Sosialisasikan Kesehatan besama BPOM, Hj. Siti Mufattahah Hadir di Limbangan

DISAMBUT tari kolaborasi Sunda- Islami, Hj. Siti Mufattahah, anggota DPR RI dari Partai Demokrat untuk Daerah pemilihan  (Dapil) Jawa Barat XI  kembali hadir di tengah tengah masyarakat Garut. Kali ini, politisi Partai berlogo bintang mercy yang murah senyum ini menyambangi warga di wilayah utara kota Garut, tepatnya di kawasan Kecamatan di Limbangan, (25/10/17).

Kunjungan Hj.Siti Mufattahah di Limbangan kali ini, tak lain untuk memenuhi undangan warga setempat.  Adalah Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) yang menginisiasi kunjungan Hj. Siti ini. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga, khususnya anggota FAGAR turut hadir, selain dari Limbangan, peserta yang turut serta hadir juga datang dari Malangbong, Kersamanah, Cibatu, Selaawi, Cibiuk, Cikajang, Cisurupan dan Cilawu. Dalam kegitan itu, FAGAR selaku panitia menggelar sosialisasi kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ).

Sementara itu, Hj.Siti Mufattahah sendiri tampil sebagai narasumber utama. Dalam pemaparan materinya,  Hj. Siti menyampaikan materi yang bertajuk ” Kiat memilih obat tradisional yang aman. ” Dipaparkannya, saat ini masyarakat sebenarnya sudah banyak yang memilih obat tradisional karena dianggap lebih aman dari obat sintetis.

“Selain minim efek samping, obat tradisional mudah dicari, bahkan menurut penelitian para ahli, dikonsumsi dalam jangka panjangpun  tidak akan menimbulkan komplikasi dalam tubuh,” tuturnya.

Diungkapkannya, saat ini disinyalir adanya kelemahan obat  modren /obat kimiawi. Efek samping langsung atau terakumulasi, hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks.  Sehingga bahan kimia bukan merupakan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.

“ Penggunaan bahan kimia untuk tubuh terpaksa dilakukan dengan berbagai batasan dan dalam tingkat masih dapat diterima atau ditoleransi oleh tubuh,” katanya.

Menurutnya, obat tradisional berasal dari tumbuhan yang telah tersedia gratis di alam ini. Pengolahan obat tradisional dilakukan secara alami, tanpa campuran bahan kimia atau sintetik. Oleh karena itu, obat-obatan tradisional tidak memiliki efek samping dan aman digunakan.

“Meskipun demikian, harus tetap berhati-hati saat memilih obat tradisional karena di pasaran ada beberapa jenis obat herbal yang diproduksi secara tidak higienis atau dicampur bahan kimia,” tandasnya.

Ditambahkannya, obat taradisional yang aman diyakini sudah terdaftar dan mendapatkan nomor pendaftaran Badan POM.

Obat tradisional memiliki banyak khasiat. Satu obat tradisional saja bisa digunakan untuk mengobati lebih dari satu penyakit. Misalnya, jinten hitam atau habbatussauda dapat menyembuhkan asam urat, migrain, diabetes, hepatitis, bahkan kanker. Kehebatan habbatussauda bahkan diakui oleh Nabi Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk mengkonsumsi habbatussauda secara teratur.

Selepas mengisi materi, Hj.Siti Mufattahah kemudian berbaur dengan peserta , untuk bersilaturahmi dan poto bersama.  Bahkan, Hj. Siti tak sungkan untuk turut menari bersama pengisi acara, dan warga . Keakraban seperti itu memang sudah biasa dilakukan oleh senator senayan dari partai Demokrat ini.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara, Asep Mulyatin, mengatakan, warga Limbangan khususnya sudah rindu kedatangan Hj.Siti Mufattahah karena itu, ia mengundangnya bersama Badan POM dalam kegiatan sosialisasi .

“Mengutip penjelasan Badan POM, adanya keterbatasan personil dalam pengawasan makanan dan obat di badan POM.  Maka salah satunya adalah mensosialisasikannya pada masyarakat.  Dengan harapan masyarakat bisa menjadi agen dalam mensosialisasikan makanan dan obat yang sehat serta aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Atas nama warga Garut utara, secara khusus Asep mengucapkan terima kasih kepada Hj.Siti Mufattahah yang dalam berbagai kesibukan tugasnya selalu menyempatkan hadir memenuhi undangan warga di dapilnya.

