Pembina Polisi Keamanan Sekolah di Garut Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Belasan Siswa SMK

GARUT, (GE).- Seorang Pembina Polisi Keamanan Sekolah (PKS) di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Garut dilaporkan ke Polisi. Belasan siswa yang melapor ke Mapolres Garut mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual oleh pelaku.

Diantar guru pembimbingnya, belasan siswa itu mendatangi ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. Mereka tak terima telah menjadi korban pelecehan seksual oleh tersangka berinisial “EG”.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK tersebut, Ikeu, membenarkan telah menerima laporan dari belasan siswanya, yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Mereka mengaku pelakunya adalah pembina PKS sekolahnya.

“Iya memang benar ada belasan siswa yang mengadu kepada saya, katanya mereka dilecehkan, Diduga dilakukan oleh pembina Patroli Keamanan Sekolah (PKS),” katanya.

Belasan siswa laki-laki tersebut mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pembina PKS sekolah mereka yang berinisial EG. Kebanyakan dari mereka mengadu telah dilecehkan di ruangan PKS sekolahnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap guru, pelapor, dan para saksi diruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. Pemeriksaan berlangsung tertutup tak satu pun awak media yang diperbolehkan mengambil gambar atau foto. (Memphis)***

“Burung” Susah Bangun, Eh..Anak Tetangga Dibuat Uji Coba

POLRES, (GE).-  Kelakuan bejat AR (51) memang ada-ada aja. Memiliki penyakit lemah syahwat bukannya diobati malah melakukan perbuatan tidak senonoh. Apalagi yang jadi korbannya anak yang masih di bawah umur.

Korban pencabulan AR tiada lain anak tetangganya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Korban berinisial SNA (9 tahun). Korban mengaku dibujuk untuk masuk ke rumah tersangka. Di sanalah aksi tersangka mencabuli SNA.

Sehari kemudian korban melaporkan tersangka ke orang tuanya. Tidak terima anaknya dicabuli kedua orang tua melaporkan AR ke Mapolres Garut.

“Kemarin (Senin), keluarga korban melaporkan kasus tersebut. Orang tua korban tak terima dengan pelecehan yang dilakukan tersangka kepada anaknya,” ujar Kasatreskrim Polres Garut, AKP Sugeng Heriyadi di Mapolres Garut, Selasa (24/5/2016).

Sugeng melanjutkan, rumah korban dan tersangka saling bersebelahan di Jalan Candamerta, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota. Modus yang dilakukan AR yang berprofesi sebagai pedagang, tutur Sugeng, dengan mengajak korban ke rumahnya yang kosong.

“Korban diajak pelaku ke dalam rumah. Setelah ada di rumah, tangan korban ditarik dan dielus-eluskan ke kemaluan tersangka. Tersangka juga memegang alat vital korban,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, tambah Sugeng, aksi yang dilakukannya merupakan yang pertama kali. Namun pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

“Tersangka memang hanya mau mengetes alat kelaminnya saja. Padahal tersangka masih memiliki istri,” ujarnya.

Menurut Sugeng, perbuatan yang dilakukan tersangka kepada korban yang masih duduk di kelas 3 SD itu dikenakan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Apalagi pelecehan dilakukan kepada anak di bawah umur.

“Kami kenakan pasal 76 E dan 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang kekerasan dengan tujuan perbuatan asusila,” katanya. Farhan SN***