Antisipasi Dampak Kemarau, Kodim 0611 Pantau Wilayah untuk Tiga Produk Pertanian

GARUT,(GE).- Sebagai upaya untuk mengantisipasi dampat musim kemarau, Kodim 0611 Garut mengaku telah komando dari atasan untuk melakukan berbagai hal, sehingga bisa mencegah gagal panen.

Menurut Kepala Staff Kodim (Kasdim)  0611 Garut, Mayor Inf. Aat Supriatna,  pihaknya secara langsung telah menerima komando atas untuk mengantisipasi tiga produk selama musim kemarau ini agar tidak gagal panen. Ketiga produk pertanian tersebut adalah padi, jagung, dan kedelai sehingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah.

“Selama musim kemarau ini masalah yang sangat kita sikapi adalah yang kaitannya dengan pangan. Kita menerima perintah langsung dari komando, bagaimana caranya menjaga hasil pangan sehingga tidak terjadi gagal panen, khususnya padi, jagung, dan kedelai,” katanya, Minggu (17/9/17).

Dijelaskannya, ada beberapa hal yang harus dilakukan, mulai dari pencarian sumber air baru dan pembangunan jaringan irigasi untuk jangka panjangnya. Salah satunya dengan melakukan pompanisasi dari sungai di sekitar sawahnya.

“Pencarian sumber air baru dan pembangunan jaringan irigasi sekunder ini memang untuk jangka panjang.  Proses pencarian sumber baru ini juga kita melakukan pembuatan sumur patek atau bor di sekitar pesawahan. Kita bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut,” ungkapya.

Dikatakannya, dampak dari kekeringan saat ini memang sangsat dirasakan sejumlah wilayah pesawahan, khususnya di sejumlah wilayah tadah hujan. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya sawah yang gagal panen. (Tim GE)***

.

TNI Siap Berantas Narkoba, BNNK Garut Gelar Test Urine Para Prajurit Denpom III dan Kodim 0611 Garut

PENYALAHGUNAAN dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Oleh karena itu, kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara komprehensif.

Sebagai negara yang menjadi salah satu sasaran terbesar dalam peredaran narkotika yang dikendalikan oleh jaringan nasional dan internasional, Indonesia telah mengambil langkah tegas dalam menghadapi bentuk perang modern ini.

Di awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo menyatakan kepada seluruhbangsa Indonesia, bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat Narkoba dan menyerukan PERANG BESAR terhadap segala bentuk kejahatan narkotika.

Sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika, Presiden Joko Widodo telah mengeksekusi para terpidana mati kasus narkotika beberapa waktu lalu.

Sejumlah anggota TNI KODIM 0611 Garut Menjalani Pemeriksaan Test Urine, Bertempat di Aula KODIM 0611 Garut.

Meski menuai kontroversi dari pihak asing, sebanyak 15 terpidana mati baik WNA maupun WNI kasus narkotika telah dieksekusi, salah satunya adalah Freddy Budiman, gembong narkotika kelas ‘kakap’ di Indonesia, yang kerap terlibat kasus-kasus penyelundupan narkotika dari mancanegara meskipun tengah mendekam di jeruji besi.

Tindakan tegas ini mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN), sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan di bidang Pencegahan danPemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Untuk lebih agresif dalam menangani permasalahan narkotika di Indonesia melalui strategi demandreduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika, dan strategi supplyreduction, melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera.

Berperang terhadap narkotika bukan saja peran dari BNN, namun seluruh lapisan masyarakat dan berbagai unsur pemerintah, salah satunya yakni TNI. Dalam upaya menjalankan tugasnya sebagai prajurit kebanggaan Bangsa Indonesia, para anggota TNI siap untuk menjalani test urine oleh BNN. Salah satunya dilakukan oleh DENPOM III Garut dan KODIM 0611 Garut. (Adv.)***