BREAKING NEWS : Korban Keracunan di Garut Terus Bertambah, Kini Jumlahnya Mencapai 134 Orang

BAYONGBONG, (GE).- Korban keracunan di Garut, Jawa Barat terus bertambah. Sampai berita ini diturunkan korban mencapai 134 orang. Kini mereka mendapat perawatan medis di Puskesmas terdekat namun ada juga yang dirawat di rumah warga.

Diberitakan sebelumnya, korban keracunan diduga setelah menyantap makanan acara pernikahan Rabu (10/8/2016). Jika kemarin jumlahnya hanya 80 orang, namun sekarang jumlahnya bertambah mencapai 134 orang.

Kepala Puskesmas Cilimus, Agus Salim mengatakan korban mengeluhkan sama yakni pusing, mual dan muntah-muntah setelah menghadiri acara pernikahan di Kampung Ciranjang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat.

“Warga mulai mengalami keracunan sore (Rabu) setelah menyantap makanan,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan laporan hingga Rabu tengah malam jumlah korban keracunan mencapai 134 orang, sebagian di rawat di puskesmas dan rumah warga. Korban yang mendapatkan perawatan di rumah warga, kata dia, karena jarak tempuh ke Puskesmas cukup jauh.

“Lokasi kampungnya jauh, ada 80 orang, sekarang sudah 12 orang masih dirawat di rumah, sisanya rawat jalan,” katanya.

Sedangkan korban keracunan lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Rumah Sakit Umum dr. Slamet, Rumah Sakit Nurhayati, dan Guntur.

“Korban yang dirawat karena mengalami dehidrasi, jadi harus diinfus,” katanya.

Terkait penyebab keracunan, Agus menyampaikan belum dapat diketahui, pihaknya masih fokus penanganan medis terhadap korban. Namun, pihaknya juga sudah mengambil sampel muntahan korban dan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Farhan SN***

Breaking News, Puluhan Warga Garut Keracunan Makanan, Pada Acara Hajatan

BAYONGBONG, (GE).- Puluhan warga keracunan usai menyantap makanan pada sebuah acara hajatan di Kampung Ciranjang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat, Rabu (10/8/2012). Mereka terpaksa dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit karena karena kondisinya semakin memprihatinkan.

Menurut keterangan warga, peristiwa keracunan masal itu diduga kuat dikarenakan mereka mengkonsumsi makanan pada acara hajatan pernikahan. Karena banyaknya warga yang menjadi korban, mereka tidak hanya dibawa ke Puskesmas Cilimus, akan tetapi ada juga korban yang dibawa ke Puskesmas Kersamenak dan RSUD dr. Slamet.

Menurut Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti, sebenarnya para korban yang menderita keracunan bukan merupakan warga Kecamatan Tarogong Kidul tapi warga Kecamatan Bayongbong. Namun banyak juga yang dirujuk ke Puskesmas Kersamenak yang lokasinya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul saking banyaknya korban yang harus ditangani.

“Informasi yang kami terima, mereka merupakan warga Kampung Ciranjang Desa Mekarjaya Kecamatan Bayongbong. Para korban diduga keracunan setelah menyantap makanan di acara hajatan pernikahan tetangga mereka,” ujar Neti.

Neti menyebutkan, sampel makanan dan muntahan korban sudah diambil untuk bahan penelitian di BPOM. Hal ini untuk dapat memastikan apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari keracunan tersebut.

Neti juga menerangkan, karena kondisinya cukup parah akibat dehidrasi, ada empat korban yang dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut. Kini seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga tempat.

Sementara itu, Mia, salah seorang korban mengatakan ada lebih dari tiga puluh orang selain dirinya yang menderita keracunan. Para korban terdiri dari berbagai kalangan usia mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

“Sebelumnya kami menyantap hidangan di pesta pernikahan salah seorang tetangga. Beberapa jam kemudian, kami mersakan sakit perut yang diikuti muntah-muntah, pusing dan mencret,” kata Mia.

Diakui Mia, dirinya merasakan gejala sekitar dua jam setelah menyantap makanan. Pada awalnya Mia merasakan mual/sakit perut. Semula dia mengira hal itu sakit perut biasa karena makan pedas atau masuk angin. Namun kian lama rasa mual itu kian parah bahkan diikuti rasa pusing dan muntah-muntah.

“Ternyata, gejala yang sama juga dirasakan anggota keluarga dan tetangga saya. Jumlahnya mencapai lebih dari tiga puluh orang. Saat itu, ada salah seorang tetangga yang mengatakan bahwa kami telah keracunan dan harus segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit,” katanya.

Informasi yang dihimpun “GE” dari Kodim 0611 Garut, pada hari Rabu 10 Agustus 2016 pukul 11.00 Wib di Kp. Ciranjang Rt 03/04 Ds. Mekarjaya Kec. Bayongbong, Garut telah terjadi keracunan makanan hidangan resepsi pernikahan di rumah Yoyo (54). Peristiwa tersebut terjadi diduga keracunan makanan.

Jumlah korban sebanyak kurang lebih 80 orang termasuk keluarga yang melaksanakan hajatan sebanyak 6 org. Para korban telah mendapatka pertolongan pertama oleh pihak Puskesmas Bayongbong dan Puskesmas Desa Mekarjaya. Farhan SN***