PCNU Kabupaten Garut, Fokus Perbaiki Masjid Terkena Dampak Banjir Bandang

KOTA, (GE).- Kerusakan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu ternyata berimbas terhadap sejumlah sarana ibadah umat muslim yaitu masjid. Terjangan banjir bandang dari luapan Sungai Cimanuk merusak 24 masjid di sepajang bantaran Sungai Cimanuk.

Rois Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) Garut, K.H.Rd.Amin Muhyidin atau yang akrab di sapa Den Mimin mengaku prihatin terkait bencana yang merampas begitu banyak korban jiwa dan kerugian materil. Oleh sebab itu, dirinya telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota NU agar terus fokus membantu para korban banjir bandang.

“Sejak bencana ini menimpa NU Garut hadir di tengah-tengah para korban. Selain memberikan bantuan logistik, NU juga membantu warga membersihkan rumah terdampak dan akan membantu memperbaiki sarana ibadah yang rusak,” ujar Pimpinan Ponpes Assa’adah Limbangan itu kepada wartawan, Kamis (6/10/2016).

Masih menurut Mimin, dalam melaksanakan misi kemanusiaan, PCNU telah mendirikan posko bantuan bagi korban banjir yang bertugas mengkoordinir seluruh bentuk bantuan baik tenaga, harta mapun ide dan pikiran dalam meringankan beban korban bencana. Posko tersebut dipusatkan di SMK Maarif yang beralamat di Jalan Pembangunan Garut.

Sejak dibukanya posko bantuan, ujarnya, bantuan dari berbagai pihak dalam bentuk barang maupun uang terus mengalir baik dari warga NU Kabupaten Garut maupun yang dikoordinir oleh PBNU dan PWNU Jawa Barat serta PCNU di kabupaten/ kota lainnya. Bahkan bantuan pun datang dari perguruan tinggi, karang taruna, beberapa perusahaan nasional maupun lokal dan organisasi kemasyarakatan maupun perorangan. Setelah terkumpul, tanpa menunggu waktu lama, semua bantuan kemudian disalurkan kepada para korban yang berhak menerimanya.

Selain menyalurkan berbagai bentuk bantuan PCNU Kabupaten Garut melalui PC. GP. Ansor secara terus menerus menerjunkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) yang disebar di berbagai titik lokasi bencana. Mereka bertugas membersihkan puing-puing bangunan dan ada juga yang melakukan pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang.

Posko bantuan NU resmi ditutup Senin (3/10/2016). Saat ini PCNU Kabupaten Garut akan lebih fokus terhadap rehabilitasi atau renovasi masjid yang terkena dampak bencana dari mulai membersihkan, memperbaiki serta melengkapi peralatan yang dibutuhkan oleh masjid-mesjid tersebut. Sampai berita ini diturunkan, ada 24 mesjid yang mengalami kerusakan dan perlu perbaikan.

PCNU Kabupaten Garut mengimbau kepada semua pihak, agar musibah yang terjadi ini tidak dimanfaatkan oleh siapa pun untuk kepentingan yang bersifat politis dan kepentingan pragmatis. Terlebih terhadap masjid-masjid yang rusak, biarkan menjadi garapan ormas atau pemerintah.

“Jangan sampai tempat ibadah dijadikan alat berpolitik. Tentunya tidak baik. Pasalnya sarana ibadah khususnya masjid merupakan tempat yang sakral,” pungkasnya. (Farhan SN)***