“Ucapan trimakasih juga disampaikan kepada Badan POM Bandung, Kepala UPT Pendidikan Limbangan, Ketua PGRI limbangan, para tokom masyarakat, gabungan pemuda Ansor dan Banser Malangbong, Viking Cakrabuana, Karang Taruna dan seluruh warga masyarakat yang telah hadir. ( TAF Senopati/ Adv.) ***

 

Polres Garut Belakukan One Way, Mulai Hari Ini Delman Dilarang Beroprasi

GARUT, (GE).- Menginjak H- 3 Idul Fitri 1438 H, Polres Garut mulai memberlakukan sistem one way (satu arah). Pemberlakuan sistem ini salah satunya di jalur selatan sepanjang Jalan Limbangan sejak Rabu (21/6/2017), mulai dari Cikaledong, Nagreg hingga ke Limbangan.

Kapolsek Limbangan, Kompol Asep Suherli, menyebut pemberlakuakn satu arah ini untuk mengurai kemacetan selama waktu mudik dan arus balik. Dalam musim mudik ini kepadatan kendaraan di jalur selatan cukup tinggi.

“Ya, kami berlakukan one way selama satu jam untuk mengurai kepadatan kendaraan,” katanya.

Dijelaslannya, titik kepadatan di jalur selatan, salah satunya akibat adanya pasar tumpah di kawasan Pasar Limbangan, Lewo, dan Malangbong.

“Ditambah keluar masuk kendaraan di Pertigaan Leuwigoong dekat Pasar Limbangan. Belum sejumlah persimpangan lainnya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tersendatnya kendaraan akibar aktivitas masyarakat, Polres Garut telah membuat kanalisasi.

Semnentara itu, terkait aktivitas delman yang masih beroperasi dan menjadi kendala arus lalu lintas, mulai hari ini Kamis (22/6/2017), Polres sudah melarang delman beroperasi. (Tim GE)***

Bersihkan Narkoba, Kepala BNNK Garut “Ngabuburit” di Limbangan

GARUT, (GE).- Kampanye perang terhadap segalka jenis narkoba terus digelorakan Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Garut. Beberapa hari yang lalu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut, Drs. Anas Saepudin, M.Si kembali mengadakan kampanye anti narkoba di kawasan utara Kabupaten Garut. Kepala BNNK Garut bersama rombongan menghadiri acara “Ngabuburit” di Alun Alun Limbangan, Sabtu (10/6/17).

Dalam kegiatan tersebut diisi berbagai macam acara hiburan musik religi. Dalam kegiatan ini juga ditandai dengan kegiatan “Deklarasi Aliansi Limbangan Bersih Narkoba.”

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 800 orang warga Limbangan beserta jajaran muspika Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Kepala BNNK Garut beserta staf P2M BNNK Garut menyambut antusias dengan adanya inisiatif masyarakat Limbangan untuk menolak peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Inilah yang diharapkan BNNK Garut setelah sebelumnya dilakukan pembinaan mengenai upaya Pencegahan, Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN). Upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Garut terus diupayakan semaksimal mungkin oleh BNNK Garut. Peran serta masyarakat akan sangat membantu BNNK Garut dalam upaya P4GN,” ungkap Anas dalam pidato sambutannya. (ER/ Adv.)***

Ketua Gatra: Bupati Garut Jangan Macam-macam Soal Kawasan Industri

GARUT, (GE).- Wacana ekspansi kawasan industri di kawasan Garut Utara mendapat penolakan dari Forum Masyarakat Garut Utara (Gatra). Gatra beranggapan rencana Bupati Garut, Rudy Gunawan yang menetapkan empat kawasan industri di kawasan Garut Utara hanya akan merusak tatanan. Oleh sebab itu, Bupati harus menunggu hasil keputusan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelum mendeklarasikan akan membangun kawsan industri.

“Saya dengan tegas menolak industrialisasi kawasan Garut Utara. Lebih baik bupati bersabar. Jangan macam-macam dengan industrialisasi kawasan produktif,” ujar Ketua Forum Gatra, H. Rd. Holil Akhsan kepada “GE”, Jumat (19/5/2017).

Secara prinsif, Holil Akhsan, menyambut baik terkait membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya di Garut. Namun menurutnya, jangan sampai mengorbankan kawasan strategis yang menjadi perlintasan nasional.

