Tak Difungsikan, Bangunan TPI Pantai Cicalobak jadi Tempat Selfie

GARUT, (GE).- Beberapa bangunan di kawasan Pantai Cicalobak, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut dibiarkan terbengkalai dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Sejumlah bangunan tersebut kini hanya digunakan warga untuk tempat berswa foto, atau sekedar berselfie ria saat berwisata ke pantai Cicalobak.

Menurut warga sekitar, beberapa bangunan yang terbengkalai di kasawan pantai Cicalobak, Desa Karang wangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut tersebut diantaranya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan mushola. Beberapa bagian bangunan kini bahkan sudah mengalami kerusakan. Kondisi bangunan tampak kotor dan kumuh.

“Ya lihat saja, bangunan bernilai puluhan juta rupiah itu terbengkali tak digunakan, mubazir jadinya. Bangunan-bangunan itu sudah lama selesai dikerjakan, namun tidak pernah difungsikan, malah sudah banyak yang rusak. Jelas itu menghamburkan uang rakyat,” kata Siti, salah seorang pengunjung pantai Cicalobak, Jumat (26/5/17).

Warga mengaku prihatin melihat banyak bangunan pemerintah yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.”Justru program tersebut hanya dijadikan proyek sesaat untuk mengejar keuntungan pribadi,” tukasnya. (Deni Permana)***

Editor: Kang Cep.

Bola Voli Olahraga Favorit Warga Mekarmukti

SEJAK dulu cabang olahraga bola voli begitu digemari masyarakat Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tidaklah heran, setiap ada turnamen bola voli selalu disambut antusias oleh para atlet lokal Bungbulang. Bahkan, penonton yang menyaksikan pun selalu membludak. Foto di atas saat Ivo Mukti Jaya berhadapan dengan Ivo Arkell pada sebuah kejuaraan bola voli yang diprakarsai Disperindag dan SDM Kabupaten Garut bersana Karang Taruna Desa Karang Wangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut,  Senin (27/3/17). Pada pertandingan tersebut, Ivo Mukti Jaya berhasil mengkandaskan ambisi Ivo Arkell dengan skor telak, 3-1. (Lina Bbl)***

Editor : SMS

Kesulitan Air Bersih, Warga Mekarmukti Dibuatkan Sumur Artesis

TALEGONG, (GE).- Masyarakat Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, menyambut gembira atas uluran bantuan dari salah satu bank terkemuka dan Lembaga Kemanusiaan Nasional, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) berupa dibuatkannya sumur artesis (sumur bor). Pasalnya, selama ini ribuan warga di desa tersebut selalu mengalami kesulitan air bersih. Jika musim kemarau, warga harus mengambil ke sumber air yang jaraknya mencapai 7 kilometer.

Menurut Kepala Desa Mekarmukti, Soli Armana, jumlah warganya sebanyak 1.420 keluarga atau lebih dari 3.900 jiwa terbagi dalam empat dusun dengan luas wilayah sekitar 13.000 hektare. Dari empat dusun, sebagian besar warganya sebanyak 63 persen kesulitan air bersih, terutama Dusun Citamiang.

“Dari 1.420 keluarga, sebanyak 900 keluarga atau sekitar 2.500 jiwa kekurangan air bersih,” tutur Soli seusai peletakan batu pertama pembangunan sumur bor di SMP Negeri 2 Talegong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Sabtu (25/6/2016).

Menurut Soli, ini merupakan bantuan pertama yang diperoleh desanya. Dia pun bersyukur atas perhatian Badan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Bank Mandiri dan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. “Kami berharap perhatian dan bantuan seperti ini berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selaku fasilitator bantuan, GM Pendayagunaan PKPU Pusat Ferry Suranto menjelaskan, pengadaan sumur bor dengan kedalaman 80 meter itu menghabiskan total biaya Rp 185 juta. Program ini sesuai dengan rekomendasi dan kebutuhan masyarakat.

“Selanjutnya, harus ada pemeliharaan sumur untuk mengantisipasi ketika air susah. Bisa dibentuk kelompok yang memelihara sumber air tersebut agar ada rasa memiliki,” tuturnya.

Selain pengadaan sumur bor, kata Ferry, warga desa itu juga diberikan pendampingan selama enam bulan agar masyarakat memelihara sumur tersebut. Dia berharap keberadaan sumur tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup warga.

“Dengan adanya air bersih, perilaku buang air sembarangan makin berkurang. Tentunya dibarengi pendampingan dengan menempatkan seorang fasilitator selama 6 bulan,” ucap Ferry.

Ferry menilai, pengetahuan warga masih kurang mengenai cara menyalurkan air dari sumbernya, termasuk perilaku sehat masyarakat juga masih kurang. Dia menduga karena air terbatas, sebagian masyarakat kurang memperhatikan sanitasi.

“Jika pengetahuan mereka cukup, pasti mampu untuk menyalurkan air. Dari pengakuan warga, mereka tidak tahu pipa paralon yang tepat untuk penyaluran air,” ujarnya.

Ke depan, Ferry memproyeksikan program tersebut akan berlanjut dan diperluas lagi. Namun, perilaku masyarakat terhadap kebersihan harus berubah menjadi lebih sehat.

Koordinator Bidang IT dan Keuangan Badan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Mandiri, Mangatas Simanjuntak, berharap, selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, juga ingin masyarakat memakmurkan masjid. Terlebih, masjid di SMPN 2 Talegong itu dipergunakan oleh masyarakat sekitar.

Dia meminta masyarakat senantiasa memelihara sarana air bersih tersebut karena merupakan titipan para muzakki. Selain pembangunan sumur untuk sarana air bersih, pihaknya pun memberikan 100 paket sembako senilai Rp 200.000 dan santunan kepada anak yatim piatu sebesar Rp 200.000.

“Jangan sampai rusak karena ini amanat dari muzakki. Ini adalah dana zakat yg disalurkan untuk masyarakat,” tuturnya. (Slamet Timur)***

Duh, Belum Lama Dibangun Jalan ini Sudah Rusak

MEKARMUKTI, (GE).- Salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bungbulang dan Mekarmukti sepanjang 15 km kini kondisinya memprihatinkan, padahal belum lama ini baru selesai dibangun. Jalan vital ini merupakan akses utama yang menghubungakan beberapa di kawasan selatan Garut yang meliputi Desa Hanjuang, Mekarmukti serta Cijayana.

Sejumlah warga mengeluh akibat rusaknya jalan ini, padahal jalan ini baru selesai dibangun dengan proses diaspal. Warga kini khawatir terjadi kecelakaan menimpa pengguna jalan, pasalnya kondisi kini, selain banyak yang berlubang, juga bergelombang.

“Sebelumnya warga di kawasan ini menyambut gembira pembangunan jalan ini. Karena jalan yang sudah bertahun tahun tidak di perbaiki . Kemudian baru diperbaiki pada tahun ini, tapi kini warga merasa kecewa karena baru selesai beberapa minggu kondisi jalan sudah banyak yang berlubang dan bergelombang.” Ungkap SS, warga Mekarmukti , Selasa (1/12/2015).

Warga sekitar juga merasa heran, kenapa jalan yang baru dibangun ini cepat rusak, padahal diakuinya, ruas jalan ini sangat jarang dilintasi kendaraan berat. “ Kami masyarakt tidak mengerti apakah ini karena anggaran yang memang minim atau pengerjaanya yang asal asalan? “ Keluhnya. (Deni/Siti)***