Monster Fikom, Event Mahasiswa yang Selalu Dinantikan

MONSTER 3D adalah genda tahunan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut (Uniga). Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa event besar diantaranya Fikom Idol, Charity, Dekan Cup, dan Seminar.

Fikom Idol salah satunya yang menjadi primadona yang selalu ditunggu-tunggu para penyanyi Solo. Para peserta yang hadir dalam kontes vokal tersebut didominasi oleh siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA).

Akbar Fachrulrozi, salah seorang alumni SMA 1 Garut yang menjadi juara pertama dalam perlombaan tersebut mensyukuri dengan diadakannya event seperti ini. Menurutnya event pencarian bakat seperti Fikom Idol sangat ditunggu-tunggu. Dengan ivent ini, menurutnya bisa mencetak mental baja bagi generasi yang sedang menyiapkan diri menjadi penyanyi solo yang berbakat.

“Bagus, dan bagi saya yang punya bakat bisa tersalurkan dengan baik. Intinya cukup positif dan bisa membuat anak muda itu berkembang, punya wadah juga untuk berlatih,” ungkapnya.

Razhip Aulia, ketua pelaksana “Monster 3D” mengatakan, event yang dilaksanakan Fikom Uniga bukan hanya untuk mahasiswa Uniga saja, melainkan dibuka untuk umum. Salah satunya adalah program Charity yang fokus pada program pemberdayaan dan sosial untuk anak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

“Event seperti ini merangsang mahasiswa untuk terus memberikan aksi nyata dalam transfer ilmu, terutama ilmu komunikasi terhadap siswa-siswi sekolah. Kami berusaha melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui keilmuan ilmu komunikasi,” jelasnya.

Razhip mengungkapkan, setiap tahunnya mahasiswa Fikom Uniga berusaha terjun langsung ke lapangan, melihat, meninjau, memberikan yang bisa dilakukan untuk masyarakat Garut. Salah satunya event sosial, semosal menggalang dana untuk korban bencana dan aksi-aksi yang bersifat sosial lainnya.

Seperti diketahui, FIKOM Universitas Garut adalah Fakultas Ilmu Komunikasi satu-satunya yang ada di Priangan Timur dan terakreditasi B. Keberadaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut tidak terlepas dari sejarah dan cita-cita pendiri dan pembina perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut yang menanggapi aspirasi masyarakat.

Fikom Uniga berdiri pada tanggal 29 Juni 2007 melalui Surat keputusan Nomor 1580/D/T/2007 perihal izin penyelenggaraan program-program studi jenjang Strata 1 (S1).

Setiap tahunnya Fakultas Ilmu Komunikasi Uniga memberikan Beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi, melalui Kopertis wilayah IV, yakni beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA), Beasiswa dari Dirjen DIKTI Depdiknas, Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Yayasan UNIGA, dan Beasiswa Benny Subianto Foundations.

Ada tiga program studi unggulan Fikom Uniga, yaitu Konsentrasi Jurnalistik, Konsentrasi Public Relations dan Konsentrasi Secretary Executive.

Tahun ajaran 2017-2018 Fikom Uniga telah membuka pendaftaran calon mahasiswa-mahasiswi baru, pendaftaran dibuka dari Januari sampai Agustus 2017. (Sidqi Al Ghifari/ adv.)***

Editor: Kang Cep.

Mahasiswa Uniga dari Tujuh Fakultas Siap Diterjunkan ke 42 Desa di Garsel

KOTA,(GE).- Sedikitnya 922 orang mahasiswa mengikuti pembekalan untuk persiapan menghadapi program KKN Tahun 2016. Sebelum diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat, ratusan mahasiswa yang tercatat dari tujuh Fakultas ini mendapatkan pembekalan.

Prosesi pembekalan para mahasiswa ini telah berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kamis (21/07/2016). Sementara itu, ratusan mahasiswa semester akhir ini merupakan calon-calon sarjana dari beberapa fakultas, yang meliputi, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan IPA (F-MIPA), Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan, serta Fakultas Teknik.

Pembekalan tersebut sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum diturunkan ke lapangan di beberapa desa di Garut. Rencananya mahasiswa Uniga akan mengabdi kepada masyar akat selama satu bulan, dilepas tanggal 3 Agustus hingga 5 September 2016.

Rencananya, para peserta KKN yang dibagi menjadi 42 kelompok tersebut akan disebar ke enam Kecamatan dan 42 Desa di kawasan Garut selatan (Garsel). Diantara enam Kecamatan wilayah selatan Garut yang akan menjadi tempat KKN ini mencakup Kecamatan Cisompet (8 Desa), Kecamatan Cibalong (10 Desa), Kecamatan Pameungpeuk (6 Desa), Kecamatan Cikelet (7 Desa), Kecamatan Mekarmukti (5 Desa) dan Kecamatan Caringin (6 Desa).

Sebelumnya prosesi pembekalan ini akan dihadiri Bupati Garut, Rudy Gunawan. Namun bupati berhalangan hadir, dan mewakilkannya kepada Dr. H. Suherman, SH,M.Si., yang merupakan Staf Ahli Bupati Garut bagian politik dan hukum.

“Sebelumnya saya sampaikan permohonan maaf, karena beliau (Bupati/red.) berhalangan untuk hadir dalam acara ini.” Katanya.

Suherman berpesan, dalam pelaksanaan KKN nanti, para mahasiswa bisa menjaga nama baik almamaternya. Disamping itu, peserta KKN wajib untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan akademisnya sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Satu hal yang tak kalah penting, peserta KKN jangan sampai terkontaminasi oleh dunia politik praktis. Peserta KKN harus murni melakukan pengabdian kepada masyarakat.” Ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., mengatakan kegiatan KKN-Tematik ini merupakan kegiatan yang berbasis Education for Suistainable Depelopment. Dengan kata lain, pendidikan untuk pembangunan yang berkesinambungan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

“Hal ini dilakukan karena permasalahan di tengah masyarakat memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Sehingga solusi yang ditawarkan tidak bisa dilihat dari satu persepektif saja.” Ujar H.Syakur, saat menyampaikan sambutannya.

Ditambahkannya, pada tahun tahun sebelumnya pelaksanaan KKN ini telah dilakukan mandiri oleh masing-masing fakultas. Sementara itu, mulai tahun 2016 pelaksanaan KKN dilakukan sekaligus dan terintegritas yang diikuti semua fakultas di lingkungan Universitas Garut.

“Disamping itu, pada tahun ajaran baru saat ini juga Universitas Garut akan melaksanakan program Bela Negara. Program ini wajib diikuti oleh seluruh calon mahasiswa baru tahun ajaran 2016-2017.” Jelasnya. (Sidqi Al-Ghifari)***