Lama Meninggalkan Garut, Dicky Candra Penasaran Kuliner Domba

DITENGAH kesibukannya sebagai artis dan Calon Walikota (Cawalkot) Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandranegara, yang akrab dipanggil kang Dicky, menyempatkan diri menyambangi tempat kuliner Domba House Lasminingrat, yang berada di Jalan Pataruman 1B, Kabupaten Garut.

Lama meninggalkan Kabupaten Garut pascamundur dari wakil Bupati Garut, rupanya Dicky penasaran untuk icip-icip kuliner daging domba Garutnya yang khas itu. ” Saya penasaran dengan rasa sate domba yang dihidangkan di Domba House Lasminingrat. Banyak orang yang mengatakan di Garut ada tempat kuliner baru,” ujar Dicky Chandra, Kamis (26/1/2017) dini hari.

Dikatakannya, menyambangi Domba House Lasminingrat hanya kebetulan, saat menempuh perjalanan Bogor menuju Tasikmalaya, saat memasuki perbatasan Bandung-Garut, teringat akan tempat kuliner Domba House.

Katanya, sebelum dirinya menjadi artis terkenal bahkan sejak dari kecil sudah menggemari makanan yang berbahan daging domba. Namun ada yang berbeda dengan makanan yang disuguhkan Domba House, selain memiliki daging yang sangat empuk, daging yang dibakar dibuat sate merupakan daging domba muda.

” Setiap berkunjung ke daerah daerah yang ada di Indonesia, pasti yang pertama dicari makanan sate domba. Tetapi sangat berbeda dengan yang disajikan di Domba House, selain dagingnya empuk, ternyata bumbu kacang dan bumbu kecapnya terbuat dari rempah-rempah,” ungkapnya.

Meurutnya, selain rasanya sangat nikmat dan gurih, para pelayan dalam menyajikannya sangat berbeda dengan tempat makan yang menjual sate domba. Yang mana Domba Houses menyajikan dengan menggunakan Hot Plate, sehingga sate yang dihidangkan terjaga kehangatannya.

” Saya salut dengan inovasi yang dilakukan kang Yudi selaku pemilik Domba House. Soalnya selama ini Garut terkenal dengan ketangkasan dombanya. Sekarang sudah ada restoran yang menyajikan khusus daging domba Garut muda,” katanya.

Diakuinya, nikmat dan gurihnya setimpal dengan kocek yang dikeluarkan. Setelah makan sate domba akan ada rasa sensasi yang dirasakan lidah. (Kim)***

Editor: Kang Cep.

Sensasi Icip-icip di Kedai Baskom, Mulai dari Bakso Aci Hingga Cuanki

BAKSO merupakan kuliner yang terbilang familiar di hampir setiap pelosok daerah di Indonesia. Hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini. Berbagai daerah memiliki bakso khas mereka masing-masing.

Termasuk di Garut pecinta bakso tak kalah banyak, paduan rasa “misdacem” (amis lada haseum/bahasa Sunda/res) manis-pedas-asam, merupakan citarasa yang paling disuka kaum muda.

Di Garut, yang namanya warung atau kedai bakso dari waktu ke waktu terus tumbuh subur, bak jamur di musaim hujan. Saat ini banyak kedai-kedai bakso dengan inovasi dan kreasi masing-masing.

Icip Icip Bakso BaskomAdalah “Kedai Baskom” alias Bakso Kombinasi yang baru saja dibuka pada November 2015 lalu. Dinamai demikian lantaran pembeli bisa memesan berbagai menu pendukung bakso, seperti ceker ayam, siomay, bakso aci, cuanki, dan bahan lainnya untuk dikombinasikan.

Meski pembeli tertarik mengkombinasikan berbagai jenis menu, tidak perlu khawatir soal harga. Di Kedai Baskom soal harga cukup ekonomis, menunya dibanderol mulai dari Rp 1000 saja. Dihitung per butir bakso. Pembeli bisa menentukan mau seberapa banyak pesanannya namun dengan harga yang murah meriah dengan pelayanan yang ramah. Kedai ini dibuka sejak pukul 11.00 siang sampai jam 09.00 malam.

Selain harga tak bikin kantong bolong, kedai ini juga didukung sausana nyaman untuk nongkrong atau kongkow. Area kedai ini cukup luas,  lantaran di halaman rumah pemiliknya sendiri. Selain menu dengan sensasi bakso kombinasinya, Kedai Baskom juga menyediakan berbagai jenis segar hingga kopi panas maupun dingin.

Kedai yang bertempat di Jalan Patriot nomor 27 Tarogong Kidul ini juga bisa dipesan lewat kontak atau media sosial untuk pesan antar ke tempat masing-masing. Tentunya di tambah ongkos kirim. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.