GGW dan ICW Temukan Praktik Curang BPJS

GARUT, (GE).- Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dituding oleh dua pegiat anti korupsi yaitu Garut Governance Watch (GGW) dan Indonesia Corroption Watch (ICW) telah melakukan kecurangan. Tindak kecurangan (Fraud) yang terjadi paling banyak dilakukan pada layanan BPJS Kesehatan. Tudingan itu dilontarkan GGW dan ICW berdasarkan hasil riset mereka yang dilakukan sejak Maret sampai Agustus 2017.

“Kita menemukan ada empat fraud yang dilakukan pihak BPJS. Praktiknya ada yang dilakukan oleh peserta BPJS dan ada juga yang dilakukan petugas,” ujar Sekjen GGW, Yuda Ferdinal, Rabu (13/9/17).

Ia mencontohkan, untuk peserta BPJS yakni pemalsuan data peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI). Modusnya pasien tak punya kartu BPJS tapi meminjam kartu milik saudaranya.

Temuan lainnnya yakni dilakukan petugas BPJS. Pihaknya menemukan salah satu peserta BPJS mandiri tak aktif penggunaan kartunya. Padahal ia rutin membayar sejak Juni 2016 sampai Juni 2017.

Di rumah sakit pun fraud juga kerap terjadi. Misalnya di RSUD dr Slamet tak tersedia obat yang dibutuhkan. Pasien diminta untuk membeli ke apotek di luar rumah sakit dan obay tak ditanggung BPJS

“Padahal obat tersebut bisa diklaim oleh BPJS. Pihak rumah sakit sebenarnya yang harus mengupayakan membeli obat keluar. Bukannya pasien yang membeli,” ucapnya.

Terakhir tindak kecurangan yang terjadi yakni mengarahkan pasien untuk membeli obat di apotek tertentu. Pihaknya juga menemukan praktik percaloan di rumah sakit

“Ada yang menawarkan jasa jual beli darah dan percaloan penebusan obat yang dilakuan pegawai RSUD terhadap pasien BPJS. Besarannya ada yang dipatok ada juga yang sukarela,” ujarnya.

Pihaknya berharap sejumlah temuan itu bisa diperbaiki. Salah satunya dengan penerapan sistem daring untuk melihat ketersediaan obat. “Menurut DPRD sistem itu (daring) harusnya sudah beroperasi. Tapi sampai sekarang belum ada sistem tersebut,” katanya.

Koordinator Divisi investigasi ICW, Febri Hendri, menuturkan jika fraud dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), maka masuk dalam kategori korupsi. Namun jika pelakunya bukan ASN, masih sulit untuk dikategorikan sebagai korupsi.

“Dalam penelitian yang kami lakukan, fraud bisa dilakukan siapa saja yang terlibat dalam BPJS Kesehatan. Jika pelakunya bukan ASN paling masuk tindak pidana penipuan,” ucap Febri.

Praktik fraud, lanjut dia, bisa menimbulkan potensi kerugian negara. KPK saja sudah mencium indikasi kerugian hingga Rp 500 miliar. Menurutnya, selama ini saat klaim dari RSU ke BPJS masih kurang proses klarifikasi. (Farhan SN)***

“Kenko No Kai” Ajak Warga Garut Untuk Hidup Lebih Sehat

GARUT, (GE).- Untuk bisa menjadikan masyarakat Garut lebih memahami pentingnya kesehatan, PT. Bahtera Nusantara Mandiri (BNM) kini hadir di Kabupaten Garut. PT. BNM sendiri merupakan salah satu perusahaan berskala internasional yang bergerak dalam bidang kesehatan. Perusahaan ini mempunyai tujuan agar masyarakat lebih sadar akan kesehatan, dengan selogan “Kenko No Kai” yang berarti komunitas sehat.

Salah seorang perwakilan dari PT. Bahtera Nusantara Mandiri (BNM) menyerahkan plakat kepada Bambang Hafid yang merupakan Camat Garut kota.***

Selain memberikan edukasi mengenai kesehatan, PT. BNM nantinya akan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal tersebut, akan menjadi salah satu kegiatan dari semua rangkaian program yang akan di lakukan “Kenko No Kai” selama 4 bulan ke depan.

Sedangkan rangkaian kegiatan itu, diantaranya edukasi dan seminar bersama masyarakat mengenai kesehatan, pemeriksaan dan therapy sistem yang bertekhnologi standar negara Jepang. Therapy sistem tersebut, menggunakan alat TENS 21 yang sudah terpercaya. Bahkan, akan diajak untuk mengenal tekhnologi sebagai sarana solusi  kesehatan secara preventif.

