Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Seorang Guru Olahraga Meninggal Dunia di Atas Hamparan Sajadah. Bagaimana Ceritanya…

DUNIA olahraga Kabupaten Garut, Jawa Barat, berduka. Salah seorang kader terbaiknya dipanggil ke haribaan Allah SWT. Adalah Drs. Tantan Lusdinar (53). Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di atas hamparan sajadah, Rabu (22/3/17) subuh. Guru olahraga SMP Negeri 2 Garut yang juga Sekum Pengcab PRSI Garut ini meningal dunia usai melaksanakan salat subuh di rumah orang tuanya di Perumahan Amerta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler.

Awalnya almarhum dikira sedang tertidur di atas hamparan sajadah. Ketika itu, salah seorang keponakan almarhum, Dika, mencoba membangunkannya. Namun, almarhum sudah tidak merespon. Merasa curiga, Dika pun memberi tahu sanak keluarganya. Banar saja, nyawa alumnus FPOK IKIP Bandung  jurusan Kepelatihan angkatan ’85 ini sudah tiada.

Malam itu, almarhum sengaja menginap di rumah orang tuanya. Soalnya, istri almarhum – Dini, sedang menemani anak semata wayangnya – Rizky AP, yang melanjutkan kuliah di STT Telkom Bandung.

Kepala SMP Negeri 2 Garut, Dr. Budi Suhardiman, M.Pd, merasa kehilangan atas meninggalnya almarhum. Tantan termasuk salah seorang guru yang memiliki spirit dan dedikasi tinggi dalam mengajar dan mencetak prestasi siswa.

“Setiap anak-anak mau mengikuti kejuaraan, almarhum selalu memberi tahu saya. Begitu juga usai melaksanakan kegiatan, ia selalu memberikan laporan hasilnya,” kata Budi Suhardiman kepada “GE”, Selasa (22/3/17).

Menurut Budi, sejak beberapa tahun lalu, kondisi fisik almarhum memang sudah menurun. Bahkan, almarhum sempat terkena struk dan menderita penyakit jantung.

“Kemarin (Selasa, 21/3/17) almarhum masih ke sekolah. Bahkan sempat ngobrol dengan saya di pos satpam. Hanya saja, kondisinya sudah kelihatan drop,” papar Budi.

Berita duka tersebut, juga membuat jajaran pengurus dan anggota Ikatan Guru Olahraga (IGO) Kabupaten Garut berkabung. Ketua IGO Kabupaten Garut, H. Ridwan Riswanda, S,Pd, M.Pd, langsung menginstruksikan guru olahraga yang mengajar di berbagai tingkatan sekolah untuk menghantar jenazah hingga ke pemakaman.

“Jasa almarhum terhadap dunia olahraga sangat besar, tidak bisa diukur dengan materi. Karena itu, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian kepada keluarga almarhum. Ya, sebagai bukti penghargaan pemerintah kepada almarhum,” kata Ridwan.

Ungkapan senada dilontarkan jajaran pengurus KONI Kabupaten Garut. Ketua KONI Garut, H. Ato Hermanto, didampingi Wakil Sekretaris, Rizal Syam, mengatakan, jasa almarhum bagi kemajuan dunia olahraga khususnya cabor renang dan polo air di Kabupaten Garut sangat besar. Pada periode 2009-2013, almarhum masuk di jajaran kepengurusan KONI Kabupaten Garut.

“Kami sangat kehilangan. Jasa almarhum begitu besar untuk dunia olahraga khususnya cabor renang di Kabupaten Garut. Semoga almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi  Allah SWT,” ungkap H. Ato.

Salah satu orang dekat almarhum yang juga mantan anak didiknya, Jafar, mengatakan, sehari sebelumnya almarhum  sempat memeriksakan kondisi kesehatannya kepada dokter langganannya. Karena menderita hypertensi dan jantung, almarhum yang juga ketua klub renang Aqualuc FC ini harus memeriksa kesehatannya secara rutin.

