatakan, pihaknya akan melakukan kroscek terlebih dahulu.

“Detailnya seperti apa, saya belum dapat informasi. Saya akan coba cek bagaimana kejadiannya,” tukas Janur.

Diberitakan sebelumnya Fauzan ditemukan terbujur kaku di salah satu kamar Hotel Sampireun Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dugaan awal Fauzan menibggal akibat tersengat aliran listrik. (Farhan. SN)***

BREAKING NEWS : Kram Kaki Saat Berenang di Situ Cibangban, Seorang Remaja Santri Meninggal Dunia

KARANGPAWITAN, (GE).- Seorang remaja santri tenggelam saat berenang di Situ Cibangban, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Santri remaja ini teridentifikasi bernama Salman Al Ihsan (14), warga Kampung Waas Pojok, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Remaja malang ini tenggelam setelah sebelumnya mengalami kram kaki, ketika berenang di Situ Cibangban yang berkedalaman 4 meter.

Kasubag Humas Polres Garut, AKP. Ridwan Tampubolon mengatakan, Salman berenang di lokasi tersebut bersama tiga orang temannya yang juga berstatus sebagai santri, yakni Ajid bin Memen (15), Wildan bin Tamimi (15), dan Rizki (15). Ketiga remaja ini merupakan warga Kampung Lengkongjaya RT 03/04, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan.

“Peristiwa tenggelamnya korban terjadi pada Selasa pukul 14.00 WIB siang. Ia tenggelam saat berenang bersama tiga temannya. Informasinya karena kram ketika berenang,” jelas Ridwan, Selasa (23/8/2016).

Mengetahui Salman tenggelam, ketiga temannya ini berupaya mencari pertolongan. Seorang warga sekitar, Ijal bin Abdul (17), langsung mencoba menolong korban yang sudah berada di dalam dasar Situ Cibangban.

“Korban kemudian dievakuasi ke pematang Situ Cibangban. Melihat keadannya yang diduga masih hidup namun dalam keadaan lemas, korban kemudian dilarikan ke RS Nurhayati. Sempat diberi pertolongan, namun setengah jam kemudian korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Salman dan ketiga temannya merupakan santri dari Pondok Pesantren Riadul Mubtabi’in, Kampung Cihampelas RT03/04, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan. Jarak dari ponpes dengan Situ Cibangban ini sekitar 2 km.

“Tidak ada tanda kekerasan dari jasadnya. Peristiwa ini murni kecelakaan akibat tenggelam saat berenang,” ujarnya. (Tim GE)***

Rel Kereta Maut di Garut, Kembali Renggut Korban

KADUNGORA, (GE).- Nahas nasib Slamet Waseso (36). Kecelakaan di rel kereta api (KA) maut kini merenggut nyawanya. Lokasi kejadian tepatnya di Kampung Buleud Desa Neglasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Selasa (23/2/2016). Slamet tercatat sebagai warga Kecamatan Banyuresmi dan tertabrak oleh KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung.

Kepala Bagian Operasi Polres Garut (Kabag Ops) Wira Sutriana, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.25 di rel KA KM 6-7 203, Kampung Buleud, Desa Neglasari. Pihaknya mengetahui ada laporan tersebut setelah ada laporan dari penjaga kereta api akan adanya warga yang tertabrak.

“Saat itu penjaga kereta api bernama Sahudin mendapat laporan dari saudara Azis yang merupakan security stasiun Leles setelah ia diberitahu oleh masinis kereta api Sriyanto. Saat itu Sahidin langsung mendatangi lokasi dan mendapau korban dalam keadaan meninggal dunia dan langsung melapor ke Polsek Kadungora dan pihak Polsek langsung melakukan pengecekan,” ujarnya.

Pertama ditemukan, dalam tubuh korban tidak ditemukan satupun identitas yang menunjukan nama dan alamatnya. Namun setelah pihak Polsek Kadungora berupaya mencari identitas korban, warga yang tertabrak tersebut diketahui atas nama Slamet Wisoso (36) warga kampung Paridi, desa/kecamatan Banyuresmi.

“Saat ditemukan kondisi tubuh korban sangat mengenaskan, dimana kepala sudah pecah, kaki patah, muka juga sudah sangat rusak. Korban diketahui berprofesi sebagai pedagang, dan saat usai melakukan oleh TKP oleh Polsek korban langsung dibawa ke RSUD dr Slamet Garut,” katanya.

Kabag Ops mengungkapkan jika kecelakaan di rel KA ini bukan kali pertama, namun ia belum bisa memastikan apakah korban sengaja bunuh diri atau tidak. Menurutnya bisa saja korban tidak mengetahui adanya kereta api yang akan lewat sehingga kemudian tertabrak.

“Dengan adanya kejadian ini untuk kesekian kalinya, kepada masyarakat kami mengimbau agar senantiasa berhati-hati saat berjalan kaki di sekitar rel kereta api. Jangan sampai kemudian menjadi korban akibat ketidaktahuan jadwal kereta api datang, walau masalah umur sudah urusan yang diatas,” ucapnya. Farhan SN***