Holil menyarankan, di kawasan seperti Limbangan, Cibatu, Leles dan Selaawi lebih baik dikembangkan kawasan wisata atau perdagangan. Nantinya, perekonomian warga sekitar akan ikut terangkat. Jangan sampai karena ada masukan ke kantong bupati jadi memaksakan kawasan industri.

“Garut ini kaya dengan potensi alam. Sebenarnya bisa dioptimalkan untuk kawasan wisata. Jangan ikut-ikutan ke daerah lain,” paparnya.

Apa lagi, kata Holil, belum lama lagi ke Garut akan ada “exit” Tol. Tentunya hal ini harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masayarakat setempat. Jangan sampai peluang ini malah dinikmati pengusaha pabrik.

Jika berbicara terkait penyerapan tenaga kerja di Garut, seharusnya dari sekarang bupati sudah berhitung, berapa tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pabrik yang akan berinvestasi di Garut. Selain itu, kriterianya juga harus sejak dini dipersiapkan. Jangan sampai, setelah pabrik berdiri malah tenaga kerja dari daerah lain yang dipekerjakan. Sementara putra daerahnya malah sulit masuk.

Holil mengaku, akan mendukung terkait pembangunan kawasan industri ini dilokalisir di satu tempat. Hal tersebut diyakininya akan menjadi solusi kesemrawutan tata ruang. Jika pabrik-pabrik di dirikan di empat kecamatan tentunya akan semrawut. Oleh sebab itu perlu dilokalisir di satu tempat yang terpencil.

“Jangan mendirikan pabrik di tempat strategis dong. Nantinya akan menjadi masalah baru. Coba lihat sekarang di Leles, setiap hari pasti macet karena ada pabrik sepatu di sana,” ungkapnya.

Selain itu, jika kawasan industri dipaksakan dibangun di empat kecamatan tadi, tentunya akan merusak tata ruang di sana. Apa lagi, usulan Kabupaten Garut Utara saat ini sudah mulai matang. “Jika kawasannya sudah habis oleh pabrik tentunya akan merusak wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Utara,” pungkas Holil. (Farhan SN)***

Terjatuh Saat Berjualan Bakso Keliling, Guru Honorer Ini Tersiram Kuah Panas

GARUT, (GE).- Seolah tiada habisnya, nasib naas kerap mengakrabi guru honorer. Dengan penghasilan yang tidak seberapa dari pekerjaannya sebagai guru honorer, tak sedikit para guru honorer nyambi untuk menambah penghasilan.

Adalah Yana (35) salah seorang guru honorer di SDN Cijolang 02 Limbangan, Kabupaten Garut, selain mengajar di sakolah, untuk menopang ekonomi keluarganya, Yana harus berjualan bakso keliling dengan speda motornya.  Rutinitas berjualannya ini ia lakukan setiap hari sepluang mendidik di sekolah.

Satu saat, ketika menjajakan dagangannya Ia bernasib sial. Motor yang digunakannya untuk berdagang harus terjatuh, Sabtu (13/5/17). Pada kejadian tersbut Yana harus mengalami luka serius akibat tersiram kuah bakso yang panas.

“Mungkin saat kecelakaan saya sudah kecapean. Makanya motor saya oleng, maklum di sekolah juga sedang sibuk-sibuknya kegiatan akhir tahun pelajaran,” kata Yana.

Pascakejadian tersebut, Yana tidak segera dibawa ke rumah sakit karena takut biayanya mahal. Terlebih ia tidak memiliki asuranasi apapun, semacam BPJS kesehatan. Akhirnya, Yana hanya bisa dirawat seadanya di puskesmas setempat.

Menurut Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kecamatan Limbangan, Asep Mulyatin, karena lukanya cukup serius, Yana seharusnya dirujuk ke RSU. Namun karena keterbatasannyalah Yana enggan dibawa ke RSU.

“Ya, mungkin karena keterbatasan ekonomi dan tidak adanya jaminan asuransi akhirnya pak Yana hanya dirawat seadanya di puskesmas,” kata Asep.

Mendapat kabar ada guru honorer yang tertimpa musibah, Anggota DPR RI dari Komisi IX Partai Demokrat Hj.Siti Mufattahah, Psi., M.B.A segera mengutus pengurus Balad Siti Mufattahah (BSM) untuk menjenguk Yana yang akhirnya dirawat di RSU dr. Slamet Garut dengan bantuan rekan-rekannya.

