Seminggu Meninggalkan Rumah, Sapri Ditemukan Tewas di Dasar Sungai Cimalaka

GARUT,(GE).-  Sesosok mayat pria kembali ditemukan warga, belakangan diketahui jasad tak bernyawa itu bernama Sapri (43) warga Garut. Mayat pria tersebut ditemukan di dasar sungai Cimalaka, Kecamatan Sucinaraja. Menurut beberapa warga sdebelumnya Sapri sudah seminggu meninggalkan rumah.

Menurut Kapolsek Wanaraja, Kompol Tommy Widodo Arief, jasad Sapri ditemukan sekira pukul 09.00 WIB  di Sungai Cimalaka, Kampung Tegal Panjang Kaler, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jumat (15/9).

” Ya, jasad (Sapri) pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Dadang (42) yang sedang mencari kayu bakar.  Ia menemukan sesosok jasad laki-laki di dasar sungai yang kering ,” ungkap Tommy., Jumat (15/9/17).

Dijelaskannya, setemah mendapatkan laporan, warga dan polisi kemudian mengevakuasi jasad Sapri menuju RSUD dr. Slamet untuk diidentifikasi. Tommy menjelaskan, Sapri diduga sudah tewas sejak tiga hari lalu.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter, Sapri tewas karena terjatuh ke Sungai dari ketinggian 50 meter,” katanya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

 

Diduga sudah Tewas Tiga Hari. Jasad Ujang Suryana Ditemukan Membiru dan Mengeluarkan Darah

GARUT, (GE).- Warga Kampung Hanjuang RT03 RW 03, Desa Cisompet, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, geger menyusul ditemukannya mayat Ujang Sunarya (40).  Ketika ditemukan, jasad Ujang mengeluarkan bau tak sedap, tubuhnya membiru, dan mengeluarkan darah dari hidungnya.

Menurut Camat Cisompet, Titin, jasad Ujang ditemukan warga terbaring di atas tempat tidur, sekira pukul 09.25 WIB. Dari kondisinya, Ujang diperkirakan telah meninggal selama tiga hari.

“Ia diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya. Sebab, menurut penuturan warga, Pak Ujang ini menderita sakit sejak lama,” kata Titin, Jumat (7/4/17).

Saat ditemukan, jasad Ujang masih mengenakan pakaian berupa kaos, jaket, dan sarung. Namun kondisi tubuhnya sudah membiru dan mengeluarkan darah dari hidung.

Setelah melakukan pemeriksaan seperlunya, warga dan aparat Kecamatan Cisompet kemudian mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Cisompet untuk diperiksa. Karena kondisi mayat mengeluarkan bau tak sedap, warga dan petugas terpaksa menggunakan masker penutup hidung saat melakukan evakuasi. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Penyebab Kematian Mayat Wanita tanpa Indentitas Diduga Kuat akibat Overdosis

GARUT, (GE).- Mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan Senin (20/3/17) malam di sebuah kamar kos di Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga kuat tewas akibat overdosis. Soalnya, saat ditemukan di samping tubuh korban terdapat botol minuman air mineral dengan bau menyengat.

Kapolsek Garut Kota, Kompol A. Kustia, mengatakan, mayat tersebut saat ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan di bagian mulut mengeluarkan busa.

“Jadi malam itu dia ditemukan dengan posisi tertelungkup. Pas dibalik, mulutnya udah berwarna ungu dan berbusa. Di sekujur tubuhnya juga sangat basah,” katanya, Selasa (21/03/17) dini hari, di RSUD dr. Slamet Garut.

Namun demikian, pihak kepolisian sendiri belum berani memastikan penyebab kematian sesungguhnya, karena harus menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RSUD dr. Slamet Garut.

“Belum bisa kita pastikan, masih menunggu hasil autopsi. Dugaan kuat mengarah ke overdosis,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (20/3/17) malam, warga sekitar Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Garut Kota, dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad wanita muda yang pertama kali ditemukan oleh seorang tukang parkir.