“Tentu saya sangat kehilangan. Almarhum adalah guru sekaligus motivator terbaik bagi kami anak-anak asuhannya,” kata Jafar tak kuasa menahan haru.

Sejak Rabu (22/3/17) pagi, rumah duka dipenuhi para pelayat, baik dari kalangan guru, insan olahraga, dan komponen masyarakat lainnya. Siang ini, selepas dzuhur jasad almarhum dikebumikan ti pemakaman umum Cimaragas.

Selamat jalan sahabat. Semoga engkau tentram di sisi Allah SWT. Aamiin. (Sony MS/GE)***

Koni Jamin Kesiapan Gelaran Porkab 100 Persen

GARUT, (GE).– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, memastikan gelaran Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kabupaten Garut tahun 2016 ini yang rencananya digelar pada tanggal 23 hingga 31 Desember 2016 siap dilaksanakan.

Ketua Koni Kabupaten Garut H Ato Hermanto menegaskan, semua persiapan untuk gelaran ajang olahraga terbesar di Kabupaten Garut ini telah 100 persen siap dilaksanakan.  Rencananya, pembukaan dan penutupan event olahraga ini akan dilaksanakan di SOR Merdeka Kerkhof. “SOR Merdeka Kerkof bakal menjadi tempat pembukaan juga sekaligus penutupan multi even olahraga terbesar di Kabupaten Garut yang diikuti sebanyak 42 peserta dari 42 kecamatan,” jelas H. Ato.

H Ato menyampaikan, Koni telah menyusun kepanitiaan untuk pelaksanaan Porkab ini dalam rapat yang dipimpin langsung oleh dirinya dengan didampingi wakil ketua H Deden Sofyan serta Sekretaris Umum Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin. Adapun yang ditunjuk menjadi ketua pelaksana Porkab adalah Drs Ade Hendarsyah dengan wakil ketua Drs H Eutik Karyana, Haryono H Ahmad Ayub serta sekretaris umum Rizal Syam dengan bendahara umum H Maksum.

Selain membentuk panitia, menurut H Ato pihaknya juga telah menetapkan logo Porkab 2016 dengan tema “Memperkokoh Komitmen Meraih Prestasi Terbaik di Porda Tahun 2018 menuju Kabupaten Garut yang Bermartabat” dengan tagline “Garut Hebat Garut Bermartabat”.

Dengan telah selesainya semua tahapan persiapan, menurut H Ato saat ini pihaknya tinggal menunggu komitmen dari Pemkab Garut untuk segera merealisasikan dana untuk pelaksanaan Porkab. Karena, sampai saat ini soal dana Pemda masih belum memberikan kejelasan.

H Ato melihat, dukungan dari Pemkab dalam pelaksanaan Porkab ini, merupakan bagian dari rencana strategis yang telah disepakati pemerintah dalam upaya membangun olahraga. Selain itu, tahun ini juga merupakan tahun apresiasi pemerintah daerah terhadap para pelaku dan pemerhati olahraga di Garut.

H Ato juga menyayangkan, pada tahun 2015 lalu yang dicanangkan sebagai tahun penataan sarana dan prasarana olahraga di Garut tidak bisa terlaksana maksimal. Karena, pembangunan SOR Merdeka Kerkhof sebagai pusat aktivitas olahraga di Garut tidak bisa terealisasi. “Jika seandainya KONI diberi keleluasaan untuk melakukan penataan SOR Merdeka, kita yakin tempat itu akan menjadi titik awal kebangkitan olahraga Garut,” ungkapnya.

H Ato berharap, ajang Porkab ini bisa dijadikan momentum terbaik, terutama bagi para pengurus cabor. Agar menyusun rencana dan program kerja ke depan, guna menyongsong tahun restrukturisasi olahraga. “Disitulah nanti kita bisa melihat, target seperti apa yang kita inginkan di ajang Porda XIII nanti di Bogor,” tegasnya.

Oleh karenanya, H Ato mempersilahkan para pengurus cabang olahraga untuk menyusun program kerjanya dengan membangun kreativitas dan inovasi tanpa harus mengandalkan dana dari pemerintah.