Jalan Berlubang di Kawasan Sucinajara Dikeluhkan Warga

GARUT, (GE).- Bagi warga Kampung Sadang, khususnya warga yang tinggal disepanjang jalan menuju kantor Kecamatan Sucinaraja, Garut, nampaknya sudah terbiasa menyaksikan pemandangan jalan berlubang, terlebih saat musim hujan. Tidak adanya saluran drainase di kedua sisi badan jalan diduga menjadi pemicu semakin banyaknya jalan yang berlubang.

Selain terganggunya lalulintas, wargapun harus bekerja ekstra untuk membersihkan semburan air yang masuk ke dalam rumah. Di sepanjang jalan Sucinaraja, memasuki musim hujan ini sejumlah lubang terus bertambah. Kedalaman lubang lubang di jalanan ini mencapai 10-20cm. Kondisi ini tentunya bisa membahayakan pengguna jalan.

“Jika tak hati hati melewati ruas jalan ini, pengguna dikhawatirkan terperosok apalagi menjelang hari mulai gelap atau saat lubang jalan tertutup genangan hujan.” Tutur Abdur, salah seorang yang biasa melintas jalan ini.

Abdur mngakui pernah menjadi korban, saat melintas di jalanan yang berlubang ini. Ia berharap pemerintah segera membenahi sistem drainase dan jalan di kawasan Sucinaraja ini, sebelum kembali menelan korban.

” Ieu téh ti baheula jalan reksak kieu. Ayeuna ngalangkung deui masih kieu kénéh wé. Apalagi kalau habis hujan deras, repot banjir kejalan pak. Mudah mudahan pemerintah segera menaggapi keluhan warga ini, sebelum menelan korban,” harapnya, Sabtu (31/12/2016). (Doni MS)***

Editor: Kang Cep.

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Raya

GARUT, (GE).- Di ruas jalan Bandung-Garut yang berlokasi di bilangan Kampung Kubang, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut sudah lama ada lubang menganga dibiarkan tepat di tengah jalan provinsi tersebut. Kondisi ini tentu dikhawatirkan warga, bisa saja sewaktu waktu membahayakan pengendara .

Entah karena khawatir bisa menelan korban, atau sebagai tanda kekesalan warga sekitar. Warga di wilayah jalan tersebut menandai lubang dengan cara ditanami pohon pisang.

Endang Somali (52), salah seorang warga mengaku lubang jalan itu memang sengaja ditutup menggunakan pohon pisang oleh warga. Hal itu sebagai penanda agar pengendara yang melintas lebih berhati-hati.

“Sudah lama jalan ini dibiarkan berlubang . Jika terus-terusan diguyur hujan bisa saja rusaknya membesar. Dan bisa membahayakan pengguna jalan. Untuk itu kami sengaja memberi tanda dengan ditanami pohon pisang, maksudnya supaya warga, khususnya pengendara untuk bisa berhati-hati,” ungkapnya, Selasa (13/12/ 2016).

Menurut Endang, kecelakaan sering terjadi terutama pada malam hari. Banyak pengendara yang tak menyadari jika kondisi jalan berlubang. Sementara banyak kendaraan yang melaju dengan cepat di kawasan tersebut.

“Ini kan jalannya lurus jadi banyak yang ngebut juga. Kalau mobil masih bisa stabil kalau lewat lubang. Tapi kalau motor bisa jatuh. Sudah banyak kok yang jadi korbannya,” ucapnya.

Endang memperkirakan lubang jalan tersebut sedalam 20 sentimeter dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Selain untuk memberi peringatan kepada pengendara, pemasangan pohon pisang itu juga sebagai bentuk protes warga kepada pemerintah.

“Padahal ini jalan provinsi tapi kok malah dibiarkan begitu saja. Lubang di jalan ini sudah banyak tapi belum ditambal. Kami harap bisa segera diperbaiki,” katanya.

Aris (37), warga lainnya mengaku jika setiap hari selalu saja ada yang mengalami kecelakaan di jalan tersebut. Ia yang bekerja sebagai pelayan di salah satu restauran itu kerap menyaksikan kendaraan roda dua yang terjatuh.

“Hari ini saja (kemarin) sudah ada dua motor yang jatuh karena berusaha menghindari lubang. Ada juga yang tak sadar ada lubang. Karena bawa motornya ngebut terus tidak lihat jadi tidak bisa mengendalikan motornya,” ucap Aris.

Diakui Aris jika jalan yang menghubungkan Bandung dan Garut itu memang kerap menjadi langganan banjir. Jika hujan besar, air menggenangi jalan setinggi 10 sampai 20 sentimeter. Menurut Aris, terdapat beberapa lubang yang sangat membahayakan para pengendara jika tak segera diperbaiki.

“Pemerintah harusnya cepat tanggap karena ini kan jalur cepat. Kasihan banyak pengendara motor yang jatuh karena tak sadar ada lubang,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.