Saat dievakuasi, mayat wanita yang diperkirakan berusia 20 tahunan itu sudah dalam keadaan membusuk. Diperkirakan korban sudah tewas sejak beberapa hari sebelumnya. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Sempat Dicari Karena Lama Belum Pulang, Warga Pameungpeuk Ini Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Cigulampeng

GARUT, (GE).- Diduga terjatuh kemudian tercebur ke kali, Ajang Sopandi (38), warga Kecamatan Pameungpeuk ditemukan mengambang sudah tak bernyawa. Saat ditemukan Jumat (20/1/2017) pagi, di kali Cigulampeng, Kampung Cilongkrang, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, kondisi jasad Ajang sudah mengeluarkan bau tak sedap. Disamping itu, di jasad kepala korban juga ditemukan beberapa luka di kepalanya yang diduga akibat benturan.

Dari informasi yang dihimpun Tim GE, korban merupakan warga dari Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Namun, sudah satu bulan terahir ini ia tinggal bersama saudaranya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban.

Ade Komarudin (40) salah seorang tetangga korban, menyebutkan, dua hari sebelumnya korban tidak pulang ke rumah, bahkan pihak keluarga dan tetangga sempat mencarinya.

“Sebelumnya, dia (Almarhum/red.) tidak pulang ke rumah. Kamipun sempat mencarinya. Namun tadi kami dapat informasi, ternyata dia sudah meninggal. Kalau dilihat dari lukanya, sepertinya dia jatuh dan kepalanya terbentur batu,” ” ungkapnya.

Penemuan mayat tersebut, sempat mengganggu arus lalu lintas jalur Tasikmalaya-Bandung. Beberapa petugas, baik dari Polsek, Koramil Karangpawitan yang dibantu petugas dari Polres Garut sempat mengatur arus lalulintas dari kedua arah.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Budiman menjelaskan, korban ditemukan oleh warga sudah tak bernyawa di kali Cigulampeng, dibawah rumah warga di kawasan industri kulit.

“Untuk sementara yang saya tahu informasinya seperti itu. Makanya untuk mengetahui penyebab kematian korban. Jasad korban pun langsung dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya. (Kim)***

Editor: Kang Cep.

Diduga Korban Banjir Cimanuk, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Tengah Rawa

KOTA, (GE).– Musibah banjir bandang Cimanuk sudah berlalu hampir dua bulan. Namun, penemuan mayat kembali mengingatkan kita akan dahsyatnya air bah tersebut. Hari ini, Rabu (16/11/2016) sore, warga Kampung Bojong Larang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut kembali digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di tengah rawa yang teridentifikasi berjenis kelamin laki laki tanpa identitas. Saat ditemukan, jasad mayat ini sudah menyatu dengan tanah.

Salah seorang anggota Polres Garut, Bripka. Erwin F, mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput, dengan kondisi telungkup dan terkubur tanah setinggi 50 Cm.

“Tadi ditemukan oleh seorang warga bernama Enjang yang sedang mencari rumput. Jasad ini diperkirakan laki-laki dan diduga merupakan korban banjir bandang Cimanuk,”‘ tandasnya. (Kim)***

Editor:Kang Cep.

Lagi, Ditemukan Mayat di Bantaran Cimanuk dengan Kondisi Mengenaskan

TARKI,(GE).- Sebulan lebih pascabanjir bandang Sungai Cimanuk, sesosok mayat kembali ditemukan. Mayat dengan kondisi yang mengenaskan ini ditemukan warga di bantaran Sungai Cimanuk, sekira pukul 09.00, Selasa (25/10/2016)

Penemuan mayat dengan kondisi yang sudah menyatu dengan lumpur ini pertama kali ditemukan oleh Uum salah seorang warga yang tengah berada di sekitar bantaran sunga Cimanuk, tepatnya di Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong kidul, Garut.

Danramil Tarogong, Kapten Inf Jaja, mengatakan, jenazah yang dtemukan temukan warga tersebut teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah menyatu dengan lumur dan tanah. Meski jasadnya sudah rusak, pakainnya masih tetap utuh.

“Ya, mayat ditemukan pertama kali oleh seorang petani bernama Uum (60) ‎warga Kaum Lebak, Kelurahan Paminggir. Ia menemukannya sekitar pukul 9,” ungkapnya.

Sementara itu, saat mendapat kabar penemuan mayat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut langsung menerjunkan tim ‎untuk mengevakuasinya. Proses evakuasi dilakukan anggota TNI Makodim 0611, BPBD dibantu warga sekitar.