Saat menjenguk Yana, Asep Mulyatin didampingi sesama pengurus Fagar, semisal Endang Mustofa, Yayat, serta Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum DPP Fagar Garut Cecep dan Dudi.

“Sebenarnya Ibu Hajah Siti ingin sekali menjenguk Yana, namun sayangnya beliau masih dalam perawatan dokter . Karena itu, Ibu mengutus kami menjenguk Yana,” katanya.

Menurutnya BSM adalah sebuah komunitas media sosial grup WhatsApp (WA) yang secara khusus memberikan dukungan kepada angggota DPR RI dari Komisi IX Partai Demokrat, yakni Hj. Siti Mufattahah.

Sementara itu, Yana dan keluarga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya hinga bisa di rawat di RSUD dr. Slamet Garut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu, khususnya kepada ibu Hj.Siti Mufattahah, Staf RSU dr. Slamet, pak Budi Juliardi, Pengurus BSM, pengurus FAGAR Limbangan dan Garut, SDN Cijolang 02, PGRI Limbangan dan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Limbangan,” ungkapnya.

Yana mengungkapkan, bagaimana pahit getirnya menjadi seorang guru honorer, pagi mengajar, sore harus nyambi untuk menopang ekonomi keluarga.

“Ya, tidak ada lain memanfaatkan waktu sisa dari sekolah untuk berjualan baso keliling. Lumayan untuk menambah penghasilan keluarga. Kalau hanya berpangku tangan , dan hanya berharap kepada pemerintah entah kapan kami para honorer ini akan mendapatkan pengakuan atau bahkan kesejahteraan. Saya tidak bisa berleha-leha,  anak istri kanperlu makan.  Apalagi sampai sekarang honor dari BOS masih belum kunjung tiba, ” tuturnya,lirih, Kamis, (18/05/17). (TAF Senopati/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

DPC Fagar Limbangan: Tidak Semua Anggota Fagar Dapat Insentif dari Pemkab Garut

GARUT, (GE).- Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kecamatan Limbangan, Asep Mulyatin mengajak anggotanya untuk meningkatkan solidaritas kebersamaan memperjuangkan nasibnya. Hal ini disampaikan Asep saat acara milad Fagar ke -11 di kawasan Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, belum lama ini.

“Honorer yang tergabung di Fagar Limbangan terdiri dari 400 orang.  Tidak semua honorer yang masuk FAGAR mendapatkan insentif dari Pekab Garut. Artinya hanya 245 anggota yang mendapatkan Insentif  dari APBD II . Untuk itu kami memohon, Pemkab Garut lebih peduli kepada Honorer sebelum diangkat menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara ( ASN),” kata Asep.

Milad Fagar ke -11 tahun 2017 merupakan yang pertamakalinya digelar di Kecamatan Limbangan. Dalam acara ini hadir sejumlah pejabat terkait yang memberikan dukungannya untuk Fagar. Mulai dari Camat Limbangan, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Limbangan, Ketua PGRI Limbangan, K3S UPT Pendidikan Limbangan hingga Anggota DPR RI dari Komisi IX Partai Demokrat Hj. Siti Mufattahah.

“Kegiatan Milad kali ini juga secara khusus dikaitkan dengan peringatan Isra Mi’raj  Nabi Muhammad SAW. Kita berharap seluruh pendidik di Limbangan, khususnya anggota Fagar meneladani Baginda Nabi Muhammad SAW,” kata Asep.

Diharapkannya, perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW bisa diambil hikmahnya. Inti perjalanan Isra’ dan Mi’raj adalah untuk menerima perintah shalat. Berbeda dengan kewajiban ibadah lainnya yang disampaikan melalui Malaikat Djibril.

“Ibadah shalat tidak melalui perantara, tetapi langsung dari Allah SWT kepada Muhammad SAW. Hal ini menunjukan bahwa ibadah shalat menempati posisi yang istimewa,” jelasnya.

Menurutnya, dimensi taqwa secara personal menempatkan seorang hamba secara konsisten tunduk dan patuh kepada penciptanya. Ibadah shalat yang senantiasa dilakukan setiap waktu (pagi, siang, petang, malam), menjadikan kita lebih telaten dan disiplin mengingat Allah.

“Efeknya adalah, hidup menjadi tenang karena merasa selalu dekat dengan Allah. Saya harap para anggota Fagar bisa menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa,” tandasnya. (TAF Senopati/GE) ***

Editor: Kang Cep.

Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Desa Pangeureunan Menunggu Dibenahi

GARUT, (GE).- Kondisi jalan Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan saat ini mengkhawatirkan. Selain itu daerah ini juga merupakan salah satu desa tertinggal yang terletak di tapal batas pertigaan Kabupaten Bandung sebelah barat dan Kabupaten Sumedang sebelah utara. Desa Pangeureunan yang juga berada persis antara kaki Gunung Masigit dan Gunung Karimbi menambah minimnya akases bantuan.

Ramdan Gumilar, salah seorang warga sekitar yang sehari-hari melintas ke jalur jalan Desa Pangeureunan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

“Untuk melintas jalan ini kita harus bersusah payah sekuat tenaga menembus jalan ini. Saya harus mati-matian untuk bisa sampai ke tempat pekerjaan. Kadang tak jarang terjatuh.” ujar Ramdan yang sehari-hari bekerja sebagai tenga pengajar di SDN Pangeureunan 04.

Menurutnya memang jalan itu hanya jalan desa, Namun jalan ini merupakan akses penting bagi warga Pangereunan. Jalan Desa yang kurang lebih sepanjang 7 kilo meter itu kondisinya akan lebih parah jika musim penghujan.

Sementara itu, Kepala Desa Pangeureunan, Sulaeman mengatakan, Desa Pangereunan yang memiliki luas 30 persen dari Kecamatan Limbangan, artinya Desa pangereunan Desa terluas di Limbangan. Dengan luas tersebut tentunya memiliki potensi tersendiri. Meski desanya memiliki potensi aset desa yang cukup, Desanya termasuk ke dalam kategori desa tertinggal.Tercatat,rata-rata warga Desa Pangeureunan berijazah Sekolah Dasar (SD).

“Desa Pangeureunan sebenarnya cukup potensial, sebut saja beberapa bulan kebelakang, mentri pertanian saja pernah berkunjung kedesanya dalam panen Raya Jagung. Sayangnya kurang diperhatikan pemerintah” katanya.

Dikatakannya, untuk rehabilitasi jalan ia bersama lima Desa sekitar telah mengajukan rehab jalan untuk jalan Kabupaten. Diharapkannya ada sentuhan dana aspirasi dari Dewan. (TAF Senopati/ GE)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Diduga Gelapkan ADD Rp 500 Juta, Kades Cigagade Dicokok Polisi

GARUT, (GE).- Kepala Desa (Kades) Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat dicokok Polisi karena diduga menggelapkan Alokasi Dana Desa (ADD). Kades berinisial Y (41) diduga menggelapkan ADD sebesar Rp 500 juta.

Jajaran Polsek Limbangan, mengamankan Y dari kediamannya di Jalan Raya Cigagade, Kecamatan Limbangan Garut. Y sempat akan melarikan diri saat anggota Polsek Limbangan menjemputnya. Namun karena rumah tersangka sudah dikepung ia pun menyerahkan diri.

Kapolsek Balubur Limbangan, Kompol Asep Suherli, mengatakan bahwa penangkapan tersangka bermula dari laporan adanya kasus penipuan dan penggelapan kendaraan roda empat yang kerugiannya mencapai Rp 70 juta. Namun kasusnya terus berkembang hingga diduga tersangka pun telah menggelapkan ADD sebesar Rp 500 juta.

“Ya, ini kebetulan sebenarnya.  Awalnya kami akan menangkap Y dalam kasus penipuan dan penggelapan, ternyata oknum Kades ini diduga melakukan korupsi ADD, ” ungkap Asep Suherli di Mapolsek Bl.Limbangan, Jalan Raya Limbangan, Sabtu (25/02/2017).

Polsek Limbangan hingga kini masih melakukan proses tindak lanjut untuk kasus penipuan dan penggelapan. Sementara itu, untuk kasus dugaan korupsi akan dilimpahkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Garut.

“Kerugiannya mencapai Rp 500 juta dari total anggaran Rp 1,4 miliar. ADD tersebut merupakan alokasi pembangunan jembatan,” ujar Kapolsek kepada “GE”.

Ia menambahkan, penangkapan oknum kades tersebut berlangsung dramatis, karena Y sempat tidak diketahui keberadaannya. Setelah dilakukan pengepungan dikediamannya yang terletak di Jalan Desa Cigagade, Y masih sempat melarikan diri.

