Inalillahi, Mantan Pelatih Persigar Junior Tutup Usia

TARKI, (GE).- Kabut duka menyelimuti dunia persepakbolaan Kabupaten Garut. Mantan assisten pelatih Persigar Garut musim 2014-2015, Gungun Hidayat, telah berpulang ke hadiratNya, Salah satu tokoh sepak bola Garut ini dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr. Slamet Garut, Jumat (16/9/2016).

Seperti diketahui, Gungun merupakan assisten pelatih persigar yang telah berjasa mengantarkan Persigar ke kancah persebakbolaan Nasional. Saat almarhum menjadi asisten pelatih Persigar, klub kebanggaan warga Garut ini sempat akan promosi ke kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia musim kompetisi 2014-2015.

Menurut Oded Sutarna, yang sama-sama mantan assisten pelatih Persigar yang tidak lain merupakan sepupu almarhum, Gungun meninggal akibat penyakit ginjal yang belakangan dideritanya.

“Ya, almarhum meninggal di rumah sakit umum dr. Slamet Garut, Jumat pagi sekitar pukul 6 pagi. Sebelumnya Ia juga sudah kita bawa ke rumah sakit dari jumat 9 september lalu.” Ungkap oded kepada “GE.”

Almarhum juga merupakan mantan pelatih Persigar usia 17 tahun yang dipersiapkan untuk mengikuti turnamen Piala Soeratin tahun 2015 lalu. Ia meninggal di usianya yang ke 41 tahun. Gungun meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kini jasad assisten pelatih yang terkenal kalem dalam mengatur anak asuhnya ini telah disemayamkan di TPU Kampung Babakan Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. (Hakim AG)***

Mantan Pelatih Vamos FC Mataram Gelar Coaching Clinic di Garut

SEIRING semakin berkembangnya cabang olahraga futsal di kabupaten Garut, ternyata sedikit banyaknya mampu menarik para penggiat futsal profesional tingkat nasional untuk singgah di kota dodol ini.

Vamos FC Mataram yang merupakan runner up pro futsal league Indonesia tahun lalu merupakan tim futsal yang cukup diperhitungkan. Tim Fusal yang sempat dilatih Bonsu Hasibuan ini kini menjadi percontohan beberapa club futsal profesional.

Dalam rangka menjaring bakat muda pemain futsal profesional, mantan pelatih Vamos FC Mataram menggelar coaching clinic di kota Garut. Gelaran acara ini merupakan hasil kerjasama dengan qwerty sport. Saat djimapi “GE” Bonsu menilai, para pemain muda Garut memiliki potensi untuk menjadi pemain futsal profesional.

“Ya, di Garut ini memang banyak pemain futsal berbakat. Ini merupakan potensi yang harus terus dibina dan dikembangkan,” tuturnya, Rabu (14/09/3016).

Dalam coaching clinic yang digelar di Gelanggang Olahraga Sudirman ini, sedikitnya sekitar 100 pemain turut ambil bagian. Para pemain muda dari beberapa club futsal di sekitar kota Garut ini rata-rata dari berusia 15 hingga 18 tahun.

Dalam coaching clinic ini para pemain dibekali berbagai ilmu tentang futsal, diantaranya penempatan posisi, kontrol bola dan perpindahan posisi.

Menurut Bonsu, pemilihan kota Garut sendiri cukup beralasan karena kota Garut merupakan salah satu kota yang tertinggal dalam pemahaman strategi futsal namun bakat yang dimilikli kota ini sangat potensial. (Hakim AG)***