“Proses evakuasi jenazah kita lakukan secara manual. Setelah beberapa saat melakukan evakuasi, akhirnya jenazah bisa diangkat dan dibawa ke RSUD dr Slamet Garut untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut,” katanya.

Kasi Kesiapsiagaan BP‎BD Garut, Tubagus, menyebutkan, jenazah yang ditemukan bisa langsung langsung dikenali oleh salah seorang warga dari ciri-ciri barang yang dikenakan oleh jenazah. Ada satu barang dikenakan oleh korban yang biasa dikenakan yaitu sebuah tasbih di bagian tangan sehingga warga tersebut meyakini jika jenazah tersebut adalah keluarganya.

“Jenazah tersebut diketahui atas nama Rizki Putra bin Aep usia 18 tahun, warga Lapang Paris, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul. ‎Memang keluarga mengetahui korban dari tasbih yang dikenakan dan juga diketahui kalau Rizki ini hilang bersama keluarganya yang lain namun tidak dilaporkan hilang, sehingga bisa dipastikan jumlah korban banjir bandang ini bertambah,” jelasnya.

Dijelaskannya, dengan ditemukannya jenazah Rizki sebagai korban banjir bandang‎, kemungkinan ada korban lainnya yang belum ditemukan atau dinyatakan hilang namun tidak dilaporkan atau terlaporkan. (Hakim AG) ***

Editor: Kang Cep

Setelah Meninggalkan Rumah 5 Hari, Ratna Ditemukan Tewas di Sungai dengan Kondisi Mengenaskan

PANGATIKAN, (GE).- Warga Kampung Cicapar digegerkan dengan temuan sesosok jasad perempuan dalam kondisi yang mengenaskan, Sabtu (20/8/2016). Pertama kali warga menemukan mayat ini sekira pukul 12.00 WIB di Sungai Cimaringin, Kampung Cicapar, RT/RW: 04/ 05, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Birin (54) warga setempat mengaku menemukan sesosok mayat ini saat ia akan melihat-lihat sungai. Ketika pertamakali ditemukan, jasad perempuan renta ini masih mengenakan kerudung hitam dipadu kebaya warna fink serta berkain batik.

“Sekitar pukul 12 siang, saya menemukannya di sungai. Masih mengenakan paian, usianya sekitar 70 tahunan, namun saat ditemukan sudah membusuk dan bagian mukanya sudah rusak, dan saya langsung melapor ke orang orang kampung,” tuturnya.

Sementara itu, Jajang (50 ) yang juga warga Kampung Cicapar mengakui beberapa hari sebelum penemuan mayat ini, Kamis (11/8/2016) sekitar jam 17.45 WIB , di Kampung Sokol tak jauh dari TKP melihat seorang nenek degan identitas tersebut berjalan ke arah kebun.

“Waktu itu sempat saya tanya, nama siapa mau ke mana dan dari mana. Kemudian menjawab, Ratna dari Kampung Koropeak mau ketemu cucu di sini. Tadinya mau diantar, namun ia menolak, ” ungkapnya.

Pihak Kepolisian dari Sektor Wanaraja sendiri pada hari Senin (15/8/ 2016) telah kedatagan pelapor bernama Mamat, warga Kampung Tegalsari Koropeak, RT/RW: 02/08, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Kedatangan Mamat ke kantor Polsek ini tak lain untuk melaporkan kehilangan anggota keluarganya bernama Ratna berusia 76 tahun. Ratna dilaporkan telah meninggalkan rumah sejak hari Senin (08/08/2016).

Dengan penemuan jasad perempuan tua di sungai ini, akhirnya teridentifikasi dan diakui oleh keluarga Darti Cahyati, bahwa mayat yang ditemukan tersebut ciri-cirinya persis dengan orang tuanya yang telah hilang meninggalkan beberapa hari yang lalu.

Dari keterangan salah seorang petugas Puskesmas Wanaraja, Mervin, menyebutkan, mayat perempuan ini diperkirakan telah meninggal antara 4-5 hari, hal ini tampak jelas dari kondisi jasadnya yang mulai membusuk dan sebagian sudah rusak. (Tim GE)***