“Kami kepung dari depan lari ke samping, kami sergap dari samping , lari kebelakang, akhirnya Y menyerah di dapur,” pungkasnya. (Memphis)***

BREAKING NEWS: Jasad Korban Hanyut di Cimanuk Ditemukan Tewas Mengambang

GARUT, (GE).- Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Garut hilang terbawa arus Sungai Cimanuk, Rabu (15/2/2017) sore. Setelah proses pencarian seharian, akhirnya satu orang jasad berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Humas Basarnas Bandung, Andika Zein, menyebutkan dua warga yang terbawa arus sungai yakni Iin (25), warga Kampung Kondang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu dan Jamaludin (18), warga Kampung Bungur, Desa/Kecamatan Leuwigoong.

Kedua korban bersama Wanda Komara (21), yang berhasil selamat, sebelumnya diketahui sedang rongsokan sampah dengan menggynakan rakit di Sungai Cimanuk yang melintas di Kampung Rancabungur, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu.

“Sekitar pukul 15.30, saksi bersama dua orang korban naik rakit. Tiba-tiba ada pusaran air. Wanda kemudian terpeleset, sedangkan dua orang korban terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai yang deras,” ujar Andika, Kamis (16/2/ 2017).

Dengan dibantu warga dan petugas muspika setempat, Tim Basarnas Bandung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Proses pencarian sempat dihentikan, akibat cuaca buruk dan arus sungai yang masih besar.

“Hari ini (kemarin) sejak pukul 07.00, kami melakukan pencarian lagi. Pencarian dilakukan dengan penyisiran darat dan menggunakan perahu karet,” katanya.

Korban atas nama Jamaludin, tutur Andika, ditemukan tim dalam keadaan meninggal dunia di wilayah Limbangan. Tim menemukan korban sekitar pukul 12.30 dan langsung dibawa ke Puskesmas Limbangan. Hingga Kamis sore, tim Basarnas Bandung bersama unsur Muspika dan warga terus melakukan pencarian korban atas nama Iin.

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Djakaria, mengatakan, selain dua warga yang terbawa arus Sungai Cimanuk, hujan deras juga mengakibatkan banjir di Kecamatan Tarogong Kidul. Derasnya air membuat benteng di SMAN 15 Garut roboh selebar lima meter. Selain itu, sejumlah pemukiman di Kampung Babakan Loa, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul terendam.

“Banjir berasal dari Sungai Cikamiri. Memang sejak tiga hari ini air Sungai Cikamiri sangat deras dan beberapa kali air sampai meluap ke jalan,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Diduga Ada Sabotase, Pedagang Pasar Limbangan Berharap Polisi Segera Menangkap Pelakunya

LIMBANGAN,(GE).- Pasar sementara Limbangan di Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut hangus terbakar pada Rabu (18/5/2016). Sejumlah pedagang menduga peristiwa terbakarnya pasar sementara Limbangan akibat sabotese pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami menganalisa mengindikasi bahwa yang terjadi di tempat pasar sementara adanya indikasi sabotase pembakaran,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan, Basar Suryana, Jumat (20/5/2016).

Alasannya mengapa diindikasi terjadi sabotase. Sebab, diakui Basar, terdapat tiga titik api yang menyala. Selain itu, ia mengaku melihat langsung lokasi terjadinya kebakaran sekitar pukul 01.15 WIB. “Di titik api menyala, listrik yang ada di kios tersebut sebagian masih dalam posisi menyala,” ujarnya.

Basar mengungkapkan, faktor penyebab terbakarnya pasar sementara Limbangan bukan diindikasi karena terjadi konsleting listrik. Tapi, diindikasi terjadi sabotase karena ada kejanggalan di titik nyala api.

Kemungkinan, pasar sementara Limbangan tersebut sengaja dibakar. Basar pun mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Pihaknya juga telah melihat respon positif kepolisian melalui media.

“Kepolisian akan menyelidiki terkait indikasi pembakaran ini. Kepolisian perlu didorong terus. Tujuannya agar kepolisian menindaklanjuti secara responsip persitiwa terbakarnya pasar sementara Limbangan. Basar menegaskan, harus ditemukan pelakunya.”Tandasnya.

Di pasar sementara Limbangan sedikitnya ada 986 kios dan los yang habis terbakar. Berdasarkan pengaduan 472 pedagang, kerugian akibat persitiwa kebakaran tersebut dapat diperkirakan mencapai Rp 16,2 miliar. (Tim GE)***