Menurut manajer area Garut Kenko No Kai, Diki Firnandus, kegiatan ini memang berbeda dengan sistem pengobatan pada umumnya. Karena, Kenko No Kai lebih fokus dalam konsep preventif atau pencegahan.

“Sehingga hal yang di kedepankan ialah bagaimana bisa merubah pola hidup agar bisa lebih sehat. Diantaranya pola makan, istirahat, gerak serta pola pikir masyarakat. Terkait tekhnologi atau alat kesehatannya, hanya sebagai penunjang saja,” paparnya.

Diki menambahkan, Kenko No Kai nantinya akan menerapkan pola hidup sehat ala masyarakat Jepang. Dikarenakan, masyarakat Jepang sudah di ketahui mempunyai angka harapan hidup paling tinggi di dunia. Semua itu di katakan Diki saat acara pembukaan program Kenko No Kai di Garut, Senin (4/09/2017) yang bertempat di gedung bioskop Intan, Jalan Ahmad Yani, Garut.

Acara tersebut dihadiri Camat Garut Kota, serta para pejabat kelurahan di Kecamatan Garut Kota. Sedangkan warga yang hadir sebagai peserta, jumlahnya mencapai 300 orang lebih. Diantara tamu undangan yang hadir, nampak salah seorang dokter spesialis penyakit dalam dari RSU Dokter Slamet Garut, dr. Hj. Shelvy Febrianti, Sp. PD. Pada saat itupun, banyak warga yang berdiskusi dengan dr. Shelvy, mengenai penyakit yang di alami warga.

Sementara itu, Camat Garut Kota H. Bangbang Hafidz, menyambut baik kehadiran Kenko No Kai di Kabupaten Garut. Menurutnya, siapapun atau lembaga manapun yang datang dengan maksud baik harus didukung.

“Oleh karena itu, saya sebagai camat, tentu akan mendukung Kenko No Kai yang berniat untuk meningkatkan kesehatan warga,” katanya.

Diakhir acara pihak  PT. Bahtera Nusantara Mandiri (BNM) secara simbolis menyerahkan plakat kepada Camat Garut, Bambang Hafid.  (Useu G Ramdani/ Adv.)***

 

Neng Rika : Menjadi Bidan adalah Panggilan Jiwa

PROFESI yang digelutinya merupakan panggilan jiwa dan terdorong rasa peduli akan kesehatan sesama, yakni kaum hawa. Adalah Neng Rika Rismayanti , sosok bidan praktek mandiri asal Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebenarnya Neng Rika bukan spesialis bidan Desa, namun karen kepeduliaannya akan kesehatan perempuan, ia dedikasikan keahliannya untuk melayani dan mensosialisasikan kesehatan untuk ibu hamil.

Dalam kesehariannya, Neng Rika kerap kali menghabniskan waktu bekerjanya di lapangan daripada menunggu pasien di Puskesmas. “ Ya, saya lebih sering ‘menjemput bola,’ memantau langsung kondisi warga di kampung,” tuturnya, saat diwawancarai ‘GE’ di kediamannya. Belum lama ini.

Akhir-akhir ini, Neng juga tengah getol mendampingi Anggota DPR RI dari Komisi IX, Hj.Siti Mufattahah, ia didaulat menjadi salah seorang tim medis di setiap gelaran bhakti sosial pengobatan masyarakat.

“ Ibu (Siti Mufattahah/ red) itu adalah tauladan bagi saya. Beliau sering berkunjung ke daerah daerah langsung berhadapan dengan warganya. Disamping itu, Ibu juga kan bertugas di Komisi IX yang salah satunya membidangi Kesehatan.” Ungkap Akbid YPSDMI Kebidanan Garut ini, seraua melempar senyum simpulnya.

Dikisahkannya, sebelum menjadi bidan mandiri di Kampung halamannya, ia sempat bekerja maggang di RSUD R Syamsudin SH di kota Sukabumi. Namun karena terpanggil jiwanya, kemudian Neng memtuskan bergabung dengan rekan-rekannya seprofesi menjadi bidan praktek mandiri di tanah kelahirannya Desa Cibunar.

“Dari dulu saya senang bidang kesehatan. Suka bila melihat dokter atau bidan yang sedang memeriksa pasieun gawat darurat. Berkecimpung bersama masyarakat secara langsung juga memang hobi sejak kecil. Untuk itu, setamat SMA saya lebih memilih jurusan Kebidanan,” kisahnya.

Dikatakannya, profesi bidan itu idealnya bisa menangani seluruh daur hidup kesehatan wanita. Mulai dari calon pengantin, masa pra-hamil, lalu masa konsepsi atau pembuahan, lalu hamil, melahirkan, nifas, Keluarga berencana , imunisasi untuk bayinya, di masa antar dua kehamilan, remaja, hingga masa menjelang menopouse. “ Semua alur kehidupan wanita itu merupakan sasaran yang harus ditrangani bidan.” Tandasnya.

Neng Rika mengakui, setelah berada langsung ditengah-tengah masyarakat jadi bisa lebih mengerti perasaan dan kondisi kejiwaan sesama wanita. Dengan profesinya sebagai bidan, bisa berbagi membantu mengurangi rasa sakit wanita saat melahirkan.

“Alhamdulillah dengan terjun langsung, saya bisa ikut berperan membantu ibu ibu dalam melahirkan. Bisa ikut membantu mensehatkan masyarakat, dan membantu dalam pembangunan meskipun hanya sedikit adalah kebahaiaan dan kebanggan tersendiri bagi saya.” Tuturnya.

Diharapkannya, pemerintah bisa lebih memperhatikan profesi atauy lulusan kebiadanan ini. Walau setiap tahunnya lulusan kebidanan ini melimpah, sehingga diperlukan penanganan serius dari pemangku kebijakan.

“Harapan itu selalu ada. Memang kita dituntut untuk profesional, cepat, cerdas. Namun mohon untuk difasilitasi. Karena , tanpa lahan praktek kita akan sulit untuk berkembang dan berkarya. Padahal masih banyak daerah yg membutuhkan tenaga kesehatan.” Harapnya.

Dikatakannya, bidan merupakan ujung tombak tinggi rendahnya derajat kesehatan di setiap daerah. Diantaranya tugas bidan itu, bagaimana berupaya mengurangi angka kematian Ibu dan angka kematian bayi, bila (AKI /AKB).

“Jadi, bidan itu tidak hanya menangani yang melahirkan saja, tetapi seluruh daur kehidupan wanita,” tandasnya. Tutur Neng Rika, yang berharap bisa melanjutkan study-nya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. (TAF Dipraja Kusumah)***

Sepuluh Jenis Tanaman ini Bermanfaat untuk Kesehatan Kita

NEGARA kita adalah negara agraris yang terkenal akan kekayaan rempah rempah dan berbagai jenis tanaman. Sejak zaman “baheula” hingga sekarang tanaman herbal ataupun tanaman obat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sayang, tak sedikit diantara kita saat ini malah lebih memilih produk kesehatan luar negri dibanding negri sendiri. Padahal tak perlu jauh – jauh ke negri orang dengan biaya yang sangat mahal sekali, di negri kita jauh lebih kaya dan alami dalam segi pengobatan. Yuk kenali berbagai macam jenis tanaman obat diindonesia dan manfaatnya.

Tanaman Obat atau yang biasa kita sebut Tanaman herbal sangat banyak sekali jenisnya dan manfaatnya, dari mulai mampu mengobati penyakit kelas ringan bahkan penyakit sampai ke penyakit kelas berat. Selain itu Tanaman obat juga sudah banyak teruji ampuh dibandingkan dengan obat – obatan yang dicampur bahan kimia. Berikut ini 10 jenis tanaman obat yang bisa kita gunakan sebagai Pengobatan Alternatif di rumah.

1. Seledri (Apium Graviolens)

Mungkin tanaman yang satu ini tidak asing lagi bagi kita, selain enak dipakai sebagai penyedap rasa ternyata seledri juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor dll.
Contohnya, seledri bisa dipakai sebagai Obat Asam Urat. Caranya Cukup rebus beberapa biji seledri untuk segelas air didihkan lalu minum setiap pagi.

2. Blustru (Luffa Aegyptica Mill)

Blustru atau yang biasa disebut Ketela Manis (Di Sunda disebut Lapang Oyom atau di Palembang disebut Hurung Jawa) merupakan tanaman obat keluarga yang telah diberikan secara turun temurun. Namun saat ini sudah jarang sekali yang menggunakan bahkan sebagian besar orang tidak tau bagaimana bentuk Tanaman Blustru itu. Blustru dapat digunakan sebagai Obat Asma, Caranya cuci telebih dahulu daun blustru muda simpan diatas nasi panas (bisa disimpan diatas ketika menanak nasi) lalu makanlah sebagai lalaban setiap hari.

3. Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack)

Tanaman ini di Indonesia tumbuh didaerah Kalimantan. Pasak Bumi dapat membantu memperbaiki kadar testosteron pada pria dan menambah gairah sexual pada pria. Selain itu juga mampu menjadi Obat Ejakulasi Dini. Banyak Toko herbal menjual pasak bumi ini biasanya sudah berupa teh, kopi, berbentuk kering dll.

4. Mengkudu (Morinda Citrifolia)

Mengkudu memiliki nama yang berbeda – beda di setiap daerah contohnya di Sunda disebut Cangkudu, di Aceh disebut Keumeude, dan di Jawa diseut kudu. Tanaman ini biasa ditanam di aceh pada setiap rumah warga (walau tidak semua) karena biasa dipakai sebagai bahan rujak ataupun menu buka puasa khas aceh. Tapi taukah anda bahwa Mengkudu bisa menjadi Obat Jantung Koroner dan membantu mencegah penyakit jantung koroner. Caranya sangat mudah cukup jus mengkudu lalu saring air sarinya tambahkan sedikit madu dan minum 2 kali sehari setelah makan.

5. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah buaya sejak zaman dahulu telah dipercaya sebagai bahan perawatan kecantikan dan obat. Saat ini dijepang sedang mengembangkan penelitian lidah buaya sebagai Obat Kanker. Saat ini sangat banyak sekali cara untuk memakan lidah buaya seperti Cendol ala Pontianak.
6. Buah Makasar (Brucea Javanica)

Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit dan beracun. Namun apabila dipergunakan dengan baik dan sesui dengan dosis yang rumbuhan ini mampu menjadi mengobati Penyakit Diabetes Melitus karena dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Selain itu Buah Makasar juga mampu menjadi Obat Kanker Serviks, Caranya bisa dengan menyeduhnya kedalam setengah cangkir dan minum 2 – 3 kali sehari (Banyak Toko Herbal yang menjual Buah Makasar kering jadi anda tidak perlu susah susah menumbuk atau mengeringkannya sendiri).

7. Belimbing (Averrhoa Carambola)

Belimbing manis banyak mengandung vitamin C, B, A, Protein, Kalsium dll. Belimbing.
Selain rasanya yang enak juga mampu mejadi Obat Kolestrol Tinggi dan Penurun Darah Tinggi. caranya cukup makan buah belimbing setiap hari sesudah makan.

8. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza)

Temulawak merupakan tanaman obat indonesia yang memiliki kandungan Kurkumin yang berguna sebagai Anti Radang ataupun Anti Keracunan Empedu. Walaupun temulawak tidak mampu menjadi Obat Kanker Hati, namun temulawak mampu mencegahnya karena temulawak mampu mengobati Penyakit Hepatitis B yang berperan sebagai faktor utama Penyakit Kanker Hati.

9. Daun Dewa (Gynura Divaricata)

Dari namanya aja udah kerenkan, Daun Dewa dipercaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Daun Dewa mengandung minyak atsiri, saponin dll. Daun Dewa bida digunakan sebagai Obat Penyakit Stroke ataupun Pencegah datangnya Penyakit Stroke. Mampu juga mengobati luka memar dan Penurun Darah Tinggi.

10. Jarak (Ricinus Communis)

Biasa disebut Kaliki di Jawa Barat Dulang di Sumatra dan Kalek Dimadura. Jarak memuliki manfaat pada karnya sebagai anti rematik dan mampu menenangkan. Pada bijinya terasa manis, pedas namun netral. Bijinya Banyak digunakan untuk Obat Kangker Rahim, Hernia, Rematik, TBC dsb. Namun ketika anda mengolah biji jarak menjadi herbal anda harus berhati – hati karena jika meminum obatnya berlebihan akan menimbulkan keracunan dengan ciri – ciri Sakit kepala, muntah berak, panas dll.

Sebenarnya tanaman obat sangat banyak sekali jenisnya. Dari berbagai daerah penjuru negri memiliki resep masing – masing dalam mengolah tanaman herbal. Ketika kita kembali ke obat alami segala jenis penyakit dapat di cegah dan diobati karena resikonya sangat kecil. Untuk itu perbanyaklah meminum minuman herbal seperti jamu dll agar tubuh lebih sehat. Insya Allah! (GE).***